Insight Daily 24 Oct 2025 Penulis: KabarBursa.com

Kinerja Keuangan Masih Susut, Kenapa Saham MDKA Masih Diminati?

Meski kinerja keuangan merosot, saham MDKA masih diminati banyak investor. Terbukti, secata year to date (ytd), saham ini terbang 38,70 persen. Dari periode tersebut, harga tertinggi MDKA sempat menyentuh level Rp2.700. Sementara level tere...

KABARBURSA.COM - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatat kinerja kurang memuaskan sepanjang paruh pertama tahun 2025. Emiten yang bergerak di bidang pertambangan ini tercatat masih membukukan penyusutan pendapatan.Pada kuartal I 2025, MDKA mencetak pendapatan sebesar USD502,16 juta, atau menyusut 7,18 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Di sisi...

Aktivitas tambang ((Foto: Dok. Merdeka Copper Gold))
Aktivitas tambang ((Foto: Dok. Merdeka Copper Gold))

Insight Navigator

  1. 01 Kenapa Saham MDKA Tetap Diminati Investor?
  2. 02 Eksplorasi MDKA Kuartal III 2025 yang Habiskan Rp100,77 Miliar

KABARBURSA.COM - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatat kinerja kurang memuaskan sepanjang paruh pertama tahun 2025. Emiten yang bergerak di bidang pertambangan ini tercatat masih membukukan penyusutan pendapatan.

Pada kuartal I 2025, MDKA mencetak pendapatan sebesar USD502,16 juta, atau menyusut 7,18 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Menurut keterangan resmi perusahaan, pendapatan ini terutama didorong oleh harga emas yang lebih tinggi, yang berkontribusi pada tambahan pendapatan sebesar USD47 juta dari penjualan emas, serta USD24 juta dari penjualan limonit kepada pihak ketiga.

Kenaikan ini membantu mengimbangi penurunan kontribusi dari produk hilir nikel dan segmen tembaga, sehingga penurunan pendapatan dari tahun ke tahun (“YoY”).hanya sebesar 7 persen.

Di sisi lain, pada semester I 2025, pendapatan MDKA juga menurun sebesar 21,87 persen di angka USD854,60 juta dibanding USD1,09 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Meski begitum laba kotor perusahaan meningkat sebesar USD105,9 juta jika dibanding periode serupa tahun lalu yang sebesar 88,7 juta.


Sementara itu,laba bersih MDKA pada periode ini sebesar USD8,29 juta, menurun dibanding semester I 2024 yang sebesar USD20,53 juta.

Pendapatan tersebut didukung kinerja emas yang solid dengan kenaikan penjualan sebesar 15 persen menjadi 59.535 ounces, serta kenaikan produksi bijih nikel sebesar 78 persen menjadi 6,9 juta ton yang menghasilkan peningkatan penjualan 32 persen.

Meski kinerja keuangan merosot, saham MDKA masih diminati banyak investor. Terbukti, secata year to date (ytd), saham ini terbang 38,70 persen.

Dari periode tersebut, harga tertinggi MDKA sempat menyentuh level Rp2.700. Sementara level terendah di harga Rp1.040.

Saham MDKA mendapat sentimen positif dari kalangan analis. Berdasarkan data Sockbit, sebanyak 27 analis memberikan pandangan terhadap saham MDKA.

Sebanyak 25 analis merekomendasikan beli (buy), dua analis menyarankan tahan (hold), dan tidak ada satu pun yang memberikan rekomendasi jual (sell).

Target harga rata-rata saham MDKA ditetapkan pada Rp2.985 per saham, dengan estimasi tertinggi mencapai Rp3.850 dan proyeksi terendah di Rp2.400 per saham.

Dengan harga saham saat ini di kisaran Rp2.230, rekomendasi tersebut menunjukkan potensi kenaikan sekitar 34 persen menuju target rata-rata. Optimisme analis ini muncul di tengah momentum pemulihan kinerja keuangan MDKA pada kuartal II 2025.


Kenapa Saham MDKA Tetap Diminati Investor?

Analis Stocknow.id Abdul Haq Alfaruqy mengatakan salah satu MDKA masih diminati banyak investor karena sentimen pengembangan proyek-proyek strategis yang diharapkan mulai berkontribusi signifikan pada 2026.

"Seperti proyek Pani Gold melalui anak usaha emiten EMAS yang ditargetkan mulai produksi awal 2026 setelah commissioning akhir 2025," ujar dia kepada Kabarbursa.com, Kamis, 23 Oktober 2025.


Selain itu, Abdul menyebut ekspansi di sektor nikel dan tembaga (seperti smelter nikel) meskipun sempat menekan kinerja jangka pendek, dilihat sebagai langkah diversifikasi yang akan mendongkrak revenue MDKA di masa depan.

Sentimen lainnya yakni mengenai kenaikan harga emas yang mencetak rekor baru. Menurut Abdul, kondisi ini turut mendorong minat pada saham emiten tambang, salah satunya seperti MDKA.

"Meski revenue turun karena penurunan penjualan nikel, penjualan emas dan nikel ore mencapai rekor, mendukung EBITDA naik 23,3 persen YoY menjadi Rp1,74 T di semester I 2025," kata Abdul

Meski begitu, Abdul memprediksi dalam jangka panjang, investor mulai akan beralih ke anak usaha MDKA, yaitu EMAS sebagai saham yang berkaitan dengan volatilitas harga emas global.

"Karena proyek Pani Gold akan rambung di kuartal I 2026 dan akan memproduksi emas dengan kapasitas mencapai 19 juta ton per tahun," ungkapnya.


Dari sisi fundamental berdasarkan rasio keuangan dari perusahaan, Abdul menyampaikan ada beberapa hal yang bisa menjadi fokus investor seperti current ratio (quarter) 1,04x yang menandakan aset lancar perusahaan masih stabil dan tidak mengalami idle cash yang tinggi.

Lalu, lanjut dia, DER (quarter) tergolong tinggi di angka 2x dibandingkan industrinya 0,2x, sehingga ini menandakan MDKA memiliki utang yang tergolong tebal dibandingkan dengan ekuitasnya tetapi tidak menjadi negative issue.

"Dari segi rasio profitabilitas MDKA mencatatkan NPM (Quarter) negatif -3,4 persen karena laba bersih entitas induk perusahaan mengalami minus di angka Rp199 M.

Serta, dari rasio Altman Z-Score MDKA di angka 0,73 atau dibawah benchmark 1,23. Sehingga, dalam jangka panjang sebenarnya emiten harus memperkuat lini bisnis.

"Dan ketahanan pendapatan agar dalam sustain di industri pertambangan,' pungkasnya.


Eksplorasi MDKA Kuartal III 2025 yang Habiskan Rp100,77 Miliar

Adapun diberitakan sebelumnya, MDKA melanjutkan kegiatan eksplorasi selama kuartal III 2025 yang berakhir 30 September 2025 di empat lokasi di Indonesia. Keempat lokasi ini meliputi Tujuh Bukit dan DSI di Jawa Timur, Pulau Wetar di Maluku, dan Pani di Gorontalo.

Berdasarkan keterbukaan informasi, situs di Tujuh Bukit fokus pada sumber daya tembaga emas dan emas Perak. Eksplorasi DSI berfokus pada eksplorasi tembaga, emas, dan perak, sedangkan di Wetar difokuskan pada sumber daya tembaga. Sementara terakhir proyek eksplorasi Pani difokuskan pada sumber daya emas.

Corporate Secretary MDKA, Jessica J., mengungkapkan total pengeluaran untuk eksplorasi oleh Merdeka sepanjang triwulan III 2025 adalah berkisar Rp100,77 miliar atau setara dengan USD6,16 juta.

Lebih lanjut, ia juga merinci eksplorasi di empat tempat tersebut. Pada proyek emas dan perak di Tujuh Bukit, Banyuwangi, Jawa Timur, Merdeka menghabiskan Rp75,09 miliar (USD4,59 juta) untuk pengeboran definisi sumber daya umur tambang dan pekerjaan eksplorasi regional.

Sebagian besar pekerjaan, lanjut Jessica, diselesaikan oleh PT Bumi Suksesindo, dengan dukungan tambahan yang diberikan melalui perjanjian kontrak antara Merdeka dan PT Merdeka Teknik Servis (MTS).

"Hasil kegiatan eksplorasi berupa dua rig reverse circulation (RC) dan delapan rig diamond drill (DD) telah menyelesaikan 59 lubang bor dengan total pengeboran 15.418,4 meter," ujar Jessica dalam Laporan Eksplorasi MDKA Kuartal III 2025, Jumat, 10 Oktober 2025.

Lebih lanjut, survei geofisika induced polarisation telah dilakukan di Gua Macan, mencakup 18 array dengan luas 467,6 hektare.

Rencana implementasinya adalah pengeboran permukaan di proyek Tujuh Bukit akan dilanjutkan menggunakan delapan rig DD dan satu rig RC untuk pengeboran definisi tersebut. Survei geofisika akan dilanjutkan pada target-target regional.

Selanjutnya, Jessica menerangkan hasil kegiatan eksplorasi di Tambang Tembaga Wetar. Pengeboran pengembangan sumber daya di Prospek Kali Kuning menyelesaikan 33 lubang bor dengan total kedalaman 2.472,4 meter. Secara bersamaan, tambahnya, kegiatan eksplorasi regional meliputi survei induced polarisation sepanjang empat jalur dengan total 9,8 km, pemetaan geologi seluas 144,71 hektare, dan pengambilan 491 sampel.

"Perkiraan biaya total eksplorasi pada kuartal III 2025 di situs ini yaitu Rp15,32 miliar," ungkap dia.

Untuk proyek Damai Suksesindo atau DSI dengan target tembaga, emas, dan perak, Merdeka Copper Gold telah menggelontorkan sebanyak Rp520 juta. Area prospek juga telah ditentukan untuk eksplorasi detail.

Adapun tidak lanjutnya meliputi kegiatan eksplorasi lapangan di DSI dihentikan setelah persetujuan masa penangguhan selama satu tahun yang dimulai pada 10 Oktober 2024. Selama periode ini, DSI akan melanjutkan studi desktop data geologi dan reinterpretasi data geofisika.

Lebih jauh, Corporate Secretary MDKA itu menjabarkan proyek emas Pani di Gorontalo, diperkirakan menelan biaya mencapai Rp9,84 milair (USD0,60 juta) selama kuartal III 2025. Ini dikerjakan oleh PT Gorontalo Sejahtera Mining (GSM) dan PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS), dengan dukungan tambahan yang diberikan melalui perjanjian kontrak antara Merdeka dan MTS.

"Rencana tindak lanjut pada proyek ini antara lain program pemboran eksplorasi akan dilakukan di Prospek Kolokoa, serta melanjutkan pemetaan geologi secara detail dan pengambilan contoh channel," pungkas Jessica.(*)
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya