Insight Daily 30 Jul 2025 Penulis: KabarBursa.com

CYBR bakal Meledak berkat Laba Naik 582 Persen, Ada Potensi Upside

CYBR cetak laba bersih Rp35 M di kuartal I 2025, naik 582 persen. Kiwoom beri rekomendasi beli dengan target harga Rp1.450. Simak potensi dan risikonya.

KABARBURSA.COM – Perusahaan keamanan siber PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) menampilkan perubahan arah bisnis yang mencengangkan. Setelah merugi secara konsisten sejak 2022, perusahaan ini akhirnya mencetak laba bersih signifikan pada kuartal I 2025. Lonjakan kinerja ini menjadi sinyal kuat bahwa transformasi strategi CYBR, dari penyedia jasa menjadi pemimpin teknol...

ITSEC Asia (Foto: Dok. ITSEC Asia)
ITSEC Asia (Foto: Dok. ITSEC Asia)

Insight Navigator

  1. 01 Laba Bersih Meledak, Margin Menggeliat
  2. 02 IntelliBroń, Si Otak Cerdas Pelindung Siber
  3. 03 Cyber Academy: Investasi Talenta, Bukan Sekadar PR
  4. 04 Normalisasi yang Sehat dan Terencana
  5. 05 Potensi Pasar Menggoda: Siber Bukan Lagi Niche
  6. 06 Valuasi Masih Menarik, Potensi Naik 54 Persen
  7. 07 Momentum Regulasi Jadi Peluang Baru

KABARBURSA.COM – Perusahaan keamanan siber PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) menampilkan perubahan arah bisnis yang mencengangkan. Setelah merugi secara konsisten sejak 2022, perusahaan ini akhirnya mencetak laba bersih signifikan pada kuartal I 2025. 

Lonjakan kinerja ini menjadi sinyal kuat bahwa transformasi strategi CYBR, dari penyedia jasa menjadi pemimpin teknologi berbasis perangkat lunak (software-driven company), bukan sekadar mimpi, melainkan kenyataan yang mulai terwujud.

Dalam riset yang dirilis pada Senin, 28 Juli 2025 oleh Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menyatakan keyakinannya terhadap arah baru CYBR. 

"Perusahaan menunjukkan tanda-tanda pemulihan keuangan yang kuat dan keberhasilan dalam mengerek margin secara signifikan. Ini menandakan model bisnis baru mereka yang berbasis software benar-benar scalable dan menguntungkan," kata Liza.

Laba Bersih Meledak, Margin Menggeliat

Kinerja keuangan CYBR di kuartal I 2025 bisa dibilang ‘meledak’. Pendapatan naik 176,2 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp135,4 miliar dari Rp49 miliar pada periode sama tahun lalu. Namun yang paling menonjol bukan sekadar pertumbuhan topline, melainkan lonjakan margin.

Laba kotor melonjak 582,4 persen YoY menjadi Rp73,6 miliar. Laba bersih mencapai Rp35 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp14,2 miliar di kuartal I 2024. Margin EBITDA naik ke 31,2 persen dari minus 29,6 persen setahun sebelumnya, sementara margin laba bersih (NPM) mencapai 24,4 persen—jauh dari posisi negatif 29 persen pada tahun lalu.

"Transformasi margin ini tidak terjadi secara kebetulan. Kontributor utamanya adalah lini produk software andalan mereka, IntelliBroń, yang kini menjadi mesin penggerak utama profitabilitas CYBR," ujar Liza.

IntelliBroń, Si Otak Cerdas Pelindung Siber

IntelliBroń adalah platform keamanan siber berbasis AI yang dirancang CYBR untuk menghadapi tantangan baru dunia digital. Dengan fitur proteksi ancaman cerdas dan kepatuhan regulasi bawaan, platform ini menjadi semakin relevan setelah pemerintah mengesahkan UU Perlindungan Data Pribadi (PDP).

Menariknya, CYBR kini memperluas jangkauan IntelliBroń ke segmen B2C melalui produk handphone protection. Langkah ini membuka potensi pasar baru di tengah meningkatnya kebutuhan perlindungan data pribadi di perangkat seluler perusahaan dan UMKM.

"Peluncuran versi mobile dari IntelliBroń menunjukkan niat serius CYBR untuk menyasar pasar ritel dan SME yang selama ini kurang mendapat perhatian dalam aspek keamanan digital. Ini bisa menjadi game changer di pasar domestik," terang Matthew Nixon Tan, analis riset di Kiwoom Sekuritas yang turut menyusun laporan tersebut.

Cyber Academy: Investasi Talenta, Bukan Sekadar PR

Tak puas hanya dengan produk, CYBR juga berinvestasi pada sisi sumber daya manusia melalui peluncuran ITSEC Cyber Academy. Dengan modal awal sebesar Rp11 miliar, akademi ini dirancang untuk melatih tenaga profesional keamanan siber lokal yang bersertifikat internasional.

Fokus pelatihan mencakup pertahanan dari phishing, pengembangan perangkat lunak yang aman, dan ketahanan eksekutif terhadap ancaman digital.

"Langkah ini memperkuat positioning CYBR bukan hanya sebagai penyedia solusi, tapi juga enabler dalam ekosistem transformasi digital nasional. Dalam jangka panjang, ini juga membuka peluang recurring revenue dari pendidikan dan pelatihan," jelas Liza.

Normalisasi yang Sehat dan Terencana

Meski mencatat penurunan kinerja secara kuartalan, revenue turun 25,3 persen QoQ dari Q4 2024 dan laba bersih menyusut 16,4 persen—Kiwoom menilai hal ini sebagai bagian dari siklus musiman yang wajar.

"Q4 biasanya menjadi periode pendapatan tertinggi untuk CYBR karena proyek pemerintah dan korporasi banyak dikunci di akhir tahun. Jadi penurunan ini tidak mengindikasikan pelemahan struktural," tambah Matthew.

Secara tahunan, tahun 2024 sudah menunjukkan gebrakan dengan pendapatan naik 55,7 persen YoY menjadi Rp325,1 miliar dan laba bersih kembali positif. CYBR diproyeksikan mencatat pendapatan Rp575 miliar dan laba bersih Rp78 miliar di akhir 2025, yang akan semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar.

Potensi Pasar Menggoda: Siber Bukan Lagi Niche

Riset Kiwoom juga menyajikan data pasar yang menggoda. Menurut Frost & Sullivan, pasar keamanan siber Indonesia akan tumbuh dari Rp10,1 triliun pada 2023 menjadi Rp46,3 triliun pada 2030, dengan CAGR 21,9 persen untuk jasa dan 21,4 persen untuk produk.

Segmen keamanan pembayaran bahkan tumbuh lebih cepat, dengan CAGR 25,3 persen. CYBR yang telah berpengalaman dalam proyek besar seperti Fraud Management System dan Security Operations Center untuk bank-bank besar di Asia Tenggara dinilai sangat siap untuk menangkap peluang ini.

Valuasi Masih Menarik, Potensi Naik 54 Persen

Berdasarkan pendekatan valuasi campuran (DCF dan multiple P/S 2025 sebesar 16x), Kiwoom menetapkan harga wajar saham CYBR di Rp1.450, atau sekitar 54 persen di atas harga penutupan terakhir Rp940. Saham ini juga mendapat rating buy dengan outlook industri overweight.

Dengan kapitalisasi pasar Rp6,44 triliun dan perputaran harian rata-rata Rp15,3 miliar dalam tiga bulan terakhir, saham CYBR tergolong likuid dan mulai menarik perhatian institusi.

Namun, investor tetap perlu mencermati risiko, termasuk adopsi teknologi yang lebih lambat dari ekspektasi, perubahan regulasi, dan kompetisi yang makin ketat. "Kuncinya ada pada kecepatan CYBR berinovasi dan menjaga keunggulan teknologi mereka," tegas Liza.

Momentum Regulasi Jadi Peluang Baru

Salah satu peluang menarik datang dari kebijakan baru transfer data antara Indonesia dan Amerika Serikat. Meski saat ini pendapatan CYBR dari layanan data center masih minim, mereka melihat peluang besar dari kebutuhan akan solusi keamanan lintas batas seperti enkripsi, API aman, dan compliance tools.

"Alih-alih terancam, CYBR justru melihat perubahan ini sebagai jalan pembuka ke pasar konsultasi dan audit internasional. Ini bakal menambah diversifikasi pendapatan mereka ke depan," kata Liza.

Transformasi CYBR menunjukkan betapa pentingnya strategi dan eksekusi dalam membalikkan nasib perusahaan teknologi. Dari perusahaan rugi tiga tahun berturut-turut, kini CYBR menjelma menjadi contoh sukses startup berbasis software yang siap menaklukkan pasar Asia Tenggara.

Bagi investor yang mencari saham dengan potensi pertumbuhan tinggi dan eksposur ke sektor masa depan seperti keamanan siber, CYBR kini layak masuk dalam radar utama.

"Ini bukan hanya soal pertumbuhan revenue, tapi juga pertumbuhan relevansi. Dan saat ini, tidak ada yang lebih relevan dari menjaga dunia digital tetap aman," tutup Liza. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya