Insight Daily 09 Jan 2026 Penulis: KabarBursa.com

Menilik Pergerakan ADRO: Harga Tembus 2.000, Asing Akumulasi

Pada perdagangan kemarin, grafik juga menampilkan candle dengan bayangan atas yang panjang. Harga ADRO sempat bergerak ke area 2.250

KABARBURSA.COM - Pergerakan saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) pada grafik harian menunjukkan perubahan ritme perdagangan yang layak dicermati, terutama setelah harga bergerak relatif datar dalam beberapa pekan terakhir.ADRO sukses mencatat performa positif pada perdagangan Kamis, 8 Januari 2025, usai menguat 1 persen atau naik 20 poin ke level ...

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. Foto: Dok KabarBursa.
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. Foto: Dok KabarBursa.

Insight Navigator

  1. 01 Akumulasi Asing
  2. 02 Pergerakan Saham ADRO
  3. 03 Aksi Perusahaan

KABARBURSA.COM -  Pergerakan saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) pada grafik harian menunjukkan perubahan ritme perdagangan yang layak dicermati, terutama setelah harga bergerak relatif datar dalam beberapa pekan terakhir.

ADRO sukses mencatat performa positif pada perdagangan Kamis, 8 Januari 2025, usai  menguat 1 persen atau naik 20 poin ke level Rp2.030. Di hari sebelumnya, saham ini juga melonjak 7,77 persen ke level Rp2.010.

Sebelum mencapai level tersebut, harga saham ADRO sempat bergerak di kisaran 1.800-1.900 dengan fluktuasi yang cenderung sempit. Perubahan mulai terlihat saat perdagangan kemarin, ketika harga membentuk candle menanjak berukuran besar yang mendorong ADRO menembus harga 2.000.

Pergerakan itu disertai lonjalam volume yang cukup mencolok. Pada indikator volume, terdapat transaksi mencapai 535,72 juta saham, jauh di atas rata-rata volume 20 yang berada di kisaran 144,26 juta saham. Lonjakan ini membuat aktivitas perdagangan tampak lebih ramai dibanding hari-hari sebelumnya.

Pada perdagangan kemarin, grafik juga menampilkan candle dengan bayangan atas yang panjang. Harga ADRO sempat bergerak ke area 2.250, sebelum akhirnya melemah dan ditutup di level 2.030.

Struktur candle seperti itu sering menjadi perhatian pelaku pasar karena menggambarkan dinamika tarik-menarik antara minat beli dan tekanan jual dalam satu sesi perdagangan.

Dari sisi teknikal, rata-rata pergerakan Moving Average (MA)10 ADRO berada harga 1.901, sementara MA20 bertengger di level 1.868. Posisi harga yang saat ini berada di atas kedua garis MA tersebut memperlihatkan jarak yang cukup lebar antara harga dan MA jangka pendek.

Kondisi tersebut  biasanya mendorong pelaku pasar untuk mencermati bagaimana pergerakan harga selanjutnya, khususnya jika terjadi penyempitan jarak atau pergerakan mendatar.

Sementara itu, data orderbook dan trade book ADRO pada perdagangan kemarin, memperlihatkan peta antrean harga yang cukup detail untuk dicermati, terutama di area 2.000–2.100.

Pada tampilan orderbook, harga bid teratas berada di 2.030 sementara ask teratas di 2.040. Di level 2.030, antrean bid tercatat sekitar 31.481 lot. Sementara pada sisi ask 2.040, antrean yang terlihat berada di kisaran 2.424 lot pada baris teratas, dengan tambahan antrean lain pada level yang sama di bawahnya.

Jika diturunkan satu level, sisi bid menunjukkan lapisan permintaan di 2.020 (±20.135 lot) dan 2.010 (±38.180 lot). Perhatian juga tertuju pada bid 2.000 yang tampak menjadi titik antrean paling tebal, yakni sekitar 115.269 lot dengan frekuensi yang terlihat paling besar (1.720).

Di bawahnya, antrean bid masih berlanjut berjenjang di 1.995 (±8.765 lot), 1.990 (±10.248 lot), 1.985 (±7.178 lot), hingga 1.980 (±13.567 lot) dan seterusnya.

Di sisi jual, antrean ask tersusun naik mulai 2.050 (±22.238 lot), 2.060 (±19.678 lot), dan 2.070 (±12.614 lot). Menarik untuk dicatat, pada area 2.100 antrean ask terlihat membesar hingga sekitar 59.842 lot dengan frekuensi 942, lalu di 2.110 sekitar 21.554 lot.

Lapisan berikutnya juga terlihat cukup rapat: 2.120 (±24.306 lot), 2.130 (±17.382 lot), 2.140 (±18.633 lot), dan 2.150 (±58.192 lot). Di level yang lebih atas, tampak antrean ask 2.180 (±43.670 lot) dan 2.190 (±66.513 lot) yang relatif tebal dibanding beberapa level di bawahnya.

Sementara itu, grafik trade book memperlihatkan akumulasi transaksi beli  dan jual yang bergerak naik sejak awal sesi. Kurva jual terlihat berada di atas kurva beli hampir sepanjang waktu, dengan kenaikan yang cukup tajam pada fase awal perdagangan, lalu bertambah bertahap hingga mendekati penutupan. Kurva jual mendekati area 3 jutaan, sedangkan beli berada di kisaran 2 jutaan pada akhir sesi.

Akumulasi Asing

Di sisi lain, saham ADRO pada perdagangan 8 Januari 2025 tampak diakumulasi investor asing oleh beberapa broker. JP Morgan Sekuritas Indonesia (BK)  tercatat menjadi pembeli terbesar dengan nilai sekitar Rp52,5 miliar. Volume transaksinya mencapai 249,1 ribu lot, dengan harga rata-rata beli  2.114.

Tepat di bawahnya, broker Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) menempati posisi kedua dengan nilai beli sekitar Rp36,2 miliar, setara 177,8 ribu lot, pada rata-rata 2.072.

Masih di kolom buy, broker OCBC Sekuritas Indonesia (TP) tercatat melakukan pembelian sekitar Rp1,9 miliar dengan 9,2 ribu lot pada rata-rata 2.087.

Selanjutnya, ada beberapa broker dengan nilai yang lebih kecil namun tetap terlihat aktif, seperti CGS International Sekuritas Indonesia (YU) sekitar Rp308,5 juta (±1,7 ribu lot, rata-rata 2.043).

Terdapat pula Kiwoom Sekuritas Indonesia (AG) sekitar Rp255,8 juta (±1,2 ribu lot, harga rata-rata 2.073), dan KGI Sekuritas (HD) sekitar Rp184 juta (±961 lot, harga rata-rata 2.103).

Pada sisi penjualan, broker UBS Sekuritas (AK) menjadi penjual terbesar dengan nilai sekitar Rp36,3 miliar dan volume 163,1 ribu lot. Setelah itu, broker Mandiri Sekuritas (CC) tercatat menjual sekitar Rp19,3 miliar atau 90,3 ribu lot.

Di bawah dua nama utama itu, terlihat penjualan dengan nilai ratusan juta seperti BNI Sekuritas (NI) sekitar Rp372,4 juta (±1,8 ribu lot), Ina Sekuritas Indonesia (RB) sekitar Rp216 juta (±1.000 lot), dan Phillip Sekuritas Indonesia (KK) sekitar Rp191,7 juta (±898 lot).

Dengan susunan tersebut, investor dapat mencermati dua hal: konsentrasi nilai yang dominan pada beberapa broker teratas, serta sebaran harga rata-rata beli. Data ini bisa dijadikan bahan pantauan lanjutan bersama pergerakan harga dan antrean orderbook pada sesi berikutnya.

Di sisi lain merujuk Stockbit, terdapat 23 analis yang memberikan penilaian terhadap saham ADRO. Dari jumlah tersebut, 20 analis memberikan rekomendasi buy, sementara 2 analis berada di posisi hold, dan 1 analis memberikan rekomendasi sell.

Adapun target harga rata-rata saham ADRO tercatat di level 2.555. Di sisi lain, terdapat estimasi tertinggi yang berada di Rp3.800, serta estimasi terendah di 2.000.

Pergerakan Saham ADRO


Adapun pada periode satu pekan terakhir, saham ADRO mencatat kenaikan +12,15 persen, dengan rentang 1.810–2.050.

Pola serupa juga terlihat di satu bulan  yang tercatat +11,85 persen, dengan rentang 1.765–2.050. Beranjak ke tiga bulan, ADRO tercatat naik +23,03 persen dengan rentang 1.625–2.050.

Lalu di 6 bulan, performa saham ini masa h naik sebesar +16,67 persen dengan rentang yang sama, yakni 1.625–2.050.

Sementara itu, pada horizon yang lebih panjang, angkanya berbeda. Dalam periodr satu tahun, ADRO tercatat turun -17,81 persen dengan rentang 1.600–2.520.

Lalu tiga tahun terakhir turut menyusut -35,35 persen dengan rentang 1.600–4.300. Untuk periode lebih panjang lagi, 5 tahun  tercatat +44,48 persen dengan rentang 1.150–4.300, akan tetapi dalam 10 tahun, saham ini naik  +318,56 persen dengan rentang 437–4.300.

Dengan susunan data ini, pembaca dapat membandingkan performa lintas waktu: jangka pendek menunjukkan kenaikan persentase, sedangkan jangka menengah seperti satu tahun dan tiga tahun menampilkan angka perubahan yang berbeda, sambil melihat posisi harga saat ini berada di bagian mana dari rentang historis masing-masing.

Aksi Perusahaan

ADRO telah membagikan dividen tunai interim tahun buku 2025 senilai USD250 juta. Pembagian dividen telah diputuskan oleh Direksi dan Dewan Komisaris ADRO pada Rabu, 17 Desember 2025.

Adapun dividen ini berasal dari laba bersih Perseroan pada periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025.

Perlu diketahui, tanggal pencatatan pemegang saham ADRO yang berhak atas dividen tunai interim (record date) adalah per tanggal 2 Januari 2026.

"Dividen tunai interim akan dibagikan kepada pemegang saham Perseroan yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham Perseroan pada tanggal record date sampai dengan pukul 16:00 WIB," tulis manajemen ADRO.

Pembagian dividen ini cukup mengejutkan. Pasalnya, laba bersih ADRO pada kuertal III 2025 menyusut 75 persen year on year (yoy) sebesar USD302 juta.

Sementara itu, pendapatan ADRO pada sembilan bulan pertama 2025 juga turun 13 persen yoy menjadi USD1,3 miliar.

Di sisi lain, beban pokok pendapatan ADRO pada kuartal III 2025 sebesar USD884, juta atau naik sebesar 1,04 persen. Sehingga, pada periode ini laba bruto perusahaan menurun 31,18 persen yoy menjadi USD463,5 juta. (*)
⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya