KABARBURSA.COM – Saham PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP) ditutup di level 99 pada perdagangan Jumat, 9 Januari 2026. Harga tersebut naik 14 poin atau 16,47 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level 85. Pergerakan terjadi dalam satu sesi perdagangan.
Volume transaksi BCIP pada hari tersebut tercatat sebesar 165,81 juta saham atau setara 1,66 juta lot. Nilai transaksi mencapai Rp15,9 miliar dengan total frekuensi 9.463 kali. Seluruh data diambil dari ringkasan perdagangan pasar reguler dari platform Stockbit.
Pada awal perdagangan, saham BCIP dibuka di level 86. Harga sempat bergerak turun hingga menyentuh level terendah harian di 84. Pergerakan harga pada sesi pagi hingga awal sesi II berada di rentang 84 hingga 88.
Memasuki paruh akhir perdagangan, harga bergerak ke rentang yang lebih tinggi. Saham BCIP sempat menyentuh level tertinggi harian di 105. Hingga penutupan, harga berada di level 99.
Sepanjang sesi perdagangan, transaksi terjadi dalam jumlah frekuensi yang tercatat tinggi. Tidak terdapat satu transaksi tunggal dengan nilai dominan. Perpindahan saham berlangsung melalui sejumlah transaksi yang tersebar sepanjang hari.
Dari sisi arus dana, data perdagangan mencatat foreign buy agregat sebesar Rp659,5 miliar. Foreign sell tercatat sebesar Rp1,5 miliar. Data tersebut disajikan secara agregat tanpa klasifikasi investor pada tingkat broker.
Aktivitas Besar Terbaca di Balik Antrean Pasar
Pada Jumat, 9 Januari 2026, broker screener mencatat harga penutupan saham BCIP berada di level 99. Pada tampilan indikator teknikal, harga tersebut berada di atas garis MA5, MA10, dan MA20. Data moving average diambil dari perhitungan sistem atas harga penutupan harian.
Pada hari yang sama, volume transaksi BCIP tercatat sebesar 165,81 juta saham atau setara 1,66 juta lot. Rata-rata volume harian 20 hari terakhir tercatat di kisaran 45,21 juta saham. Seluruh data volume diambil dari ringkasan perdagangan harian.
Masih pada Jumat, 9 Januari 2026, broker screener menampilkan nilai bandar value BCIP di kisaran Rp1,4 triliun. Angka tersebut ditampilkan sebagai satu nilai agregat pada data perdagangan hari berjalan. Data bandar value tidak disajikan dalam bentuk deret waktu harian.
Nilai Accumulation–Distribution BCIP pada hari yang sama tercatat di angka 43,07. Angka ini merupakan skor indeks yang dihitung oleh sistem berdasarkan data harga dan volume perdagangan. Penyajiannya berupa angka indeks tanpa satuan.
Struktur orderbook pada Jumat, 9 Januari 2026 mencatat total antrean beli (bid) sebesar 229.998 lot. Total antrean jual (offer) tercatat sebesar 164.363 lot. Data ini diambil dari antrean pasar reguler pada sesi perdagangan hari tersebut.
Antrean jual terdekat berada di harga 99 dengan volume 35.287 lot dan frekuensi 2.255 kali. Pada harga 100 tercatat 3.012 lot dengan frekuensi 9 kali, diikuti harga 101 sebanyak 9.491 lot dengan frekuensi 15 kali. Di harga 102 tercatat 8.824 lot dengan frekuensi 41 kali.
Pada level 103, antrean offer tercatat 9.076 lot dengan frekuensi 43 kali, sedangkan di harga 104 tercatat 7.435 lot dengan frekuensi 37 kali. Antrean jual di harga 105 tercatat 19.977 lot dengan frekuensi 50 kali. Pada harga 106 tercatat 8.026 lot dengan frekuensi 24 kali.
Antrean offer berlanjut di harga 107 sebanyak 9.442 lot dengan frekuensi 14 kali dan di harga 108 sebanyak 3.971 lot dengan frekuensi 17 kali. Pada harga 109 tercatat 12.775 lot dengan frekuensi 13 kali, sedangkan di harga 110 tercatat 4.288 lot dengan frekuensi 33 kali. Antrean jual berikutnya muncul di harga 111 hingga 114.
Pada sisi beli, antrean bid terdekat berada di harga 98 dengan volume 5.046 lot. Di harga 97 tercatat 6.657 lot dengan frekuensi 5 kali, sementara di harga 96 tercatat 3.986 lot dengan frekuensi 19 kali. Antrean bid di harga 95 tercatat 8.978 lot dengan frekuensi 27 kali.
Di harga 94, antrean beli tercatat 6.798 lot dengan frekuensi 19 kali, sementara di harga 93 tercatat 12.023 lot dengan frekuensi 38 kali. Pada harga 92 tercatat 2.971 lot dengan frekuensi 12 kali. Antrean bid berlanjut di harga 91 hingga 90.
Antrean beli tambahan tercatat di harga 89 sebanyak 4.584 lot dengan frekuensi 28 kali dan di harga 88 sebanyak 13.227 lot dengan frekuensi 55 kali. Pada harga 87 tercatat 3.267 lot dengan frekuensi 21 kali. Antrean bid di harga 86 hingga 80 tercatat aktif dengan volume dan frekuensi masing-masing.
Lapisan bid bawah menunjukkan antrean di harga 79 hingga 73. Di harga 74 tercatat 35.026 lot dengan frekuensi 7 kali, sedangkan di harga 73 tercatat 25.440 lot dengan frekuensi 11 kali. Seluruh data orderbook diambil dari tampilan antrean perdagangan Jumat, 9 Januari 2026.
Perpindahan Barang dan Perhitungan Harian di Broker Summary
Perdagangan saham BCIP pada Senin, 5 Januari 2026, diawali dengan kemunculan sejumlah broker di sisi beli pada rentang harga yang relatif berdekatan.
CLSA Sekuritas Indonesia (KZ) mencatat pembelian 33,8 ribu lot di harga 80 senilai Rp272,2 juta. Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) masuk di harga 81 dengan volume 32,8 ribu lot senilai Rp265,6 juta, sementara Mandiri Sekuritas (CC) mengoleksi 33,0 ribu lot di harga 80 senilai Rp262,2 juta.
Di bawah rentang tersebut, UBS Sekuritas Indonesia (AK) tercatat membeli 28,6 ribu lot di harga 79 senilai Rp226,7 juta. Stockbit Sekuritas Digital (XL) juga muncul di sisi beli dengan pembelian 22,5 ribu lot di harga 80 senilai Rp174,9 juta.
Tekanan jual datang dari Henan Putihrai Sekuritas (HP) yang melepas sekitar 278 ribu lot di harga 80 dengan nilai transaksi mencapai Rp2,2 miliar.
Harga penutupan hari itu berada di level 81. Dengan posisi tersebut, pembelian KZ, CC, XL, dan AK tercatat berada di bawah harga penutupan, sementara transaksi YP berada tepat di harga penutupan tanpa selisih nilai.
Secara mark-to-market harian, transaksi KZ dan CC masing-masing membentuk potensi sekitar Rp33,8 juta dan Rp33,0 juta. AK yang masuk di harga lebih rendah mencatat selisih sekitar Rp57,2 juta, sementara XL berada di kisaran Rp22,5 juta.
Fokus transaksi kembali mengerucut pada Selasa, 6 Januari 2026, dengan aktivitas beli terkonsentrasi di harga 80. AK muncul sebagai pembeli terbesar dengan volume 38,6 ribu lot senilai Rp308,3 juta. Ajaib Sekuritas Asia (XC) menyusul dengan pembelian 29,4 ribu lot senilai Rp234,5 juta, sementara KZ kembali menambah posisi sebesar 23,3 ribu lot senilai Rp186,0 juta.
Penutupan hari itu bergeser ke level 82. Seluruh pembelian di harga 80 berada dua poin di bawah harga akhir atau setara sekitar 2,50 persen. Dalam pembacaan mark-to-market, posisi AK mencatat potensi sekitar Rp77,2 juta, XC sekitar Rp58,8 juta, dan tambahan KZ sekitar Rp46,6 juta.
Dari sisi jual, XL melepas 50,0 ribu lot di harga 80 senilai Rp399,1 juta, disusul BNI Sekuritas (NI) yang menjual 33,8 ribu lot di harga yang sama senilai Rp270,5 juta.
Pergerakan pada Rabu, 7 Januari 2026, mulai bergeser ke area harga yang lebih tinggi. Trimegah Sekuritas Indonesia (LG) mencatat pembelian 31,9 ribu lot di harga 86 senilai Rp276,1 juta. Korea Investment & Sekuritas Indonesia (BQ) membeli 21,4 ribu lot di harga 84 senilai Rp178,5 juta, sementara Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) masuk di harga 87 dengan volume 17,0 ribu lot senilai Rp147,3 juta.
Harga penutupan hari itu berada di level 85. Dengan posisi tersebut, pembelian BQ berada di bawah harga akhir dengan potensi sekitar Rp21,4 juta, sementara transaksi LG dan ZP berada di atas harga penutupan dan masing-masing mencatat selisih sekitar minus Rp31,9 juta dan minus Rp34,0 juta.
Dari sisi jual, AK melepas 36,2 ribu lot di harga 88 senilai Rp317,0 juta, dengan selisih terhadap penutupan sekitar minus Rp108,6 juta. CC juga tercatat menjual 12,0 ribu lot di harga 87 senilai Rp105,0 juta.
Pada Kamis, 8 Januari 2026, intensitas transaksi relatif lebih terbatas. Danareksa Sekuritas (DU) muncul sebagai pembeli terbesar dengan akumulasi 23,0 ribu lot di harga 85 senilai Rp195,7 juta. Indo Premier Sekuritas (PD) membeli 7,2 ribu lot di harga 84 senilai Rp61,0 juta, sementara AK menambah pembelian 5,2 ribu lot di harga 84 senilai Rp43,9 juta.
Harga penutupan kembali berada di level 85. Dengan kondisi tersebut, pembelian DU berada tepat di harga penutupan tanpa selisih nilai, sedangkan transaksi PD dan AK berada satu tingkat di bawahnya dengan potensi masing-masing sekitar Rp7,2 juta dan Rp5,2 juta.
Di sisi jual, XL kembali melepas 37,5 ribu lot di harga 84 senilai Rp314,8 juta, dengan selisih terhadap penutupan sekitar Rp37,5 juta.
Puncak aktivitas terjadi pada Jumat, 9 Januari 2026. XL mencatat pembelian terbesar sepanjang periode dengan volume 194,3 ribu lot di harga rata-rata 96 senilai sekitar Rp1,9 miliar.
Penutupan melonjak ke level 99, membuat posisi tersebut berada tiga poin atau sekitar 3,13 persen di bawah harga akhir, dengan potensi mark-to-market sekitar Rp582,9 juta.
Pada hari yang sama, XC membeli 21,3 ribu lot di harga 98 senilai Rp226,0 juta dengan potensi sekitar Rp21,3 juta. J.P. Morgan Sekuritas Indonesia (YB) mengoleksi 11,6 ribu lot di harga 95 senilai Rp104,8 juta, mencatat selisih sekitar Rp46,4 juta.
Dari sisi jual, AK melepas 41,8 ribu lot di harga 95 senilai Rp406,4 juta, dengan selisih terhadap penutupan sekitar Rp167,2 juta. KZ dan YP juga tercatat menjual masing-masing 39,5 ribu lot dan 36,1 ribu lot di rentang harga 97 hingga 98.
Jika seluruh transaksi selama lima hari perdagangan, dari 5 hingga 9 Januari 2026, diakumulasikan, XL mencatat total pembelian sekitar 230,5 ribu lot dan total penjualan sekitar 87,5 ribu lot, menghasilkan sisa bersih sekitar 143,0 ribu lot.
KZ membukukan pembelian sekitar 69,8 ribu lot dan penjualan sekitar 39,5 ribu lot, sehingga sisa bersih berada di kisaran 30,3 ribu lot. DU mencatat pembelian sekitar 32,5 ribu lot tanpa penjualan signifikan, sementara YP menyisakan sekitar 4,9 ribu lot dari pembelian sekitar 41,0 ribu lot dan penjualan sekitar 36,1 ribu lot.
Pada periode yang sama, AK mencatat pembelian sekitar 72,4 ribu lot dan penjualan sekitar 78,0 ribu lot. CC mencatat pembelian sekitar 33,0 ribu lot dan penjualan sekitar 39,1 ribu lot. ZP mencatat pembelian sekitar 17,0 ribu lot dan penjualan sekitar 25,1 ribu lot. (*)