KABARBURSA.COM — PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melaporkan telah menggelontorkan dana sebesar Rp42,25 miliar untuk aktivitas eksplorasi sepanjang kuartal II tahun 2025.
Dana tersebut difokuskan pada kegiatan pengeboran, pengambilan sampel, hingga pemantauan geoteknik di beberapa wilayah tambang aktif milik perseroan, dengan target utama memperluas cakupan area cadangan batu bara.
Dalam laporan resmi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen PTBA menyebutkan bahwa kegiatan eksplorasi dilakukan secara intensif di wilayah Unit Pertambangan Tanjung Enim, yang mencakup Izin Usaha Pertambangan (IUP) Air Laya, Muara Tiga Besar (MTB), Banko Barat, serta Banko Tengah.
Kegiatan pengeboran dilakukan sebanyak 131 titik dengan total kedalaman mencapai 21.737 meter. Selain itu, PTBA juga melakukan pengeboran tambahan sebanyak 119 titik dengan kedalaman 18.846 meter untuk memperluas cakupan eksplorasi area aktif.
Selain pengeboran, eksplorasi PTBA juga mencakup aktivitas logging geofisika, pengambilan sampel batu bara dan batuan, serta pemantauan posisi lapisan batu bara (Top of Coal–TOC dan Bottom of Coal–BOC).
Menurut laporan itu, PTBA melalui kerja sama dengan PT Sucofindo dan PT Resources ID telah melakukan pengambilan 2.240 conto batu bara untuk analisis kualitas, 524 conto intibor untuk uji keasaman batuan, serta 1.067 conto untuk uji mekanika batuan.
Kegiatan monitoring TOC dan BOC dilaksanakan di area seluas 985 hektare. Proses ini bertujuan untuk menilai kontur dan kedalaman lapisan batu bara, yang menjadi kunci dalam merancang strategi tambang secara lebih efisien.
"Sebagian besar kegiatan eksplorasi ditujukan untuk infill drilling di area tambang aktif dan perluasan coverage area eksplorasi," kata Sekretaris Perusahaan PTBA, Niko Chandra, melalui keterbukaan informasi
Total biaya yang dikeluarkan untuk seluruh aktivitas eksplorasi pada periode April hingga Juni 2025 tercatat mencapai Rp42,25 miliar, terdiri dari belanja jasa pengeboran, survei geofisika, sampling, monitoring geoteknik, dan biaya operasional pendukung lainnya seperti pengelolaan database dan lisensi software.
Rencana Pengeboran Dilanjutkan di Kuartal III
Perseroan memastikan bahwa kegiatan eksplorasi akan dilanjutkan pada kuartal III 2025. Fokus akan tetap diarahkan pada tambang-tambang aktif di wilayah Air Laya, Muara Tiga Besar, Banko Barat, dan Banko Tengah B, yang merupakan bagian dari IUP-OP milik PTBA di Sumatera Selatan.
Selain itu, kegiatan eksplorasi juga akan melibatkan pemantauan data geoteknik serta pengambilan sampel tambahan guna mengoptimalkan estimasi sumber daya batu bara ke depan.
"Continue kegiatan pada tahun 2025, termasuk pengeboran tambahan dan kegiatan monitoring lanjutan," tulis manajemen dalam ringkasan kegiatan.
Sementara itu, untuk Unit Pertambangan Ombilin (UPO) di Sumatera Barat, PTBA belum melaksanakan kegiatan eksplorasi pada triwulan II 2025. Manajemen menyampaikan bahwa kegiatan eksplorasi di lokasi tersebut baru akan dimulai pada tahun 2026 mendatang.
Adapun entitas anak PTBA, yakni PT Internasional Prima Coal (PT IPC), juga belum melakukan kegiatan eksplorasi selama kuartal II 2025. PT IPC baru akan memulai eksplorasi di blok E02, wilayah bagian timur-selatan pada kuartal IV.
Eksplorasi oleh PTBA tidak sepenuhnya dilakukan secara internal. Dalam pelaksanaan aktivitas di kuartal II 2025, PTBA menggandeng mitra eksternal seperti PT Sucofindo dan PT Resources ID sebagai pihak ketiga yang membantu pelaksanaan uji laboratorium, pengambilan sampel, dan logging geofisika.
Keterlibatan mitra ini dinilai penting dalam menjamin validitas teknis dan objektivitas data yang dikumpulkan di lapangan.
Dari total dana eksplorasi sebesar Rp42,25 miliar, alokasi terbesar dicatatkan pada aktivitas pengeboran dan geofisika, yaitu Rp35,75 miliar. Sementara itu, pengambilan sampel dan uji laboratorium memakan biaya Rp400 juta.
Monitoring TOC dan BOC memerlukan Rp750 juta, dan kegiatan administratif eksplorasi seperti database dan lisensi sistem informasi mencapai Rp5,36 milia.
Biaya tersebut merupakan realisasi periode Maret hingga Mei 2025 dan belum melalui audit independen.
PTBA saat ini memiliki hak atas sejumlah IUP di Sumatera Selatan, yaitu di Air Laya, Muara Tiga Besar, Banko Barat, dan Banko Tengah. Keempat wilayah ini termasuk dalam konsesi utama yang menjadi tulang punggung operasional dan cadangan batu bara PTBA.
Sebagian besar kegiatan eksplorasi difokuskan untuk mengoptimalkan tambang aktif dan memetakan potensi ekspansi di wilayah yang berdekatan.
Manajemen PTBA menyatakan bahwa publikasi laporan eksplorasi setiap kuartal merupakan bentuk komitmen terhadap transparansi dan tata kelola perusahaan yang baik. Data-data eksplorasi ini digunakan oleh investor dan analis untuk menilai keberlanjutan produksi dan potensi penambahan cadangan batu bara perseroan.
“Perseroan bertanggung jawab penuh atas informasi yang tertera dalam dokumen ini,” tulis Niko Chandra dalam keterangan resminya. (*)