KABARBURSA.COM - Saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) terpantau mulai dilirik investor asing pada pekan ini, terutama periode 3-4 Desember 2025. Meski begitu, masih terpantau aktivitas tarik menarik antara akumulasi dan distribusi.
Mengutip Stockbit, pembelian jumbo dilakukan oleh UBS Sekuritas Indonesia (AK) yang menyerok saham ERAA sebesar Rp4,7 muliar atau sebanyak 112,8 ribu lot di harga rata-rata Rp415.
Di posisi kedua terdapat broker OCBC Sekuritas Indonesia (TP) yang memborong saham ERAA senilai membeli sebesar Rp363,5 juta pada harga rata-rata 409.
JP Morgan Sekuritas Indonesia (BK) juga terpantau membeli saham emiten distribusi, importir, dan perdagangan ritel ini senilai Rp309,3 juta di harga rata-rata 414.
Aksi beli tambahan berasal dari UOB Kay Hian (AI) dengan nilai Rp63,1 juta, serta broker lain dengan porsi lebih kecil.
Di sisi lain, investor turut melepas saham ERAA. Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) membuang saham ini dengan nilai Rp2,5 miliar atau sekitar 60 ribu lot di harga rata-rata 409.
Mandiri Sekuritas (CC) turut mmelakukan distribusi sahamERAA sebbesar Rp1,9 miliar di rentang harga 417. Sementara itu, dua broker juga terlihat melepas walau jumlahnya kecil seperti Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (LG) dan Erdikha Elit Sekuritas (AO).
Pergerakan Saham ERAA
Pada perdagangan hari ini, Jumat, 5 Desember 2025, ERAA dibuka stagnan di level 420. Namun, saham ini perlahan mulai naik hingga sempat menyentuh level tertinggi di angka 434.
ERAA menunjukan penguatan positif dalam jangka pendek. Dalam sepekan, ERAA menguat sebesar 3,86 persen bergerak di kisaran 406–430. Penguatan satu bulan terakhir mencapai 2,38 persen, menempatkan harga pada rentang 400–452.
Akan tetapi, ERAA terlihat melemah dalam rentang waktu menengah. Dalam tiga bulan misalnya, harga saham ini melemah 3,15 persen. Penurunan juga terjadi dalam enam bulan terakhir sebesar 19,63 persen di kisaran 394-585.
Kendati begitu, ERAA menunjukkan taji dalam year to date (ytd) maupun satu tahun sebesar 6,44 persen di rentang harga 312-590.
Adapun, ERAA mendapatkan sentimen positif dari analis yang dihimpun dari Stockbit. Berdasarkan kompilasi data yang ada, sebanyak 15 dari 17 analis memberikan rekomendasi beli untuk saham ERAA. Dua analis lainnya memilih tahan, sementara tidak ada satupun rekomendasi jual.
Dari sisi estimasi harga, konsensus analis menetapkan target harga rata-rata Rp583. Target tersebut berada di tengah rentang proyeksi analis, dengan estimasi tertinggi mencapai Rp700 dan estimasi terendah berada di Rp450.
Kinerja Kuartal III 2025
ERAA mencatat kinerja yang positif pada kuartal III 2025. pada sembilan bulan pertama tahun ini, penjualan bersih ERAA Rp52,36 triliun, atau naik 7,72 persen year on year (yoy) dibanding periode yang sama tahun lalu.
Telepon seluler paling berkontribusi dalam penjualan tersebut sebesar Rp40,87 triliun. Kedua, segmen komputer dan peralatan elektronik berkontribusi sebanyak Rp2,14 triliun.
Sementara itu, laba periode berjalan yang diatribusikan ke enititas induk ERAA pada kuartal III 2025 adalah Rp785,57 miliar, atau turun 0,7 persen yoy dibanding kuartal yang sama tahun lalu.(*)