Insight Daily 14 Jun 2025 Penulis: KabarBursa.com

Harga Komoditas Melejit, Saham Migas Bisa Terbang Lagi!

Lonjakan harga minyak dunia dorong saham MEDC, ENRG, dan RATU naik tajam. Potensi penguatan lanjutan terbuka jika konflik Israel–Iran berlanjut pekan depan.

KABARBURSA.COM - Saham-saham emiten energi melonjak tajam pada Jumat, 13 Juni 2025, menyusul lonjakan harga minyak dunia akibat konflik bersenjata antara Israel dan Iran. Sentimen geopolitik mendorong investor memburu saham sektor energi sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian pasokan global.Ketegangan di Timur Tengah meningkat drastis setelah Israel m...

Harga minyak dunia melonjak tajam usai serangan Israel ke Iran memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah. (Foto: AI untuk KabarBursa)
Harga minyak dunia melonjak tajam usai serangan Israel ke Iran memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah. (Foto: AI untuk KabarBursa)

Insight Navigator

  1. 01 Saham MEDC hingga RATU Melejit

KABARBURSA.COM - Saham-saham emiten energi melonjak tajam pada Jumat, 13 Juni 2025, menyusul lonjakan harga minyak dunia akibat konflik bersenjata antara Israel dan Iran. Sentimen geopolitik mendorong investor memburu saham sektor energi sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian pasokan global.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat drastis setelah Israel meluncurkan serangan militer ke berbagai fasilitas strategis di Iran. Serangan tersebut menyasar kompleks nuklir, pangkalan militer, dan pabrik rudal Teheran. 

Pemerintah Israel menyebut aksi tersebut sebagai "awal dari operasi jangka panjang" untuk menggagalkan ambisi senjata nuklir Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, membalas dengan menyebut serangan itu sebagai tindakan yang menewaskan sejumlah komandan penting. 

"Zionis akan menerima hukuman yang berat," kata Khamenei, seperti dikutip Reuters.

Pasar minyak global langsung bereaksi. Harga minyak Brent melonjak USD6,29 atau 9,07 persen ke USD75,65 per barel, sementara WTI naik USD6,43 atau 9,45 persen ke USD74,47 per barel. Kedua komoditas sempat menyentuh titik tertinggi sejak Januari 2025.

Lonjakan ini menjadi yang tertinggi sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Menurut Warren Patterson, Kepala Analis ING, pasar mulai memperhitungkan kemungkinan gangguan besar pada pasokan global. 

“Pasar harus mulai memperhitungkan potensi gangguan pasokan yang lebih besar,” ujarnya.

Selat Hormuz menjadi sorotan utama karena merupakan jalur pengiriman minyak strategis. Jika Iran memutuskan membalas dengan menutup selat tersebut, hingga 20 juta barel per hari bisa terdampak.

Saul Kavonic, analis MST Marquee, menyebut potensi dampaknya bisa sangat luas. “Pasokan baru akan terganggu secara signifikan jika Iran menyerang infrastruktur minyak atau menutup akses Selat Hormuz,” katanya.

Di sisi lain, Amerika Serikat menegaskan tidak terlibat dalam serangan Israel. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan, “Ini adalah aksi sepihak Israel. Kami memperingatkan Teheran agar tidak menyasar kepentingan atau personel AS.”

Ketegangan geopolitik yang mengguncang pasar global itu langsung berdampak pada perdagangan saham energi di Indonesia. Lonjakan harga minyak dunia menjadi katalis utama penguatan saham emiten minyak dan gas (migas) Tanah Air.

Saham MEDC hingga RATU Melejit

Di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik signifikan sebesar 9,38 persen ke level Rp1.400. Kenaikan ini ditopang volume transaksi 184,39 juta saham atau melonjak empat kali lipat dari rata-rata harian.

Broker summary menunjukkan aksi beli besar dari broker OD (Rp17,5 miliar), YU, dan CC. Di sisi jual, broker KK dan YP dominan melepas saham. Investor asing mencatat net buy Rp4,5 miliar.

Saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) juga ikut menguat 7,03 persen ke level Rp274. Volume transaksi melonjak ke 467,25 juta saham, hampir sembilan kali lipat dari rata-rata harian.

Broker FZ menjadi pembeli terbesar senilai Rp12 miliar, disusul GR dan AK. Sementara di sisi jual, CC dan IF tercatat melepas saham dalam jumlah besar. Asing tercatat net buy sebesar Rp10 miliar.

Kenaikan juga terjadi pada saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), yang melonjak 7,39 persen ke Rp7.625. Volume mencapai 33,94 juta saham, dengan foreign buy senilai Rp84,5 miliar dan foreign sell Rp18,9 miliar.

Broker CC menjadi pembeli utama dengan nilai transaksi Rp29,8 miliar. Sementara ES dan NI mendominasi penjualan. Meskipun termasuk emiten energi menengah, respons pasar terhadap RATU cukup kuat. 

Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik Israel-Iran menjadi katalis utama penguatan saham sektor energi pada perdagangan Jumat, 13 Juni 2025. Sentimen geopolitik yang belum mereda membuka ruang bagi reli lanjutan pada saham-saham migas, setidaknya dalam jangka pendek.

Dengan potensi eskalasi konflik yang masih tinggi dan belum adanya kepastian soal respons Iran maupun sikap Amerika Serikat, harga minyak diproyeksi tetap berada di level tinggi pada awal pekan depan. 

Jika harga Brent dan WTI bertahan di atas USD70 per barel, saham-saham seperti MEDC, ENRG, dan RATU berpeluang melanjutkan penguatan, terutama jika didukung aksi beli asing dan volume transaksi tinggi seperti pekan ini. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya