Insight Daily 06 May 2026 Penulis: KabarBursa.com

BRPT Mulai Bullish usai Dibanting, Bandar Besar Sudah Masuk?

Setelah sempat tertekan sepanjang akhir April, BRPT mendadak diputar besar dengan transaksi tembus Rp1 triliun dan foreign buy Rp138 miliar.

KABARBURSA.COM – Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melonjak 24,66 persen pada perdagangan Selasa, 5 Mei 2026 setelah ditutup di level 2.300 dari posisi sebelumnya 1.845. Kenaikan tersebut terjadi bersamaan dengan lonjakan aktivitas transaksi yang mencapai Rp1,29 triliun. Pergerakan ini muncul setelah BRPT mengalami tekanan harga bertahap sepanjang akhir Apr...

Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melonjak 24,66 persen pada perdagangan Selasa, 5 Mei 2026 setelah ditutup di level 2.300 dari posisi sebelumnya 1.845. (Foto:
Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melonjak 24,66 persen pada perdagangan Selasa, 5 Mei 2026 setelah ditutup di level 2.300 dari posisi sebelumnya 1.845. (Foto:

Insight Navigator

  1. 01 Dari Distribusi ke Lonjakan Harga
  2. 02 Transaksi Rp1 Triliun, BRPT Mulai Diputar
  3. 03 Setelah Rebound, Supply Mulai Muncul di Area Atas

KABARBURSA.COM – Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melonjak 24,66 persen pada perdagangan Selasa, 5 Mei 2026 setelah ditutup di level 2.300 dari posisi sebelumnya 1.845. 

Kenaikan tersebut terjadi bersamaan dengan lonjakan aktivitas transaksi yang mencapai Rp1,29 triliun. Pergerakan ini muncul setelah BRPT mengalami tekanan harga bertahap sepanjang akhir April sebelum akhirnya berbalik naik tajam dalam dua sesi terakhir.

Perubahan ritme transaksi mulai terlihat dari masuknya dana asing dalam jumlah besar. Data perdagangan menunjukkan net foreign buy BRPT mencapai Rp138,09 miliar dengan volume transaksi menembus 617 juta saham dan frekuensi mencapai 93,77 ribu kali. Aktivitas tersebut jauh di atas rata-rata perdagangan harian sebelumnya dan membuat BRPT kembali masuk radar utama pelaku pasar.

Pergerakan BRPT masih berlangsung aktif pada perdagangan Rabu, 6 Mei 2026. Hingga pukul 13.44 WIB, nilai transaksi saham ini sudah mencapai Rp1,14 triliun dengan harga sempat menyentuh level tertinggi 2.430 sebelum kembali bergerak di area 2.310. 

Di tengah lonjakan transaksi tersebut, antrean jual mulai muncul di area atas seiring perubahan posisi sejumlah broker besar dan mulai terlihatnya perpindahan barang di pasar.

Dari Distribusi ke Lonjakan Harga

Tekanan terhadap BRPT mulai terlihat sejak pekan ketiga April 2026. Harga saham ini bergerak turun bertahap dari level 2.300 pada 21 April menjadi 2.260 sehari berikutnya, lalu kembali turun ke 2.190 pada 23 April dan 2.020 pada 24 April. 

Pelemahan masih berlanjut setelah memasuki pekan terakhir April ketika BRPT bergerak di level 2.000 pada 27 April, sempat naik tipis ke 2.010 pada 28 April, lalu kembali turun ke 1.950 pada 29 April sebelum menyentuh 1.835 pada 30 April.

Penurunan harga tersebut berlangsung bersamaan dengan keluarnya dana asing dari pasar reguler BRPT. Pada 22 April, net foreign sell tercatat mencapai Rp100,44 miliar, lalu berlanjut Rp37,41 miliar pada 27 April. Tekanan asing masih terlihat pada 28 April sebesar Rp13,04 miliar dan 29 April Rp13,65 miliar.

Perubahan mulai muncul pada perdagangan 30 April 2026. Setelah beberapa hari mengalami tekanan jual, BRPT justru mencatat net foreign buy sebesar Rp78,20 miliar saat harga bergerak di area 1.835. Pergerakan tersebut menjadi titik perubahan setelah arus asing sebelumnya lebih dominan keluar dari saham ini.

Momentum pembalikan berlanjut pada perdagangan 4 Mei 2026. Dana asing kembali masuk sebesar Rp74,09 miliar ketika harga berada di level 1.845. Sehari kemudian, BRPT langsung melonjak tajam 24,66 persen ke level 2.300 dengan net foreign buy meningkat menjadi Rp138,09 miliar.

Kenaikan pada 5 Mei berlangsung bersamaan dengan ledakan aktivitas transaksi. Nilai perdagangan BRPT mencapai Rp1,29 triliun dengan volume menembus 617 juta saham. Angka tersebut melonjak jauh dibanding rata-rata transaksi harian sebelumnya yang berada di bawah aktivitas perdagangan dua hari terakhir.

Perubahan struktur transaksi juga terlihat dari kecepatan pemulihan harga setelah fase tekanan akhir April. Dalam rentang empat sesi perdagangan, BRPT bergerak dari area 1.835 menuju 2.300 dan bertahan di kisaran tersebut hingga perdagangan 6 Mei 2026. Hingga pukul 13.44 WIB, saham ini masih bergerak di level 2.310 setelah sempat menyentuh area 2.430 pada sesi intraday.

Perubahan arah foreign flow dan lonjakan aktivitas transaksi menjadi salah satu titik paling menonjol dalam pergerakan BRPT kali ini. Setelah sempat mengalami tekanan distribusi bertahap sepanjang akhir April, arus dana asing mulai kembali masuk dalam jumlah besar bersamaan dengan kenaikan harga yang berlangsung agresif dalam dua sesi perdagangan terakhir.

Transaksi Rp1 Triliun, BRPT Mulai Diputar

Ledakan transaksi menjadi salah satu perubahan paling mencolok dalam pergerakan BRPT selama dua perdagangan terakhir. Pada 5 Mei 2026, nilai transaksi saham ini menembus Rp1,29 triliun dengan volume mencapai 617 juta saham dan frekuensi transaksi sebesar 93,77 ribu kali. Aktivitas tersebut melonjak tajam dibanding rata-rata perdagangan harian BRPT sebelumnya.

Intensitas transaksi masih bertahan tinggi pada perdagangan 6 Mei 2026. Hingga pukul 13.44 WIB, nilai transaksi BRPT sudah mencapai Rp1,14 triliun dengan volume 484 juta saham dan frekuensi mencapai 79,27 ribu kali. Angka tersebut muncul ketika perdagangan bahkan belum memasuki penutupan sesi kedua.

Lonjakan aktivitas ini berlangsung bersamaan dengan perubahan arus dana asing di pasar reguler. Data screener menunjukkan net foreign buy BRPT mencapai Rp138,09 miliar, jauh di atas rata-rata foreign buy 10 hari yang berada di kisaran Rp18,05 miliar. Kondisi tersebut membuat BRPT mencatat foreign buy streak selama tiga hari berturut-turut.

Arus dana asing yang masuk juga mulai memperbesar posisi akumulasi jangka pendek. Total foreign flow BRPT tercatat mencapai Rp2,08 triliun, lebih tinggi dibanding rata-rata foreign flow 20 hari yang berada di level Rp1,92 triliun. Perubahan ini terjadi setelah saham BRPT sempat mengalami tekanan jual asing pada akhir April lalu.

Dari sisi struktur harga, BRPT juga mulai bergerak di atas rata-rata pergerakan jangka pendeknya. Harga saham ini kini berada di atas MA5, MA10, dan MA20 setelah sempat turun bertahap menuju area 1.800-an pada akhir April. Perubahan posisi harga tersebut berlangsung bersamaan dengan meningkatnya intensitas transaksi dan masuknya aliran dana baru ke pasar reguler.

Besarnya transaksi dan tingginya frekuensi perdagangan membuat BRPT kembali menjadi salah satu saham dengan aktivitas paling ramai di pasar. Dalam dua sesi terakhir, pergerakan saham ini tidak hanya diwarnai lonjakan harga, tetapi juga peningkatan signifikan pada nilai transaksi, volume, serta perpindahan aktivitas broker besar di pasar reguler.

Perubahan intensitas perdagangan tersebut mulai memperlihatkan BRPT kembali menjadi pusat perhatian trader jangka pendek. Aktivitas transaksi yang bergerak jauh di atas rata-rata sebelumnya membuat saham ini mulai dipantau lebih agresif, terutama setelah muncul kombinasi antara kenaikan harga, masuknya dana asing, dan pergeseran posisi broker besar dalam beberapa sesi terakhir.

Setelah Rebound, Supply Mulai Muncul di Area Atas

Pergerakan BRPT pada perdagangan 6 Mei 2026 mulai memperlihatkan perubahan ritme setelah reli tajam sehari sebelumnya. Saham ini dibuka melonjak di level 2.380, lalu sempat menyentuh harga tertinggi 2.430 sebelum bergerak turun ke area 2.310 hingga pukul 13.44 WIB. Pada sesi intraday, BRPT juga sempat bergerak di level terendah 2.240.

Struktur tersebut menunjukkan BRPT sempat mengalami gap up pada awal perdagangan setelah lonjakan besar 5 Mei 2026. Namun, harga belum mampu bertahan di area 2.400 dan kembali bergerak di kisaran 2.300 ketika transaksi masih berlangsung sangat padat. Aktivitas tersebut muncul bersamaan dengan mulai meningkatnya antrean jual di area atas.

Meski harga mulai bergerak lebih fluktuatif, nilai transaksi BRPT tetap berada di atas Rp1 triliun hingga pertengahan sesi perdagangan. Volume saham yang diperdagangkan juga masih mencapai ratusan juta saham dengan frekuensi transaksi mendekati 80 ribu kali. Kondisi tersebut membuat aktivitas perdagangan BRPT tetap menjadi salah satu yang paling aktif di pasar reguler.

Perhatian pasar terhadap BRPT juga terlihat dari meningkatnya jumlah investor dalam beberapa bulan terakhir. Data kepemilikan menunjukkan jumlah pemegang saham BRPT naik dari 90.310 investor pada Oktober 2025 menjadi 106.332 investor pada November 2025. 

Jumlah tersebut kembali meningkat menjadi 111.775 investor pada Januari 2026 dan mencapai 119.211 investor pada Februari 2026 sebelum berada di level 117.522 investor pada Maret 2026.

Dari sisi struktur kepemilikan, BRPT masih didominasi Prajogo Pangestu dengan kepemilikan 71,37 persen saham. Sementara itu, porsi free float tercatat sebesar 26,77 persen dengan kepemilikan publik non-warkat mencapai 28,18 persen. 

Struktur tersebut membuat pergerakan transaksi di pasar reguler tetap menjadi perhatian karena jumlah saham publik yang beredar relatif terbatas dibanding kepemilikan pengendali.

Perubahan struktur perdagangan dalam dua sesi terakhir membuat BRPT kembali bergerak dalam intensitas tinggi setelah sempat mengalami tekanan bertahap sepanjang akhir April. 

Lonjakan transaksi, perubahan posisi broker besar, serta masuknya dana asing dalam jumlah besar membuat pergerakan saham ini kembali menjadi perhatian pelaku pasar, terutama ketika supply mulai muncul di area atas setelah fase rebound tajam awal Mei 2026.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya