Insight Daily 25 Nov 2025 Penulis: KabarBursa.com

Bandar Mulai Beli, Saham AVIA Bisa Tancap Gas?

Aksi akumulasi pelaku besar menguat di saham AVIA, ditopang kenaikan bandar value, aliran dana asing, dan perubahan struktur orderbook dalam sepekan terakhir.

KABARBURSA.COM – Pergerakan saham PT Avia Avian Tbk (AVIA) dalam sepekan terakhir mulai menampilkan pola yang berbeda. Harga merangkak naik berbarengan dengan data bandar value dan broker summary yang menunjukkan akumulasi yang semakin aktif. Merujuk data perdagangan, saham AVIA masih tampak di kisaran 440–470. Namun di balik itu, pelaku besar mulai masuk de...

Harga merangkak naik berbarengan dengan data bandar value dan broker summary yang menunjukkan akumulasi yang semakin aktif. (Foto: Dok. Avia Avian)
Harga merangkak naik berbarengan dengan data bandar value dan broker summary yang menunjukkan akumulasi yang semakin aktif. (Foto: Dok. Avia Avian)

Insight Navigator

  1. 01 Tembus Indeks MA dan Ada Sinyal Bandar
  2. 02 Tren Harga Saham AVIA Sepekan

KABARBURSA.COM – Pergerakan saham PT Avia Avian Tbk (AVIA) dalam sepekan terakhir mulai menampilkan pola yang berbeda. Harga merangkak naik berbarengan dengan data bandar value dan broker summary yang menunjukkan akumulasi yang semakin aktif. 

Merujuk data perdagangan, saham AVIA masih tampak di kisaran 440–470. Namun di balik itu, pelaku besar mulai masuk dengan ritme yang lebih agresif.

Jika ditarik ke belakang sejak Selasa, 18 November 2025, harga penutupan AVIA berada di 444 dengan nilai transaksi 5,52 miliar dan volume 123,54 ribu lot. Sehari setelahnya, Rabu, 19 November 2025, harga naik tipis ke 446 dengan nilai 4,71 miliar dan volume 105,98 ribu lot. 

Dinamika tak berhenti. Pasalnya, pergerakan hingga perdagangan kemarin, saham AVIA bertahan di zona hijau.

Adapun, pada Kamis, 20 November 2025, kenaikan berlanjut ke 454. Nilai transaksinya melonjak ke 14,71 miliar dengan volume 323,89 ribu lot, menjadikannya salah satu hari paling sibuk dalam sepekan. 

Pada Jumat, 21 November 2025, harga terkoreksi ringan ke 450 dengan nilai 2,33 miliar dan volume 51,49 ribu lot, sebelum kembali melesat di awal pekan berikutnya.

Lonjakan kembali terjadi pada Senin, 24 November 2025. AVIA ditutup di 466, naik 3,56 persen dari sesi sebelumnya. Nilai transaksinya mencapai 9,49 miliar dengan volume 205,49 ribu lot dan frekuensi 1.800 kali. Pola ini membuat rentang kenaikan harga dalam sepekan cukup jelas. 

Dari 444 pada 18 November, AVIA sempat menyentuh 466 pada 24 November dan bertahan di 464 pada 25 November. 

Dalam tujuh hari bursa, harga efektif naik sekitar 4,5 persen, dengan puncak sementara di 470 yang tercatat sebagai level tertinggi intraday pada 25 November.

Pada perdagangan hari ini, Selasa, 25 November 2025, AVIA memang terkoreksi tipis dua poin ke 464 atau minus 0,43 persen. Namun rentang hariannya tetap terjaga di 460–470, dengan pembukaan di 470 dan nilai transaksi 2,75 miliar serta volume 59,25 ribu lot. 

Tembus Indeks MA dan Ada Sinyal Bandar

Yang menarik, struktur harga masih berada di atas hampir semua moving average. MA5 tercatat di 456, MA10 di 451,60, MA20 di 444,90, dan MA50 di 427,36. Selama harga bertahan di atas deretan rata-rata ini, tren pendek AVIA masih cenderung naik.

Sinyal yang lebih gamblang datang dari bandarmology. Data terbaru menunjukkan bandar value AVIA berada di 76,42 miliar. Angka ini naik dari bandar value sebelumnya di 73,99 miliar dan sedikit di atas bandar value MA10 yang tercatat 75,92 miliar. Kenaikan sekitar 2,43 miliar ini menggambarkan adanya penambahan posisi bersih oleh pelaku besar dalam beberapa sesi terakhir.

Indikator bandar accumulation dan distribution berada di 48,54 yang mengarah pada fase akumulasi. Dengan nilai transaksi harian di kisaran 2,7 miliar, kenaikan bandar value tersebut tampak konsisten, bukan sekadar akibat satu hari spike besar.

Orderbook 25 November memperlihatkan bagaimana bandar menjaga fondasi harga. Di sisi bid, penumpukan terlihat tebal di beberapa level kunci. 

Pada harga 460, terdapat 30.175 lot yang menunggu beli. Di bawahnya, level 458 dan 456 masing-masing diisi 18.509 lot dan 17.289 lot. Bid tertinggi berada di 464 dengan 6.087 lot. Total bid terakumulasi sekitar 118.786 lot dari berbagai level, membentuk tangga penyangga mulai 446 hingga 464. 

Di sisi offer, struktur juga berlapis, tetapi distribusinya berbeda. Penawaran terbesar justru terkonsentrasi di 470 dengan 21.290 lot. Level 466 dan 468 masing-masing hanya memuat 3.818 dan 5.758 lot. Total offer sekitar 122.831 lot, tetapi mayoritas berada di atas harga terakhir. 

Broker summary menjadi kunci untuk membaca siapa saja penggerak utama di balik pola tersebut. 

Pada perdagangan 24 November yang menjadi titik lonjakan, UBS Sekuritas Indonesia (AK) tampil sebagai motor utama akumulasi. AK membukukan pembelian bersih sekitar 4,5 miliar dengan volume 96,6 ribu lot di harga rata-rata 463. Di belakangnya, Bahana Sekuritas (DX) mencatat pembelian 219,1 juta di harga rata-rata 453, disusul Supra Sekuritas Indonesia (SS), CLSA Sekuritas Indonesia (KZ), dan Mandiri Sekuritas (CC) dengan kisaran nilai puluhan miliar rupiah. 

Sisi jual didominasi BNI Sekuritas (NI) dengan nilai sekitar 900,4 juta dan volume 19,3 ribu lot di rata-rata 465, lalu Indo Premier Sekuritas (PD), Stockbit Sekuritas Digital (XL), Sucor Sekuritas (AZ), dan BCA Sekuritas (SQ) sebagai penyumbang tekanan jual.

Jika cakupan diperluas ke periode 17–24 November, pola penggeraknya terlihat lebih jelas. 

Dalam sepekan, AK mengoleksi AVIA sekitar 6,3 miliar dengan volume 136,3 ribu lot pada rata-rata harga 460. Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) dan Verdhana Sekuritas Indonesia (BB) menyusul dengan pembelian masing-masing 4,2 miliar dan 4 miliar. CLSA (KZ) dan DBS Vickers (DP) juga tercatat aktif menambah posisi.

Di sisi lain, Mandiri Sekuritas (CC) justru mencatat penjualan terbesar sekitar 9,6 miliar dengan volume 213,9 ribu lot. Indo Premier (PD), BNI Sekuritas (NI), Lotus Andalan (YJ), dan JP Morgan (BK) ikut mengurangi porsi. 

Aksi bandar tersebut juga didukung oleh aliran dana asing yang mulai stabil positif. Pada 20 November, AVIA mencatat net foreign buy sekitar 938,38 juta, disusul net buy 570,31 juta pada 19 November. Memang sempat terjadi net sell asing sekitar 1,38 miliar pada 18 November dan minus 199,33 juta pada 21 November. Namun tren berbalik tajam pada 24 November ketika net foreign buy melonjak ke 4,85 miliar. 

Tren Harga Saham AVIA Sepekan

Dengan seluruh rangkaian data tersebut, gambarannya menjadi lebih utuh. Dalam sepekan, harga AVIA merangkak naik dengan puncak di area 466–470. Bandar value bertambah sekitar 2,4 miliar dan kini berada di atas MA10. Bid tebal menahan harga di zona 456–460, sementara offer berat baru muncul di 470 ke atas. 

Broker asing seperti UBS dan CLSA bersama beberapa broker lokal agresif tampil sebagai motor akumulasi, menggantikan sebagian posisi yang dilepas Mandiri, Indo Premier, dan BNI Sekuritas. Aliran dana asing juga mulai menunjukkan tren net buy yang kuat.  (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com