Insight Daily 21 May 2025 Penulis: KabarBursa.com

Chandra Asri (TPIA) Suntik Rp2,9 Triliun ke CDI, Sinyal IPO?

TPIA memperkuat bisnis infrastruktur lewat anak usaha CDI dengan suntikan modal USD185 juta dan valuasi hampir Rp16 triliun. IPO disiapkan, ekspansi berkelanjutan dimulai.

KABARBURSA.COM - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kini tidak lagi hanya dikenal sebagai pemain utama dalam industri petrokimia nasional. Melalui anak usahanya yang bergerak di sektor investasi infrastruktur, PT Chandra Daya Investasi (CDI), perusahaan ini memperluas horizon bisnis ke ranah infrastruktur energi dan logistik industri yang lebih strategis dan...

Fasilitas tangki yang dimiliki dan dikelola oleh Chandra Asri Grup. (Foto: Dok. Chandra Asri)
Fasilitas tangki yang dimiliki dan dikelola oleh Chandra Asri Grup. (Foto: Dok. Chandra Asri)

Insight Navigator

  1. 01 Ekspansi Bertahap dengan Fondasi Keuangan Solid
  2. 02 Infrastruktur Hijau dan Strategis TPIA
  3. 03 Fundamental Keuangan TPIA: Menyiapkan Diri untuk Transformasi
  4. 04 CDI sebagai Pengungkit Nilai Baru: Potensi Unlocking Value

KABARBURSA.COM - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kini tidak lagi hanya dikenal sebagai pemain utama dalam industri petrokimia nasional. Melalui anak usahanya yang bergerak di sektor investasi infrastruktur, PT Chandra Daya Investasi (CDI), perusahaan ini memperluas horizon bisnis ke ranah infrastruktur energi dan logistik industri yang lebih strategis dan berjangka panjang. 

Meskipun belum diumumkan secara terbuka ke publik, dokumen keterbukaan informasi TPIA kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa valuasi pasar wajar CDI telah mencapai Rp16,39 triliun atau setara sekitar USD939,78 juta.

Penilaian tersebut ditetapkan dalam konteks aksi korporasi yang berlangsung pada April 2025, saat TPIA bersama mitranya, Phoenix Power B.V., afiliasi dari EGCO Group asal Thailand, menyuntikkan modal baru ke CDI dengan total nilai mencapai USD185 juta. 

TPIA menyetor USD90 juta dan Phoenix Power B.V. menambahkan USD95 juta, dengan harga transaksi yang disepakati sebesar Rp169 per saham CDI. Struktur kepemilikan CDI pun berubah setelah aksi ini: TPIA menjadi pemilik 66,7 persen saham, sedangkan Phoenix Power B.V. menguasai 33,3 persen.

Langkah menuju IPO ini tentu tidak dilakukan secara tergesa. Sejak didirikan pada Februari 2023, CDI telah menjadi kendaraan strategis Chandra Asri Group untuk menangani ekspansi di bidang infrastruktur energi, air, pengelolaan limbah, pelabuhan, serta logistik industri lainnya. 

Dalam laporan keuangan kuartal I 2025, CDI tercatat memiliki total aset mencapai USD1,17 miliar, menjadikannya salah satu entitas anak dengan bobot aset terbesar dalam grup, bahkan melampaui anak usaha lain seperti PT Chandra Asri Perkasa maupun Chandra Asri Capital Pte. Ltd.

Ekspansi Bertahap dengan Fondasi Keuangan Solid

Pondasi keuangan grup secara keseluruhan juga memperlihatkan kesiapan untuk menyambut aksi korporasi besar ini. Dalam laporan keuangan tahunan 2024 yang telah diaudit dan dipublikasikan pada Maret 2025, TPIA menunjukkan neraca yang relatif kokoh meski tertekan oleh siklus industri. 

Total aset konsolidasian per 31 Desember 2024 mencapai USD5,66 miliar, dengan kas dan setara kas sebesar USD1,37 miliar, serta posisi surat berharga sebesar USD776 juta, mengindikasikan likuiditas solid untuk mendukung pertumbuhan.

Direktur Perusahaan, Suryandi, dalam keterangan resmi kepada publik menyatakan bahwa ekspansi infrastruktur melalui CDI menjadi bagian dari strategi menyeluruh TPIA untuk menciptakan nilai jangka panjang. 

“Kami mempertahankan posisi keuangan yang kuat dengan likuiditas solid sebesar USD2,4 miliar, yang terdiri dari USD1,4 miliar dalam bentuk kas, USD0,8 miliar dalam marketable securities, serta USD0,2 miliar dalam komitmen kredit bergulir. Fondasi ini memungkinkan kami untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang,” ujar Suryandi dalam siaran pers tertanggal 17 Maret 2025.

Selain dari sisi internal, ekspansi CDI juga mendapat dukungan dari mitra eksternal. Pada April 2025, Chandra Asri Group resmi menerima investasi dari EGCO Group, perusahaan energi asal Thailand, melalui entitas afiliasinya Phoenix Power B.V. EGCO menyetor dana sebesar USD95 juta, sedangkan TPIA menyumbang USD90 juta, menjadikan total tambahan modal ke CDI mencapai USD185 juta.

Menurut dokumen keterbukaan informasi TPIA ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), transaksi ini dilakukan pada harga saham Rp169 per lembar, yang menilai CDI di kisaran valuasi Rp16,4 triliun, nyaris identik dengan target IPO. Setelah transaksi ini, struktur kepemilikan CDI menjadi: TPIA 66,7 persen dan Phoenix Power B.V. 33,3 persen.

Penilai independen dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) KJPP KR, berdasarkan laporan per 28 Maret 2025, menyebutkan bahwa nilai pasar wajar CDI saat ini adalah sebesar Rp16,39 triliun. 

Penilaian ini menjadi dasar pertimbangan transaksi private placement tersebut dan sekaligus memperkuat kredibilitas valuasi IPO yang disiapkan.

Infrastruktur Hijau dan Strategis TPIA

Dari sisi portofolio bisnis, CDI telah memperlihatkan arah fokus yang selaras dengan tren pembangunan berkelanjutan dan hilirisasi industri nasional. 

Salah satu tonggak penting adalah akuisisi dan pengoperasian empat unit kapal logistik untuk pengangkutan minyak, gas alam, dan bahan kimia, yang kini dioperasikan oleh PT Chandra Shipping International dan PT Marina Indah Maritim. Langkah ini memperkuat integrasi rantai pasok internal Chandra Asri, sekaligus membuka peluang bisnis logistik laut untuk pihak ketiga.

Selain itu, CDI juga mendanai pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) melalui anak usaha Krakatau Chandra Energi, dengan total kapasitas lebih dari 2 MWp di kawasan industri Krakatau. 

Tidak hanya itu, anak usaha lainnya, TUKR, hasil kolaborasi dengan Biofront, juga mengelola pengumpulan minyak jelantah yang diolah menjadi biofuel. Investasi ini mendukung pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) dan bioenergi, serta menjadi bagian dari strategi transisi energi perusahaan.

“CDI akan menjadi ujung tombak transformasi Chandra Asri di luar petrokimia, khususnya dalam mewujudkan infrastruktur hijau dan efisien yang mendukung kebutuhan industri masa depan,” terang Erwin Ciputra, Presiden Direktur TPIA, dalam sesi internal paparan strategi akhir kuartal I 2025.

Fundamental Keuangan TPIA: Menyiapkan Diri untuk Transformasi

Rencana strategis untuk melepas saham CDI ke publik datang di tengah dinamika kinerja keuangan TPIA yang masih berada dalam tekanan. 

Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2024 yang telah diaudit, TPIA membukukan penurunan pendapatan bersih sebesar 17,4 persen dari USD2,16 miliar pada 2023 menjadi USD1,79 miliar. Penurunan ini terjadi seiring dengan gangguan rantai pasok global dan permintaan produk petrokimia yang melemah, serta pelaksanaan Turn Around Maintenance (TAM) yang terjadwal di beberapa fasilitas produksi utama perusahaan.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada laba kotor yang turun drastis dari USD81,8 juta menjadi USD48,3 juta, serta berkontribusi terhadap kerugian bersih setelah pajak sebesar USD57,3 juta, meningkat dari rugi bersih USD31,5 juta pada tahun sebelumnyaFinancialStatement-2024….

Dari sisi arus kas operasional, TPIA mencatat defisit USD158,3 juta sepanjang tahun 2024. Hal ini terutama disebabkan oleh meningkatnya pembayaran kepada pemasok, yang tidak diimbangi dengan pertumbuhan penjualan tunai. Sebaliknya, arus kas dari aktivitas investasi mengalami perbaikan signifikan. 

Dari posisi defisit USD414,3 juta pada 2023, TPIA hanya mencatat arus kas keluar sebesar USD77,6 juta pada 2024. Perbaikan ini dihasilkan dari manajemen investasi keuangan yang lebih selektif dan fokus kepada proyek strategis prioritas.

Sementara itu, belanja modal (capital expenditure/capex) melonjak menjadi USD367,5 juta pada 2024, naik lebih dari tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya yang hanya USD96,3 juta. Kenaikan ini sebagian besar digunakan untuk pelaksanaan TAM dan pembangunan proyek-proyek infrastruktur baru yang terintegrasi dengan ekspansi anak usaha, termasuk CDI.

“Pelaksanaan TAM kami memang berdampak sementara pada kapasitas produksi, namun ini bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing,” jelas Suryandi dalam siaran pers perusahaan. 

Ia menegaskan bahwa meskipun kondisi bottom line belum pulih, investasi yang dilakukan saat ini adalah pondasi menuju pertumbuhan berkelanjutan. 

CDI sebagai Pengungkit Nilai Baru: Potensi Unlocking Value

Dalam konteks struktur grup, CDI tidak hanya menjadi penggerak pertumbuhan baru, tetapi juga berpotensi menjadi pengungkit nilai (value unlocker) bagi TPIA. 

Bila IPO CDI terealisasi dengan valuasi mendekati hasil penilaian KJPP (Rp16,4 triliun), maka TPIA sebagai pemilik mayoritas akan mampu menciptakan nilai pasar baru tanpa mengorbankan kontrol atas bisnis anak usahanya tersebut.

Penggalangan dana dari IPO juga berfungsi sebagai instrumen pembiayaan proyek CDI tanpa membebani neraca induk secara langsung. Di saat bersamaan, aksi ini membuka ruang untuk pembentukan entitas infrastruktur mandiri yang lebih fleksibel dari sisi pendanaan dan kemitraan strategis. 

Dengan masuknya Phoenix Power B.V. sebagai pemegang saham, CDI telah membuktikan bahwa model bisnisnya menarik di mata investor regional yang mengedepankan ESG dan pertumbuhan berbasis infrastruktur hijau. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya