KABARBURSA.COM – Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) kembali memanas pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026, setelah melonjak 14,86 persen atau naik 295 poin ke level 2.280.
Lonjakan tersebut muncul bersamaan dengan nilai transaksi yang menembus Rp1,46 triliun dan volume perdagangan mencapai 678,95 juta saham, jauh di atas rata-rata harian BRPT yang berada di kisaran 210 juta saham.
Perubahan pergerakan itu terjadi setelah BRPT lebih dulu mengalami tekanan distribusi besar dalam beberapa perdagangan sebelumnya.
Data perdagangan menunjukkan arus dana asing mulai kembali berbalik masuk dengan net foreign buy sebesar Rp34,55 miliar, ketika harga saham bergerak kembali ke atas area rata-rata pergerakan penting jangka pendek hingga menengah.
Struktur transaksi BRPT juga mulai berubah dari sisi pergerakan bandar. Data yang dihimpun oleh Kabarbursa.com menunjukkan bandar value BRPT naik menjadi Rp248,47 miliar, lebih tinggi dibanding rata-rata MA10 di level Rp202,52 miliar dan meningkat dari posisi sebelumnya Rp170,59 miliar.
Perubahan tersebut berjalan seiring broker summary yang mulai beralih ke area big accumulation pada perdagangan reguler. Top broker accumulation tercatat menguasai lebih dari 30 persen transaksi bersih ketika harga bergerak agresif sejak awal sesi hingga penutupan perdagangan.
Secara teknikal, posisi BRPT kini kembali bergerak di atas seluruh rata-rata pergerakan utama. Harga penutupan 2.280 berada di atas MA5 di level 2.153, MA10 di 2.070, MA20 di 2.147, serta MA50 di area 1.828 setelah saham ini sempat bergerak fluktuatif sepanjang awal Mei 2026.
Transaksi Rp1 Triliun Kembali Mengangkat BRPT
Lonjakan transaksi mulai menjadi pola baru dalam pergerakan BRPT sejak awal Mei 2026. Setelah sempat bergerak lebih tenang pada April, aktivitas perdagangan saham ini mendadak melonjak dengan nilai transaksi harian yang konsisten berada di atas Rp1 triliun.
Pada perdagangan 5 Mei 2026, nilai transaksi BRPT mencapai Rp1,29 triliun dengan volume perdagangan sekitar 617 juta saham. Aktivitas tersebut langsung menempatkan BRPT ke jajaran saham dengan transaksi terbesar di pasar reguler pada hari itu.
Perputaran dana besar kembali muncul sehari berikutnya. Pada 6 Mei 2026, nilai transaksi BRPT kembali meningkat menjadi Rp1,35 triliun dengan volume mencapai sekitar 575 juta saham dan frekuensi transaksi menyentuh 97,04 ribu kali.
Meski sempat mengalami tekanan jual pada 7 hingga 11 Mei 2026, aktivitas perdagangan BRPT tetap bertahan tinggi dibanding rata-rata hariannya. Kondisi tersebut menunjukkan saham ini masih menjadi pusat perhatian pasar ketika harga bergerak turun menuju area bawah 2.000.
Struktur transaksi berubah kembali pada perdagangan 12 Mei 2026. Nilai transaksi BRPT naik menjadi Rp1,46 triliun dengan volume mencapai 678,95 juta saham atau lebih dari tiga kali rata-rata volume hariannya yang berada di kisaran 210 juta saham.
Frekuensi transaksi juga tetap tinggi. Hingga penutupan perdagangan, jumlah transaksi BRPT tercatat mencapai 96,82 ribu kali ketika harga bergerak sangat agresif sejak sesi pertama hingga penutupan pasar.
Pergerakan intraday BRPT pada hari itu menunjukkan volatilitas yang besar. Saham dibuka di level 1.995, sempat turun ke area rendah 1.920, lalu berbalik naik tajam hingga menyentuh level tertinggi 2.330 sebelum akhirnya ditutup di posisi 2.280.
Kondisi tersebut membuat BRPT kembali masuk ke radar saham dengan perputaran dana terbesar di pasar domestik.
Setelah sempat mengalami tekanan panjang secara year to date (ytd) sejak awal tahun, lonjakan transaksi beberapa hari terakhir mulai mengubah kembali karakter perdagangan saham ini di pasar reguler.
Asing Sempat Keluar Besar, Kini Mulai Balik Masuk
Perubahan arah transaksi BRPT dalam beberapa hari terakhir juga terlihat jelas dari pergerakan arus dana asing. Setelah sempat masuk agresif pada awal Mei, investor asing mendadak melakukan distribusi besar ketika harga bergerak di area atas 2.300.
Pada perdagangan 5 Mei 2026, BRPT mencatat net foreign buy sebesar Rp138,09 miliar. Aliran dana tersebut muncul ketika saham melonjak 24,66 persen dan nilai transaksi harian menembus Rp1,29 triliun.
Namun kondisi tersebut tidak bertahan lama. Sehari setelah lonjakan besar itu, asing langsung berbalik melakukan distribusi dengan net foreign sell mencapai Rp121,55 miliar pada perdagangan 6 Mei 2026.
Tekanan jual asing kembali berlanjut pada 7 Mei 2026. Data perdagangan menunjukkan foreign sell bersih kembali membesar menjadi Rp128,26 miliar ketika harga BRPT turun ke area 2.160 dan mulai bergerak menjauhi level tertingginya.
Distribusi belum berhenti hingga awal pekan berikutnya. Pada perdagangan 11 Mei 2026, asing kembali mencatat net sell sebesar Rp89,83 miliar ketika BRPT turun menuju area 1.985 dan sempat menyentuh level rendah 1.950.
Perubahan arah baru mulai terlihat pada perdagangan 12 Mei 2026. Setelah tiga sesi berturut-turut berada dalam tekanan distribusi besar, foreign flow BRPT kembali berbalik positif dengan net foreign buy sebesar Rp34,55 miliar.
Masuknya kembali dana asing tersebut muncul bersamaan dengan lonjakan harga dua digit dalam sehari. BRPT langsung bergerak agresif sejak sesi pertama hingga akhirnya ditutup naik 14,86 persen ke level 2.280.
Struktur transaksi asing dan harga yang bergerak cepat dalam periode tersebut menunjukkan perubahan ritme perdagangan BRPT berlangsung sangat singkat.
Fase distribusi besar yang sempat muncul dalam beberapa hari sebelumnya langsung diikuti rebound harga ketika arus dana asing mulai kembali masuk ke pasar reguler.
Broker Besar Mulai Kumpulkan Barang Lagi
Perubahan struktur transaksi BRPT tidak hanya terlihat dari arus dana asing, tetapi juga mulai tampak jelas pada broker summary. Setelah beberapa hari didominasi distribusi besar, pola transaksi broker pada 12 Mei 2026 mulai berbalik ke area akumulasi.
Data broker summary menunjukkan status transaksi BRPT berubah menjadi Big Acc. Top 5 broker tercatat membukukan akumulasi bersih sebesar Rp78,9 miliar dengan total net value mencapai Rp256,3 miliar dan net volume sekitar 1,19 juta lot.
Rata-rata harga transaksi bersih berada di level 2.145. Posisi tersebut masih berada di bawah harga penutupan BRPT di level 2.280, ketika saham bergerak agresif hingga akhir sesi perdagangan.
Dari sisi pembeli, broker MG menjadi pengakumulasi terbesar dengan nilai beli mencapai Rp93 miliar melalui sekitar 441 ribu lot. Broker AK menyusul dengan pembelian Rp44,7 miliar, sementara LG mencatat transaksi beli Rp24,9 miliar.
Broker PD juga ikut masuk dalam jajaran pembeli terbesar dengan nilai akumulasi sekitar Rp21 miliar. Aktivitas broker-broker tersebut muncul ketika BRPT mulai bergerak naik sejak sesi pertama perdagangan.
Di sisi lain, tekanan jual terbesar datang dari broker XL sebesar Rp33,1 miliar. Broker CC tercatat melepas Rp32,2 miliar, sedangkan YU melakukan distribusi sekitar Rp21,9 miliar.
Struktur tersebut cukup berbeda dibanding beberapa hari sebelumnya ketika BRPT masih berada dalam fase distribusi besar. Pada 11 Mei 2026, broker summary saham ini masih menunjukkan tekanan jual dominan dengan status Big Dist ketika harga turun ke area bawah 2.000.
Perubahan arah transaksi broker juga muncul bersamaan dengan kenaikan indikator aktivitas bandar. Data screener menunjukkan bandar value BRPT naik menjadi Rp248,47 miliar, lebih tinggi dibanding rata-rata MA10 yang berada di level Rp202,52 miliar.
Posisi tersebut juga meningkat dibanding previous bandar value sebelumnya di angka Rp170,59 miliar. Sementara indikator bandar accum/dist tercatat berada di level 30,39 ketika harga mulai bergerak kembali ke area atas 2.200.
Kenaikan aktivitas broker besar dan perubahan struktur akumulasi tersebut membuat pergerakan BRPT mulai kembali aktif dipantau pasar. Setelah sempat mengalami distribusi besar pada awal Mei, broker-broker utama kini mulai kembali menaikkan eksposur di saham ini.
Harga Mulai Naik Lagi di Atas Rata-rata Pergerakan
Pergerakan BRPT pada perdagangan 12 Mei 2026 turut mengubah kembali struktur teknikal jangka pendeknya. Setelah beberapa kali bergerak di bawah area rata-rata pergerakan, harga saham ini kini kembali naik ke atas seluruh MA penting.
Harga penutupan BRPT di level 2.280 tercatat sudah berada di atas MA5 pada area 2.153. Posisi tersebut juga lebih tinggi dibanding MA10 di level 2.070 dan MA20 di kisaran 2.147.
Kondisi serupa terlihat pada MA50 yang berada di area 1.828. Dengan posisi tersebut, BRPT mulai kembali membentuk struktur kenaikan setelah sebelumnya mengalami tekanan panjang sejak awal tahun 2026.
Perubahan arah harga terlihat cukup cepat dalam beberapa minggu terakhir. Pada periode Maret 2026, BRPT sempat bergerak turun hingga mendekati area 1.200 sebelum perlahan mulai rebound sepanjang April dan Mei.
Struktur intraday perdagangan 12 Mei juga menunjukkan perubahan ritme yang agresif. Setelah dibuka di level 1.995, BRPT sempat turun ke area rendah 1.920 sebelum langsung berbalik naik tajam hingga menyentuh level tertinggi 2.330.
Pergerakan tersebut terjadi bersamaan dengan lonjakan volume dan aktivitas broker besar di pasar reguler. Momentum kenaikan juga bertahan hingga akhir sesi ketika harga ditutup dekat area tertingginya.
Meski secara year to date BRPT masih berada dalam zona koreksi dibanding posisi awal tahun, perubahan struktur harga dalam beberapa hari terakhir mulai mengubah kembali pola pergerakan saham ini di pasar.
BRPT Kembali Ramai di Radar Trader
Aktivitas perdagangan BRPT yang kembali melonjak membuat saham ini mulai ramai masuk radar pelaku pasar dalam beberapa sesi terakhir. Nilai transaksi yang konsisten besar membuat BRPT kembali menjadi salah satu saham paling aktif di bursa.
Perhatian investor ritel terhadap saham ini juga terlihat tinggi. Data perdagangan menunjukkan jumlah pengikut BRPT di platform perdagangan saham sudah mencapai lebih dari 620 ribu akun.
Perputaran transaksi di saham ini juga berlangsung sangat cepat. Dalam satu sesi perdagangan, frekuensi transaksi BRPT mampu mencapai hampir 100 ribu kali ketika harga bergerak sangat volatil sepanjang hari.
Kondisi tersebut membuat perubahan arah transaksi BRPT berlangsung dalam tempo singkat. Fase distribusi besar yang muncul pada awal Mei langsung berubah menjadi fase akumulasi kembali ketika volume, foreign flow, dan broker summary mulai bergerak searah.
Di tengah aktivitas transaksi yang terus meningkat, BRPT kini kembali bergerak sebagai salah satu saham dengan perputaran dana terbesar di pasar reguler. Struktur perdagangan saham ini juga masih terus berubah cepat seiring tingginya aktivitas beli dan jual di area atas 2.000.(*)