Insight Daily 30 Nov 2025 Penulis: KabarBursa.com

Lirik Tiga Saham Diakumulasi Bandar, Nilainya Hampir Rp700 Miliar

Data Stockbit menunjukkan tiga saham masuk radar bandar. Ini detail pergerakan lengkapnya.

KABARBURSA.COM – Uang institusi besar atau biasa disebut bandar oleh pelaku pasar modal tampak dipakai mengakumulasi tiga saham. Data perdagangan terakhir dari platform Stockbit mengungkap bahwa nilai transaksinya nyaris Rp700 miliar.Berdasarkan data yang telah dikumpulkan oleh Kabarbursa.com, terdapat tiga saham yang masuk radar bandar terbaru. Ketiganya ya...

Uang institusi besar atau biasa disebut bandar oleh pelaku pasar modal tampak dipakai mengakumulasi tiga saham. (Foto: Dok. KabarBursa)
Uang institusi besar atau biasa disebut bandar oleh pelaku pasar modal tampak dipakai mengakumulasi tiga saham. (Foto: Dok. KabarBursa)

Insight Navigator

  1. 01 Gerak Saham Tiga Emiten Masuk Radar Bandar
  2. 02 Bandar Gerakkan PNLF, PWON, dan CBPE?

KABARBURSA.COM – Uang institusi besar atau biasa disebut bandar oleh pelaku pasar modal tampak dipakai mengakumulasi tiga saham. Data perdagangan terakhir dari platform Stockbit mengungkap bahwa nilai transaksinya nyaris Rp700 miliar.

Berdasarkan data yang telah dikumpulkan oleh Kabarbursa.com, terdapat tiga saham yang masuk radar bandar terbaru. Ketiganya yakni, PT Panin Financial Tbk (PNF), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), dan PT Citra Buana Prasida Tbk (CBPE). 

Secara singkat, ketiga saham yang mulai dibeli oleh bandar menunjukkan tiga indikator menarik, meliputi volume perpindahan barang, nilai akumulasi, hingga tentu kenaikan harga periodik.

Agar lebih dalam, perlu diperhatikan rincian data penting setiap emiten tersebut sebagai berikut.

Gerak Saham Tiga Emiten Masuk Radar Bandar

Berdasarkan data perdagangan dari platform Stockbit, saham PNLF menjadi yang teratas dari seluruh daftar yang ada. Alasan yang pertama ialah total nilai transaksinya yang tembus Rp503,13 miliar sedangkan yang kedua tercermin dari volume mencapai 259,9 juta saham.

Data besar tersebut berisi banyak data lainnya. Seperti halnya rata-rata volume transaksi saham PNLF tercatat berada di 108,36 juta saham. Jika dilihat lebih dalam, volume harian tercatat 2,6 juta lot dengan nilai transaksi Rp71,4 miliar didominasi domestik dengan nilai beli bersih asing (net foreign buy) di angka Rp21,4 miliar. 

Statistik di atas mampu menggerakan salah satu indikator yakni moving average (MA) saham PNLF. Harga saham terakhir telah menembus MA5, MA10, MA20, dan MA50. Secara berurutan angkanya yakni 264,258, 250, dan 242. 

Selain itu, penting juga melihat orderbook dan broker summary saham PNLF karena pelaku pasar bisa mengetahui siapa penggeraknya yang membuat naik dan turun. 

Orderbook saham PNLF pada akhir pekan lalu memperlihatkan peta antrean yang menunjukkan di mana tekanan beli dan jual paling terkonsentrasi. 

Total bid tercatat 997.136 lot sedangkan sisi offer jauh lebih tebal di 2.646.391 lot. Antrian beli terbesar berada di 270 sebanyak 121.343 lot, lalu 268 sebanyak 91.678 lot dan 266 sebesar 83.357 lot. 

Di bawahnya, volume beli di 260 mencapai 99.937 lot, kemudian 258 menampung 39.378 lot dan 256 sebanyak 39.155 lot. Pada sisi jual, offer terpadat muncul di 280 dengan 123.841 lot, kemudian 282 sebanyak 154.997 lot, 284 sebesar 116.091 lot, 286 senilai 145.727 lot, 288 setebal 150.990 lot, hingga 290 yang mencapai 245.796 lot.

Data broker summary sepekan untuk PNLF menunjukkan akumulasi yang terfokus pada sejumlah broker institusi besar. OCBC Sekuritas Indonesia (TP) menjadi pembeli utama dengan nilai Rp12,9 miliar setara 472,7 ribu lot pada harga rata-rata 274, diikuti Phillip Sekuritas Indonesia (KK) yang membeli Rp12,9 miliar atau 475 ribu lot di level sama. 

Dari sisi penjualan, Ajaib Sekuritas Indonesia (XC) melepas Rp25,5 miliar sebanyak 940,5 ribu lot di harga rata-rata 273, sedangkan Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) menjual Rp9 miliar setara 325,1 ribu lot di level 274. 

Data harga PWON memperlihatkan bahwa saham ini ditutup di 382 setelah menguat 8,52 persen dalam sepekan. Volume perdagangan selama lima hari mencapai 138,39 juta saham dengan rata-rata volume 48,84 juta saham. 

Pada sesi terakhir, saham ini dibuka di 360, harga sebelumnya juga di 360, sempat menyentuh 382 sebagai level tertinggi dan 358 sebagai level terendah, dengan harga rata-rata transaksi di 372. Volume harian mencapai 1,38 juta lot dengan nilai Rp51,5 miliar, sementara dana asing mencatat foreign buy Rp1,7 miliar dan foreign sell Rp11,7 miliar.

Struktur orderbook PWON pada akhir pekan menunjukkan perbandingan antara kekuatan bid dan ketebalan offer. 

Total bid berada di 379.569 lot, sedangkan total offer berada di 458.793 lot. Antrian beli terpadat muncul di harga 360 sebanyak 63.089 lot, lalu 364 sebanyak 24.767 lot, 362 sebanyak 23.316 lot, 368 sebanyak 1.391 lot, 366 sebesar 6.362 lot, serta 352 sebanyak 25.385 lot. 

Di sisi penawaran, offer tertebal berada di harga 380 sebanyak 80.845 lot, diikuti 382 sebanyak 65.993 lot. Pada rentang lebih rendah, 374 menampung 37.836 lot, 376 berisi 31.356 lot, 378 sebanyak 29.479 lot, dan 386 berada pada 34.661 lot.

Broker summary harian PWON menunjukkan minat beli yang kuat dari broker tertentu. CGS International Sekuritas Indonesia (YU) mencatat pembelian terbesar Rp9,3 miliar sebanyak 256,6 ribu lot di harga rata-rata 366, disusul BRI Danareksa Sekuritas (OD) Rp6,8 miliar sebanyak 184,1 ribu lot dengan rata-rata 370. 

Dari sisi jual, Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) melepas Rp7,6 miliar sebanyak 204,7 ribu lot pada harga rata-rata 372, diikuti Stockbit Sekuritas Digital (XL) yang menjual Rp6 miliar sebanyak 162,2 ribu lot. 

Dalam satu pekan perdagangan penuh, komposisi PWON menunjukkan arus beli yang konsisten dari broker domestik besar. 

BRI Danareksa Sekuritas (OD) mencatat pembelian terbesar Rp7,3 miliar sebanyak 198,4 ribu lot dengan harga rata-rata 369, disusul CGS International Sekuritas Indonesia (YU) Rp4,6 miliar sebanyak 124,8 ribu lot. BCA Sekuritas (SQ) membeli Rp4,2 miliar sebanyak 108,1 ribu lot, lalu BNI Sekuritas (NI) Rp3,7 miliar sebanyak 98 ribu lot. 

Di sisi jual, Stockbit Sekuritas Digital (XL) menjadi pelepas terbesar Rp5,1 miliar sebanyak 135,4 ribu lot, disusul Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) Rp4,4 miliar sebanyak 114,1 ribu lot. 

Saham CBPE turut mencatat pergerakan menarik meski dalam skala yang lebih kecil dibanding dua saham lainnya. 

Harga CBPE ditutup di 344 setelah menguat 4,88 persen dalam sepekan. Volume perdagangan mencapai 11,03 juta saham dengan rata-rata volume 2,61 juta saham. 

Pada sesi terakhir, saham ini dibuka di 326, harga sebelumnya berada di 326, tertinggi mencapai 398 dan terendah 312, dengan rata-rata transaksi di 361. Volume harian tercatat 110.270 lot dengan nilai Rp4 miliar, sedangkan arus dana asing menunjukkan foreign buy Rp147 juta dan foreign sell Rp159,7 juta.

Orderbook CBPE menunjukkan rentang transaksi yang tipis namun aktif dari pelaku pasar. Total bid berada di 6.665 lot dan total offer tercatat 7.214 lot. Di sisi beli, antrian tertebal berada di harga 310 sebanyak 1.687 lot, lalu 314 sebanyak 334 lot dan 312 sebanyak 364 lot. 

Broker summary harian CBPE memperlihatkan pergerakan yang sangat berlapis antara pembeli dan penjual. Panin Sekuritas Tbk (GR) menjadi pembeli terbesar Rp149,6 juta sebanyak 4,7 ribu lot di harga rata-rata 322, lalu BRI Danareksa Sekuritas (OD) Rp80,2 juta sebanyak 1,9 ribu lot di harga 372. 

Di sisi jual, Indo Premier Sekuritas (PD) melepas Rp52,6 juta sebanyak 1,4 ribu lot dengan harga rata-rata 372, lalu Mandiri Sekuritas (CC) Rp48,6 juta sebanyak 2,2 ribu lot. 

Sepanjang sepekan, komposisi broker CBPE menunjukkan kecenderungan yang sama namun lebih tegas di kelompok tertentu. Panin Sekuritas Tbk (GR) menjadi pembeli utama Rp285,8 juta sebanyak 8,8 ribu lot dengan rata-rata 323, disusul BRI Danareksa Sekuritas (OD) Rp94,3 juta sebanyak 2,4 ribu lot.

Penjual didominasi Stockbit Sekuritas Digital (XL) yang melepas Rp133,8 juta sebanyak 3,9 ribu lot dengan rata-rata 356, disusul Indo Premier Sekuritas (PD) Rp103,7 juta sebanyak 3 ribu lot. 

Bandar Gerakkan PNLF, PWON, dan CBPE?

Set data dari tiga saham ini menyajikan gambaran jelas mengenai konsentrasi aliran modal yang masuk ke radar bandar sepanjang pekan. Total Bandar Value mencapai Rp695,11 miliar dengan fokus terbesar mengarah ke Panin Financial melalui nilai Rp506,13 miliar, disusul Pakuwon Jati Rp185,35 miliar dan CBPE Rp3,63 miliar.

Jika disejajarkan dengan Bandar Value MA10, ketiganya menunjukkan kenaikan konsisten yakni PNLF 506,13 miliar dibanding MA10 505,29 miliar, PWON 185,35 miliar dibanding 184,99 miliar, dan CBPE 3,63 miliar dibanding 3,55 miliar. 

Nilai Bandar Acc/Dist juga selaras dengan pola akumulasi, masing-masing berada pada 13,38 untuk PNLF, 10,63 untuk PWON, dan 31,79 untuk CBPE. 

Total perpindahan volume mencapai 409,32 juta saham dalam sepekan, menggambarkan besarnya pergerakan uang bandar di balik tiga saham tersebut. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com