Insight Daily 24 Nov 2025 Penulis: KabarBursa.com

Dana Asing Masuk, FILM Bergerak di Atas MA

Harga menembus seluruh indikator moving average utama, sementara transaksi dan akumulasi broker institusi meningkat signifikan sepanjang pekan.

KABARBURSA.COM – Arus beli investor asing kembali mendorong pergerakan saham PT MD Entertainment Tbk (FILM) pada perdagangan Senin, 24 November 2025. Berdasarkan data perdagangan di platform Stockbit, aliran dana asing (foreign flow) yang masuk sejak pertengahan pekan lalu memberi kontribusi terhadap penguatan harga yang berlanjut hingga sesi pagi. FILM dipe...

Arus beli investor asing kembali mendorong pergerakan saham PT MD Entertainment Tbk (FILM) pada perdagangan Senin, 24 November 2025. (Foto: MD Entertainment)
Arus beli investor asing kembali mendorong pergerakan saham PT MD Entertainment Tbk (FILM) pada perdagangan Senin, 24 November 2025. (Foto: MD Entertainment)

Insight Navigator

  1. 01 Bandar Masuk dan Arus Asing Menguat di FILM
  2. 02 Akumulasi Bandar dan Foreign Flow Mendorong Kenaikan FILM
  3. 03 FILM Menguat di Atas MA

KABARBURSA.COM – Arus beli investor asing kembali mendorong pergerakan saham PT MD Entertainment Tbk (FILM) pada perdagangan Senin, 24 November 2025. 

Berdasarkan data perdagangan di platform Stockbit, aliran dana asing (foreign flow) yang masuk sejak pertengahan pekan lalu memberi kontribusi terhadap penguatan harga yang berlanjut hingga sesi pagi. FILM diperdagangkan naik 5,36 persen ke level 6.875 pada pukul 10.57 WIB dengan kisaran intraday 6.450–6.950. Volume transaksi mencapai 142,64 ribu lot dengan nilai perdagangan mendekati Rp96,7 miliar.

Kenaikan tersebut memperpanjang tren penguatan FILM dalam lima sesi terakhir. Arus beli asing yang stabil sejak 19 November membuat struktur harga FILM bertahan di area penguatan jangka pendek. 

Pergerakan positif ini berlangsung seiring meningkatnya partisipasi institusi dan kenaikan nilai transaksi harian yang berada jauh di atas rerata bulanannya. 

Posisi FILM yang kini bergerak di atas indikator harga jangka pendek dan menengah memperlihatkan rentang pemulihan yang tetap terjaga sejak pekan lalu. Volume dan nilai transaksi harian dalam lima hari terakhir tercatat konsisten berada pada level tinggi.

Bandar Masuk dan Arus Asing Menguat di FILM

Pergerakan harga FILM sejak sesi pembukaan berlangsung dalam rentang kenaikan yang terukur. Saham ini dibuka pada level 6.600 lalu bergerak stabil menuju area 6.900. Kenaikan intraday mencapai 350 poin atau 5,36 persen dari posisi pembukaan. 

Adapun nilai transaksi harian pada sesi pagi berada di kisaran Rp96–97 miliar, melampaui transaksi harian FILM pada 21 November yang tercatat sebesar Rp78,5 miliar. Volume perdagangan sebanyak 142,5 ribu lot pada sesi pagi juga berada jauh di atas rerata volume harian FILM sebesar 6,42 juta saham.

Posisi harga FILM kini bergerak stabil di atas indikator moving average (MA) utama. Data teknikal menunjukkan FILM diperdagangkan di atas MA5 di 6.335, MA10 di 6.052, dan MA20 di 5.837. 

Struktur tersebut memperlihatkan konsistensi pergerakan harga dalam rentang penguatan sejak 19 November. Kenaikan harga dalam tiga hari terakhir juga terjadi pada saat pembeli menjaga area support intraday di rentang 6.800–6.825. Level resistensi pendek muncul pada kisaran 6.925–7.000 yang terbentuk seiring tingginya antrean jual pada sesi pagi.

Data orderbook memperlihatkan struktur transaksi yang didominasi pembeli di level bawah. Antrean bid terbesar berada pada level 6.875 dengan 33 lot dan frekuensi tiga kali. Level bid lain muncul pada harga 6.850 dengan 76 lot, 6.825 dengan 16 lot, dan 6.800 dengan 9 lot. Total akumulasi bid mencapai 2.151 lot dari 193 kali frekuensi transaksi. 

Pada sisi lain, antrean offer lebih tinggi dengan total 8.668 lot dari 225 kali frekuensi. Penawaran jual terbesar tercatat pada level 6.950 dengan 422 lot dan diikuti level 6.975 yang mencapai 1.362 lot. Level 7.000 juga mencatat 3.312 lot dengan frekuensi aktif selama sesi pagi.

Komposisi tersebut memperlihatkan aktivitas jual lebih tebal pada rentang harga di atas 6.925. Pelaku pasar menempatkan penawaran dalam volume besar pada area psikologis 6.950–7.000. Struktur ini muncul setelah FILM mencatat reli dalam dua sesi sebelumnya sehingga sebagian trader melakukan aksi ambil untung. 

Namun di sisi bawah, antrean beli tetap stabil pada area support baru. Pergerakan bid yang aktif antara 6.825–6.875 menunjukkan adanya pengumpulan saham pada rentang tersebut.

Akumulasi Bandar dan Foreign Flow Mendorong Kenaikan FILM

Peran bandar dalam pergerakan FILM terlihat dari data broker summary periode 19–21 November. Mandiri Sekuritas (CC) menjadi pembeli terbesar dengan nilai beli Rp6 miliar dan jumlah 9.300 lot. Samuel Sekuritas Indonesia (IF) mengikuti dengan nilai Rp4,2 miliar dan volume 7.100 lot. 

OCBC Sekuritas Indonesia (TP) membukukan pembelian Rp2,7 miliar dan volume 4.500 lot. JP Morgan Sekuritas Indonesia (BK) dan UBS Sekuritas Indonesia (AK) turut menambah posisi meski dalam volume lebih kecil.

Pada sisi penjualan, Sucor Sekuritas (AZ) menjadi penjual terbesar dengan nilai Rp4,2 miliar dan volume 6.800 lot. Penjualan berikutnya datang dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) dengan nilai Rp2,7 miliar serta Phillip Sekuritas Indonesia (KK) dengan nilai Rp2,5 miliar.

Struktur akumulasi tersebut memperlihatkan bahwa konsentrasi pembelian didominasi broker institusi besar. CC, IF, dan TP tercatat menempatkan pembelian pada kisaran harga 6.197–6.343, berada dalam rentang penguatan intraday pada periode tersebut. 

Sementara penjualan dari AZ dan YP berlangsung pada harga rata-rata 6.112–6.321. Aktivitas tersebut menempatkan FILM dalam kondisi net buy pada broker summary dalam rentang 19–21 November.

Data foreign flow menampilkan aliran dana asing yang meningkat nyata dalam lima hari terakhir. Net foreign buy pada 21 November tercatat Rp19,79 miliar. 

Sehari sebelumnya, FILM mencatat net buy asing Rp44,27 miliar. Pada 19 November, aliran dana asing tercatat minus Rp33,37 miliar, namun kembali pulih memasuki akhir pekan. Total foreign flow kumulatif mencapai Rp3,346 triliun dan berada di atas foreign flow MA20 sebesar Rp3,272 triliun. Data screener menempatkan FILM dalam kategori akumulasi asing kuat selama dua hari berturut-turut.

Aktivitas foreigndomestic pada periode 19–21 November menunjukkan nilai beli asing sebesar Rp101,79 miliar dan nilai jual Rp71,10 miliar. Net foreign buy bersih mencapai Rp30,69 miliar. Volume pembelian asing tercatat 16,25 juta saham, sedangkan volume penjualannya mencapai 11,59 juta saham. 

Frekuensi pembelian asing mencapai 13,91 ribu kali, dengan frekuensi penjualan 10,02 ribu kali. Proporsi nilai transaksi asing mencapai 49,24 persen, sementara investor domestik berada pada 50,76 persen.

FILM Menguat di Atas MA

Pergerakan harga FILM selama empat hari perdagangan terakhir mencatat pola kenaikan bertahap. Pada 19 November, FILM ditutup di level 6.025 dengan kenaikan 0,42 persen. Sehari setelahnya, FILM bergerak ke level 6.225 dengan kenaikan 3,32 persen. Pada 21 November, harga meningkat lagi menjadi 6.525 dengan penguatan 4,82 persen. 

Momentum ini berlanjut pada 24 November ketika FILM menyentuh 6.875 dalam sesi pagi, mencatat kenaikan harian 5,36 persen. Pola higher lows dan higher highs terbentuk konsisten dalam rentang 19–24 November.

Volume perdagangan FILM pada 19 November berada pada 77,53 ribu lot dengan nilai Rp46,6 miliar. Pada 20 November, volume naik menjadi 82,87 ribu lot dengan nilai Rp50,44 miliar. 

Volume menanjak signifikan pada 21 November mencapai 122,24 ribu lot dengan nilai transaksi Rp78,52 miliar. Pada 24 November, volume mencapai 142,52 ribu lot dan nilai mendekati Rp97 miliar dalam sesi pagi. Kenaikan volume harian tersebut konsisten dengan pola masuknya dana asing pada periode yang sama. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya