Insight Daily 15 Mar 2026 Penulis: KabarBursa.com

BRPT Anjlok dalam Sepekan, Asing Tangkap Peluang Akumulasi

Di luar kinerja dalam sepekan, pergerakan harga BRPT memang tengah menunjukkan tekanan yang cukup dalam pada periode jangka pendek hingga menengah.

KABARBURSA.COM - Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mengalami pelemahan dalam sepekan terakhir atau sepanjang 9-13 Maret 2026.Dalam periode tersebut, saham BRPT terjun cukup dalam dengan koreksi sebesar 11,90 persen di rentang level 1.330 hingga 1.575. Meski berkutat di zona merah, saham Prajogo Pangestu ini terpantau dikoleksi investor asing melalui beberap...

Gedung PT Barito Pacific Tbk. (Foto: Dok Perusahaan)
Gedung PT Barito Pacific Tbk. (Foto: Dok Perusahaan)

Insight Navigator

  1. 01 Pergerakan Saham BRPT
  2. 02 Kinerja Keuangan

KABARBURSA.COM - Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mengalami pelemahan dalam sepekan terakhir atau sepanjang 9-13 Maret 2026.

Dalam periode tersebut, saham BRPT terjun cukup dalam dengan koreksi sebesar 11,90 persen di rentang level 1.330 hingga 1.575. Meski berkutat di zona merah, saham Prajogo Pangestu ini terpantau dikoleksi investor asing melalui beberapa broker.

Berdasarkan data broker di Stockbit, AK tercatat sebagai broker dengan akumulasi terbesar pada saham BRPT. Nilai pembelian broker ini mencapai sekitar Rp96,3 miliar dengan volume transaksi sekitar 674,8 ribu lot pada harga rata-rata Rp1.456 per saham. Nilai tersebut menjadikan AK sebagai pemain utama dalam arus akumulasi selama periode pengamatan.

Di posisi berikutnya, broker BK juga mencatatkan aktivitas pembelian signifikan dengan nilai transaksi mencapai Rp20,5 miliar dan volume sekitar 141,4 ribu lot pada harga rata-rata Rp1.466 per saham.

Selain itu, broker CC tercatat melakukan pembelian senilai Rp17,1 miliar dengan volume 125 ribu lot pada harga rata-rata Rp1.442 per saham.

Akumulasi juga terlihat dari broker lain seperti TP yang membukukan pembelian sekitar Rp3,5 miliar dengan volume 23,3 ribu lot pada harga rata-rata Rp1.518 per saham. Sementara broker XC melakukan pembelian sekitar Rp852,5 juta dengan volume sekitar 6 ribu lot di harga rata-rata Rp1.421 per saham.

Jika dijumlahkan dari broker-broker utama tersebut, total nilai akumulasi mencapai lebih dari Rp138 miliar.

Di sisi lain, tekanan jual relatif lebih kecil dibandingkan dengan nilai pembelian. Broker ZP tercatat sebagai penjual terbesar dengan nilai transaksi sekitar Rp25,3 miliar dan volume 175,7 ribu lot. Posisi berikutnya ditempati broker YU dengan nilai penjualan sekitar Rp11,5 miliar dan volume 81,8 ribu lot.

Selain itu, broker RX mencatatkan penjualan sekitar Rp2,9 miliar dengan volume 19,2 ribu lot, sementara broker KZ membukukan nilai jual sekitar Rp761,4 juta dengan volume 5,5 ribu lot.

Broker lain seperti IF, KI, hingga DX juga tercatat melakukan penjualan, namun dengan nilai yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan akumulasi pembelian.

Harga rata-rata pembelian dari sejumlah broker juga berada di kisaran Rp1.442 hingga Rp1.518 per saham, yang memberikan gambaran area transaksi aktif selama periode perdagangan tersebut.

Aktivitas broker summary seperti ini sering digunakan oleh pelaku pasar untuk membaca pola distribusi maupun akumulasi yang dilakukan investor institusional. Ketika nilai pembelian secara konsisten lebih besar dibandingkan penjualan, hal tersebut sering diinterpretasikan sebagai indikasi bahwa saham masih berada dalam fase pengumpulan posisi.

Namun demikian, data broker summary hanya mencerminkan aktivitas transaksi dalam periode tertentu dan tidak selalu menjadi jaminan arah pergerakan harga di masa mendatang. Investor umumnya tetap mempertimbangkan faktor lain seperti kondisi fundamental perusahaan, sentimen sektor, hingga kondisi makroekonomi sebelum mengambil keputusan investasi.

Pergerakan Saham BRPT

Di luar kinerja dalam sepekan, pergerakan harga BRPT memang tengah menunjukkan tekanan yang cukup dalam pada periode jangka pendek hingga menengah.

Data price performance Stockbit memperlihatkan penurunan tajam dalam beberapa rentang waktu, meskipun dalam horizon jangka panjang saham ini masih mencatatkan kinerja positif.

Pada perdagangan terakhir atau Jumat, 13 Maret 2026, saham BRPT turun cukup dalam sebesar 4,53 persen ke level Rp1.370. Penurunan yang lebih dalam terlihat pada performa satu bulan terakhir.

Dalam periode tersebut saham BRPT tercatat terkoreksi sekitar 36,28 persen. Rentang harga dalam periode tersebut berada di kisaran Rp1.330 hingga Rp2.210.

Koreksi yang lebih dalam terlihat pada periode tiga bulan terakhir. Dalam horizon waktu tersebut, saham BRPT tercatat mengalami penurunan sekitar 63,07 persen. Rentang harga selama tiga bulan terakhir berada pada kisaran Rp1.330 hingga Rp3.940 per saham.

Sementara itu, dalam periode enam bulan saham BRPT juga masih mencatatkan koreksi sebesar 39,38 persen. Pada periode ini, harga saham bergerak di rentang Rp1.330 hingga Rp4.530 per saham.

Jika dilihat sejak awal tahun atau year-to-date (YTD), saham BRPT masih berada di zona negatif dengan penurunan sekitar 58,10 persen. Rentang harga selama periode tersebut tercatat berada pada kisaran Rp1.330 hingga Rp3.310 per saham.

Meski demikian, performa jangka panjang saham BRPT masih menunjukkan kinerja yang relatif positif. Dalam periode satu tahun terakhir, saham ini tercatat masih membukukan kenaikan sekitar 75,64 persen. Dalam kurun waktu tersebut, harga saham bergerak dari sekitar Rp585 hingga mencapai Rp4.530 per saham, sebelum akhirnya mengalami koreksi tajam dalam beberapa bulan terakhir.

Tren positif juga masih terlihat dalam horizon yang lebih panjang. Dalam periode tiga tahun, saham BRPT mencatatkan kenaikan sekitar 78,21 persen. Sementara dalam periode lima tahun, BRPT masih membukukan kenaikan sekitar 30 persen.

Kinerja paling mencolok terlihat dalam horizon jangka sangat panjang. Dalam 10 tahun terakhir (10Y), saham BRPT tercatat melonjak sekitar 3.770 persen. Dalam periode tersebut harga saham bergerak dari sekitar Rp26 hingga mencapai level tertinggi sekitar Rp4.530 per saham.

Pergerakan harga yang cukup kontras antara jangka pendek dan jangka panjang ini menggambarkan dinamika yang sering terjadi pada saham dengan kapitalisasi besar dan volatilitas tinggi. Dalam beberapa bulan terakhir, saham BRPT tampak mengalami fase koreksi setelah sebelumnya mencatatkan kenaikan yang signifikan.

Koreksi tajam dalam jangka pendek sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari aksi ambil untung setelah reli harga, perubahan sentimen pasar, hingga dinamika sektor industri yang memengaruhi prospek perusahaan. Selain itu, volatilitas juga dapat dipicu oleh perubahan arus dana investor institusi maupun asing di pasar saham.

Di sisi lain, kinerja jangka panjang yang masih mencatatkan pertumbuhan positif menunjukkan bahwa saham BRPT pernah mengalami fase ekspansi nilai yang kuat dalam beberapa tahun terakhir. Pergerakan seperti ini sering menjadi perhatian pelaku pasar karena dapat mencerminkan siklus naik dan turun yang terjadi pada saham berkapitalisasi besar.

Dengan kondisi tersebut, saham BRPT saat ini menjadi salah satu emiten yang masih berada dalam radar pengamatan pelaku pasar, terutama untuk melihat apakah fase koreksi yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir akan berlanjut atau justru mulai memasuki fase stabilisasi pada periode perdagangan selanjutnya. 
 

Kinerja Keuangan

BRPT mencatatkan lonjakan kinerja keuangan sepanjang sembilan bulan pertama 2025. Hingga periode yang berakhir pada 30 September 2025, perusahaan berhasil membukukan pendapatan sebesar USD5,56 miliar, melonjak signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD1,67 miliar.

Namun di tengah lonjakan pendapatan tersebut, beban pokok penjualan juga mengalami kenaikan yang cukup besar. Beban pokok tercatat sebesar USD5,39 miliar, meningkat dari USD1,29 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Akibatnya, laba bruto perseroan tercatat USD172,69 juta, lebih rendah dibandingkan capaian USD381,57 juta pada periode sembilan bulan 2024.

Selain tekanan dari sisi biaya produksi, perusahaan juga mencatatkan kenaikan beban operasional. Beban penjualan tercatat sebesar USD57,82 juta, sementara beban umum dan administrasi mencapai USD151,17 juta.

Meski demikian, Barito Pacific berhasil mencatatkan lonjakan laba sebelum pajak yang signifikan. Hingga akhir September 2025, laba sebelum pajak tercatat sebesar USD1,82 miliar, melonjak tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai USD151,61 juta. Kinerja ini terutama didorong oleh keuntungan lain-lain sebesar USD2,08 miliar.

Setelah memperhitungkan beban pajak yang relatif kecil sebesar USD1,67 juta, Barito Pacific membukukan laba bersih sebesar USD1,82 miliar, jauh meningkat dibandingkan laba bersih USD60,87 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi struktur keuangan, total aset perusahaan juga mengalami peningkatan signifikan. Hingga akhir September 2025, total aset Barito Pacific tercatat sebesar USD16,01 miliar, naik dari USD10,53 miliar pada akhir 2024.

Total liabilitas perusahaan tercatat USD9,64 miliar, sementara total ekuitas mencapai USD6,37 miliar.

Dari sisi struktur aset, kas dan setara kas perseroan meningkat signifikan menjadi USD2,97 miliar, dibandingkan USD1,61 miliar pada akhir tahun sebelumnya.  (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya