KABARBURSA.COM – Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) diperdagangkan di kisaran 9.575 pada sesi perdagangan kemarin, Selasa, 10 Maret 2026, setelah bergerak fluktuatif sepanjang hari. Harga sempat menyentuh level tertinggi 9.800 dan terendah 9.350 dengan nilai transaksi sekitar Rp701 miliar.
Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan volume sekitar 7,7 juta lot dan frekuensi lebih dari 95 ribu kali di pasar reguler. Pergerakan tersebut terjadi ketika pasar saham domestik berada dalam kondisi volatil dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan dalam beberapa sesi terakhir.
Di tengah kondisi tersebut, data perdagangan menunjukkan lonjakan arus dana asing pada saham AADI. Pada perdagangan 10 Maret 2026, investor asing mencatat pembelian bersih sekitar Rp47,8 miliar.
Nilai tersebut jauh lebih besar dibandingkan rata-rata pembelian bersih asing dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan indikator pergerakan dana, rata-rata net foreign buy 10 hari berada di kisaran Rp2,8 miliar.
Dengan demikian, nilai pembelian bersih asing pada sesi tersebut tercatat sekitar 17 kali lebih besar dibandingkan rata-rata harian dalam periode yang sama.
Lonjakan tersebut muncul bersamaan dengan nilai foreign flow yang juga meningkat. Data perdagangan menunjukkan total arus dana asing pada saham AADI telah mencapai sekitar Rp3,66 triliun, berada di atas rata-rata pergerakan 20 hari yang berada di kisaran Rp3,38 triliun.
Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) diperdagangkan di kisaran 9.575 pada sesi perdagangan terbaru setelah bergerak fluktuatif sepanjang hari. Harga sempat menyentuh level tertinggi 9.800 dan terendah 9.350 dengan nilai transaksi sekitar Rp701 miliar.
Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan volume sekitar 7,7 juta lot dan frekuensi lebih dari 95 ribu kali di pasar reguler. Pergerakan tersebut terjadi ketika pasar saham domestik berada dalam kondisi volatil dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan dalam beberapa sesi terakhir.
Di tengah kondisi tersebut, data perdagangan menunjukkan lonjakan arus dana asing pada saham AADI. Pada perdagangan 10 Maret 2026, investor asing mencatat pembelian bersih sekitar Rp47,8 miliar.
Nilai tersebut jauh lebih besar dibandingkan rata-rata pembelian bersih asing dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan indikator pergerakan dana, rata-rata net foreign buy 10 hari berada di kisaran Rp2,8 miliar.
Dengan demikian, nilai pembelian bersih asing pada sesi tersebut tercatat sekitar 17 kali lebih besar dibandingkan rata-rata harian dalam periode yang sama.
Lonjakan tersebut muncul bersamaan dengan nilai foreign flow yang juga meningkat. Data perdagangan menunjukkan total arus dana asing pada saham AADI telah mencapai sekitar Rp3,66 triliun, berada di atas rata-rata pergerakan 20 hari yang berada di kisaran Rp3,38 triliun.
Perbedaan tersebut memperlihatkan adanya peningkatan aktivitas transaksi asing pada saham AADI dibandingkan pola perdagangan historisnya.
AADI Berbalik Arah dalam Tiga Hari Perdagangan
Perubahan arus dana pada saham AADI tidak muncul secara tiba-tiba dalam satu sesi perdagangan. Data transaksi beberapa hari sebelumnya menunjukkan adanya perubahan bertahap dari fase distribusi menuju fase akumulasi yang berlangsung dalam beberapa sesi terakhir.
Pada perdagangan 6 Maret 2026, saham AADI masih berada dalam fase distribusi. Data transaksi menunjukkan investor asing mencatat net sell sekitar Rp32,6 miliar dengan volume bersih sekitar 34.978 lot pada harga rata-rata transaksi di kisaran 9.390. Pada hari yang sama, transaksi domestik juga berada dalam kategori small distribution.
Perubahan mulai terlihat pada sesi berikutnya, 9 Maret 2026. Pada hari tersebut status transaksi investor asing berbalik menjadi big accumulation. Nilai pembelian bersih tercatat sekitar Rp25,9 miliar dengan volume bersih sekitar 27.421 lot pada harga rata-rata transaksi sekitar 9.460.
Momentum tersebut berlanjut pada perdagangan 10 Maret 2026. Data broker summary menunjukkan status transaksi kembali berada dalam kategori big accumulation dengan nilai pembelian bersih sekitar Rp47,8 miliar dan volume bersih sekitar 50.295 lot. Harga rata-rata transaksi pada hari itu berada di kisaran 9.510.
Jika disusun secara kronologis, pola transaksi dalam tiga sesi terakhir memperlihatkan perubahan dari distribution pada 6 Maret menuju rangkaian accumulation pada 9 dan 10 Maret.
| Tanggal | Status Transaksi Asing | Net Value | Net Volume | Harga Rata-rata |
|---|---|---|---|---|
| 6 Mar 2026 | distribution | -Rp32,6 miliar | -34.978 lot | 9.390 |
| 9 Mar 2026 | big accumulation | Rp25,9 miliar | 27.421 lot | 9.460 |
| 10 Mar 2026 | big accumulation | Rp47,8 miliar | 50.295 lot | 9.510 |
Perubahan status transaksi tersebut menunjukkan adanya pergeseran arah arus dana dalam periode yang relatif singkat. Lonjakan pembelian bersih pada 10 Maret juga menjadi nilai terbesar dalam rangkaian tiga sesi perdagangan tersebut.
Kolektor AADI Mulai Terlihat dalam Peta Broker
Pola broker pada saham AADI dalam beberapa sesi terakhir memperlihatkan perubahan bentuk akumulasi.
Pada perdagangan 9 Maret 2026, pembelian asing masih terkonsentrasi pada satu pintu utama. Verdhana Sekuritas Indonesia (BB) tercatat memborong sekitar Rp25,9 miliar atau sekitar 27,4 ribu lot pada harga rata-rata transaksi di kisaran 9.460. Nilai ini menonjol dibanding broker lain pada hari yang sama, sementara di sisi berlawanan Semesta Indovest Sekuritas (MG) melepas sekitar Rp85,1 miliar atau sekitar 82 ribu lot.
Struktur tersebut berubah pada sesi berikutnya, 10 Maret 2026. Arus beli asing tidak lagi bertumpu pada satu broker, melainkan melebar ke beberapa nama besar sekaligus.
UBS Sekuritas Indonesia (AK) mencatat pembelian sekitar Rp21,7 miliar, Mandiri Sekuritas (CC) sekitar Rp19,8 miliar, JP Morgan Sekuritas Indonesia (BK) sekitar Rp15,6 miliar, dan TP sekitar Rp11,1 miliar. Secara agregat, empat broker ini membukukan pembelian sekitar Rp68,2 miliar dalam satu sesi.
Jika dibandingkan dengan net foreign buy harian yang tercatat sekitar Rp47,8 miliar, nilai pembelian empat broker tersebut bahkan lebih besar dari total akumulasi asing bersih pada hari itu.
Hal ini menunjukkan bahwa sebagian pembelian tersebut berlangsung bersamaan dengan transaksi jual dari broker asing lain dalam sesi yang sama.
| Broker | 9 Mar (Rp Miliar) | 10 Mar (Rp Miliar) | Total Dua Sesi |
|---|---|---|---|
| BB | 25,9 | – | 25,9 |
| AK | – | 21,7 | 21,7 |
| CC | – | 19,8 | 19,8 |
| BK | – | 15,6 | 15,6 |
Perubahan pola ini juga terlihat jika ditarik ke beberapa sesi sebelumnya. Pada 6 Maret, sejumlah broker yang kemudian menjadi pembeli utama justru muncul di sisi distribusi. AK tercatat melepas sekitar Rp3 miliar, CC sekitar Rp1,8 miliar, dan BK sekitar Rp1,8 miliar.
Pergeseran dari sisi jual pada awal periode menuju pembelian besar pada 10 Maret memperlihatkan adanya perubahan posisi dalam rentang beberapa hari perdagangan.
Sementara itu, tekanan jual di sisi domestik masih relatif besar. Pada 10 Maret, status transaksi domestik tercatat dalam kategori big distribution. Pelepasan saham terlihat melalui Indo Premier Sekuritas (PD) sekitar Rp30,6 miliar, Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. (LG) sekitar Rp30,5 miliar, dan DBS Vickers Sekuritas Indonesia (DP) sekitar Rp12,5 miliar. Sehari sebelumnya, distribusi domestik bahkan lebih terkonsentrasi pada MG dengan nilai sekitar Rp85,1 miliar.
Jika disusun secara kronologis, pola transaksi AADI dalam dua sesi terakhir memperlihatkan dua tahap perpindahan saham. Tahap pertama terjadi pada 9 Maret ketika akumulasi asing masih terpusat pada BB.
Tahap kedua terjadi pada 10 Maret ketika pembelian melebar ke sejumlah broker institusi seperti AK, CC, BK, dan TP. Pada saat yang sama, distribusi domestik tetap berlangsung melalui MG, PD, LG, dan DP.
Struktur transaksi ini juga memberi gambaran mengenai bentuk arus dana yang terjadi. Dalam pembacaan aliran dana institusi, pola yang muncul dapat berupa rotation flow—perpindahan posisi antar investor dalam sektor yang sama—atau new positioning flow, yaitu pembukaan posisi baru oleh investor institusi.
Data broker pada AADI memperlihatkan bahwa sebagian broker asing yang sebelumnya muncul di sisi jual kemudian beralih menjadi pembeli dalam sesi berikutnya.
Pola tersebut menunjukkan adanya perubahan posisi dalam periode yang relatif singkat. Pada saat yang sama, pembelian juga muncul melalui beberapa broker global secara bersamaan.
Kombinasi antara perpindahan posisi broker yang sama serta masuknya beberapa broker institusi pada sisi pembelian menunjukkan bahwa arus dana yang terjadi pada saham AADI dalam beberapa sesi terakhir tidak hanya mencerminkan rotasi posisi jangka pendek, tetapi juga memperlihatkan pembentukan posisi baru oleh pelaku pasar dalam periode perdagangan tersebut.
Pergerakan ini terjadi ketika harga AADI berada di kisaran 9.300 hingga 9.800 dalam beberapa sesi terakhir. Kisaran tersebut berada tidak jauh dari sejumlah estimasi nilai wajar yang disampaikan analis untuk saham AADI, yang dalam sejumlah laporan riset berada di kisaran sekitar 11.000 hingga 13.000 per saham.
Jika dibandingkan dengan level perdagangan terbaru di sekitar 9.500, kisaran target tersebut menunjukkan adanya jarak terhadap estimasi harga analis.
Dalam konteks tersebut, dinamika transaksi yang memperlihatkan akumulasi asing di tengah distribusi domestik menjadi bagian dari aktivitas pasar yang berlangsung pada fase harga tersebut.
Lonjakan Arus Dana dan Pergeseran Aktivitas Transaksi
Rangkaian data perdagangan menunjukkan bahwa pergerakan saham AADI dalam beberapa sesi terakhir berlangsung bersamaan dengan peningkatan arus dana asing.
Pada perdagangan 10 Maret 2026, investor asing mencatat pembelian bersih sekitar Rp47,8 miliar atau sekitar 17 kali lebih besar dibandingkan rata-rata pergerakan 10 hari sebelumnya.
Perubahan tersebut juga tercermin dari kronologi status transaksi yang bergeser dari distribution pada 6 Maret menjadi big accumulation pada dua sesi berikutnya. Pergeseran ini terjadi ketika nilai transaksi dan volume perdagangan berada pada level yang relatif tinggi.
Data broker menunjukkan aktivitas pembelian terkonsentrasi pada sejumlah pelaku pasar seperti AK, CC, dan BK yang muncul sebagai pembeli utama dalam sesi akumulasi tersebut.
Di sisi lain, struktur perdagangan memperlihatkan frekuensi transaksi yang tinggi dengan ukuran transaksi relatif kecil serta antrean bid–offer yang tersebar pada beberapa level harga.
Rangkaian data tersebut menggambarkan dinamika transaksi AADI dalam beberapa sesi terakhir, dengan lonjakan arus dana asing, perubahan status transaksi, serta konsentrasi aktivitas broker yang muncul dalam periode yang relatif singkat. (*)