Insight Daily 12 Aug 2025 Penulis: KabarBursa.com

Kapasitas Raksasa Japfa (JPFA) bakal Suplai Program MBG?

Japfa (JPFA) siapkan 15 RPA, 78 breeding farm, dan jaringan cold storage nasional untuk memenuhi kebutuhan daging ayam program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2025.

KABARBURSA.COM – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk atau Japfa (JPFA) menjadi salah satu pemain utama industri perunggasan nasional dengan model usaha terintegrasi, mulai dari pakan, pembibitan, peternakan komersial, hingga pengolahan dan distribusi produk ayam segar. Data terbaru dari laporan tahunan perusahaan menunjukkan Japfa memiliki 15 unit Rumah Potong Ay...

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk atau Japfa (JPFA) menjadi salah satu pemain utama industri perunggasan nasional dengan model usaha terintegrasi, mulai dari pakan
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk atau Japfa (JPFA) menjadi salah satu pemain utama industri perunggasan nasional dengan model usaha terintegrasi, mulai dari pakan

Insight Navigator

  1. 01 Sebaran Sentra Pembibitan dan Infrastruktur Pendukung
  2. 02 Kesiapan Memenuhi Kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis

KABARBURSA.COM – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk atau Japfa (JPFA) menjadi salah satu pemain utama industri perunggasan nasional dengan model usaha terintegrasi, mulai dari pakan, pembibitan, peternakan komersial, hingga pengolahan dan distribusi produk ayam segar. 

Data terbaru dari laporan tahunan perusahaan menunjukkan Japfa memiliki 15 unit Rumah Potong Ayam (RPA) yang tersebar di sentra produksi dan konsumsi utama, termasuk Medan, Lampung, Tangerang, Bogor, Purwakarta, Pemalang, Salatiga, Magelang, Yogyakarta, Boyolali, Sidoarjo, Bali, Banjarmasin, dan Makassar.

Mengacu pada standar industri, kapasitas produksi per RPA berkisar antara 2.000–3.000 ekor ayam per jam dengan operasi 12–16 jam per hari. 

Dengan bobot hidup rata-rata 1,8 kilogram per ekor dan rendemen karkas 70 persen, kapasitas konservatif Japfa diperkirakan mencapai 453,6 ton karkas per hari atau sekitar 165.564 ton per tahun. 

Dalam skenario agresif, kapasitas dapat meningkat hingga 907,2 ton karkas per hari, setara 331.128 ton per tahun.

Angka kapasitas dari 15 RPA ini belum mencakup kontribusi dari unit pengolahan daging seperti PT So Good Food, yang memproduksi dua kategori utama produk: So Good Ayam Potong (ayam segar) dan So Good Siap Masak (produk olahan siap konsumsi seperti nugget, sosis, bakso, chicken karaage, chicken katsu, chicken chunk, spicy wing, dan lainnya). 

Nilai tambahnya terletak pada kemudahan (ready-to-cook/ready-to-eat), konsistensi rasa, higienis, dan bersertifikasi Halal serta ISO 22000. Produk-produk ini juga melayani sektor institutional (HORECA) dan customized packing. 

Output gabungan dari fasilitas So Good Food mencapai ratusan ton per bulan, mencakup fillet, boneless, dan produk beku siap masak.

Skala tersebut, yang mencakup kapasitas gabungan RPA sebesar 165.564–331.128 ton karkas per tahun plus kapasitas olahan ratusan ton per bulan, menempatkan Japfa pada posisi untuk memenuhi hingga 4–5 kali kebutuhan daging ayam program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang hanya sekitar 70 ribu ton per tahun.

Sebaran Sentra Pembibitan dan Infrastruktur Pendukung

Di hulu, Japfa mengoperasikan jaringan pembibitan yang besar dan merata di berbagai provinsi. 

Perusahaan memiliki 78 breeding farm dan 30 hatchery yang tersebar di Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi. Infrastruktur ini memperkuat pasokan Day Old Chick (DOC) yang menjadi bahan baku utama produksi ayam pedaging. 

Lokasi breeding farm dipilih secara strategis di area dengan risiko penyakit rendah dan dekat dengan jaringan distribusi, memastikan kontinuitas pasokan dan kualitas bibit. Contoh di Lampung, farm Japfa berjarak hanya ±2 km dari jalan raya, memudahkan akses transportasi input-output dan mengurangi risiko stres atau penyakit pada bibit. Studi distribusi DOC di Sumatra menunjukkan bahwa pengurangan jarak seperti ini dapat menurunkan biaya transportasi hingga 18–24 persen.

Selain itu, Japfa memiliki cold storage unggas di lima titik strategis di luar RPA, seperti Palembang, Lampung, Tangerang Selatan, Surakarta, dan Mojokerto, dengan kapasitas simpan umumnya 50–150 ton per unit. Unit ini berfungsi menjaga rantai dingin dan memastikan ayam segar sampai ke konsumen dalam kondisi optimal. 

Pada sisi pengolahan, fasilitas di Cikupa-Tangerang, Boyolali, dan Wonoayu-Sidoarjo memproduksi berbagai varian ayam olahan untuk pasar ritel modern, institusional, dan HORECA. Meski data spesifik per fasilitas tidak dipublikasikan, secara umum output gabungan ketiganya mencapai ratusan ton per bulan.

Digitalisasi juga menjadi bagian dari strategi operasional. Implementasi Warehouse Management System (WMS) dan Transportation Management System (TMS) di sejumlah RPA memungkinkan pelacakan produksi dan distribusi secara real-time.

Untuk distribusi DOC, Japfa menggunakan kendaraan khusus yang dilengkapi sistem Internet of Things (IoT) untuk memantau suhu (32–35°C), lokasi, dan waktu tempuh selama pengiriman, serta disertai tim technical service basic. Penerapan protokol ini mampu menjaga tingkat kelangsungan hidup DOC di bawah 1 persen selama perjalanan, jauh lebih baik dibanding rata-rata industri yang mencapai 2–3 persen.

Kesiapan Memenuhi Kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis

Berdasarkan simulasi Badan Pangan Nasional (Bapanas), kebutuhan daging ayam untuk program MBG mencapai sekitar 70 ribu ton per tahun. Angka ini setara 1,66 persen dari proyeksi produksi nasional 2025 yang mencapai 4,2 juta ton karkas. 

Dengan kapasitas konservatif 165 ribu ton per tahun, Japfa secara teoritis mampu menutupi kebutuhan MBG hampir 2,4 kali lipat. Jika kapasitas maksimal dioptimalkan, kemampuan suplai bisa menembus hampir 4,7 kali kebutuhan MBG.

Skala ini menjadi relevan mengingat distribusi penerima MBG akan menjangkau berbagai daerah, mulai dari kota besar hingga wilayah terpencil. 

Sebaran breeding farm, hatchery, RPA, dan cold storage Japfa yang mencakup hampir seluruh pulau besar di Indonesia memberi keuntungan logistik yang signifikan. 

Pasokan ayam segar dapat diatur secara regional, mengurangi biaya distribusi dan risiko keterlambatan.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Nasrullah, sebelumnya menyatakan bahwa industri perunggasan nasional berada dalam posisi surplus, sehingga program MBG tidak akan mengganggu pasokan untuk pasar umum. 

“Program makan bergizi justru akan membantu menyerap surplus produksi dan menstabilkan harga di tingkat peternak,” ujarnya dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Mei 2025.

Dengan kombinasi kapasitas produksi yang besar, jaringan infrastruktur hulu-hilir yang merata, dan kemampuan menjaga kualitas produk melalui teknologi distribusi, Japfa memiliki modal kuat untuk menjadi pemasok utama program MBG. 

Keterlibatan dalam program ini berpotensi memberikan volume penjualan yang stabil dan meningkatkan utilisasi fasilitas, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada kinerja keuangan perusahaan. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya