Insight Daily 25 Jun 2026 Penulis: KabarBursa.com

Di Balik Harga Anjlok GGRM, Ada Aksi Besar dari Investor Asing

Berdasarkan data konsensus di Stockbit, dari 13 analis GGRM masih mendapat pandangan positif

KABARBURSA.COM - Harga saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) terpantau anjlok hingga 5,25 persen atau turun 900 poin ke level Rp16.250 pada perdagangan Rabu, 24 Juni 2026. Namun di saat yang sama, investor asing gencar melakukan aksi borong.Mengutip data perdagangan Stockbit, Broker UBS Sekuritas Indonesia (AK) tercatat sebagai pembeli terbesar dengan nilai trans...

(Foto: dok Gudang Garam)
(Foto: dok Gudang Garam)

Insight Navigator

  1. 01 Valuasi GGRM, Masih Murah?
  2. 02 Pergerakan Saham GGRM

KABARBURSA.COM - Harga saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) terpantau anjlok hingga 5,25 persen atau turun 900 poin ke level Rp16.250 pada perdagangan Rabu, 24 Juni 2026. Namun di saat yang sama, investor asing gencar melakukan aksi borong.

Mengutip data perdagangan Stockbit, Broker UBS Sekuritas Indonesia (AK) tercatat sebagai pembeli terbesar dengan nilai transaksi yang sangat dominan, yakni mencapai Rp5,5 miliar dengan total volume pembelian sebanyak 3,3 ribu lot pada harga rata-rata Rp16.623 per saham.

Di posisi kedua, CLSA Sekuritas Indonesia (KZ) turut membukukan nilai pembelian bersih sebesar Rp1,6 miliar dengan harga rata-rata Rp16.557 per saham.

Pergerakan akumulasi itu kemudian diikuti oleh CGS International Sekuritas Indonesia (YU) yang memborong sebesar Rp797,2 juta, serta J.P. Morgan Sekuritas Indonesia (BK) dengan nilai transaksi mencapai Rp403,8 juta.

​Sebaliknya, dari sisi penjualan, nilai pelepasan saham oleh investor asing tercatat jauh lebih kecil dibandingkan dengan nilai belinya. Mandiri Sekuritas (CC) memimpin aksi jual asing dengan nilai hanya sebesar Rp619,6 million.

Peringkat kedua ditempati oleh Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) senilai Rp142,8 juta, dan kemudian diikuti OCBC Sekuritas Indonesia (TP) yang melepas Rp37,5 juta.

​Ketimpangan yang sangat jauh antara total nilai beli dan nilai jual dari investor asing ini menegaskan adanya pola akumulasi yang kuat di saat harga sedang terdiskon.

Berdasarkan data konsensus di Stockbit, dari 13 analis, GGRM mendapatkan rekomendasi beli yang menandakan adanya potensi pertumbuhan nilai dari saham produsen rokok ini.

Apabila dibedah secara rinci dari total 13 analis yang aktif memberikan rating risetnya terhadap saham GGRM, mayoritas sebanyak tujuh analis secara tegas memberikan rekomendasi beli.

Sementara itu, tingkat optimisme yang moderat ditunjukkan oleh tiga analis yang memberikan rekomendasi tahan. Di sisi lain, terdapat pula pandangan kontra dari tiga analis sisanya yang memberikan rekomendasi jual terhadap saham ini.

Selain memberikan rekomendasi rating buy, hold, dan sell, para analis tersebut juga menetapkan proyeksi target harga jangka menengah untuk saham GGRM.

Berdasarkan kompilasi data Stockbit, target harga rata-rata yang dipatok oleh para analis untuk saham GGRM berada di level Rp16.650 per lembar saham. Target harga rata-rata ini menjadi indikator acuan utama pergerakan harga wajar yang diekspektasikan oleh pasar saat ini.

Lebih lanjut, jika melihat rentang estimasi harga yang diberikan oleh para analis, terdapat jarak atau kesenjangan yang cukup lebar antara proyeksi tertinggi dan terendah.

Analis yang berada di kubu paling optimis memberikan estimasi target harga tertinggi mencapai angka Rp21.500 per lembar saham. Sebaliknya, analis yang berada di kubu  konservatif atau pesimis menetapkan estimasi target harga terendah di level Rp5.600 per lembar saham.

Adapun Dengan posisi harga penutupan GGRM di harga Rp16.250, pergerakan saham GGRM saat ini terpantau sedang diperdagangkan di bawah target harga rata-rata analis yang berada di level Rp16.650, yang sekaligus menjadi landasan di balik dominasi rekomendasi beli oleh mayoritas analis.

Valuasi GGRM,  Masih Murah?

Di tengah koreksi harga saham yang menempatkannya di level Rp16.250 per lembar, seluruh indikator rasio fundamental GGRM justru mengindikasikan posisi valuasi yang secara teoritis tergolong tidak mahal.

Melansir Stockbit, rasio harga terhadap Laba atau P/E Ratio (TTM) dari saham GGRM tercatat berada di level 10,46 kali. Sementara itu, untuk P/E Ratio annualised berada di angka 5,08 kali, dan forward P/E Ratio dipatok sebesar 9,47 kali.

Indikator harga terhadap nilai buku atau Price to Book Value (PBV) menunjukkan angka sebesar 0,49 kali, yang berarti harga pasar saham saat ini diperdagangkan  di bawah nilai buku aset bersihnya.

Selain itu, rasio pasar lainnya seperti Price to Sales (TTM) tercatat sebesar 0,36 kali, Price to Cashflow (TTM) sebesar 2,39 kali, Price to Free Cashflow (TTM) 2,91 kali, serta rasio nilai perusahaan atau EV terhadap EBITDA (TTM) berada di posisi kuat 3,00 kali.

Secara performa per lembar saham (Per Share), perusahaan berkode saham GGRM ini membukukan nilai laba bersih per saham atau Current EPS (TTM) sebesar Rp1.554,15, dengan proyeksi EPS Annualised mencapai Rp3.197,81.

Kapasitas perolehan omzet atau pendapatan perusahaan tercermin dengan jelas dari Revenue Per Share (TTM) yang menembus Rp44.913,52.

Sementara untuk posisi keuangan lainnya, nilai kas per saham atau Cash Per Share (Quarter) tercatat sebesar Rp2.718,62, nilai buku per saham (Current Book Value Per Share) sebesar Rp33.317,57, serta kemampuan menghasilkan kas bersih tercermin dari Free Cashflow Per Share (TTM) sebesar Rp5.587,54.

Beralih pada indikator solvabilitas dan profitabilitas perusahaan, tingkat kemampuan likuiditas jangka pendek GGRM tergolong aman dengan Current Ratio (Quarter) sebesar 3,86 kali, meskipun nilai Quick Ratio (Quarter) berada di angka 0,68 kali.

Dari aspek rasio profitabilitas, tingkat pengembalian investasi aset atau Return on Assets (ROA TTM) tercatat sebesar 3,89 persen, dan tingkat pengembalian ekuitas pemegang saham atau Return on Equity (ROE TTM) berada di level 4,66 persen.

Kemampuan perusahaan dalam mencetak margin keuntungan operasional ditunjukkan oleh Gross Profit Margin (Quarter) sebesar 15,62 persen, Operating Profit Margin (Quarter) mencapai 10,05 persen, serta raihan Net Profit Margin (Quarter) sebesar 7,65 persen.

Terakhir, dari kebijakan alokasi keuntungan untuk pemegang saham, GGRM mencatatkan nilai pembayaran Dividen (TTM) sebesar Rp500,00 per lembar dengan rasio pembayaran sebesar 15,64 persen.

Angka pembagian tersebut menghasilkan tingkat imbal hasil dividen sebesar 3,08 persen, dengan catatan tanggal batas akhir dividen historis yang jatuh pada 7 Juli 2025.

Seluruh rangkaian angka indikator fundamental ini memberikan basis data yang sangat solid bagi para pelaku pasar dalam mengukur nilai intrinsik riil dari GGRM secara presisi.

Pergerakan Saham GGRM

Penurunan harian yang cukup dalam ini berbanding terbalik jika melihat performa GGRM dalam rentang waktu jangka pendek hingga menengah sepanjang tahun berjalan.

Mengutip data Stockbit, dalam skala satu minggu terakhir, saham ini sebenarnya masih mampu mencatatkan pertumbuhan tipis sebesar 0,31 persen dengan pergerakan di antara Rp15.650 hingga Rp17.250.

Tren positif tersebut bahkan terlihat lebih solid dalam akumulasi satu bulan terakhir yang tumbuh 2,85 persen (rentang Rp14.000 – Rp17.400), serta performa tiga bulan yang melonjak signifikan sebesar 16,07 persen dengan batas atas menyentuh Rp17.975.

​Optimisme pasar di tingkat menengah ini juga dipertegas oleh performa Year-to-Date (YTD) yang melesat 16,07 persen, serta pertumbuhan enam bulan yang mencapai 26,71 persen dari harga terendah Rp12.625.

Lebih impresif lagi, performa tahunan GGRM memperlihatkan lonjakan tajam sebesar 87,86 persen, bergerak dari level terendah setahunnya di Rp8.300 menuju level tertingginya di Rp17.975.

​Namun, reli impresif dalam setahun terakhir belum mampu menghapus koreksi struktural yang dialami GGRM dalam jangka panjang.

Saham industri tembakau ini masih terjebak dalam tren penurunan sekuler yang masif. Data performa tiga tahunan menunjukkan koreksi tajam sebesar 43,13 persen dari harga puncak Rp29.550.

​Tekanan jangka panjang ini semakin terlihat mengkhawatirkan jika ditarik ke performa lima tahun yang longsor hingga 57,15 persen dari harga Rp47.250, dan puncaknya pada performa sepuluh tahun di mana saham GGRM telah ambles sedalam 75,17 persen dari masa kejayaannya ketika menyentuh level psikologis Rp100.975 per lembar saham. 

Meski saham GGRM terkoreksi tajam 5,25 persen ke level Rp16.250 pada kemarin, data transaksi menunjukkan investor asing justru melakukan akumulasi yang cukup agresif.

Nilai pembelian oleh broker-broker yang identik dengan aliran dana asing jauh melampaui nilai penjualannya.

Dari sisi fundamental, GGRM diperdagangkan dengan sejumlah rasio yang relatif rendah, termasuk PBV 0,49 kali yang berarti harga saham berada di bawah nilai buku perusahaan.  (*) 
 

Disclaimer

Data dan analisis yang disampaikan dalam pemberitaan ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan harga saham, masuknya supply dan demand pasar, aksi pelaku besar, serta perubahan sentimen dan perilaku investor di pasar modal.

Analisis disusun untuk memberikan konteks mengenai struktur pasar, pola akumulasi dan distribusi, kondisi fundamental, serta perilaku pelaku pasar terhadap saham FILM, dan bukan merupakan ajakan membeli maupun menjual saham tertentu.

Investor diimbau untuk tetap melakukan analisis secara mandiri, memperhatikan keterbukaan informasi resmi Perseroan, serta mempertimbangkan profil risiko dan strategi investasi masing-masing sebelum mengambil keputusan investasi.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya