Insight Daily 17 Feb 2026 Penulis: KabarBursa.com

Menakar Penguatan Saham ASSA di Tengah Fundamental yang Kokoh

Secara rata-rata, target harga saham ASSA dipatok di level Rp1.703 per saham, dengan estimasi tertinggi mencapai Rp1.810

KABARBURSA.COM - Saham PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) terpantau terus bergerak menguat di tengah kokohnya fundamental perusahaan.Pada perdagangan terakhir atau Jumat, 13 Februari 2026, saham ASSA ditutup menguat sebesar 1,30 persen atau naik 15 poin ke level Rp1.165.Di luar itu, saham ASSA tengah menunjukkan tren penguatan dalam beberapa periode perdagangan...

Foto: Dok. ASSA.
Foto: Dok. ASSA.

Insight Navigator

  1. 01 Fundamental Kokoh
  2. 02 Saham Diborong Investor Asing

KABARBURSA.COM - Saham PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) terpantau terus bergerak menguat di tengah kokohnya fundamental perusahaan.

Pada perdagangan terakhir atau Jumat, 13 Februari 2026, saham ASSA ditutup menguat sebesar 1,30 persen atau naik 15 poin ke level Rp1.165.

Di luar itu, saham ASSA tengah menunjukkan tren penguatan dalam beberapa periode perdagangan. Berdasarkan data dari Stockbit, secara year to date (ytd), saham ini masih mencatatkan kenaikan sebesar 3,56 persen.

Saham emiten jasa transportasi ini juga terlihat menguat 3,10 persen pada tujuh hari terakhir. Dalam jangka menengah, performa saham ASSA juga memperlihatkan arah yang positif.

Selama tiga bulan terakhir misalnya, saham ini tercatat naik sebesar 6,88 persen. Sementara dalam periode enam bulan, harga ASSA juga mengalami lonjakan yang lebih signifikan hingga 26,63 persen.

ASSA sempat mengalami koreksi sebesar 1,69 persen dalam satu bulan terakhir. Namun, penguatan kembali terlihat dalam periode tahunan.

Dalam periode satu tahun terakhir, saham ASSA melonjak hingga 97,56 persen.

Penguatan yang lebih mencolok terlihat dalam horizon tahunan. Dalam periode satu tahun terakhir, saham ASSA melonjak hingga 97,46 persen. 

Pada waktu yang lebih panjang, saham ASSA juga mencatatkan kenaikan sebesar 16,50 persen dalam tiga tahun terakhir serta 8,88 persen dalam lima tahun. Bahkan, dalam periode satu dekade, saham ini telah mengalami lonjakan hingga 1.180 persen.

Dengan kombinasi penguatan harga dalam jangka pendek hingga panjang, pergerakan saham ASSA mencerminkan sentimen positif investor terhadap arah pertumbuhan bisnis Perseroan ke depan. Namun demikian, volatilitas jangka pendek tetap menjadi faktor yang perlu dicermati, terutama di tengah perubahan kondisi makroekonomi dan dinamika sektor logistik yang semakin kompetitif.
 

Berdasarkan data konsensus analis Stockbit, sebanyak tujuh analis memberikan rekomendasi beli terhadap saham ASSA, tanpa adanya rekomendasi jual. Hal ini menunjukkan tingkat optimisme yang cukup tinggi dari pelaku pasar institusional terhadap arah pertumbuhan bisnis Perseroan di sektor transportasi dan logistik.

Optimisme tersebut turut tercermin dari target harga yang diproyeksikan oleh para analis. Secara rata-rata, target harga saham ASSA dipatok di level Rp1.703 per saham, dengan estimasi tertinggi mencapai Rp1.810 dan estimasi terendah di kisaran Rp1.600. Sementara itu, pada posisi perdagangan saat ini, saham ASSA berada di level Rp1.165 per saham.

Adapun menurut perhitungan yang dilakukan tim Kabarbursa.com, harga wajar saham ASSA untuk saat ini berada di kisaran Rp1.787.

Dengan selisih yang cukup lebar antara harga pasar saat ini dan target harga rata-rata analis, saham ASSA dinilai masih memiliki potensi kenaikan yang menarik dalam jangka menengah hingga panjang.

Rekomendasi beli yang diberikan secara konsisten oleh analis juga mengindikasikan bahwa risiko jangka pendek dinilai masih dapat diimbangi oleh prospek pertumbuhan jangka panjang.

Selain itu, adanya rentang target harga yang relatif sempit di antara proyeksi tertinggi dan terendah memperlihatkan konsensus pasar yang cukup kuat terhadap valuasi wajar saham ASSA saat ini. Artinya, ekspektasi analis terhadap kinerja Perseroan cenderung selaras, sehingga mengurangi ketidakpastian dalam penilaian terhadap potensi pergerakan saham ke depan.

Ke depan, realisasi kinerja keuangan serta keberhasilan strategi ekspansi bisnis akan menjadi katalis utama yang menentukan apakah saham ASSA mampu mendekati target harga yang telah ditetapkan oleh analis. Investor pun diharapkan tetap mencermati dinamika sektor logistik serta kondisi makroekonomi yang dapat memengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan.

Fundamental Kokoh

Merujuk data keuangan yang dipublikasikan, ASSA mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang sembilan bulan pertama atau kuartal III 2025 dengan membukukan pendapatan sebesar Rp4,41 triliun. Realisasi tersebut meningkat sekitar 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,64 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, ASSA juga mencatatkan peningkatan laba bruto menjadi Rp1,39 triliun dari sebelumnya Rp1,07 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, beban umum dan administrasi turut meningkat menjadi Rp603,66 miliar dibandingkan Rp537,58 miliar pada kuartal III 2024, sementara beban bunga dan keuangan tercatat sebesar Rp220,97 miliar.

Pada level profitabilitas, laba sebelum pajak Perseroan mencapai Rp617,70 miliar, melonjak signifikan dari Rp342,34 miliar pada tahun sebelumnya.

ASSA membukukan laba bersih  yang diatribusikan kepada entitas induk tercatat sebesar Rp348,59 miliar, meningkat 63,91 persen dibanding periode serupa tahun 2024 senilai Rp212,67 miliar.

Dari sisi neraca, total aset ASSA tercatat sebesar Rp8,38 triliun per akhir September 2025, meningkat dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp7,72 triliun.

Aset lancar Perseroan melonjak menjadi Rp2,15 triliun dari sebelumnya Rp1,45 triliun, dengan kas dan setara kas mencapai Rp1,07 triliun. Sementara itu, aset tetap tercatat sebesar Rp5,40 triliun yang masih menjadi kontributor utama struktur aset Perseroan.

Di sisi liabilitas, total kewajiban ASSA meningkat menjadi Rp5,22 triliun dibandingkan Rp4,94 triliun pada akhir 2024, terutama dipengaruhi oleh liabilitas jangka panjang atas utang bank yang mencapai Rp2,97 triliun. Adapun total ekuitas Perseroan tercatat sebesar Rp3,15 triliun hingga Kuartal III 2025, meningkat dari Rp2,78 triliun pada akhir tahun sebelumnya.

Sementara itu, arus kas bersih dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp811,23 miliar hingga September 2025, naik dibandingkan Rp699,46 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Jika dilihat dari sejumlah indikator profitabilitas dan solvabilitas, ASSA  masih berada dalam level sehat.

Berdasarkan data keuangan kuartalan dikutip dari Stockbit, ASSA mencatatkan current ratio sebesar 1,13 kali, mencerminkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya menggunakan aset lancar yang dimiliki.

Angka quick ratio yang juga berada di level 1,13 kali mengindikasikan likuiditas operasional yang cukup stabil meskipun tanpa memperhitungkan persediaan. Namun demikian, leverage Perseroan masih terbilang cukup tinggi dengan debt to equity ratio (DER) sebesar 1,92 kali.

Dari sisi profitabilitas, ASSA mencatatkan return on assets (ROA) sebesar 4,53 persen secara trailing twelve months (TTM), menandakan efisiensi pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba.

Sementara itu, return on equity (ROE) mencapai 17,31 persen, mengindikasikan tingkat pengembalian yang cukup atraktif bagi pemegang saham di tengah fase pertumbuhan bisnis.

Margin keuntungan Perseroan juga menunjukkan kinerja yang kompetitif. Gross profit margin tercatat sebesar 33,24 persen, sementara operating profit margin mencapai 19,56 persen. Adapun net profit margin berada di level 9,08 persen, mencerminkan kemampuan ASSA dalam menjaga profitabilitas di tengah tekanan biaya operasional dan beban pendanaan.

Ke depan, kombinasi antara profitabilitas yang terjaga dan struktur leverage yang masih relatif tinggi akan menjadi faktor krusial yang perlu dicermati investor, terutama dalam menilai keberlanjutan strategi pertumbuhan ASSA di sektor logistik dan mobilitas yang semakin kompetitif.

Saham Diborong Investor Asing

Adapun pada pekan lalu periode 9-13 Februari 2026, saham ASSA menunjukkan adanya minat akumulasi dari investor asing. Aktivitas transaksi didominasi oleh aksi beli dari sejumlah broker.

Berdasarkan data dari Stockbit, broker YU tercatat menjadi pihak dengan nilai pembelian terbesar, yakni mencapai Rp3,9 miliar dengan volume transaksi sebanyak 34,5 ribu lot pada harga rata-rata di kisaran Rp1.125 per saham.

Aksi beli juga dilakukan oleh broker CC dengan nilai transaksi sekitar Rp1 miliar dan volume 8,7 ribu lot, serta broker BK yang mencatatkan pembelian sebesar Rp887,6 juta dengan volume 7,8 ribu lot.

Selain itu, broker RX turut melakukan akumulasi dengan nilai transaksi sebesar Rp186,5 juta dan volume 1,6 ribu lot, diikuti oleh broker AG dan HD dengan nilai pembelian masing-masing Rp53,8 juta dan Rp15,7 juta.

Di sisi lain, tekanan jual tercatat berasal dari broker DP dengan nilai penjualan sebesar Rp1,9 miliar dan volume 17,7 ribu lot. Aksi distribusi juga dilakukan oleh broker AK senilai Rp399,6 juta serta broker ZP sebesar Rp230,6 juta.

Namun demikian, nilai penjualan dari beberapa broker tersebut masih berada di bawah total nilai akumulasi yang tercatat pada sisi beli.

Dominasi aktivitas pembelian oleh investor asing ini mencerminkan adanya kecenderungan net buy dalam periode perdagangan tersebut, yang berpotensi menjadi katalis bagi pergerakan saham ASSA dalam jangka pendek. Pola akumulasi yang terjadi juga dapat mengindikasikan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap fundamental dan prospek pertumbuhan Perseroan ke depan. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya