Insight Daily 27 Jan 2026 Penulis: KabarBursa.com

Harga BFIN Naik Bertahap, Ini yang Perlu Dipantau

Pada titik ini, harga saham BFIN masih berada di atas moving average (MA) 10 maupun MA 20 yang masing-masing berada di kisaran 722 dan 716.

KABARBURSA.COM - Saham PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) terpantau menunjukan pergerakan harga yang meningkat setelah mengalami penurunan di akhir 2025.Mengutip data perdagangan Stockbit, pada Senin, 26 Januari 2026, BFIN ditutup menguat sebesar 1,38 persen atau naik sebanyak 10 poin ke level 735.Jika ditarik ke akhir tahun lalu atau 30 Desember 2025, BFIN...

Papan pantau IHSG (Foto: Kabarbursa.com)
Papan pantau IHSG (Foto: Kabarbursa.com)

Insight Navigator

  1. 01 Dikoleksi Asing
  2. 02 Rekomendasi Analis

KABARBURSA.COM - Saham PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) terpantau menunjukan pergerakan harga yang meningkat setelah mengalami penurunan di akhir 2025.

Mengutip data perdagangan Stockbit, pada Senin, 26 Januari 2026, BFIN ditutup menguat sebesar 1,38 persen atau naik sebanyak 10 poin ke level 735.

Jika ditarik ke akhir tahun lalu atau 30 Desember 2025, BFIN sempat mencatatkan penurunan setelah ditutup melemah 0,71 persen ke level 705 di perdagangan hari itu.

Memasuki awal 2026 tepatnya pada perdagangan 2, 5, dan 6 Januari, pergerakan harga mulai menunjukkan perubahan ritme. Pada tiga hari perdagangan itu, saham emiten pembiayaan ini terus mengalami penguatan hingga berada di level 720.

Memasuki tanggal 7 Januari, pola candle terlihat lebih beragam. Diawali koreksi lebih dulu sebesar 1,39 persen ke level 710, namu berhasil  menanjak ke level 725 pada 15 Januari 2026.

Setelahnya, harga terpantau bergerak mendatar di kisaran level 725. Namun pada perdagangan terakhir yakni 26 Januari, saham BFIN ditutup menguat ke level 730.

Pada titik ini, harga saham BFIN masih berada di atas moving average (MA) 10 maupun MA 20 yang masing-masing berada di kisaran 722 dan 716.

Adapun pada perdagangan 26 Januari 2026, volume perdagangan BFIN sebanyak 18,46 juta. Angka ini berada di atas volume 20 yang mencatatkan transaksi 15,14 juta.

Secara keseluruhan, rangkaian candlestick BFIN dalam beberapa hari terakhir menampilkan kombinasi candle hijau dan merah dengan ukuran tubuh serta bayangan yang beragam. Interaksi antara harga, MA10, MA20, dan volume harian membentuk struktur pergerakan yang dinamis. Dengan mencermati detail pergerakan tersebut dari hari ke hari, pembaca dapat mengikuti perubahan ritme perdagangan saham BFIN secara lebih menyeluruh.
 

Berdasarkan tampilan trade book perdagangan 26 Januari 2026, akumulasi transaksi beli dan jual bergerak relatif beriringan sejak awal sesi. Garis kumulatif beli terlihat meningkat secara bertahap sejak pembukaan pasar, diikuti oleh kenaikan pada sisi jual dengan jeda yang tidak terlalu jauh.

Pada beberapa titik waktu, khususnya menjelang pertengahan sesi, terjadi lonjakan kurva beli yang cukup signifikan. Namun, kurva jual juga terus bergerak naik.

Memasuki sesi siang, pergerakan kumulatif beli dan jual terlihat semakin rapat. Keduanya sama-sama mengalami kenaikan bertahap hingga mendekati penutupan pasar. Pada fase akhir perdagangan, kurva beli tampak berada di atas kurva jual, meskipun jarak keduanya tidak terlalu lebar.

Dari sisi order book, struktur antrean bid dan ask menunjukkan sebaran volume yang cukup merata di berbagai level harga. Pada level bid teratas, antrean beli terlihat cukup tebal, khususnya di area 730 dengan jumlah lot yang menonjol dibandingkan level di bawahnya.

Di bawah level tersebut, antrean bid tersebar di beberapa harga, mulai dari 725 hingga area 700, dengan variasi jumlah lot yang relatif besar dan menunjukkan minat beli yang tersebar.

Sementara itu, di sisi ask, antrean jual terlihat cukup dominan pada rentang harga di atas level transaksi terakhir. Antrean ask di area 745 hingga 755 tampak menumpuk dengan jumlah lot yang signifikan, sementara di level yang lebih tinggi, seperti 760 hingga 770, antrean jual kembali membesar.

Menarik untuk dicermati, pada beberapa level harga, frekuensi transaksi juga menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok. Di sisi bid, beberapa level mencatat frekuensi yang lebih tinggi, mengindikasikan aktivitas antrean beli yang cukup aktif. Di sisi ask, frekuensi transaksi juga tersebar, dengan sejumlah level mencatat jumlah transaksi yang konsisten meski berada cukup jauh dari harga terakhir.

Secara keseluruhan, data order book dan trade book BFIN memperlihatkan struktur pasar yang aktif dengan interaksi dua sisi yang berjalan simultan.

Kumulasi beli dan jual bergerak naik secara bersamaan, sementara antrean bid dan ask membentuk lapisan harga yang cukup tebal di berbagai level. Dengan mencermati perubahan antrean, frekuensi transaksi, serta pergerakan kumulatif beli–jual dari waktu ke waktu, pembaca dapat mengikuti dinamika perdagangan saham BFIN secara lebih detail sepanjang sesi berlangsung.

Dikoleksi Asing

Penguatan saham BFIN pada perdagangan Senin, 26 Januari 2026, dibarengi dengan akumulasi dari investor asing melalui beberapa broker.

Broker Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) tercatat menempati posisi teratas dengan nilai beli mencapai sekitar Rp3,1 miliar. Volume transaksi broker ini mencapai sekitar 42,3 ribu lot, dengan harga rata-rata beli berada di level 730.

Dominasi ZP dari sisi nilai dan volume menjadi salah satu elemen penting yang patut dicermati, mengingat kontribusinya yang signifikan terhadap total transaksi beli pada hari tersebut.

Di bawah ZP, broker UBS Sekuritas Indonesia (AK) tercatat membukukan nilai beli sekitar Rp364,4 juta dengan volume sekitar 5 ribu lot, juga dengan harga rata-rata di kisaran 730.

Selanjutnya, broker BNI Sekuritas (NI) mencatat nilai beli sekitar Rp220,5 juta dengan volume 3 ribu lot pada harga rata-rata 735.

Broker JP Morgan Sekuritas Indonesia (BK) turut mencatat nilai beli sekitar Rp106,9 juta dengan volume 1,5 ribu lot dan harga rata-rata 731, menambah lapisan transaksi di sisi pembelian.

Dari sisi penjualan, data menunjukkan keberadaan broker Mandiri Sekuritas (CC) sebagai salah satu penjual dengan nilai transaksi sekitar Rp97,4 juta dan volume sekitar 1,3 ribu lot.

Selain itu, broker KGI Sekuritas Indonesia (HD) tercatat melakukan penjualan meski lebih kecil dibandingkan CC dengan nilai sekitar Rp11 juta dan volume sekitar 150 lot

Menarik untuk dicermati bahwa selisih nilai antara broker-broker pembeli teratas dan penjual relatif cukup lebar. Namun, perbedaan tersebut tidak serta-merta mencerminkan dominasi di satu sisi pasar, mengingat data broker summary juga menunjukkan adanya variasi harga rata-rata serta sebaran volume.

Dengan mencermati data broker summary secara menyeluruh mulai dari nilai dan volume transaksi, harga rata-rata beli dan jual, hingga distribusi broker di masing-masing sisi—pembaca dapat memperoleh gambaran yang lebih detail mengenai struktur transaksi saham BFIN pada hari perdagangan tersebut.

Pendekatan ini membantu melihat aktivitas pasar tidak hanya dari pergerakan harga, tetapi juga dari pola partisipasi broker yang membentuk dinamika perdagangan secara keseluruhan.

Rekomendasi Analis

Data konsensus analis Stockbit menghadirkan sejumlah angka yang menarik untuk dicermati lebih dalam. Saham BFIN saat ini memperoleh penilaian dari delapan analis. Dari jumlah tersebut, enam analis memberikan rekomendasi beli satu analis menempatkan saham ini pada posisi tahan, dan satu analis memberikan rekomendasi jual.

Di sisi target harga, konsensus analis mencatat target harga rata-rata BFIN di level 1.007 per saham. Sementara itu, estimasi harga tertinggi berada di level 1.280 dan estimasi terendah di 700.

Jika dibandingkan dengan harga saham saat ini yang berada di level Rp735, terlihat adanya jarak antara harga pasar dan nilai tengah target konsensus, meskipun posisi harga saat ini juga masih berada di atas estimasi terendah analis.

Selain data konsensus analis, kinerja harga saham BFIN dalam berbagai rentang waktu turut memberikan konteks tambahan. Dalam jangka  satu minggu, saham ini mencatat kenaikan sebesar 1,38 persen.

Untuk periode satu bulan, kinerja harga tercatat naik 4,26 persen, dengan rentang pergerakan harga antara 700 hingga 735. Berbeda dengan itu, pada periode tiga bulan, kinerja harga justru tercatat turun 5,16 persen, dengan rentang harga yang lebih lebar, yakni dari 700 hingga 815.

Pada waktu enam bulan terakhir, tekanan penurunan masih terlihat dengan kinerja minus 6,96 persen dan rentang harga antara 700 hingga 900.

Sementara itu, secara year-to-date (YTD), saham BFIN mencatat kenaikan sebesar 5,00 persen, dengan harga bergerak dari level 700 hingga 735. Jika ditarik lebih panjang, kinerja satu tahun menunjukkan penurunan sebesar 16,95 persen, dengan rentang harga antara 695 hingga 970.

Dalam periode tiga tahun, penurunan tercatat lebih dalam, yakni 34,96 persen, dengan kisaran harga yang jauh lebih lebar hingga menyentuh level tertinggi 1.535. Namun, dalam jangka sangat panjang, yakni sepuluh tahun, saham BFIN mencatat kenaikan signifikan sebesar 172,22 persen, bergerak dari level 232 hingga 1.535.

Dengan mencermati data konsensus analis dan kinerja harga dalam berbagai rentang waktu tersebut, pembaca dapat melihat bagaimana persepsi analis dan pergerakan historis harga saling berdampingan.

Angka-angka ini menyediakan konteks yang kaya untuk memahami dinamika saham BFIN, baik dari sudut pandang rekomendasi analis maupun dari perjalanan harga dalam jangka pendek hingga panjang.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com