KABARBURSA.COM - PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) mengalami penguatan 2,84 persen atau naik 20 poin ke level Rp725 pada sesi I perdagangan Selasa, 23 Desember 2025. Jika melihat data trade book, pergerakan saham DKFT didominasi aksi beli sepanjang sesi I.
Berdasarkan data perdagangan Stockbit, hingga menjelang tengah hari, akumulasi buy DKFT tercatat berada di rata-rata 135 ribu lot, sementara sell hanya berada di kisaran 55 ribu lot.
Lonjakan beli terlihat terjadi sekitar pukul 10.10–10.15 WIB, kurva beli meningkat tajam dalam waktu singkat. Setelah fase tersebut, akumulasi buy tetap berlanjut secara bertahap hingga akhir sesi, tanpa diikuti lonjakan jual yang sepadan.
Dari sisi orderbook, struktur antrean beli DKFT tampak relatif tebal dan berlapis di area harga bawah. Bid terbesar terkonsentrasi di rentang 720 hingga 705, dengan antrean mencapai belasan ribu lot pada beberapa level harga. Bid juga tersebar merata hingga area 725.
Sementara itu, antrean jual terlihat lebih tersebar ke atas dan tidak membentuk tembok jual signifikan di satu level tertentu. Ask terdistribusi bertahap mulai dari 730 hingga 800, dengan jumlah lot yang relatif terpecah-pecah.
Adapun, harga DKFT kembali berada di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20) yang berada di kisaran Rp702 setelah ditutup menguat di level Rp705 pada Senin, 22 Desember 2025. Pergerakan tersebut terjadi setelah harga membentuk rebound dari area bawah dan diikuti munculnya candle hijau dengan volume transaksi yang lebih aktif dibandingkan hari sebelumnya.
Meski demikian, posisi harga DKFT masih berada di bawah rata-rata pergerakan 50 hari (MA50) yang tercatat di sekitar Rp741.
Secara mingguan, kinerja saham DKFT menunjukkan penguatan setelah naik 5,07 persen, bergerak dari area 670 hingga 725. Sementara dalam periode satu bulan, DKFT menguat 2,84 persen dengan kisaran harga 665–735.
Pada periode tiga bulan, saham DKFT masih membukukan kenaikan 2,84 persen. Adapun secara enam bulan, kinerja saham ini mencatatkan lonjakan signifikan dengan kenaikan mencapai 70,99 persen, dari level terendah 404 hingga mendekati 900.
Penguatan paling menonjol terlihat pada kinerja jangka panjang. Secara year to date (YTD), DKFT melonjak 245,24 persen, bergerak dari level 189 hingga mendekati 900. Dalam periode satu tahun (1Y), saham ini mencatatkan kenaikan 248,56 persen.
Akumulasi Asing
Di sisi lain, aktivitas perdagangan saham DKFT pada Senin, 22 Desember 2025, didominasi oleh aksi investor asing melalui beberapa broker besar.
UBS Sekuritas Indonesia (AK) tercatat sebagai broker dengan pembelian terbesar. AK membukukan nilai beli sebesar Rp2,5 miliar atau setara 35,8 ribu lot, dengan harga beli rata-rata di level 696.
Di posisi berikutnya, Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) mencatatkan pembelian saham DKFT senilai Rp1,2 miliar atau 17,5 ribu lot pada harga rata-rata 694. Selanjutnya, Mandiri Sekuritas (CC) juga terlihat aktif mengakumulasi DKFT dengan nilai beli mencapai Rp997,8 juta atau 14,3 ribu lot, di harga rata-rata 697.
Sementara itu, KGI Sekuritas Indonesia (HD) tercatat melakukan pembelian senilai Rp41,2 juta atau sebanyak 592 lot, dengan harga rata-rata 695.
Di sisi penjualan, hanya satu broker yang terpantau melakukan aksi jual. JP Morgan Sekuritas Indonesia (BK) tercatat melepas saham DKFT dengan nilai Rp127,1 juta atau sekitar 1,8 ribu lot. (*)