Insight Daily 04 Dec 2025 Penulis: KabarBursa.com

Jejak Bandar di Dua Saham ini Munculkan Sinyal Menarik

Akumulasi bandar di PNLF dan BANK memunculkan pola pergerakan yang menarik dari sisi nilai, volume, dan aktivitas broker.

KABARBURSA.COM – Jejak market maker atau bandar di saham PT Panin Financial Tbk (PNLF) dan PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) mulai tampak. Data perdagangan dari platform Stockbit yang telah dikompilasi Kabarbursa.com menunjukkan peningkatan signifikan dari nilai (value), nilai transaksi, dan indikator akumulasi tiap bandar dari kedua emiten tersebut. Saham p...

Jejak market maker atau bandar di saham PT Panin Financial Tbk (PNLF) dan PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) mulai tampak. (Foto: Dok. KabarBursa)
Jejak market maker atau bandar di saham PT Panin Financial Tbk (PNLF) dan PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) mulai tampak. (Foto: Dok. KabarBursa)

Insight Navigator

  1. 01 Jejak Akumulasi dan Momentum
  2. 02 Makna Akumulasi Bandar, Menarik?

KABARBURSA.COM – Jejak market maker atau bandar di saham PT Panin Financial Tbk (PNLF) dan PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) mulai tampak. 

Data perdagangan dari platform Stockbit yang telah dikompilasi Kabarbursa.com menunjukkan peningkatan signifikan dari nilai (value), nilai transaksi, dan indikator akumulasi tiap bandar dari kedua emiten tersebut. 

Saham pertama PNLF. Pada perdagangan sesi I, Kamis, 4 Desember 2025, saham PNLF bertahan di level 272, turun dua poin atau 0,73 persen dari harga pembukaan 278. Rentang intraday berada pada 268-278. Volume transaksinya mencapai 54,01 juta dengan rerata volume di level 112,12 juta. 

Sementara itu, BANK diperdagangkan pada harga 960, stagnan dari harga pembukaan yang sama sebelumnya. Adapun volume perdagangannya mencapai 2,76 juta dari rata-rata volume 7,4 juta.

Dalam gambaran sederhana, PNLF dan BANK menunjukkan kenaikan nilai bandar yang masih tipis. Meski begitu, akumulasi bandar untuk kedua saham menunjukkan nilai positif pada bandar accummulation/distribution.

Jejak Akumulasi dan Momentum

Harga PNLF berada di level 272 dengan volume 54,01 juta. Rentang intraday bergerak pada 268–278. Harga penutupan kemarin berada di 274. Pergerakan sepekan tercatat pada kisaran 268–276. Grafik tiga bulan menunjukkan kenaikan bertahap dari area 225 menuju zona 270-an.

Orderbook PNLF mencatat total bid 1.100.717 lot dan total offer 1.889.622 lot. Antrean terbesar di sisi bid berada di level 268 sebanyak 161.589 lot. Antrean terbesar di sisi offer berada di level 280 sebanyak 130.238 lot.

Sampel broker summary menempatkan UBS Sekuritas Indonesia (AK) sebagai pembeli terbesar dengan nilai 9,4 miliar pada harga 278. Pembelian berikutnya berasal dari Phillip Sekuritas Indonesia (KK) sebesar 4,3 miliar pada 266. Mega Capital Sekuritas (CD) tercatat membeli 2,5 miliar pada 277. Samuel Sekuritas Indonesia (IF) membeli 2,3 miliar pada 276. Indo Premier Sekuritas (PD) membeli 1,6 miliar pada 275.

Penjualan dalam sampel mencatat Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) sebesar 5,7 miliar pada 274. Penjualan berikutnya berasal dari KB Valbury Sekuritas (CP) sebesar 4,5 miliar pada 269, J.P. Morgan Sekuritas Indonesia (BK) sebesar 3,4 miliar pada 268, Mandiri Sekuritas (CC) sebesar 3,1 miliar pada 276, dan Panin Sekuritas Tbk (GR) sebesar 1,4 miliar pada 275.

Untuk periode 25 November–3 Desember, sampel mencatat OCBC Sekuritas Indonesia (TP) sebagai pembeli terbesar dengan nilai 17,1 miliar. Phillip Sekuritas Indonesia (KK) menyusul dengan 15,7 miliar, dan UBS Sekuritas Indonesia (AK) mencatat pembelian 13,2 miliar. 

Di sisi penjualan, Ajaib Sekuritas Indonesia (XC) mencatat 34 miliar, diikuti Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) sebesar 19 miliar dan Indo Premier Sekuritas (PD) sebesar 6,9 miliar.

Dari screener, bandar value PNLF berada pada 506,64 miliar dengan MA10 bandar value 505,19 miliar dan previous 504,29 miliar. Indikator bandar accumulation/distribution mencatat nilai 8,80.

Harga PNLF berada di atas MA5 272,80, MA10 265,60, MA20 256,30, dan MA50 244,68. Volume harian 54,01 juta berada di bawah rerata volume 112,12 juta. Struktur orderbook menunjukkan total offer yang lebih tinggi daripada total bid. Pembelian terbesar dalam sampel harian berasal dari UBS Sekuritas Indonesia (AK) sebesar 9,4 miliar dan penjualan terbesar berasal dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) sebesar 5,7 miliar. 

Dalam periode tujuh hari, pembelian terbesar berasal dari OCBC Sekuritas Indonesia (TP) dan penjualan terbesar berasal dari Ajaib Sekuritas Indonesia (XC).

Harga BANK berada di level 960 dengan volume 2,76 juta. Rentang pergerakan intraday berada pada 940–960. Harga pembukaan berada di 945, harga tertinggi 960, dan harga terendah 940. Grafik sepekan menunjukkan kenaikan dari area 935 menuju 960.

Pergerakan tiga bulan mencatat kenaikan dari kisaran 815 menuju 960. Orderbook mencatat total bid 25.869 lot dan total offer 39.436 lot. Antrean terbesar di bid berada di 930 sebanyak 2.747 lot dan antrean terbesar di offer berada di 960 sebanyak 1.902 lot.

Sampel broker summary menempatkan Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) sebagai pembeli terbesar dengan nilai 481 juta pada harga 956. Pembelian berikutnya berasal dari CGS International Sekuritas Indonesia (YU) sebesar 248,3 juta pada 953, Erdikha Elit Sekuritas (AO) sebesar 110,5 juta pada 964, KGI Sekuritas Indonesia (HD) sebesar 56,1 juta pada 954, dan KB Valbury Sekuritas (CP) sebesar 32,7 juta pada 947.

Pada sisi penjualan, Mandiri Sekuritas (CC) mencatat 290,5 juta pada 957. Penjualan berikutnya berasal dari UBS Sekuritas Indonesia (AK) sebesar 194 juta pada 966, Pilarmas Investindo Sekuritas (PO) sebesar 129,5 juta pada 966, Pacific 2000 Sekuritas (IH) sebesar 105,5 juta pada 959, dan Phillip Sekuritas Indonesia (KK) sebesar 70,7 juta pada 958.

Untuk periode 25 November–3 Desember, pembelian terbesar dalam sampel berasal dari UBS Sekuritas Indonesia (AK) sebesar 1,8 miliar dan Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) sebesar 1 miliar. Penjualan terbesar berasal dari Pilarmas Investindo Sekuritas (PO) sebesar 2,7 miliar dan NH Korindo Sekuritas Indonesia (XA) sebesar 501,4 juta. 

Screener mencatat bandar value BANK sebesar 78,41 miliar dengan MA10 78,32 miliar dan previous 78,18 miliar. Nilai bandar accumulation/distribution tercatat pada 22,83.

Harga BANK berada di atas MA5 952, MA10 945, MA20 894,25, dan MA50 856. Volume 2,76 juta berada di bawah rerata volume 7,4 juta. Struktur orderbook mencatat total bid 25.869 lot dan total offer 39.436 lot. Pembelian terbesar dalam sampel harian berasal dari Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) sebesar 481 juta. Penjualan terbesar berasal dari Mandiri Sekuritas (CC) sebesar 290,5 juta. 

Dalam periode tujuh hari, pembelian terbesar berasal dari UBS Sekuritas Indonesia (AK) dan penjualan terbesar berasal dari Pilarmas Investindo Sekuritas (PO).

Makna Akumulasi Bandar, Menarik?

Akumulasi bandar pada PNLF dan BANK berada di zona positif, dengan kenaikan bandar value pada kedua saham. PNLF mencatat akumulasi yang lebih stabil, sementara BANK mencatat akumulasi yang lebih kuat. 

Harga kedua saham berada di atas seluruh moving average, sehingga struktur teknikal berada dalam posisi tren naik. Volume harian berada di bawah rerata volume pada kedua saham, dan struktur orderbook mencatat total offer yang lebih besar dari total bid. 

Data ini menunjukkan aliran beli bandar tetap muncul meski tekanan antrean jual masih terlihat di sisi lot. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya