Insight Daily 09 Apr 2026 Penulis: KabarBursa.com

Fenomena ESSA: Laba Turun, tapi Dana Global Terus Masuk

Berdasarkan data orderbook Stockbit, broker ZP tercatat sebagai pembeli terbesar dengan nilai transaksi mencapai Rp84,8 miliar

KABARBURSA.COM - PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) terus dihampiri dana global meskipun mencatat penurunan laba di tahun buku 2025.Sejak laporan keuangan diumumkan pada 6 Maret 2026, saham ESSA terus diakumulasi oleh investor asing melalui beberapa broker hingga perdagangan 8 April 2026.Berdasarkan data orderbook Stockbit, broker ZP tercatat sebagai pe...

Pendapatan dan laba ESSA turun pada 2025 . (Foto: Dok. ESSA)
Pendapatan dan laba ESSA turun pada 2025 . (Foto: Dok. ESSA)

Insight Navigator

  1. 01 Laba dan Pendapatan ESSA Menurun
  2. 02 Pergerakan Saham ESSA

KABARBURSA.COM - PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) terus dihampiri dana global meskipun mencatat penurunan laba bersih di tahun buku 2025.

Sejak laporan keuangan diumumkan pada 6 Maret 2026, saham ESSA terus diakumulasi oleh investor asing melalui beberapa broker hingga perdagangan 8 April 2026.

Berdasarkan data orderbook Stockbit, broker ZP tercatat sebagai pembeli terbesar dengan nilai transaksi mencapai Rp84,8 miliar. Volume pembelian yang dilakukan broker ini mencapai 1,2 juta lot dengan frekuensi transaksi sebanyak 12 ribu kali dan harga rata-rata di level Rp733 per saham.

Di posisi kedua, broker BB membukukan nilai pembelian sebesar Rp12,4 miliar dengan volume 165,4 ribu lot dan harga rata-rata Rp747. Disusul oleh broker BK dengan nilai Rp5,3 miliar, serta IF dan LG masing-masing sebesar Rp5,2 miliar dan Rp3,9 miliar.

Secara keseluruhan, lima besar broker pembeli ini memperlihatkan konsistensi akumulasi di kisaran harga Rp667 hingga Rp747.

Selain itu, broker CC dan AG juga turut mencatatkan aktivitas pembelian dengan nilai masing-masing Rp1,8 miliar dan Rp1,4 miliar. Sementara itu, broker SQ, KK, YP, dan KZ melengkapi daftar pembeli dengan nominal yang lebih kecil, namun tetap menunjukkan adanya penyebaran minat beli di berbagai pelaku pasar.

Di sisi lain, tekanan jual terlihat lebih terbatas. Broker AK menjadi penjual terbesar dengan nilai Rp27,1 miliar, diikuti oleh PD sebesar Rp16,8 miliar dan AI sebesar Rp2,9 miliar. Selebihnya, tekanan jual relatif kecil dengan nilai di bawah Rp1 miliar, seperti TP Rp735,4 juta, YU Rp134,8 juta, dan NI Rp81,3 juta.

Jika dibandingkan secara keseluruhan, total nilai pembelian dari broker-broker utama masih jauh lebih besar dibandingkan total nilai penjualan. Hal ini memperkuat indikasi bahwa saham ESSA sedang berada dalam fase akumulasi.

Dari sisi harga rata-rata transaksi, mayoritas pembelian terjadi di kisaran Rp730-an hingga Rp740-an, sementara tekanan jual tidak menunjukkan konsentrasi harga yang signifikan.

Aksi akumulasi ini juga bisa menjadi sinyal awal adanya sentimen positif terhadap prospek saham ESSA, baik dari sisi kinerja maupun potensi bisnis ke depan. Namun demikian, investor tetap perlu mencermati dinamika lanjutan, terutama jika tekanan jual mulai meningkat di level harga yang lebih tinggi.

Secara teknikal, dominasi broker buyer besar seringkali menjadi indikator awal fase markup, di mana harga berpotensi bergerak naik setelah fase akumulasi selesai. Jika tren ini berlanjut, ESSA berpeluang melanjutkan penguatan, terutama jika didukung oleh katalis fundamental maupun sentimen sektor energi dan petrokimia.

Dengan demikian, pergerakan saham ESSA dalam periode ini mencerminkan optimisme pasar yang mulai terbentuk. Investor disarankan untuk tetap memperhatikan volume, distribusi broker, serta level harga kunci guna mengantisipasi arah pergerakan selanjutnya.

Laba dan Pendapatan ESSA Menurun

ESSA mencatatkan penurunan kinerja keuangan sepanjang tahun buku 2025 di tengah tekanan pada pendapatan dan margin laba. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis, ESSA membukukan pendapatan sebesar USD295,01 juta, turun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai USD301,40 juta.

Penurunan pendapatan tersebut turut menekan laba bruto perseroan menjadi USD98,86 juta dari sebelumnya USD108,04 juta. Sejalan dengan itu, beban pokok penjualan meningkat secara relatif, sehingga margin laba bruto mengalami penyusutan.

Dari sisi profitabilitas, ESSA mencatat laba bersih tahun berjalan sebesar USD40,28 juta pada 2025, turun dari USD45,18 juta pada tahun sebelumnya.

Tak hanya itu, EBITDA ESSA pada 2025 juga mengalami penyusutan menjadi USD119 juta atau menurun 2 persen yoy dari tahun lalu sebesar USD129 juta.

Meski demikian, perseroan berhasil menekan beban bunga dan keuangan secara signifikan menjadi USD3,64 juta dari USD10,08 juta pada tahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, total aset ESSA tercatat sebesar USD646,56 juta per akhir 2025, menurun dibandingkan posisi 2024 sebesar USD693,68 juta. Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya aset tetap yang tercatat sebesar USD411,99 juta dari sebelumnya USD451,39 juta.

Di sisi lain, total liabilitas perseroan turun signifikan menjadi USD62,91 juta dari USD139,80 juta pada tahun sebelumnya, mencerminkan upaya deleveraging yang cukup agresif.

Sementara itu, total ekuitas meningkat menjadi USD583,65 juta dari USD553,88 juta, didorong oleh akumulasi laba ditahan yang mencapai USD281,92 juta.

Di sisi lain, emiten sektor energi dan kimia ini terus memperkuat posisi keuangannya setelah melakukan pelunasan lebih awal atas seluruh pinjamannya pada Tahun 2025.

Kinerja kuartal IV 2025 ESSA dibarengi oleh pemulihan tajam harga amoniak yang meningkat sebesar 31 persen secara kuartalan (QoQ).

Dengan operasional yang solid serta didukung keandalan pabrik yang baik, memungkinkan Perseroan memanfaatkan kenaikan harga tersebut di tengah gangguan pasokan amoniak global.

Kanishk Laroya, Presiden Direktur & CEO ESSA mengatakan tingkat operasi yang optimal serta keandalan fasilitas produksi yang tinggi menjadi faktor utama kuatnya operasional ESSA sehingga mampu mengimbangi sebagian besar dampak penurunan harga terhadap pendapatan.

"Pabrik LPG kami telah mencatat lebih dari 6,5 tahun tanpa gangguan operasional (zero plant trip), sementara pabrik amoniak telah mencapai 9,4 juta jam kerja aman, yang mencerminkan komitmen ESSA terhadap keunggulan operasional," ujar dia dalam keterangannya, Sabtu, 7 Maret 2026.

Pada tahun ini, kata Laroya, ESSA akan melaksanakan turnaround terjadwal untuk pabrik amoniak pada Kuartal II 2026 guna memastikan keselamatan, keandalan, efisiensi, dan keberlanjutan operasional dalam jangka panjang.

Ia menambahkan, pengelolaan keuangan yang prudent juga memungkinkan kami menurunkan beban bunga serta memperkuat kinerja laba.

"Pada Tahun 2025, kami berhasil mencapai posisi debt-free dengan posisi kas bersih sebesar USD126 juta, yang menempatkan ESSA pada posisi yang kuat untuk memanfaatkan neraca keuangan dalam mendukung berbagai peluang  pertumbuhan selanjutnya.” pungkasnya.

Jika dilihat dari sisi solvabilitas jangka pendek, ESSA mencatat current ratio sebesar 10,55 kali pada kuartal terakhir. Bahkan, quick ratio yang mencapai 8,63 kali.

Sementara itu, dari sisi profitabilitas, ESSA tetap menunjukkan kinerja yang cukup menarik. Return on Assets (ROA) tercatat sebesar 6,14 persen, yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aset yang dimiliki.

Adapun Return on Equity (ROE) berada di level 8,89 persen, menunjukkan tingkat pengembalian kepada pemegang saham yang masih kompetitif.

Lebih lanjut, margin keuntungan ESSA juga tergolong tinggi. Gross profit margin tercatat sebesar 45,73 persen. Sementara itu, operating profit margin mencapai 35,38 persen.

Adapun net profit margin sebesar 20,06 persen mengindikasikan bahwa ESSA masih mampu menjaga profit bersih pada level yang sehat. 
 

Pergerakan Saham ESSA

Pergerakan saham ESSA menunjukkan dinamika yang cenderung fluktuatif dalam jangka pendek, meskipun secara tren menengah hingga panjang masih mencatatkan kinerja positif.

Berdasarkan data perdagangan yang dikutip dari Stockbit, pada perdagangan terakhir atau Rabu, 8 April 2026, saham ESSA ditutup melemah 0,69 persen ke level Rp720. 

Namun, jika ditarik ke periode mingguan, saham  ESSA justru mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 7,46 persen. Dalam rentang ini, harga bergerak dari level Rp655 hingga Rp745.

Meski demikian, dalam periode satu bulan, saham ini masih mencatatkan koreksi sebesar 6,49 persen. Tren yang lebih positif terlihat dalam jangka waktu tiga bulan, di mana saham ESSA menguat sebesar 13,39 persen.

Bahkan dalam periode enam bulan (6M), saham ini masih mencatatkan kenaikan sebesar 3,60 persen.Secara year-to-date (YTD), saham ESSA telah menguat sebesar 19,01 persen, sementara dalam satu tahun terakhir kenaikannya mencapai 20 persen.

Namun demikian, jika melihat ke periode lebih panjang, saham ESSA masih menghadapi tantangan. Dalam tiga tahun, saham ini tercatat masih terkoreksi sebesar 22,99 persen.

Meski begitu, dalam lima tahun, saham ESSA justru melonjak signifikan sebesar 83,67 persen, bahkan dalam 10 tahun kenaikannya mencapai 445,45 persen. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya