KABARBURSA.COM - Saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) terpantau sudah banyak diakumulasi investor asing melalui beberapa broker besar pada perdagangan Senin, 8 Desember 2025.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Stockbit, UBS Sekuritas Indonesia (AK) tercatat menjadi broker dengan pembelian bersih terbesar. Broker ini mencatatkan net buy senilai Rp24,8 miliar dengan volume sekitar 57,6 ribu lot saham pada harga rata-rata Rp4.192.
Aktivitas beli juga dilakukan Mandiri Sekuritas (CC) dengan nilai Rp9,2 miliar dan volume 21,2 ribu lot pada harga rata-rata Rp4.188.
Selanjutnya, JP. Morgan Sekuritas Indonesia (BK) mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp6,8 miliar dengan volume 16,9 ribu lot pada harga rata-rata Rp4.128.
Sejumlah broker lain turut memperkuat sisi pembelian. ZP membukukan net buy Rp4,6 miliar dengan volume 10,5 ribu lot pada harga rata-rata Rp4.166.
Sementara YU mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp4,1 miliar dengan volume 10 ribu lot pada harga rata-rata Rp4.107.
Di sisi sebaliknya, tekanan jual tercatat relatif terbatas dan tidak terpusat. TP menjadi broker dengan penjualan bersih terbesar sebesar Rp560,2 juta, disusul YP yang mencatatkan Rp136,7 juta dan LG sebesar Rp61,7 juta.
COIN dibuka melemah sebesar 0,69 persen ke level 4.320 pada perdagangan Selasa, 9 Desember 2025. Namun saham ini melejit di sesi I hingga sempat menyentuh level Rp4.740.
Meski saham menguat, aktivitas perdagangan saham COIN hingga siang hari masih didominasi oleh transaksi jual. Data trade book menunjukkan akumulasi transaksi sell berada di atas buy sejak awal sesi hingga pukul 14.35 WIB, meskipun minat beli tetap berjalan konsisten sepanjang perdagangan.
Berdasarkan pantauan Kabarbursa.com, sejak sesi pembukaan pukul 09.00 WIB, transaksi jual dan beli sama-sama meningkat tajam. Namun, hingga siang hari, total akumulasi transaksi jual tercatat lebih tinggi.
Harga saham COIN menunjukkan penguatan yang agresif. Secara satu minggu, harga saham telah naik 26,45 persen, sementara secara satu bulan mencatatkan kenaikan 47,12 persen.
Tren penguatan berlanjut dalam jangka menengah. Dalam tiga bulan terakhir, saham COIN tercatat melonjak 92,86 persen. Bahkan secara year to date, harga saham ini telah meningkat hingga 4.490 persen.
Kinerja Kuartal III 2025
COIN) berhasil membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025. Emiten yang bergerak di ekosistem aset kripto ini mencetak EBITDA mencapai Rp100,7 miliar dan laba bersih Rp41,1 miliar.
Perseroan juga mencatat pendapatan sebesar Rp 204,6 miliar, atau naik sekitar 19 kali lipat dibandingkan periode tahun 2024. Tidak hanya dari sisi pendapatan, COIN tercatat mampu mengurangi liabilitas jangka pendek secara drastis dari Rp231,9 miliar pada akhir 2024 menjadi hanya Rp45,9 miliar per 30 September 2025.
Sepanjang kuartal III 2025, COIN juga berhasil mengantongi arus kas bersih dari aktivitas operasi yang positif sebesar Rp 99,6 miliar.
Direktur Utama COIN, Ade Wahyu mengungkapkan apiknya kinerja Perseroan didukung oleh positifnya kondisi pasar aset kripto sepanjang tahun ini, khususnya pada periode Juli hingga September 2025.
Ade menuturkan, tren positif tersebut memberikan dampak positif terhadap kinerja kedua anak perusahaan, yakni PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC).
"Kinerja solid Perseroan didukung oleh volume transaksi aset kripto yang mengalami kenaikan baik di pasar spot maupun derivatif kripto di Bursa CFX pada kuartal III-2025," ujar dia dalam keterangannya beberapa waktu lalu.
Bahkan, kata Ade, porsi perdagangan derivatif kripto terhadap keseluruhan transaksi aset kripto mencapai 28 persen dibanding kuartal sebelumnya yang 17 persen.
Menurutnya, kondisi ini memperlihatkan minat dan kepercayaan konsumen terhadap produk milik anak perusahaan COIN juga meningkat
Sebagai informasi, nilai transaksi derivatif kripto di Bursa CFX melonjak 118 persen dari Rp24,17 triliun di kuartal II-2025 menjadi Rp52,71 triliun pada kuartal III-2025.
Sehingga secara kumulatif, total transaksi derivatif telah mencapai Rp86,25 triliun untuk periode Januari hingga September 2025.
Di sisi lain, jumlah kas COIN berada di Rp361,88 miliar per 30 September 2025. Ade meyakini kondisi tersebut mencerminkan fondasi fundamental perusahaan yang kokoh, memberikan fleksibilitas dan bantalan yang kuat untuk menghadapi dinamika pasar ke depan.