Insight Daily 17 May 2026 Penulis: KabarBursa.com

Kinerja DMAS Solid di Kuartal I 2026, Asing Mulai Masuk Saat Valuasi Rendah

Kinerja kuartal I 2026 melonjak signifikan, investor asing mulai mengakumulasi saham DMAS saat valuasi masih berada di bawah nilai buku dan profitabilitas perseroan terus menguat.

KABARBURSA.COM - Saham PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mulai ramai diakumulasi investor asing melalui beberapa broker setelah Perseroan membukukan kinerja positif pada kuartal I 2026. Di tengah catatan gemilang, valuasi saham pengembang kawasan industri Kota Deltamas ini juga dinilai masih murah.DMAS mengumumkan laporan kuartal I 2026 pada 30 April 2026. Mer...

(Foto: Dok. Deltamas)
(Foto: Dok. Deltamas)

Insight Navigator

  1. 01 Diakumulasi Asing
  2. 02 Valuasi Masih Murah
  3. 03 Pergerakan Saham

KABARBURSA.COM - Saham PT Puradelta Lestari Tbk  (DMAS) mulai ramai diakumulasi investor asing melalui beberapa broker setelah Perseroan membukukan kinerja positif pada kuartal I 2026. Di tengah catatan gemilang, valuasi saham pengembang kawasan industri   Kota Deltamas ini juga dinilai masih murah.

DMAS mengumumkan laporan kuartal I 2026 pada 30 April 2026. Merujuk keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, DMAS meraih pendapatan usaha sebesar Rp1,05 triliun, atau melonjak 107 persen dibandingkan periode serupa tahun lalu yang sebanyak Rp507,89 miliar.

Segmen industri menjadi kontributor utama pendapatan usaha Perseroan. Tondy Suwanto,  Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS mengatakan lebih dari 90 persen dari total pendapatan usaha Perseroan berasal dari penjualan lahan industri.

"Yaitu sebesar Rp1,03 triliun. Sektor data center masih," ujar Tondy dalam keterangannya. 
 

Selain segmen industri, pendapatan usaha perseroan juga berasal dari segmen komersial dan segmen hunian, masing-masing sebesar Rp11,20 miliar dan Rp8,15 miliar. Adapun segmen sewa dan segmen hotel, masing- masing menyumbang sebesar Rp4,44 miliar dan Rp4,04 miliar.

Laba kotor Perseroan mengalami lonjakan signifikan 138,70 persen dari Rp362,35 miliar di kuartal I 2025 menjadi Rp864,92 miliar di tiga bukan pertama tahun ini

“Marjin laba kotor pada kuartal pertama tahun 2026 sekitar 82 persen,” kata Tondy.

Seiring dengan pertumbuhan laba kotor, laba usaha DMAS juga mengalami lonjakan 157 persen menjadi Rp769,56 miliar di kuartal  I  2026 dibandingkan Rp299,17 miliar di periode yang sama di tahun sebelumnya.

Marjin laba usaha juga meningkat menjadi 73 persen di kuartal I tahun ini dibandingkan marjin laba usaha di tiga bulan pertama tahun lalu yang sebesar 59 persen.

Sementara itu pada kuartal I 2026, DMAS mencatatkan laba bersih sebesar Rp818,27 miliar, atau menanjak 130 persen dibanding periode serupa tahun lalu yang senilai Rp355,45 miliar. Sedangkan, marjin laba bersih tercatat sebesar 78 persn.
 

Dari sisi fundamental, jumlah aset Perseroan per 31 Maret 2026 tercatat Rp8,11 triliun, meningkat sebesar Rp990,03 miliar atau 14 persen dibandingkan dengan aset per 31 Desember 2025 sebesar Rp7,12 triliun.

Peningkatan aset terutama  disebabkan oleh peningkatan kas dan setara kas. Posisi kas dan setara kas DMAS per 31 Maret 2026 adalah sebesar Rp1,28 triliun, melonjak sebesar Rp898,10 miliar atau 238 persen dibandingkan 31 Desember 2025 yang senilai Rp377,00 triliun.

Adapun, jumlah liabilitas DMAS per 31 Maret 2026 tercatat Rp679,56 miliar, naik Rp171,02 miliar atau 34 persen dibandingkan  akhir 2025 yaitu sebesar Rp508,54 miliar.

Kenaikan tersebut disebabkan oleh meningkatnya utang usaha sebesar Rp76,06 miliar atau sekitar 33 persen.

Sementara itu, jumlah ekuitas (bersih) per 31 Maret 2026 meningkat sekitar 12 persen menjadi Rp7,43 triliun dibandingkan ekuitas per 31 Desember 2025 sebesar Rp6,61 triliun.

Diakumulasi Asing

Saham DMAS mulai menunjukkan dinamika menarik di balik layar perdagangan. Investor asing terpantau melakukan akumulasi cukup agresif usai perseroan melaporkan kinerja kuartal I 2026 pada 30 April 2026.

Berdasadkan  data broker summary Stockbit periode 30 April hingga 13 Mei 2026, broker ZP tercatat menjadi pembeli terbesar saham DMAS dengan nilai akumulasi mencapai Rp44,3 miliar atau sekitar 2,9 juta lot di harga rata-rata Rp150 per saham.

Tak hanya ZP, sejumlah broker lain juga terlihat aktif mengoleksi saham ini. Broker BK tercatat membukukan pembelian Rp5,1 miliar dengan volume 339,2 ribu lot pada harga rata-rata Rp151.

Broker AK menyusul dengan pembelian Rp4,8 miliar atau sekitar 315,3 ribu lot di harga rata-rata Rp150. Selain itu, broker CC mengakumulasi Rp2 miliar, IF Rp1,5 miliar, KZ Rp530,1 juta, TP Rp175,1 juta, hingga YU Rp144,3 juta.

Beberapa broker lain seperti SQ dan AI juga tercatat melakukan pembelian meski dalam nilai yang lebih kecil.
 

Di sisi sebaliknya, distribusi saham terlihat jauh lebih terbatas. Broker DX menjadi penjual terbesar dengan nilai Rp17,1 miliar. Setelah itu, tekanan jual mulai mengecil dengan broker YP sebesar Rp450,4 juta, PD Rp216,7 juta, dan DH Rp72,7 juta.
 

Bisa diartikan, kinerja kuat DMAS pada kuartal I 2026 mulai mengubah persepsi pasar terhadap saham ini. Lonjakan pendapatan, laba bersih, serta peningkatan margin profitabilitas menunjukkan bahwa bisnis kawasan industri Perseroan masih berada dalam fase pertumbuhan yang solid, terutama ditopang tingginya penjualan lahan industri untuk sektor data center.

Di saat yang sama, aksi akumulasi investor asing melalui sejumlah broker besar mengindikasikan mulai munculnya kepercayaan institusi terhadap prospek jangka menengah DMAS. 
 

Valuasi Masih Murah

Menariknya, akumulasi asing terjadi ketika valuasi saham DMAS terbilang masih relatif rendah dan harga belum bergerak signifikan.

Berdasarkan data Stockbit dikutip  Minggu, 17 Mei 2026, saham DMAS saat ini diperdagangkan pada price to earnings ratio (PER) annualized sebesar 2,24 kali. Sementara PER trailing twelve months (TTM) berada di level 5,80 kali.

Valuasi tersebut tergolong rendah untuk emiten kawasan industri yang memiliki profitabilitas tinggi dan posisi keuangan kuat. Bahkan, forward PER DMAS masih berada di kisaran 4,52 kali, yang menggambarkan pasar belum sepenuhnya merefleksikan potensi pertumbuhan laba perseroan ke depan.

Tak hanya itu, price to book value (PBV) DMAS juga berada di level 0,99 kali. Artinya, pasar saat ini menghargai saham DMAS bahkan di bawah nilai buku perusahaan. Padahal, dari sisi fundamental, kondisi keuangan perseroan justru menunjukkan perbaikan yang cukup signifikan.

Book value per share DMAS tercatat mencapai Rp154,12 per saham, lebih tinggi dibanding harga pasar pada perdagangan terakhir, Rabu, 13 Mei 2026 di level Rp152.

Selain murah dari sisi valuasi, DMAS juga memiliki profitabilitas yang sangat tinggi. Return on equity (ROE) perseroan tercatat sebesar 17 persen, sedangkan return on assets (ROA) mencapai 15,57 persen.

Marjin keuntungan DMAS juga terbilang jumbo. Gross profit margin pada kuartal I 2026 mencapai 82,12 persen, operating profit margin sebesar 73,07 persen, dan net profit margin berada di level 77,69 persen.

Pergerakan Saham

Berdasarkan data price performance yang dikutip dari Stockbit pada Minggu, 17 Mei 2026, saham DMAS mencatatkan kenaikan 17,83 persen secara year to date (YTD) ke level Rp152 per saham.

Kinerja positif tersebut juga terlihat dalam periode enam bulan dan tiga bulan terakhir. Dalam enam bulan, saham pengembang kawasan industri Kota Deltamas itu menguat 15,15 persen, sementara dalam tiga bulan dan satu bulan terakhir masing-masing naik 11,76 persen.

Meski demikian, pergerakan jangka pendek DMAS masih cenderung terbatas. Dalam sepekan terakhir saham ini terkoreksi 1,30 persen.

Di sisi lain, performa jangka panjang DMAS masih menunjukkan tekanan. Dalam periode tiga tahun, saham DMAS tercatat melemah 9,52 persen. Penurunan lebih dalam terlihat pada horizon lima tahun dan 10 tahun, masing-masing turun 32,14 persen dan 30,28 persen.

Meski sejumlah indikator fundamental dan valuasi menunjukkan saham DMAS masih relatif menarik, dinamika pasar tetap sangat dipengaruhi perubahan sentimen, aksi ambil untung, hingga potensi masuknya tekanan supply di pasar.

Karena itu, seluruh data valuasi, akumulasi broker, maupun pergerakan harga saham bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan kinerja Perseroan serta perilaku pelaku pasar.

Karena itu, penyajian data broker, valuasi, maupun kinerja keuangan dalam naskah ini dimaksudkan untuk memberikan konteks mengenai struktur pasar dan perilaku pelaku pasar terhadap saham DMAS, bukan sebagai bentuk kepastian arah harga saham di masa mendatang.

Seluruh dinamika perdagangan tetap dapat berubah seiring perkembangan kondisi pasar dan keputusan masing-masing investor.  (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya