Insight Daily 21 Nov 2025 Penulis: KabarBursa.com

Dana Global Bidik AALI, Saham Makin Kokoh di Atas MA50

Berdasarkan data broker summary Stockbit, aliran dana masuk terlihat dominan dari beberapa broker internasional yang menempatkan AALI di area big accumulation.

KABARBURSA.COM - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatat aktivitas akumulasi dari investor global melalui beberapa broker sepanjang periode perdagangan 17–20 November 2025.Berdasarkan data broker summary Stockbit, aliran dana masuk terlihat dominan dari beberapa broker internasional yang menempatkan AALI di area big accumulation.Berbicara pergerakan harga ...

Kebun sawit milik PT Astra Agro Lestari Tbk. Foto: Dok AALI.
Kebun sawit milik PT Astra Agro Lestari Tbk. Foto: Dok AALI.

Insight Navigator

  1. 01 Kinerja Keuangan Kuartal III 2025

KABARBURSA.COM - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatat aktivitas akumulasi dari investor global melalui beberapa broker sepanjang periode perdagangan 17–20 November 2025.

Berdasarkan data broker summary Stockbit, aliran dana masuk terlihat dominan dari beberapa broker internasional yang menempatkan AALI di area big accumulation.

Di sisi pembelian, broker KZ menjadi pengumpul terbesar dengan nilai beli mencapai Rp7,8 miliar atau sekitar 10,1 ribu lot pada harga rata-rata Rp7.771.

Berikutnya, broker YU mencatat pembelian senilai Rp2,9 miliar untuk 3.700 lot di kisaran harga Rp7.786. Aksi beli signifikan juga terlihat dari broker BK yang menghimpun sekitar Rp2,3 miliar atau 3.000 lot dengan rata-rata harga Rp7.767.  

Di sisi penjualan, tekanan terbesar berasal dari broker AK dengan nilai lepas mencapai Rp3,6 miliar di rentang harga Rp7.768.

Tak hanya itu, investor asing juga melakukan guyuran memalui broker CC sebanyak 141 lot di harga Rp7.747 hingga YP 10 lot di harga rata-rata Rp7.710.

Jika dilihat, nilai tersebut masih lebih kecil dibanding total akumulasi yang berlangsung, sehingga struktur transaksi asing tetap berada di area dominan hijau pada indikator broker action dalam kategori asing.


Di sisi lain, AALI mendapat sentimen positif dari konsensus analis Stockbit. Berdasarkan data terbaru, sembilan analis yang memantau AALI memberikan pandangan yang cenderung optimistis terhadap prospek emiten perkebunan tersebut.

Dari total tersebut, tiga analis menetapkan rekomendasi beli, sementara enam lainnya memilih tahan. Tidak ada analis yang memberikan rekomendasi jual. Konsensus target harga rata-rata berada di level Rp8.182 dengan estimasi tertinggi mencapai Rp11.700.

Berbicara pergerakan harga saham, dalam satu pekan, AALI mencatatkan penguatan sekitar 1,62 persen, setelah bergerak di kisaran Rp7.625–Rp7.875.

Pada periode satu bulan terakhir, saham ini sedikit melemah sekitar 0,95 persen, dengan pergerakan harga yang cukup lebar antara Rp7.550–Rp8.275.

Meski begitu, tren pemulihan lebih jelas terlihat pada periode tiga bulan, di mana harga naik sekitar 5,74 persen, bergerak dalam rentang Rp6.975–Rp9.000.

Momentum paling kuat tampak pada rentang enam bulan, ketika harga AALI melonjak sekitar 30,42 persen, menguat dari area Rp5.600 hingga menyentuh Rp9.000. Peningkatan serupa juga tercermin dalam kinerja year-to-date (ytd) yang menunjukkan kenaikan sekitar 26,21 persen, dari kisaran Rp5.200 menuju level Rp9.000.

Adapun pada perdagangan hari ini, Jumat, 21 November 2025, ALLI ditutup koreksi pada sesi I sebesar 0,63 persen ke level 7.825.

Jika dilihat, pda pertengahan 2025, harga AALI berhasil menembus seluruh garis moving average utama—MA14, MA21, hingga MA50 yang sebelumnya menjadi batas tren turun.

Setelah reli cepat yang membawa harga mendekati area Rp9.500, AALI bergerak stabil di kisaran Rp7.800–Rp8.000.

Dari sisi indikator tren, MA14 dan MA21 kini berada tepat di bawah harga dan berperan sebagai penopang dinamis. Di sisi lain, MA50 yang perlahan naik dan berada di area Rp6.400.


Kinerja Keuangan Kuartal III 2025

AALI mencatat kinerja solid sepanjang sembilan bulan pertama 2025. Emiten perkebunan sawit ini berhasil menutup periode dengan peningkatan signifikan pada pendapatan, laba, dan arus kas operasi.

Dalam laporan keuangan kuartal III 2025 yang dirilis di keterbukaan informasi BEI, AALI membukukan pendapatan bersih Rp22,12 triliun, meningkat dari posisi Rp16,29 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Beban pokok pendapatan tercatat naik menjadi Rp18,86 triliun. Meski demikian, laba bruto masih mampu tumbuh menjadi Rp3,26 triliun, dari sebelumnya Rp2,01 triliun.

Kinerja laba AALI menunjukkan tren positif. Laba sebelum pajak tercatat Rp1,56 triliun, meningkat dari Rp1,14 triliun pada 2024. Sementara itu, laba tahun berjalan mencapai Rp1,11 triliun, lebih tinggi dibanding Rp830,26 miliar pada periode sebelumnya.

Adapun laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp1,07 triliun, dibanding Rp801,15 miliar pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini juga tercermin pada laba per saham (EPS) yang meningkat menjadi Rp555,99, dari Rp416,25 pada 2024.

Total aset AALI per September 2025 mencapai Rp27,96 triliun, sedikit turun dari posisi akhir 2024 sebesar Rp28,79 triliun. Namun, posisi kas justru meningkat signifikan menjadi Rp4,93 triliun, dari Rp3,24 triliun pada akhir tahun lalu.

AALI juga mencatat arus kas operasi yang kuat sebesar Rp5,76 triliun, naik dibanding Rp4,01 triliun pada periode yang sama tahun lalu.(*)
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya