Insight Daily 23 Feb 2026 Penulis: KabarBursa.com

Insider Average Up di MDKA, Breakout Berlanjut atau Masih Uji Supply?

Komisaris MDKA tambah 600 ribu saham dengan pola average up saat harga uji 3.700. Di tengah reli emas global dan sinyal teknikal sangat beli, pasar kini menghadapi area supply krusial.

KABARBURSA.COM - Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menembus level 3.700 di tengah reli harga logam global. Pada perdagangan Senin, 23 Februari 2026, harga bergerak dari 3.610 hingga menyentuh 3.730, dengan kenaikan lebih dari 3 persen dan nilai transaksi di atas Rp130 miliar.Di balik pergerakan tersebut, komisaris perusahaan tercatat melakukan pembelia...

Aksi komisaris membawa harga MDKA semakin berkelas. (Foto: Dok Merdeka Copper Gold)
Aksi komisaris membawa harga MDKA semakin berkelas. (Foto: Dok Merdeka Copper Gold)

Insight Navigator

  1. 01 Area 3.700: Breakout atau Masih Padat Supply?
  2. 02 Pola Average Up oleh Komisaris
  3. 03 Reli Logam dan Momentum Fundamental
  4. 04 Konsensus Analis dan Ruang Harga
  5. 05 Struktur Teknikal dan Area Berikutnya
  6. 06 Kesimpulan

KABARBURSA.COM - Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menembus level 3.700 di tengah reli harga logam global. Pada perdagangan Senin, 23 Februari 2026, harga bergerak dari 3.610 hingga menyentuh 3.730, dengan kenaikan lebih dari 3 persen dan nilai transaksi di atas Rp130 miliar.

Di balik pergerakan tersebut, komisaris perusahaan tercatat melakukan pembelian bertahap sejak akhir Januari. Transaksi dilakukan di harga 3.078, kembali di level yang sama pada pertengahan Februari, lalu dinaikkan ke 3.213. Aksi tersebut membentuk pola average up dengan total akumulasi 600.000 saham.

Kombinasi ini memunculkan pertanyaan yang lebih dalam dari sekadar kenaikan harga harian. Apakah ini awal breakout lanjutan di tengah siklus logam yang menguat, atau MDKA masih berada dalam fase uji supply di area 3.700?

Area 3.700: Breakout atau Masih Padat Supply?

MDKA bergerak agresif dalam sesi intraday dengan kenaikan 3,34 persen ke level 3.710. Harga dibuka di 3.620, sempat menyentuh 3.730, lalu bertahan di atas 3.700 dengan nilai transaksi Rp132,4 miliar dan volume hampir 360 ribu lot. 

Rata-rata harga berada di 3.678, yang mencerminkan distribusi transaksi yang cukup merata sepanjang sesi.

Namun di balik kenaikan tersebut, struktur orderbook menunjukkan cerita yang lebih kompleks. Total offer tercatat 188.007 lot, lebih tebal dibanding total bid 153.766 lot. 

Penumpukan suplai terlihat di rentang 3.730 hingga 3.800, dengan antrean jual signifikan di 3.750, 3.790, dan 3.800. Area ini menjadi titik uji berikutnya jika harga ingin melanjutkan penguatan.

Di sisi lain, dukungan bid relatif aktif di 3.700 dengan 6.278 lot, serta lapisan permintaan berjenjang hingga 3.650. Artinya, meski tekanan jual belum sepenuhnya terserap, minat beli masih bertahan di bawah harga berjalan. 

Dari data ini, MDKA sedang berada di persimpangan, yaitu cukup kuat untuk menembus 3.700, tetapi belum sepenuhnya steril dari supply di atasnya.

Jika dilihat dari aktivitas broker pada 20 Februari, dinamika distribusi dan akumulasi tampak berimbang. Macquarie Sekuritas (RX) mencatat pembelian Rp50 miliar dengan rata-rata 3.578, sementara BNI Sekuritas (NI) melepas Rp31,6 miliar di rata-rata 3.583. 

Pergerakan ini menunjukkan adanya rotasi kepemilikan di tengah kenaikan harga, bukan sekadar lonjakan tanpa transaksi riil.

Menariknya, dinamika teknikal ini tidak berdiri sendiri. Sebelum harga kembali menguji area 3.700, satu pola lain sudah terbentuk lebih dulu, yaitu pola akumulasi bertahap oleh insider perusahaan sejak akhir Januari.

Pola Average Up oleh Komisaris

Di tengah uji supply pada area 3.700, satu pola lain sudah terbentuk lebih dulu di belakang layar. Komisaris MDKA Andrew Phillip Starkey, tercatat menambah kepemilikan sahamnya dalam tiga tahap sejak akhir Januari 2026.

Pembelian pertama dilakukan pada 22 Januari sebanyak 300.000 saham di harga Rp3.078 per saham, dengan nilai sekitar Rp923 juta. Transaksi berlanjut pada 18 Februari sebanyak 150.000 saham di level harga yang sama. 

Dua hari kemudian, pada 20 Februari, Andrew kembali menambah 150.000 saham, namun kali ini di harga yang lebih tinggi, Rp3.213 per saham.

Total akumulasi dalam periode tersebut mencapai 600.000 saham. Jika dirata-ratakan, harga akumulasi berada di kisaran Rp3.112 per saham. Dengan posisi harga intraday yang kini berada di 3.710, selisih terhadap harga rata-rata pembelian tersebut mencerminkan kenaikan lebih dari 19 persen.

Yang menarik bukan semata jumlahnya, melainkan pola waktunya. Dua transaksi pertama dilakukan di level yang sama, sebelum akhirnya pembelian ketiga dilakukan pada harga yang lebih tinggi. Pola ini membentuk average up, bukan average down. Artinya, pembelian tambahan dilakukan setelah harga bergerak naik, bukan saat harga melemah.

Pasca transaksi terakhir, kepemilikan Andrew meningkat dari 3,88 juta saham atau 0,016 persen menjadi 4,03 juta saham atau 0,017 persen dari total saham beredar. Dalam keterangannya kepada Bursa, tujuan transaksi disebutkan sebagai investasi dengan kepemilikan saham langsung.

Jika dikaitkan dengan dinamika harga yang kini kembali menguji area 3.700, akumulasi tersebut terjadi sebelum momentum penguatan terbaru terbentuk. Periode pembelian juga bertepatan dengan fase penguatan harga logam global, terutama emas yang kembali bergerak naik dalam beberapa pekan terakhir.

Reli Logam dan Momentum Fundamental

Periode akumulasi oleh komisaris tersebut berlangsung di tengah fase penguatan harga logam mulia global. Harga emas spot terakhir tercatat naik 1,5 persen ke USD5.071,48 per ons, sementara kontrak berjangka April 2026 ditutup di USD5.080,90 per ons. 

Kenaikan terjadi setelah data Produk Domestik Bruto Amerika Serikat kuartal keempat tumbuh 1,4 persen secara tahunan, lebih rendah dari perkiraan 3 persen.

Di sisi lain, indeks PCE tercatat naik 0,4 persen pada Desember, sedikit di atas ekspektasi 0,3 persen. Kombinasi perlambatan ekonomi dan inflasi yang masih bertahan membentuk latar makro yang mendorong aliran dana kembali ke aset lindung nilai. 

Penguatan tidak hanya terjadi pada emas, tetapi juga pada logam mulia lainnya. Perak spot naik 5,8 persen menjadi USD82,92 per ons. Platina menguat 4,5 persen ke USD2.163,53 per ons, sementara paladium bertambah 4 persen menjadi USD1.751,70 per ons. 

Kenaikan yang terjadi secara serentak di kelompok logam mulia menunjukkan perubahan sentimen risiko global dalam beberapa pekan terakhir.

Bagi MDKA, dinamika harga logam menjadi variabel eksternal yang relevan mengingat eksposur perusahaan terhadap komoditas berbasis logam. Penguatan harga emas dan logam lain memperbaiki sentimen sektor secara keseluruhan, terutama ketika terjadi bersamaan dengan aktivitas akumulasi oleh insider dan uji teknikal pada level resistensi.

Dengan harga yang kini berada di atas 3.700, struktur teknikal sedang menguji ketahanan supply jangka pendek. Di sisi lain, siklus logam menunjukkan momentum yang masih bergerak naik. Kombinasi dua faktor tersebut, baik itu struktur harga domestik dan latar makro global, menjadi latar yang membingkai kembali pola average up yang terjadi sejak akhir Januari.

Konsensus Analis dan Ruang Harga

Jika dilihat dari konsensus analis, MDKA saat ini berada pada posisi yang tidak sepenuhnya netral. Dari 26 analis yang tercatat, seluruhnya memberikan rekomendasi beli. Target harga rata-rata berada di Rp3.425, dengan estimasi tertinggi Rp4.400 dan terendah Rp2.770.

Dengan harga yang kini berada di sekitar Rp3.710, posisi tersebut sudah melampaui target rata-rata konsensus. Namun, masih berada sekitar 18 persen di bawah target tertinggi Rp4.400. Rentang ini menjadi referensi eksternal terhadap ruang pergerakan harga, terutama ketika struktur teknikal sedang menguji area resistensi.

Di sisi estimasi kinerja, proyeksi 2026 menunjukkan potensi perbaikan laba bersih menjadi Rp2,55 triliun dibandingkan rugi bersih pada 2024 dan 2025. EPS diperkirakan berbalik menjadi positif di level 95,14 setelah sebelumnya negatif pada dua tahun terakhir. 

Perubahan proyeksi ini menjadi salah satu dasar yang menopang konsensus rekomendasi beli.

Dalam konteks tersebut, harga yang kini berada di atas target rata-rata namun masih di bawah target tertinggi mencerminkan pergeseran ekspektasi pasar yang sedang berlangsung. Area 3.700 bukan hanya level teknikal, tetapi juga titik di mana harga mulai mendekati batas atas valuasi rata-rata konsensus.

Struktur Teknikal dan Area Berikutnya

Secara teknikal, posisi MDKA saat ini berada di titik yang relatif krusial. Harga 3.710 tidak hanya menjadi area uji supply intraday, tetapi juga bertepatan dengan level R1 pivot klasik di 3.710. 

Di atasnya, rentang 3.890 hingga 4.100, menjadi zona resistensi berikutnya berdasarkan pivot klasik dan Woodie’s, sementara Fibonacci R3 berada di 3.890.

High 52 minggu tercatat di 3.730, yang sempat disentuh dalam sesi intraday terbaru. Artinya, harga kini berada di area puncak tahunan dan mendekati zona yang secara historis menjadi titik distribusi. Jika level ini mampu dilewati dengan konsistensi nilai transaksi, ruang harga berikutnya secara teknikal berada di kisaran 3.890 hingga 4.000.

Dari sisi indikator, mayoritas sinyal berada pada kategori beli. RSI(14) di 67,5 masih berada di bawah ambang jenuh beli ekstrem, sementara MACD dan ADX menunjukkan momentum yang masih terbentuk. 

Namun STOCHRSI di 100 dan Williams %R di -8,49 menandakan kondisi jangka sangat pendek sudah berada di area beli berlebih. Kombinasi ini menggambarkan momentum yang kuat tetapi dengan potensi konsolidasi teknikal jangka pendek.

Seluruh moving average utama, mulai dari MA5 hingga MA200, berada di bawah harga berjalan dan mengindikasikan tren naik yang terjaga. MA20 di 3.140 dan MA50 di 2.781 memperlihatkan jarak yang cukup lebar terhadap harga saat ini, mencerminkan percepatan tren dalam beberapa pekan terakhir.

Jika dikaitkan dengan target analis yang memiliki estimasi tertinggi di Rp4.400, maka zona 3.890 hingga 4.100 menjadi area transisi antara resistensi teknikal dan batas atas konsensus. Namun sebelum menuju rentang tersebut, area 3.730 hingga 3.750 tetap menjadi titik uji terdekat, mengingat level ini bertepatan dengan high 52 minggu dan klaster supply intraday.

Dengan struktur seperti ini, harga MDKA saat ini berada pada fase pengujian puncak tahunan, didukung momentum indikator yang mayoritas masih mengarah naik, namun dengan sinyal jenuh beli jangka pendek yang perlu diperhatikan.

Kesimpulan

Dengan harga berada di sekitar 3.700, MDKA kini berdiri di persimpangan antara resistensi historis dan ekspektasi yang terus bergerak naik. Insider sudah lebih dulu menambah posisi sebelum harga kembali ke puncak tahunan. 

Sementara, indikator teknikal menunjukkan momentum yang kuat namun mulai memasuki wilayah jenuh beli jangka pendek. Di sisi lain, siklus logam global sedang membentuk latar yang mendukung sentimen sektor.

Apakah area ini akan menjadi titik transisi menuju rentang harga berikutnya, atau justru fase konsolidasi sebelum langkah selanjutnya terbentuk, akan sangat ditentukan oleh kemampuan pasar menyerap supply di atas level saat ini. 

Dalam struktur seperti ini, harga bukan sekadar angka, melainkan refleksi dari keseimbangan antara ekspektasi, likuiditas, dan keyakinan yang sedang diuji.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya