KABARBURSA.COM - PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) membukukan kinerja gemilang pada kuartal III 2025. Pada sembilan bulan pertama tahun ini, perusahaan meraup laba bersih sebesar Rp6,43 triliun atau meroket 1.361 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu pendapatan bersih EMTK pada kuartal III 2025 senilai 13,76 triliun, atau mengalami peningkatan sebesar 57,79 persen dibanding periode serupa tahun lalu.
Pengamat pasar modal sekaligus founder Republik Investor, Hendra Wardana mengatakan lonjakan kinerja tersebut terutama dipicu oleh keuntungan investasi dari penjualan sebagian kepemilikan saham EMTK di Grab Holdings yang nilainya mencapai triliunan rupiah.
"Penjualan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk melakukan realisasi keuntungan dan memperkuat posisi kas perusahaan, sekaligus memberikan fleksibilitas bagi EMTK untuk mempercepat ekspansi di sektor digital dan keuangan," ujar dia dalam risetnya yang diterima Kabarbursa.com dikutip, Minggu, 9 November 2025.
Tak heran, kinerja positif tersebut turut mendorong pergerakan harga saham EMTK di bursa efek. Pada perdagangan Jumat, 7 November 2025, saham emiten bisnis media ini ditutup menguat 8,51 persen atau naik 100 poin ke level 1.275.
Dalam sepekan terakhir, saham EMTK menguat 7,59 persen. Namun, secara bulanan saham ini masih terkoreksi 10,53 persen, dari kisaran 1.520 ke 1.285.
Dalam rentang tiga hingga enam bulan terakhir, EMTK menunjukkan pemulihan tajam. Dalam tiga bulan, naik 44,89 persen dari 870 ke 1.700. Sementara dalam periode enam bulan saham ini melonjak 121,74 persen dari 464 ke 1.700.
Secara year-to-date (YTD), EMTK mencatat penguatan hingga 159,15 persen, dan dalam setahun terakhir bahkan mencapai +170,13 persen, dari level Rp460 menjadi Rp1.700.
Jika dilihat dari horizon yang lebih panjang, dalam tiga tahun saham EMTK masih melemah 25,22 persen. Namun, dalam lima tahun terakhir saham ini masih tumbuh 32,81 persen, dan 27,76 persen dalam 10 tahun, menandakan pemulihan bertahap menuju level fundamental yang lebih wajar.
Menurut Hendra, penguatan saham EMTK juga ditopang oleh rumor mengenai rencana Initial Public Offering (IPO) Superbank, anak usaha EMTK melalui PT Elang Media Visitama yang memiliki 31,11 persen saham di bank tersebut juga menjadi katalis penting yang mendorong optimisme pasar.
Ia menilai investor menilai IPO Superbank akan membuka potensi valuasi baru bagi EMTK karena Superbank dinilai memiliki prospek pertumbuhan tinggi di sektor perbankan digital.
"Apalagi dengan dukungan ekosistem kuat dari Grab dan Singtel sebagai mitra strategis," ungkap dia.
Hendra menuturkan spekulasi pasar terhadap valuasi pasca-IPO dan potensi revaluasi aset digital EMTK menjadi salah satu faktor sentimen utama yang mempercepat kenaikan harga saham sepanjang tahun ini.
Proyeksi EMTK ke Depan
Ke depan, Hendra memandang arah strategis EMTK tampaknya akan semakin fokus pada sinergi bisnis digital, keuangan, dan media untuk membangun ekosistem terintegrasi yang berkelanjutan.
Meskipun laba bersih 2025 sebagian besar masih ditopang oleh keuntungan investasi, kata dia, pertumbuhan pendapatan operasional yang solid menunjukkan peningkatan kualitas kinerja inti.
"Dengan momentum pertumbuhan yang kuat, realisasi IPO Superbank, dan potensi pengembangan bisnis digital yang makin matang, EMTK berpotensi mempertahankan kinerja positifnya hingga akhir 2025" ungkapnya.
Secara proyeksi, Hendra memperkirakan pendapatan EMTK sepanjang 2025 dapat mencapai sekitar Rp7,8–8 triliun dengan potensi laba bersih di kisaran Rp4–4,5 triliun, sebagian besar ditopang oleh divestasi aset dan efisiensi biaya (COGS turun hingga 72,7 persen).
Dari sisi teknikal, ia menambahkan saham EMTK masih menarik untuk dikoleksi dengan rekomendasi trading buy, target harga (TP) pertama di 1.405 dan target lanjutan di 1.700.
"Seiring dengan meningkatnya ekspektasi pasar terhadap keberhasilan IPO Superbank dan pertumbuhan bisnis digital grup Emtek," pungkasnya.
Mengutip data Stockbit, dalam orderbook pada Jumat, 7 November 2025, permintaan penjualan saham EMTK lebih ditinggi sebesar 534.000 dibanding jumlah antrian pembeli yang sebanyak 443.473.
Aktivitas perdagangan saham EMTK pada 7 November 2025 menunjukkan minat beli yang cukup kuat di area harga 1.200 dengan lot sebanyak 45.715. Kepadatan antrian di area tersebut menunjukkan bahwa investor ritel dan institusi mulai membentuk support kuat di sekitar Rp1.200.
Sementara di sisi ask, tekanan jual terbesar muncul di level 1.300 dengan total antrian mencapai lebih dari 103.404 lot. Kondisi ini menunjukkan adanya potensi aksi ambil untung (profit taking) ringan setelah kenaikan 8,51 persen pada perdagangan sebelumnya, namun tekanan jual tersebut belum cukup kuat untuk mengubah arah tren jangka pendek yang masih positif.(*)