Insight Daily 06 Nov 2025 Penulis: KabarBursa.com

Jasa Marga (JSMR) Tersengat Positif Nataru, Tapi Efeknya Tak Panjang

Pada kuartal IV 2025, kinerja Jasa Marga berpotensi mengalami peningkatan, meskipun secara fundamental kenaikannya diperkirakan akan terbatas.

KABARBURSA.COM - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) bakal tersengat efek positif musim libur Natal 2025 dan tahun baru 2026 (Nataru). Pasalnya, penggunaan jalan tol diprediksi meningkat di momen tersebut.Namun momentum positif pada periode Nataru ini tidak serta merta memberikan dampak besar terhadap kinerja keuangan emiten infrastruktur jalan tol tersebut.Research an...

Kantor pusat Jasa Marga (Foto: Dok. JSMR.)
Kantor pusat Jasa Marga (Foto: Dok. JSMR.)

Insight Navigator

  1. 01 Kinerja Kuartal III 2025
  2. 02 Pergerakan Saham JSMR

KABARBURSA.COM - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) bakal tersengat efek positif musim libur Natal 2025 dan tahun baru 2026 (Nataru). Pasalnya, penggunaan jalan tol diprediksi meningkat di momen tersebut.

Namun momentum positif pada periode Nataru ini tidak serta merta memberikan dampak besar terhadap kinerja keuangan emiten infrastruktur jalan tol tersebut.

Research analyst BP Sekuritas, Muhammad Thoriq menilai bahwa pada kuartal IV 2025, kinerja Jasa Marga berpotensi mengalami peningkatan, meskipun secara fundamental kenaikannya diperkirakan akan terbatas.

"Jika menilik kembali pada periode kuartal I 2025, tepatnya saat bulan suci Ramadan, pendapatan JSMR tercatat sebesar Rp6,4 triliun, tumbuh 6,8 persen secara kuartalan (QoQ)," ujar dia kepada Kabarbursa.com dikutip, Kamis, 6 November 2025.

Namun, Thoriq melihat bahwa momentum Jasa Marga saat momen libur Nataru tidak sebesar periode mudik Lebaran, sehingga dampaknya terhadap pendapatan perseroan kemungkinan tidak terlalu signifikan.

"Meski demikian, diharapkan momentum libur Nataru tetap dapat memberikan dorongan positif bagi kinerja keuangan JSMR di akhir tahun," ungkap dia.

Secara fundamental, Thoriq memandang jika momentum Nataru akan memberikan dorongan tambahan terhadap pendapatan jalan tol serta laba bersih Jasa Marga.

Selain didukung oleh peningkatan volume lalu lintas, lanjut dia, efisiensi biaya operasional, dan kontribusi dari ruas-ruas tol baru yang mulai beroperasi, diperkirakan menjadi penopang tambahan bagi kinerja pada kuartal akhir 2025.

"Namun demikian, potensi cuaca ekstrem, kemacetan parah, dan gangguan lalu lintas tetap menjadi risiko yang dapat menahan optimalisasi pendapatan," ungkapnya.

Sementara itu Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata menyebut kuartal IV umumnya menjadi periode puncak trafik berkat libur Nataru.

Tahun ini, momentum tersebut didukung stimulus fiskal pemerintah berupa bantuan langsung tunai dan subsidi transportasi untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Hal ini berpotensi meningkatkan volume kendaraan tol antar-kota, meski secara nominal belanja wisata dan perjalanan jarak jauh masih dibatasi oleh tekanan biaya hidup dan pendapatan riil yang belum pulih," kata dia kepada Kabarbursa.com.

Dengan demikian, Liza memandang pemulihan Jasa Marga di kuartal IV tahun ini kemungkinan bersifat moderat, lebih ditopang mobilitas esensial ketimbang perjalanan wisata.

"Untuk tahun 2026, manajemen berfokus pada monetisasi aset tol (asset recycling), ekspansi ruas baru, dan peningkatan efisiensi biaya bunga melalui restrukturisasi utang. Potensi pertumbuhan jangka menengah bergantung pada realisasi proyek baru serta stabilitas makro yang menjaga volume kendaraan dan tarif tol," terangnya.

Kinerja Kuartal III 2025

Adapun, Jasa Marga sendiri sukses mencatat laba inti sebesar Rp2,74 triliun pada kuartal III 2025, tumbuh 5,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan laba inti ini didukung oleh pertumbuhan pendapatan usaha dan EBITDA Perseroan serta penurunan biaya keuangan secara konsolidasi sebesar 14,21 persen year on year (yoy).

Jasa Marga juga sukses membukukan pendapatan usaha sebesar Rp14,52 triliun di sembilan bulan pertama 2025, atau tumbuh 4,83 persen dari periode yang sama tahun 2024.

Capaian tersebut didorong oleh kontribusi dari kinerja Pendapatan Tol sebesar Rp13,42 triliun dan kinerja Pendapatan Usaha Lain sebesar Rp1,11 triliun.

Sementara itu, realisasi EBITDA Jasa Marga juga meningkat sejalan dengan peningkatan Pendapatan Usaha, yaitu mencapai Rp9,73 triliun atau tumbuh sebesar 4,93 persen, dengan realisasi EBITDA Margin yang terjaga dengan baik, dibandingkan dengan Kuartal III Tahun 2024 yaitu mencapai level 67,01 persen.

“Di tengah semakin banyaknya proyek jalan tol baru yang telah selesai serta mulai beroperasi, Jasa Marga tetap mampu menjaga kesimbangan antara kapasitas keuangan dan kesehatan finansial Perseroan yang tercemin dari stabilitas rasio keuangan yang baik pada Kuartal III 2025. Hal ini menunjukkan Perseroan selalu berkomitmen dalam menjaga keberlangsungan bisnisnya,” ujar Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Purwantono dalam keterangtannya, 31 Oktober 2025.

Pergerakan Saham JSMR

Saham JSMR masih berada di bawah tekanan sepanjang tahun berjalan 2025, meskipun konsensus analis menunjukkan sinyal positif terhadap prospek emiten operator jalan tol pelat merah tersebut.

Berdasarkan data dari Stockbit, dalam periode satu bulan terakhir, saham ini melemah cukup tajam 9,95 persen, sedangkan dalam enam bulan anjlok 17,52 persen.

Secara year to date (YTD), saham JSMR sudah turun 18,48 persen, dan jika dihitung dalam periode setahun penuh, koreksinya mencapai 25,05 persen.

Meski begitu, dalam horizon lebih panjang tiga tahun terakhir, saham JSMR masih mencatat kenaikan kumulatif 6,01 persen.

Meski pergerakan jangka pendeknya negatif, 20 analis yang memantau saham Jasa Marga masih menunjukkan keyakinan terhadap potensi rebound. Berdasarkan konsensus, sebanyak 17 analis memberikan rekomendasi buy, tiga lainnya hold, dan tidak ada yang menyarankan sell.

Konsensus target harga rata-rata berada di Rp5.237 per saham, atau sekitar 48 persen di atas harga pasar saat ini. Target tertinggi dipatok di Rp6.200, sementara estimasi terendah di Rp4.000 per saham.(*)
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya