Insight Daily 29 Dec 2025 Penulis: KabarBursa.com

Inilah Broker yang Pegang CNMA, Sudah Kumpulkan di 120

Saham CNMA bergerak terbatas di harga 120 dengan antrean bid berlapis dan konsentrasi pembelian broker besar.

KABARBURSA.COM – Saham PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) menunjukkan aktivitas menarik pada perdagangan Senin, 29 Desember 2025. Merujuk data orderbook dan broker summary di platform Stockbit, aktivitas tercermin dari antrean beli dan jual yang kontras.Pada perdagangan hari ini, CNMA dibuka di harga 121 dengan harga sebelumnya 120, bergerak dalam rentan...

Saham PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) menunjukkan aktivitas menarik pada perdagangan Senin, 29 Desember 2025. (Foto: Dok. Cinema XXI)
Saham PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) menunjukkan aktivitas menarik pada perdagangan Senin, 29 Desember 2025. (Foto: Dok. Cinema XXI)

Insight Navigator

  1. 01 Orderbook CNMA Tampak Menarik, Menuju Terbang?
  2. 02 Siapa Pegang Supply Barang? Ini Datanya!

KABARBURSA.COM – Saham PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) menunjukkan aktivitas menarik pada perdagangan Senin, 29 Desember 2025. Merujuk data orderbook dan broker summary di platform Stockbit, aktivitas tercermin dari antrean beli dan jual yang kontras.

Pada perdagangan hari ini, CNMA dibuka di harga 121 dengan harga sebelumnya 120, bergerak dalam rentang 119 hingga 122. Volume transaksi tercatat sebanyak 199,75 ribu lot dengan nilai transaksi Rp2,4 miliar, rata-rata harga 120, batas auto rejection atas (ARA) 162, dan batas auto rejection bawah (ARB) 102.

Pergerakan harga yang relatif sempit tersebut terjadi bersamaan dengan konsentrasi transaksi di sekitar harga rata-rata harian. Kondisi ini membuka ruang untuk mencermati lebih jauh struktur permintaan dan penawaran yang terbentuk di dalam orderbook.

Orderbook CNMA Tampak Menarik, Menuju Terbang?

Berdasarkan data orderbook, sisi bid CNMA tersusun berlapis dari harga 120 hingga 111 dengan total 221.644 lot dan 803 frekuensi. Bid terbesar tercatat di harga 118 dengan 42.183 lot dan 161 frekuensi, disusul harga 116 sebanyak 31.768 lot dengan 86 frekuensi serta harga 114 sebesar 19.311 lot dengan 50 frekuensi.

Selain itu, antrean beli juga terlihat di harga 120 dengan 18.062 lot dan 84 frekuensi, diikuti harga 117 dan 115 yang masing-masing mencatat 17.648 lot dan 12.883 lot. Sebaran bid tersebut membentuk lapisan permintaan yang relatif merata dari harga atas hingga bawah.

Pada sisi offer, antrean jual mencapai total 610.071 lot dengan 740 frekuensi yang tersebar dari harga 121 hingga 130. Konsentrasi terbesar berada di harga 130 dengan 118.751 lot meski frekuensinya tercatat 133 kali, bukan yang tertinggi di antara level lainnya.

Antrean jual juga terlihat cukup signifikan di harga 125 dengan 39.217 lot dan 137 frekuensi, serta di harga 122 sebanyak 31.484 lot dengan 103 frekuensi. 

Sementara itu, harga 129 mencatat 29.253 lot dengan 68 frekuensi, diikuti harga 126 dan 128 yang masing-masing mencatat 16.350 lot dan 11.784 lot dengan frekuensi di bawah 55 kali.

Struktur orderbook tersebut menampilkan beberapa level harga dengan karakter frekuensi relatif rendah namun didukung oleh lot besar. Pola ini muncul pada sisi bid di harga 116 dan 114, serta pada sisi offer di harga 130, 129, 126, dan 128.

Dalam pendekatan bandarmology, keberadaan lot besar dengan jumlah transaksi yang terbatas sering digunakan untuk membaca konsentrasi kepemilikan pada harga tertentu. 

Pola tersebut juga kerap muncul saat distribusi atau penyerapan saham dilakukan secara terukur tanpa memicu lonjakan harga.

Struktur antrean tersebut kemudian dapat ditelusuri lebih lanjut melalui data broker summary untuk melihat distribusi kepemilikan saham. 

Siapa Pegang Supply Barang? Ini Datanya!

Berdasarkan broker summary perdagangan Rabu, 24 Desember 2025, pembelian saham CNMA dipimpin UBS Sekuritas Indonesia (AK) sebesar 58,2 ribu lot senilai Rp697,5 juta di harga 120, diikuti Indo Premier Sekuritas (PD) sebanyak 45,6 ribu lot senilai Rp547,1 juta di harga yang sama.

Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) tercatat membeli 41,7 ribu lot, Yakin Bertumbuh Sekuritas (YB) 34 ribu lot, Ajaib Sekuritas Indonesia (XC) 38,3 ribu lot, serta BCA Sekuritas (SQ) 28,2 ribu lot, dengan seluruh transaksi berada di rentang harga 119 hingga 120.

Selain itu, Verdhana Sekuritas Indonesia (BB) tercatat mengoleksi 23,3 ribu lot di harga 120, sementara Mandiri Sekuritas (CC) dan BNI Sekuritas (NI) masing-masing mencatat pembelian 9,9 ribu lot dan 5 ribu lot di level harga yang sama. 

Data ini menunjukkan kepemilikan saham terkonsentrasi pada sejumlah broker dengan volume relatif besar.

Kombinasi antrean bid berlapis, keberadaan lot besar dengan frekuensi terbatas, serta konsentrasi pembelian broker di harga dasar membentuk struktur mikro perdagangan yang terukur. 

Seluruh aktivitas tersebut berlangsung tanpa pergeseran harga yang signifikan dari rata-rata harian.

Secara keseluruhan, data perdagangan, orderbook, dan broker summary CNMA menunjukkan konsistensi aktivitas transaksi di area harga 120 dengan dukungan antrean beli dan kepemilikan broker yang terfokus. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com