KABARBURSA.COM - Di tengah sentimen positif sektor telekomunikasi, dua saham besar: Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) dan XL Axiata (EXCL), sama-sama mengantongi rekomendasi trading buy dari analis.
Namun, jika ditimbang dari kombinasi kinerja keuangan terkini, prospek pertumbuhan trafik data, dan posisi strategis di pasar, ISAT tampak sedikit lebih unggul. Pendorong utamanya adalah pertumbuhan pendapatan yang konsisten di atas rata-rata industri, ekspansi jaringan agresif yang berhasil meningkatkan penetrasi layanan, serta efisiensi biaya yang terus membaik.
Meski demikian, EXCL juga memiliki katalis positif, khususnya dari penguatan basis pelanggan dan peluang monetisasi layanan digital, sehingga persaingan keduanya di lantai bursa tetap ketat.
Siapa Potensi Up Side Terbesar?
Sektor telekomunikasi kembali menjadi sorotan, terutama dengan dua saham andalan, Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) dan XL Axiata (EXCL), yang sama-sama mendapatkan rekomendasi trading buy.
Meski bergerak di industri yang sama, karakteristik pergerakan harga keduanya menunjukkan dinamika tersendiri yang layak dicermati investor.
ISAT menutup perdagangan di level Rp2.270 dengan target harga jangka pendek di Rp2.350. Area masuk ideal diproyeksikan berada pada kisaran Rp2.210–Rp2.270, dengan level Rp2.350 menjadi batas resistensi terdekat dan Rp2.210 sebagai support penting.
Pergerakan di bawah support ini perlu diwaspadai karena bisa menjadi sinyal pelemahan, sementara batas stoploss direkomendasikan di Rp2.070. Sentimen teknikalnya saat ini masih cukup solid, ditopang tren naik yang mulai terbentuk sejak awal bulan.
Sementara itu, EXCL menutup sesi di Rp2.640 dengan target harga di Rp2.700. Kisaran entry berada pada Rp2.590–Rp2.640, dengan Rp2.700 sebagai area resistensi dan Rp2.590 sebagai support terdekat.
Sama seperti ISAT, pergerakan di bawah area support harus diantisipasi, dengan batas stoploss di Rp2.480. Dari sisi teknikal, EXCL memperlihatkan momentum positif yang didukung volume transaksi sehat, meski ruang kenaikannya tampak sedikit lebih terbatas dibanding ISAT dalam jangka sangat pendek.
Dengan kedua saham berada dalam fase akumulasi, investor agresif cenderung melirik ISAT untuk potensi upside yang lebih lebar, sementara EXCL menjadi pilihan bagi mereka yang mengincar pergerakan lebih stabil.
Keduanya tetap menarik, apalagi sektor telekomunikasi sedang mendapat dukungan dari pertumbuhan trafik data yang konsisten dan prospek monetisasi layanan digital yang semakin besar.
ISAT Lebih unggul Secara Fundamental?
Hal utama yang perlu dibandingkan dari kinerja keduanya adalah Fundamental ISAT dan EXCL. Dari rasio harga terhadap laba (P/E), ISAT berada di 16,08x (TTM) sementara EXCL jauh lebih tinggi di 30,18x. Artinya, investor membayar lebih murah untuk setiap rupiah laba ISAT dibanding EXCL.
Forward P/E juga menunjukkan hal serupa: ISAT di 13,17x vs EXCL di 25,95x, memberi ruang valuasi yang lebih menarik pada ISAT jika proyeksi kinerja tercapai. Dari sisi earnings yield, ISAT menghasilkan 6,22% sedangkan EXCL hanya 3,31 presen, menegaskan daya tarik ISAT bagi investor yang mengutamakan value.

Poin-poin apa saja yang perlu diiperhatikan?
Pertama adalah profitabilitas, di mana ISAT Lebih Efisien di ROE dan ROA. ISAT mencatat Return on Equity (ROE) 13,62 persem dan Return on Assets (ROA) 3,84 persen, keduanya lebih tinggi dari EXCL yang masing-masing di 6,57 persen dan 1,96 persen.
Margin laba bersih ISAT juga lebih tebal di 7,57% dibanding EXCL di 4,47%. Hal ini menunjukkan ISAT lebih mampu mengonversi pendapatan menjadi laba bersih.
Selanjutnya adalah pertumbuhan dan kinerja pendapatan. Meski valuasi dan profitabilitas ISAT unggul, kinerja pertumbuhan pendapatan kuartalan EXCL justru positif (+1,93 persen YoY), sedangkan ISAT mencatat kontraksi (-4,31 persen YoY).
Ini bisa mengindikasikan EXCL lebih konsisten dalam menjaga tren penjualan, walau laba bersihnya juga tertekan hampir sama besarnya dengan ISAT.
Selain itu, keduanya sama-sama memiliki beban utang yang tinggi. ISAT memiliki Debt to Equity Ratio (DER) 1,81, sedikit lebih tinggi dari EXCL di 1,77. Kedua perusahaan memiliki current ratio rendah (<0,5), menandakan modal kerja ketat.
Namun, EXCL unggul tipis di Altman Z-Score (0,05 vs ISAT 0,36, sama-sama kategori rawan jika dilihat secara konservatif). Artinya, dari sisi struktur keuangan, keduanya masih sama-sama menghadapi tekanan utang dan modal kerja yang terbatas.
Walau begitu, jika dilihat dari arus kas dan free cash flow, EXCL unggul signifikan. Free Cash Flow TTM mencapai Rp8,43 triliun, jauh di atas ISAT yang hanya Rp3,08 triliun.
EXCL juga memiliki rasio Price to Free Cash Flow (5,96x) yang lebih rendah dibanding ISAT (23,55x), memberi fleksibilitas lebih besar dalam belanja modal atau pembayaran dividen di masa depan.
Tetapi, apabila dilihat dari dividen dan kebijakan payout, ISAT memiliki dividend yield 3,73 persen dengan payout ratio 57,86 persen. Cukup sehat dan berkelanjutan.
Sementara EXCL yield-nya 3,12 persen, tapi payout ratio sangat tinggi 101,4 persen, yang secara fundamental kurang ideal karena berarti perusahaan membagikan dividen melebihi laba bersihnya.
Dengan kata lain, jika tolok ukurnya valuasi murah, profitabilitas tinggi, dan efisiensi penggunaan ekuitas, ISAT terlihat lebih unggul secara fundamental. Namun, jika fokus pada arus kas bebas besar, pertumbuhan pendapatan positif, dan kemampuan membiayai ekspansi dari kas operasi, EXCL lebih kuat.
Bagi investor value-oriented dan berorientasi dividen berkelanjutan, ISAT cenderung lebih menarik. Tapi bagi investor yang menitikberatkan pada kekuatan arus kas dan potensi ekspansi agresif, EXCL patut dipertimbangkan, meski valuasinya lebih mahal.
Dua Strategi Berbeda ISAT dan EXCL, Seperti Apa?
Dari kacamata teknikal, ISAT dan EXCL saat ini menunjukkan dua wajah yang kontras. ISAT berada di posisi serba tanggung, sementara EXCL justru sedang memamerkan kekuatan tren naik yang nyaris tanpa cela.
Pada perdagangan 11 Agustus 2025 pukul 06.46 GMT, rangkuman indikator ISAT menunjukkan sinyal “jual” secara keseluruhan. Indikator teknikalnya condong ke arah tekanan, dengan tujuh sinyal jual berbanding hanya satu sinyal beli.

Beberapa indikator momentum seperti MACD memang masih memberi tanda positif, namun RSI yang berada di kisaran netral dan sederet indikator lainnya, seperti Williams %R, CCI, hingga Bull/Bear Power, menggambarkan kondisi yang lebih condong ke pelemahan.
Moving average pun netral, enam sinyal beli dan enam sinyal jual, menandakan harga bergerak di area yang membuat pelaku pasar ragu untuk menambah posisi.
Dengan support utama di sekitar 2.210 dan resistance terdekat di 2.350, ISAT berada di titik krusial yang akan menentukan arah berikutnya, dan pergerakan di bawah support bisa memicu koreksi lebih dalam.
EXCL justru berada di spektrum yang berlawanan. Hampir semua indikator teknikalnya serempak mengarah ke “sangat beli”. Tidak ada satu pun sinyal jual yang muncul, dan dari 12 moving average, seluruhnya memberikan sinyal beli.
RSI berada di zona tinggi di atas 70, menandakan momentum kuat meski mulai mendekati area overbought. Indikator-indikator lain seperti MACD, ADX, dan Highs/Lows juga memperlihatkan tren naik yang sehat, sementara CCI dan Williams %R bahkan menunjukkan buying pressure yang ekstrem.
Level support terdekat di kisaran 2.590 masih cukup jauh dari harga saat ini, memberi ruang aman sebelum potensi koreksi teknikal terjadi, sementara resistance berada di 2.700 yang bisa saja ditembus jika volume beli tetap kuat.
Secara garis besar, peta teknikal ini memberi gambaran bahwa EXCL sedang berada di jalur reli yang meyakinkan, cocok bagi trader yang mencari momentum jangka pendek. Sementara ISAT, walau fundamentalnya solid, dari sisi teknikal sedang berada di fase yang lebih defensif dan membutuhkan katalis baru untuk membalikkan arah tren.
Bagi pelaku pasar, pilihan antara keduanya saat ini bisa disesuaikan dengan strategi: EXCL untuk mereka yang mengejar tren naik agresif, dan ISAT bagi yang siap menunggu momen pembalikan arah dengan risiko yang lebih terukur.
Pilih ISAT atau EXCL?
Kalau melihat gabungan fundamental dan teknikal yang kita bahas, pilihannya akan tergantung pada profil dan strategi investasi.
Dari sisi fundamental, ISAT lebih unggul: valuasi lebih murah, profitabilitas lebih tinggi (ROE, ROA, margin laba), dan dividend payout yang sehat.
Ini cocok untuk investor value-oriented yang fokus pada harga wajar dan keberlanjutan dividen. Kekurangannya, tren pertumbuhan pendapatan sedang negatif dan arus kas bebas jauh di bawah EXCL.
Dari sisi teknikal, EXCL sedang memimpin: seluruh indikator memberi sinyal beli, tren naik kuat, dan momentumnya positif. Cocok untuk trader jangka pendek yang ingin memanfaatkan uptrend yang sedang panas.
Kekurangannya, valuasi lebih mahal dan payout ratio dividen terlalu tinggi, sehingga secara fundamental agak kurang ideal jika dilihat jangka panjang.
Jadi kesimpulannya, untuk trading jangka pendek, EXCL lebih menarik karena momentum teknikalnya kuat dan sinyal beli konsisten. Sedangkan Untuk investasi jangka menengah–panjang, ISAT lebih masuk akal karena valuasinya lebih murah dan profitabilitasnya lebih solid.(*)