KABARBURSA.COM – Emiten property PT Sentul City Tbk, berkode saham BKSL, tengah menyiapkan pengembangan BIOTOWN, yaitu sebuah kawasan terpadu yang ditargetkan menjadi kota Kesehatan pertama di Indonesia.
Presiden Direktur Sentul City Hiramsyah Sambudhy Thaib, mengatakan bahwa proyek ini akan menjadi ekosistem kesehatan berbasis lima pilar utama, yaitu medical services, care pharmaceutical, science, dan devices.
Pasar sepertinya memberikan respons cepa tatas rencana ini. BKSL langsung meramaikan momentum dan mulai menunjukkan tanda-tanda hidup kembali di lantai bursa. Sepertinya, saat ini pasar sedang menguji cerita.
Pertanyaannya, apakah pergerakan ini sudah mencerminkan kepercayaan pasar terhadap BIOTOWN atau baru sebatas uji coba sentimen?
BKSL: Dilirik, tapi Belum Diyakini
Jika ditarik dari data historis perdagangannya, pola BKSL memperlihatkan fase koreksi tajam lebih dulu sebelum stabil. Dari puncak 175 pada 9 Desember, harga turun beruntun hingga sempat menyentuh level 133-134.
Penurunan ini terjadi dengan nilai transaksi yang sangat besar, bahkan sempat menembus Rp1 triliun dalam satu hari. Artinya, sebelum narasi BIOTOWN ramai, pasar sudah lebih dulu bersih-bersih posisi lama. Ini penting, karena reli yang datang setelah distribusi biasanya bersifat lebih selektif dan hati-hati.
Di pekan terakhir, karakter perdagangannya berubah. Harga tidak lagi jatuh dan mulai bergerak datar di kisaran 133-136. Nilai transaksinya pun tidak lagi sebesar fase distribusi, tetapi frekuensinya tetap tinggi. Di sini, minat pasar belum hilang, hanya berubah bentuk dari agresif menjual menjadi saling menguji antara pembeli dan penjual.
Perubahan paling jelas terlihat di mikrostruktur orderbook. Ada antrean bid tebal di rentang 130-135, dengan lot yang tersebar. Ini ciri klasik masuknya ritel, di mana banyak tangan kecil yang mulai mengoleksi secara bertahap.
Di sisi lain, offer juga mulai berlapis hingga 140 ke atas, yang artinya masih ada suplai dari pelaku lama yang belum sepenuhnya keluar. Harga pun akhirnya tertahan, hanya bergerak tipis.
Broker summary menunjukkan pola yang semakin jelas. Di sisi beli, muncul nama-nama broker ritel dengan nilai transaksi menegah dan lot yang terfragmentasi. Tidak ada satu institusi besar yang mendominasi akumulasi.
Begitu pula dengan sisi jual yang tersebar rapi tanpa satu broker pun yang agresif menekan harga. Pasar seimbang, dan sepertinya sedang menguji seberapa jauh cerita BIOTOWN ini bisa mendorong minat. Dengan kata lain, yang berubah bukan fundamentalnya melainkan ekspektasi jangka pendek pasar.
Setelah fase distribusi besar, saham masuk ke tahap pembentukan sentimen awal. Ritel masuk lebih dulu, tertarik oleh narasi kota Kesehatan dan agenda nasional. Sementara pelaku besar masih menunggu bukti lanjutan. Inilah sebabnya kenaikan harga terlihat terukur dengan likuiditas hidup tetapi tidak eksplosif.
Jadi, siapa yang mendorong pergerakan? Jawabannya jelas, ritel dan pelaku jangka pendek. Mereka bukan mendorong FOMO, melainkan memanaskan mesin sentimen. Pasar sedang menguji apakah BIOTOWN cukup kuat untuk mengubah cara BKSL dipandang atau hanya akan menjadi cerita sesaat.
Proyek Strategis, Pasar Uji Narasi
Sejauh ini, proyek BIOTOWN yang direncanakan digarap oleh BKSL masih dalam fase perencanaan strategis dan penguatan legalitas, bukan fase eksekusi fisik atau monetisasi.
Secara substansi, yang sudah berjalan adalah penyusunan business plan dan perumusan konsep kawasan Bersama konsultan internasional dari China. Keterlibatan konsultan asing ini memberi bobot pada desain ekosistem dan positioning Kawasan sebagai kota kesehatan terpadu.
Artinya, BIOTOWN saat ini sudah memiliki kerangka besar, tetapi belum diterjemahkan menjadi proyek-proyek operasional dengan rincian teknis yang siap dieksekusi.
Dari sisi status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), prosesnya masih berada di tahap persiapan dokumen dan pengajuan. Pengurusan KEK bukan sekadar formalitas, melainkan prasyarat penting agar BIOTOWN memiliki daya tarik ekonomi yang nyata, terutama dari sisi insentif fiskal, kemudahan investasi, dan positioning nasional.
Namun hingga akhir 2025, status KEK tersebut belum disahkan. Selama keputusan resmi belum keluar, BIOTOWN masih berada di wilayah “potensi”, bukan “kepastian”. Jika berbicara tentang nilai investasi, memang BKSL belum mengumumkan angka capex atau kebutuhan investasi yang spesifik untuk BIOTOWN
Hal yang sama berlaku untuk partner strategis. Meski ada kerja sama dengan konsultan internasional dari Tiongkok, itu belum bisa disamakan dengan masuknya investor strategis, operator rumah sakit global, perusahaan farmasi, atau produsen alat kesehatan.
Hingga kini, belum ada pengumuman resmi mengenai joint venture, anchor tenant, atau mitra operasional yang akan menjadi tulang punggung BIOTOWN. Dengan kata lain, mitra yang ada saat ini bersifat perancang konsep, bukan penanam modal atau penggerak bisnis.
Timeline komersial juga masih terbuka. BKSL belum memaparkan target kapan BIOTOWN akan mulai menghasilkan pendapatan, kapan fase pembangunan dimulai, atau bagaimana tahapan komersialisasinya.
Absennya jadwal ini menegaskan bahwa proyek belum masuk ke fase yang bisa diukur secara waktu oleh pasar. Semua masih berada pada horizon jangka menengah hingga panjang, bergantung pada hasil pengajuan KEK dan struktur kerja sama ke depan.
Dari perspektif laporan keuangan, dampak BIOTOWN praktis belum terlihat. Hingga akhir 2025, tidak ada pos pendapatan, belanja modal signifikan, atau pengungkapan khusus dalam laporan keuangan BKSL yang bisa dikaitkan langsung dengan BIOTOWN.
Ini wajar, mengingat proyek masih berada di tahap perencanaan. Secara akuntansi, sesuatu yang belum dieksekusi dan belum memiliki kepastian investasi memang belum bisa dicatat.
Dengan demikian, sejauh ini BIOTOWN adalah proyek strategis yang aktif dipersiapkan, tetapi belum dimonetisasi. Progresnya nyata di level konsep, perencanaan, dan legalitas, namun belum masuk ke wilayah angka, konstruksi, atau kontribusi ke kinerja keuangan.
Seperti inilah konteks yang membuat pasar meresponsnya secara hati-hati. Mereka cukup tertarik untuk mulai melirik, tetapi belum cukup yakin untuk memberikan rerating penuh.
Masih Ada Ruang Kenaikan Hingga 70 Persen
Pasar saat ini sedang menilai ulang harga BKSL setelah fase distribusi besar. Para investor juga sedang menguji, apakah cerita BIOTOWN layak diberi premi valuasi di masa depan.
Dari sisi valuasi, data PBV memberi petunjuk bahwa saat ini BKSL diperdagangkan di kisaran PBV 0,48. Nilai ini jauh di bawah rata-rata historis tiga tahunnya, yaitu di sekitar 0,81, dan bahkan masih di bawah +1 deviasi standar.
Artinya, secara neraca, pasar masih memberi diskon yang dalam terhadap aset BKSL. Diskon ini masuk akal, karena BIOTOWN belum menghasilkan arus kas, capex besar yang dikunci, dan belum ada partner strategis yang masuk.
Namun, itulah yang kini dilirik ulang oleh pasar, karena downside valuasi sudah lebih dulu terjadi pada fase kehatuhan harga dari 175 ke 130-an.
Di sisi sebaliknya, indicator PE memang terlihat ekstrem, bahkan negative pada periode tertentu. Ini bukan sinyal murah atau mahal, melainkan refleksi bahwa laba BKSL belum stabil dan belum bisa dijadikan jangkar valuasi.
Karena itu, untuk BKSL saat ini, PBV jauh lebih relevan dibanding PE. Pasar tidak membeli laba, melainkan opsionalitas atas aset dan cerita jangka menengah.
Secara teknikal, struktur pergerakan BKSL menunjukkan fase base building, bukan fase markup agresif. Harga bergerak di area 133–136 dengan frekuensi tinggi, volume mulai menyusut dibanding fase distribusi, dan indikator teknikal campuran antara netral dan jual ringan.
RSI berada di area seimbang, ADX rendah menandakan tren belum kuat, sementara ATR masih tinggi menunjukkan saham ini tetap volatil. Ini tipikal saham yang sedang “mencari harga wajar baru”, bukan saham yang sedang dikerek naik.
Jika dikaitkan dengan pivot dan area teknikal, zona 130–135 kini berfungsi sebagai area penyeimbang. Selama area ini bertahan, risiko breakdown lanjutan relatif lebih kecil. Untuk bergerak ke zona hijau yang lebih nyaman, BKSL perlu melewati dan bertahan di atas area 138–145 secara konsisten. Tanpa katalis baru, pergerakan kemungkinan masih bertahap dan tersendat.
Sementara itu, berbicara soal harga wajar, jika BKSL kembali ke PBV mean sekitar 0,8, maka secara teoritis ada ruang kenaikan sekitar 60–70 persen dari level PBV saat ini. Namun ini bukan target waktu dekat.
Itu adalah potensi rerating jika BIOTOWN naik kelas dari narasi menjadi struktur bisnis yang konkret, minimal lewat satu dari tiga hal: pengesahan KEK, masuknya partner strategis, atau kejelasan skema monetisasi. Tanpa itu, pasar hanya akan memberi sebagian kecil dari rerating tersebut.
BKSL: Sideways Cenderung Menguat
BKSL saat ini sideways cenderung menguat secara selektif, bukan reli lurus. BKSL berpeluang bergerak naik ke zona hijau moderat jika sentimen tetap hangat dan tidak ada tekanan pasar besar, tetapi reli besar membutuhkan katalis nyata.
Jika tidak ada update lanjutan dari BIOTOWN, saham ini lebih mungkin melanjutkan fase konsolidasi sehat ketimbang melonjak agresif.
Kesimpulannya, BKSL saat ini bukan sedang “mengumpulkan modal” untuk BIOTOWN, melainkan pasar sedang mengumpulkan keyakinan. Valuasinya masih diskon, downside besar sudah terjadi, dan cerita mulai diuji.
Arah selanjutnya bukan ditentukan oleh indikator teknikal semata, melainkan oleh satu pertanyaan sederhana: kapan BIOTOWN berhenti menjadi cerita dan mulai menjadi angka. Selama itu belum terjawab, BKSL akan tetap bergerak hati-hati—dilirik, diuji, tetapi belum sepenuhnya dipercaya.(*)