Insight Daily 24 Apr 2026 Penulis: KabarBursa.com

MAPI Punya Kinerja Kuat, Harga Saham Masih Tertahan

Sejumlah indikator keuangan menunjukkan perusahaan ritel ini memiliki kombinasi antara profitabilitas yang sehat, struktur keuangan yang kuat, dan arus kas yang stabil

KABARBURSA.COM - PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI ) dinilai masih berada pada level valusi yang relatif murah di tengah fundamental kinerja yang tergolong solid.Sejumlah indikator keuangan menunjukkan perusahaan ritel ini memiliki kombinasi antara profitabilitas yang sehat, struktur keuangan yang kuat, dan arus kas yang stabi, meski belum sepenuhnya tercermin d...

Foto: PT Mitra Adiperkasa Tbk
Foto: PT Mitra Adiperkasa Tbk

Insight Navigator

  1. 01 Kinerja MAPI 2025 Tumbuh Solid, Aset dan Likuiditas Menguat
  2. 02 Pergerakan Saham Kuat, Analis Kompak Rekomendasikan Beli
  3. 03 ⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Asing Ramai Borong, Sinyal Akumulasi Terlihat

KABARBURSA.COM - PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI ) dinilai masih berada pada level valusi yang relatif murah di tengah fundamental kinerja yang tergolong solid.

Sejumlah indikator keuangan menunjukkan perusahaan ritel ini memiliki kombinasi antara profitabilitas yang sehat, struktur keuangan yang kuat, dan arus kas yang stabi, meski belum sepenuhnya tercermin dalam pergerakan harga sahamnya.

Merujuk data Stockbit, dari sisi valuasi, MAPI saat ini diperdagangkan dengan price to earnings ratio (PER) sekitar 9,7 kali dan price to book value (PBV) di level 1,55 kali. Sedangkan, rasio EV/EBITDA tercatat hanya sekitar 3,12 kali. Angka ini terbilang rendah kalau dibandingkan dengan karakter bisnis ritel yang umumnya mempunyai valuasi lebih tinggi.

Rasio price to sales (P/S) yang berada di kisaran 0,5 kali juga menandankan jika pasar belum memberikan valuasi penuh terhadap pendapatan perusahaan.

Kondisi tersebut memperkuat indikasi bahwa saham MAPI masih berada dalam fase undervalued atau diperdagangkan di bawah harga wajarnya.

Pada perdagangan terakhir atau Kamis, 23 April 2026, MAPI berada di level Rp1.305. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan Kabarbursa.com, harga wajar saham MAPI berada di kisaran Rp2.071.

Dari sisi profitabilitas, kinerja MAPI tergolong cukup solid. Return on equity (ROE) tercatat di level 15,96 persen,  yang berati perusahaan mampu menghasilkan laba dari modal yang dimiliki.

Sementara itu, margin laba kotor mencapai 40,6 persen, menunjukkan efisiensi operasional yang baik di tengah persaingan industri ritel. Adapun margin laba bersih berada di kisaran 6,56 persen, yang masih tergolong sehat untuk sektor ini.

Struktur keuangan perusahaan juga terbilang kuat. Rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) yang hanya sebesar 0,21 kali menunjukkan tingkat leverage yang rendah, sehingga risiko finansial relatif terjaga.

Dari sisi likuiditas, current ratio sebesar 1,61 kali menggambarkan  kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Tak hanya itu, kekuatan arus kas juga menjadi salah satu daya tarik utama MAPI.

Rasio price to free cash flow (P/FCF) yang berada di kisaran 5 kali menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kemampuan menghasilkan kas yang baik, sekaligus mempertegas kualitas laba yang dihasilkan.

Meski demikian, daya tarik fundamental tersebut belum sepenuhnya direspons oleh pasar. Hal ini tercermin dari belum optimalnya kinerja harga saham.

Dengan kombinasi valuasi yang relatif murah dan fundamental yang solid, saham MAPI berpotensi menarik bagi investor dengan pendekatan value investing. Namun, pergerakan harga ke depan masih akan sangat bergantung pada munculnya katalis yang mampu mendorong minat pasar secara lebih luas.

Kinerja MAPI 2025 Tumbuh Solid, Aset dan Likuiditas Menguat

MAPI sukses membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025, didukung oleh pertumbuhan aset, penguatan likuiditas, serta ekspansi bisnis yang berkelanjutan.

Merujuk laporan keuangan yang telah dipublikasikan, pada 2025 MAPI meraup pendapatan Rp43,08 triliun. Angka ini meningkat dari Rp37,83 triliun pada tahun sebelumnya.

Sejalan dengan catatan pendapatan, laba bersih MAPI pada 2025 sebesar Rp2,33 triliun, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,76 triliun.

Adapun laba sebelum pajak perusahaan mencapai Rp3,54 triliun. Dari sisi operasional, MAPI mencatatkan laba kotor Rp17,95 triliun dengan beban pokok penjualan Rp25,12 triliun. 
 

Sementara itu, beban penjualan dan distribusi mencapai Rp11,97 triliun, sedangkan beban umum dan administrasi yang dicatat MAPI sebesar Rp1,98 triliun.

Dari sisi neraca, total aset MAPI pada akhir 2025 mencapai Rp32,82 triliun. Catatan ini naik jika dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp29,52 triliun.

Kenaikan itu ditopang oleh pertumbuhan aset lancar dari Rp15,84 triliun pada 2024 menjadi Rp18,42 triliun di tahun ini.

Dari likuiditas, kas dan setara kas meningkat drastis dengan catatan Rp5,04 triliun dari sebelumnya Rp4,04 triliun. Sejalan dengan ini, persediaan juga naik menjadi Rp9,34 triliun.

Berpindah ke liabilitas, MAPI mencatatkan liabilitas jangka pendek sebesar Rp15,61 triliun, naik dari Rp15, 07 triliun pada tahun sebelumnya.

Sementara itu total ekuitas emiten ritel ini sebesar Rp17,21 triliun, meningkat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya atau 2024 yang sebesar Rp14,4 triliun.

Pergerakan Saham Kuat, Analis Kompak Rekomendasikan Beli

Pergerakan saham MAPI menunjukkan tren penguatan dalam jangka menengah, didukung oleh kinerja harga yang mulai membaik serta dukungan kuat dari analis pasar.

Berdasarkan data perdagangan terbaru, saham MAPI tercatat mengalami kenaikan sebesar 1,16 persen dalam sepekan terakhir. Dalam periode satu bulan, penguatan bahkan mencapai 18,10 persen.

Kinerja positif juga terlihat secara year-to-date (YTD), di mana saham emiten ritel ini telah menguat sebesar 12,02 persen sejak awal tahun 2026. Sementara itu, dalam periode enam bulan, saham ini mencatatkan kenaikan sebesar 7,41 persen.

Namun begitu, jika ditarik dalam jangka waktu lebih panjang, performa saham MAPI masih menunjukkan tekanan. Dalam periode satu tahun, saham ini tercatat melemah sebesar 5,43 persen. Bahkan dalam rentang tiga tahun, penurunan mencapai 8,74 persen.

Meski demikian, dalam jangka panjang, saham MAPI tetap menunjukkan kinerja yang solid. Dalam periode lima tahun, saham ini telah mencatatkan kenaikan sebesar 62,11 persen. Bahkan dalam kurun waktu 10 tahun, penguatan mencapai 211,46 persen.

Di sisi lain, sentimen positif terhadap saham MAPI juga tercermin dari pandangan analis. Dari total 28 analis Stockbit yang memantau saham ini, sebanyak 27 analis memberikan rekomendasi beli (buy), sementara hanya satu analis yang menyarankan tahan (hold) dan tidak ada yang merekomendasikan jual (sell).

Konsensus analis tersebut didukung oleh proyeksi harga yang masih berada di atas level saat ini. Rata-rata target harga saham MAPI berada di level Rp1.608 per saham. Sementara itu, estimasi harga tertinggi mencapai Rp1.720 dan terendah di Rp1.400.

Adapun harga saham MAPI saat ini, Kamis, 23 April 2026 berada di kisaran Rp1.305 per saham, yang berarti masih terdapat potensi kenaikan yang cukup menarik menuju target konsensus analis. Selisih antara harga saat ini dengan target rata-rata menunjukkan adanya upside yang masih terbuka bagi investor.

Kombinasi antara penguatan harga dalam jangka menengah serta dukungan rekomendasi analis menjadi sinyal positif bagi pergerakan saham MAPI ke depan. Tren kenaikan dalam satu bulan terakhir juga mengindikasikan bahwa saham ini mulai mendapatkan kembali perhatian pasar.

Meski demikian, investor tetap perlu mencermati volatilitas jangka pendek yang masih terjadi, seperti terlihat dari pergerakan harian yang sempat terkoreksi tipis. Hal ini menunjukkan bahwa pasar masih dalam fase konsolidasi sebelum menentukan arah tren berikutnya.

Dengan kondisi tersebut, saham MAPI kini berada dalam fase yang menarik untuk dicermati, terutama bagi investor yang mencari peluang dari saham dengan tren pemulihan dan dukungan kuat dari analis pasar.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Asing Ramai Borong, Sinyal Akumulasi Terlihat

Pergerakan saham MAPI menunjukkan akumulasi yang cukup kuat, tercermin dari aktivitas pembelian investor asing melalui beberapa broker dalam waktu year to date atau periode 2 Januari hingga 23 April 2026.

Mengutip Stockbit, broker AK tercatat sebagai pembeli terbesar dengan nilai transaksi mencapai Rp137,7 miliar. Tidak hanya dari sisi nilai, AK juga mencatatkan volume pembelian mencapai 1,1 juta lot dengan frekuensi transaksi mencapai 39,5 ribu kali dan harga rata-rata di level Rp1.232 per saham.

Selain AK, broker BB juga terlihat aktif mengoleksi saham MAPI dengan nilai pembelian sebesar Rp21,8 miliar, volume 193,1 ribu lot, dan harga rata-rata Rp1.200 per saham. Selanjutnya, broker AI mencatatkan pembelian sebesar Rp19 miliar dengan volume 153 ribu lot di harga rata-rata Rp1.240.

Broker TP turut masuk dalam jajaran pembeli utama dengan nilai transaksi Rp14,3 miliar dan volume 106,2 ribu lot di harga rata-rata Rp1.229. Sementara itu, broker DP mencatatkan pembelian sebesar Rp7,7 miliar dengan volume 65,8 ribu lot di harga rata-rata Rp1.176.

Aktivitas akumulasi juga terlihat dari broker NI dengan nilai pembelian Rp7,5 miliar, volume 58,1 ribu lot, serta harga rata-rata Rp1.291. Broker YU dan BK masing-masing mencatatkan pembelian sebesar Rp6,6 miliar dan Rp6,1 miliar, dengan volume transaksi yang cukup aktif di kisaran puluhan ribu lot.

Di bawahnya, broker AG dan PD turut melakukan pembelian masing-masing sebesar Rp3,9 miliar dan Rp3,3 miliar, dengan harga rata-rata berada di kisaran Rp1.255 hingga Rp1.258. Sementara itu, broker QA mencatatkan pembelian dalam jumlah relatif kecil sebesar Rp78,2 juta.

Di sisi lain, tekanan jual masih terlihat dari beberapa broker. Broker ZP tercatat sebagai penjual terbesar dengan nilai Rp53,9 miliar, disusul oleh CC sebesar Rp39,5 miliar dan KZ sebesar Rp34,9 miliar.

Broker RX juga mencatatkan penjualan sebesar Rp28,8 miliar, sementara DX menjual Rp4,3 miliar. Adapun broker lain seperti KK, YP, DR, BS, IF, dan HD mencatatkan nilai penjualan yang lebih kecil, masing-masing di bawah Rp1 miliar. (*)



 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com