Insight Daily 07 Jul 2025 Penulis: KabarBursa.com

Bisnis Hilir BRPT Makin Terkonsolidasi

Strategi hilirisasi Barito Pacific lewat CDIA, Patimban, dan akuisisi kilang dorong ekspansi terintegrasi sektor energi dan kimia.

KABARBURSA.COM – PT Barito Pacific Tbk (BRPT) kembali mencuri perhatian pelaku pasar. Dalam sehari terakhir, harga sahamnya melonjak lebih dari tujuh persen. Kenaikan ini bertepatan dengan rencana penawaran umum perdana saham anak usahanya, PT Chandra Daya Investasi (CDIA), yang dijadwalkan melantai di Bursa Efek pada 9 Juli 2025. Dana segar senilai Rp2,37 t...

BRPT genjot hilirisasi lewat IPO CDIA, kawasan industri Patimban, dan akuisisi kilang Shell untuk perkuat rantai pasok grup. Gambar dibuat oleh AI untuk KabarBu
BRPT genjot hilirisasi lewat IPO CDIA, kawasan industri Patimban, dan akuisisi kilang Shell untuk perkuat rantai pasok grup. Gambar dibuat oleh AI untuk KabarBu

Insight Navigator

  1. 01 Prospek Terbaru BRPT
  2. 02 Kinerja Keuangan BRPT

Prospek Terbaru BRPT

Kenaikan saham hari ini menjadikan BRPT salah satu top gainers indeks LQ45. Volume transaksi mencapai 185,6 juta saham, jauh di atas rata-rata karena didorong aksi beli agresif investor asing. Berdasarkan data Stockbit, investor asing membukukan net buy sekitar Rp52,41 miliar di saham BRPT pada sesi tersebut. Reli harga ini juga mengerek valuasi BRPT ke level tinggi; rasio price to earnings (P/E) perseroan tercatat sekitar 140 kali laba bersih dalam 12 bulan terakhir. Valuasi itu mencerminkan ekspektasi pasar terhadap pertumbuhan Barito Pacific, meski laba terkini perseroan relatif kecil dibanding kapitalisasinya.

Optimisme investor tidak lepas dari langkah strategis Barito Pacific mempersiapkan penawaran umum perdana (IPO) anak usahanya, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA). Chandra Daya Investasi, entitas infrastruktur Barito Pacific, menggelar IPO dengan melepas 12,48 miliar saham baru (sekitar 10 persen dari modal) pada harga Rp190 per saham. Masa penawaran umum berlangsung 2–7 Juli 2025 dan pencatatan perdana saham CDIA dijadwalkan pada 9 Juli 2025.

Melalui IPO ini, CDIA membidik dana segar sekitar Rp2,37 triliun. Dana hasil IPO tersebut akan digunakan seluruhnya untuk ekspansi bisnis infrastruktur penunjang hilirisasi Barito Pacific. Sekitar Rp871,8 miliar dialokasikan sebagai penyertaan modal ke anak usaha guna membeli armada kapal baru dan mendukung operasi logistik. Sementara Rp1,5 triliun sisanya difokuskan pada pengembangan fasilitas kepelabuhanan dan penyimpanan, termasuk pembangunan farm tangki penyimpanan, jaringan pipa etilena, serta infrastruktur pendukung seperti dermaga. Strategi ini diharapkan memperkuat ekosistem hilir Barito Pacific dan memastikan kelancaran rantai pasok dan utilitas bagi proyek-proyek petrokimia dan energi grup ke depan.

Sejalan dengan langkah korporasi di pasar modal, BRPT giat merealisasikan proyek-proyek hilirisasi berskala besar. Tonggak terbaru adalah rampungnya akuisisi aset kilang milik Shell di Singapura. Pada awal April 2025, Chandra Asri Group (anak usaha petrokimia Barito) bersama mitra global Glencore resmi menyelesaikan akuisisi Shell Energy and Chemicals Park (SECP) Singapura.

Kompleks kilang yang kini bernama Aster Energy and Chemicals Park itu mencakup fasilitas penyulingan minyak berkapasitas 237.000 barel per hari dan unit ethylene cracker berkapasitas 1,1 juta ton per tahun di Pulau Bukom, plus aset petrokimia hilir di Pulau Jurong. Akuisisi ini menjadi lompatan strategis Barito Pacific untuk mengukuhkan jejak regionalnya di industri energi dan petrokimia.

Rencananya, kepemilikan kilang SECP akan diintegrasikan dengan pabrik petrokimia di Cilegon milik Chandra Asri. Tujuannya antara lain mengurangi ketergantungan impor bahan baku seperti nafta, polietilena, dan polipropilena dengan memasoknya dari fasilitas sendiri di Singapura.

Dengan kata lain, bahan baku yang sebelumnya diimpor dapat dipasok dari kilang milik grup sendiri sehingga meningkatkan keamanan pasokan untuk kebutuhan domestik. Akuisisi SECP juga ditunjang kemitraan strategis dengan Glencore untuk berbagi keahlian dan akses pasar global sehingga bisa meningkatkan daya saing jangka panjang Chandra Asri di tengah transisi energi.

Di dalam negeri, ekspansi petrokimia BRPT terus berjalan. Chandra Asri tengah mempersiapkan pembangunan kompleks petrokimia kedua (CAP2) berskala global sebagai upaya memenuhi lonjakan permintaan domestik. Selain itu, melalui entitas cucu PT Chandra Asri Alkali (CAA), perusahaan membangun pabrik bahan baku baterai kendaraan listrik berteknologi Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC). Pabrik baru ini akan berkapasitas produksi 400.000 ton per tahun kaustik soda dan 500.000 ton EDC per tahun yang diharapkan mendukung industri baterai nasional ke depan.

Pada sektor infrastruktur pendukung, BRPT—lewat unit propertinya PT Griya Idola—sedang mengembangkan Kawasan Industri Patimban di Subang, Jawa Barat. Kawasan industri seluas 1.200 hektare berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ini berlokasi hanya kurang lebih 1 km dari Pelabuhan Patimban yang baru beroperasi. Patimban Industrial Estate digadang sebagai kawasan industri terpadu berwawasan lingkungan dengan infrastruktur canggih (smart industrial estate) serta insentif pajak khusus.

Proyek strategis nasional ini mulai dibangun akhir 2024, ditandai antara lain dengan kerjasama Barito Pacific dan PT Krakatau Tirta Industri untuk penyediaan jaringan air bersih dan pengolahan limbah di kawasan tersebut. Kehadiran KEK Patimban diharapkan menarik investor manufaktur dan logistik, mengingat lokasinya yang bersebelahan dengan pelabuhan laut dalam sehingga memudahkan rantai pasok ekspor-impor.

Untuk memastikan keandalan utilitas bagi ekspansi ekspansi hilirnya, BRPT memperkuat lini usaha pendukung melalui CDIA. Sebagai perusahaan infrastruktur industri, CDIA menyediakan layanan yang mencakup energi listrik (pembangkit), pengolahan air, fasilitas kepelabuhanan & penyimpanan, hingga logistik bagi grup Barito.

Sebelum IPO, CDIA telah mengoperasikan pembangkit listrik PLTGU berkapasitas kurang lebih 120 MW serta fasilitas utilitas lain di kompleks petrokimia Chandra Asri. Laporan keuangan 2024 CDIA menunjukkan pendapatan perusahaan ditopang empat pilar bisnis utama, yakni penjualan listrik, bisnis logistik (sewa kapal), pengelolaan pelabuhan & tangki penyimpanan, serta penyediaan air bersih. Kontribusi terbesar berasal dari lini energi listrik.

Dengan tambahan dana IPO, CDIA akan memperluas kapasitas infrastruktur tersebut dengan memulai penambahan armada kapal pengangkut bahan kimia dan gas, pembangunan farm tangki dan pipa baru, hingga perluasan dermaga. Investasi ini bertujuan memperkuat infrastruktur rantai pasok hilir BRPT, khususnya untuk mengelola bahan cair dan gas secara lebih efisien dan berstandar tinggi.

Kinerja Keuangan BRPT

Dari sisi kinerja keuangan, BRPT berhasil mencatat pertumbuhan laba signifikan di 2024 meski pendapatan menurun. Pendapatan konsolidasian tahun 2024 tercatat USD2,39 miliar (sekitar Rp35 triliun), turun 13,3 persen dari USD2,76 miliar pada 2023. Penurunan ini terutama disebabkan turnaround maintenance (pemeliharaan besar terjadwal) di kompleks petrokimia serta terganggunya kondisi pasokan-permintaan global sepanjang tahun lalu.

Meskipun top line tertekan, efisiensi di segmen energi milik grup mampu menjaga profitabilitas. EBITDA 2024 tercatat USD570 juta dengan margin 23,9 persen, sedikit lebih rendah secara nominal dari tahun sebelumnya namun marjin meningkat dibanding 2023 (21,4 persen). Hal ini mencerminkan stabilnya kinerja operasi unit energi (pembangkit listrik dan panas bumi) di bawah Barito Pacific.

Dampaknya, laba bersih tahun berjalan (setelah pajak) tumbuh meski pendapatan turun. Laba bersih konsolidasian 2024 mencapai USD123 juta, naik 23 persen dari 2023. Adapun laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk (laba bersih BRPT) melonjak 116 persen year-on-year menjadi USD56,48 juta (sekitar Rp913 miliar). Lonjakan laba ini terjadi seiring peningkatan margin dan kontribusi unit-unit non-petrokimia, serta strategi diversifikasi Barito ke segmen infrastruktur dan energi terbarukan yang lebih stabil.

Sementara itu, rasio  utang bersih terhadap ekuitas perseroan terjaga di level 0,72 kali pada akhir 2024. Ini menandakan struktur permodalan yang sehat untuk mendanai ekspansi.

Memasuki 2025, prospek kinerja BRPT kian membaik. Kuartal I 2025 kemarin perseroan membukukan pendapatan USD773,75 juta, tumbuh sekitar 25 persen dibanding kuartal I tahun lalu (USD618,6 juta). Peningkatan ini utamanya didorong mulai pulihnya harga produk petrokimia dan tambahan kontribusi akuisisi baru. Laba bersih BRPT pada kuartal I 2025 tercatat USD16,16 juta, melonjak hampir dua kali lipat dari USD8,86 juta pada periode yang sama 2024.

Tren pemulihan ini memberi sinyal positif bagi kinerja setahun penuh 2025. Manajemen Barito Pacific optimistis ekspansi hilirisasi yang tengah berjalan—mulai dari operasional kilang Aster di Singapura, pembangunan pabrik kimia baru, utilitas CDIA, hingga kawasan industri Patimban—akan mulai memberikan dampak positif terhadap pendapatan dan laba di masa mendatang. Dengan fondasi keuangan yang kokoh serta dukungan dana segar IPO CDIA, BRPT bersiap mengarungi fase pertumbuhan berikutnya sebagai pemain terintegrasi di sektor petrokimia, energi, dan infrastruktur hilir di kancah regional.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya