KABARBURSA.COM - Saham PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) tampaknya masih menarik dicermati seiring valuasi yang relatif rendah, profitabilitas kuat, serta dividend yield yang kompetitif. Emiten komponen otomotif ini menunjukkan kombinasi kinerja keuangan sehat dengan harga saham yang belum terlalu mahal secara rasio pasar.
Merujuk data Stockbit yang dihimpun Kabarbursa.com, saham DRMA saat ini diperdagangkan dengan price to earnings ratio (PER) tahunan sekitar 8,04 kali, sedangkan PER trailing twelve months (TTM) berada di level 7,12 kali. Sementara forward PER tercatat lebih rendah di kisaran 6,47 kali.
Level valuasi tersebut bisa diartikan, pasar masih memberi penilaian moderat terhadap prospek perseroan, meski kinerja operasional perusahaan tetap terjaga.
Di sisi lain, price to sales (P/S) DRMA berada di level 0,77 kali dan price to book value (PBV) sebesar 1,60 kali. Artinya, kapitalisasi pasar DRMA masih belum terlalu premium jika dibandingkan dengan kemampuan perusahaan menghasilkan pendapatan dan nilai buku yang dimiliki.
Rasio EV to EBITDA DRMA juga berada di kisaran 4,00 kali, yang tergolong efisien untuk emiten manufaktur otomotif.
Dari sisi profitabilitas, DRMA mencatat return on assets (ROA) sebesar 14,63 persen dan return on equity (ROE) mencapai 22,42 persen. Angka ini menunjukkan perusahaan cukup efektif dalam memanfaatkan aset maupun modal pemegang saham untuk menghasilkan laba.
Sementara itu, margin laba juga terjaga. Gross profit margin kuartalan tercatat 16,66 persen, operating profit margin 12,12 persen, dan net profit margin 9,36 persen. Struktur margin ini menandakan bisnis DRMA masih mampu menjaga efisiensi di tengah dinamika biaya bahan baku dan kondisi industri otomotif nasional.
Dari sisi neraca, kondisi keuangan perusahaan juga tergolong sehat. Current ratio berada di level 1,93 kali dan quick ratio 1,45 kali, menandakan likuiditas masih memadai untuk memenuhi kewajiban jangka pendek. Debt to equity ratio hanya 0,09 kali, yang menunjukkan tingkat utang relatif rendah.
Salah satu daya tarik utama DRMA juga datang dari kebijakan dividennya. Perseroan membagikan dividen TTM sebesar Rp70 per saham, dengan payout ratio 56,85 persen. Dividend yield tercatat mencapai 7,07 persen, level yang cukup menarik bagi investor yang memburu pendapatan pasif. Adapun cum date dividen terakhir tercatat pada 28 April 2026.
Dengan kombinasi valuasi murah, struktur keuangan sehat, profitabilitas kuat, dan dividen tinggi, DRMA berpotensi menjadi salah satu saham defensif menarik di sektor otomotif dan manufaktur pada 2026.
Namun demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati prospek penjualan kendaraan nasional, daya beli masyarakat, serta dinamika suku bunga yang dapat memengaruhi permintaan industri otomotif.
Kinerja Saham
Adapun berdasarkan hitungan yang dilakukan tim Kabarbursa.com, harga wajar saham DRMA ada di kisaran Rp1.680. Sementara harga di perdagangan Rabu, 29 April 2026, masih berada di level Rp990.
Secara bersamaan, saham DRMA masuk radar pelaku pasar setelah mayoritas analis memberikan pandangan positif terhadap emiten komponen otomotif tersebut.
Konsensus terbaru menunjukkan rekomendasi beli masih sangat dominan, dengan target harga yang mencerminkan potensi kenaikan menarik dari posisi saat ini.
Berdasarkan data Stockbit, terdapat 12 analis yang memberikan penilaian terhadap saham DRMA. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11 analis memberikan rekomendasi buy, satu analis memberikan rekomendasi hold, dan tidak ada satupun yang merekomendasikan sell.
Komposisi ini menunjukkan tingkat keyakinan yang tinggi dari para analis terhadap prospek fundamental maupun valuasi saham DRMA ke depan.
Adapun target harga rata-rata analis untuk DRMA berada di level Rp1.310 per saham. Jika dibandingkan dengan harga saat ini di kisaran Rp990, maka saham ini masih memiliki potensi kenaikan sekitar 32,3 persen.
Sementara itu, estimasi target harga tertinggi dipatok di level Rp1.700, sedangkan estimasi terendah berada di Rp1.150. Bahkan jika mengacu pada target terendah sekalipun, saham DRMA masih menyimpan upside sekitar 16 persen dari posisi terkini.
Optimisme analis tersebut muncul di tengah kondisi saham DRMA yang pergerakannya masih relatif tertahan dalam beberapa periode perdagangan.
Dalam sepekan terakhir, DRMA terkoreksi sekitar 5,26 persen. Namun secara satu bulan, saham ini masih mencatat kenaikan 2,59 persen.
Jika ditarik lebih panjang, pergerakan tiga bulan dan enam bulan masing-masing masih turun 5,26 persen dan 5,71 persen. Secara year to date (YTD), saham DRMA terkoreksi 6,16 persen, sedangkan dalam setahun terakhir turun 4,35 persen. Dalam rentang tiga tahun, saham ini masih turun tipis 3,41 persen.
Kondisi harga yang belum bergerak agresif tersebut justru dapat dibaca sebagai peluang oleh investor, terutama jika mempertimbangkan konsensus analis yang tetap kuat di sisi beli.
Artinya, meski harga saham belum sepenuhnya mencerminkan prospek bisnis perusahaan, analis masih menilai nilai wajarnya berada di atas harga pasar saat ini.
Dengan harga saat ini yang masih berada di bawah target konsensus, saham DRMA berpotensi terus dilirik pasar dalam waktu dekat. Namun investor tetap perlu mencermati sentimen sektor otomotif, daya beli domestik, pergerakan suku bunga, serta realisasi kinerja keuangan perusahaan pada kuartal berikutnya sebagai penentu arah lanjutan saham ini.
Kinerja Awal 2026 Tumbuh
Seperti diberitakan sebelumnya, DRMA melaporkan kinerja keuangan kuartal I 2026 dengan pertumbuhan pendapatan dan kenaikan laba bersih di tengah kondisi ekonomi dan geopolitik yang masih berfluktuasi.
Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,5 triliun pada periode Januari hingga Maret 2026, meningkat sekitar 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, laba bersih tercatat sebesar Rp144,9 miliar, naik sekitar 1,5 persen dari Rp142,7 miliar pada kuartal I 2025.
Presiden Direktur PT Dharma Polimetal Tbk, Irianto Santoso, menyampaikan bahwa kenaikan pendapatan terjadi di tengah tekanan eksternal terhadap industri otomotif.
"Kenaikan pendapatan ini merupakan pencapaian yang pantas disyukuri di tengah isu geopolitik yang memberikan dampak negatif pada pasar manufaktur otomotif di Tanah Air," ujar Irianto pada Rabu, 29 April 2026.
Dari sisi kontribusi segmen, penjualan masih didominasi oleh segmen kendaraan roda dua yang menyumbang sekitar 60 persen terhadap total pendapatan. Pada kuartal I 2026, segmen ini mencatatkan penjualan sebesar Rp932,3 miliar, meningkat sekitar 0,6 persen secara tahunan.
Sementara itu, segmen kendaraan roda empat menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi dengan kenaikan penjualan mendekati 24 persen secara tahunan.
Sementara itu, segmen kendaraan roda empat menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi dengan kenaikan penjualan mendekati 24 persen secara tahunan.
Penjualan segmen ini mencapai Rp391,5 miliar, dibandingkan Rp316,8 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusi segmen roda empat terhadap total pendapatan tercatat sekitar 25 persen.
Kinerja kedua segmen tersebut menjadi faktor utama yang menopang pendapatan perseroan di tengah kondisi pasar yang masih dipengaruhi oleh dinamika global.
Untuk tahun 2026, DRMA menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 10 persen. Target ini disusun dengan mempertimbangkan berbagai tantangan, termasuk kondisi geopolitik dan tekanan pada industri otomotif.
Irianto menambahkan bahwa perusahaan telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mencapai target tersebut. "Sebagai pelaku bisnis, kami dituntut untuk selalu optimis dan mampu melihat celah usaha dalam segala situasi. Untuk itu DRMA sudah menyiapkan strategi untuk bisa mencapai target pertumbuhan pendapatan tersebut," tutur dia.
Strategi yang dijalankan antara lain mempertahankan pelanggan yang sudah ada serta meningkatkan efisiensi dan produktivitas operasional. Perseroan juga menekankan pengendalian biaya sebagai bagian dari upaya menjaga kinerja keuangan.
"Segala bentuk pengeluaran yang bisa dikategorikan sebagai pemborosan harus dihilangkan, baik di dalam maupun di luar kegiatan operasional," ujar Irianto.
Sebagai informasi, PT Dharma Polimetal Tbk merupakan perusahaan manufaktur komponen otomotif yang memproduksi berbagai suku cadang untuk kendaraan roda dua dan roda empat.
Perusahaan ini merupakan bagian dari Dharma Group yang telah beroperasi sejak 1989 dan menjadi bagian dari rantai pasok industri otomotif dengan produk yang digunakan oleh berbagai merek global.
Selain itu, perseroan juga mulai mengarahkan pengembangan bisnis ke arah digitalisasi proses serta produksi komponen kendaraan listrik sebagai bagian dari penyesuaian terhadap perkembangan industri otomotif ke depan.
Untuk jadwal pembagiannya memiliki cum date pada 27 April 2026, ex date pada 28 April 2026, tanggal pencatatan pada 29 April 2026, dan akan dibayarkan pada 7 Mei 2026. (*)