KABARBURSA.COM – Aksi beli terukur dari pelaku besar terhadap saham PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) berlanjut hingga sesi perdagangan Jumat, 21 November 2025 pukul 11.30 WIB atau sesi I berakhir. Harga bertahan stabil di level 492 setelah mencatat penguatan bertahap sepanjang pekan.
Berdasarkan data perdagangan di platform Stockbit, aliran transaksi yang konsisten tersebut membuat harga SMIL bergerak dalam rentang positif sejak awal pekan. Volume harian stabil di kisaran 800 ribu hingga 1 juta saham dengan nilai transaksi yang terjaga di atas Rp40 miliar per hari.
Pada sesi pagi ini, SMIL diperdagangkan di 492 dengan kisaran harian 480–492 dan volume mencapai 854,10 ribu saham. Stabilitas harga ini menunjukkan pasar berada dalam fase penahanan setelah kenaikan yang terbentuk sejak pertengahan pekan lalu.
Harga Saham SMIL Tembus Indikator Pemulihan Pendek
Data intraday memperlihatkan level transaksi berada di atas rerata harga jangka pendek. Harga transaksi lima hari terakhir berada di sekitar 487, menandai bahwa pemulihan dari titik rendah pada Jumat, 14 November berlangsung konsisten dan terukur.
Struktur kenaikan SMIL terjadi bertahap. Harga bergerak dari 475 pada 14 November, lalu naik ke 478, kemudian 486 pada sesi Senin, 17 November dan 18 November. Lonjakan berikutnya terjadi pada Rabu, 19 November ketika harga menyentuh level 492 dan bertahan hingga sesi hari ini.
Pola ini memperlihatkan rangkaian higher lows dan higher highs yang terbentuk selama empat sesi perdagangan.
Pergerakan intraday pada hari ini memperlihatkan antrean bid yang lebih tebal dibanding sisi offer. Pembeli menumpuk pada rentang 486–490 dengan total lebih dari 130 ribu lot. Antrean terbesar berada di level 486 dengan volume mencapai tiga puluh lima ribu lot.
Di sisi lain, antrean offer berada pada rentang lebih tinggi, yakni 492–500 dengan total sekitar 258 ribu lot. Level 500 menjadi lapisan jual terbesar dengan sekitar lima puluh ribu lot.
Kondisi ini menunjukkan penjual berada pada rentang aman sementara pembeli membentuk tumpuan kokoh di bawah harga terakhir.
Komposisi tersebut lazim muncul setelah fase markup tipis yang kemudian memasuki tahap penahanan.
Pasar bergerak lebih hati-hati setelah reli dua hari sebelumnya, sementara pelaku besar menjaga agar harga tidak turun di bawah area akumulasi.
Pergerakan Bandar dalam Broker Summary
Data broker summary periode 13–20 November menunjukkan peran signifikan broker asing dan institusi besar dalam pembelian SMIL.
J.P. Morgan Sekuritas Indonesia (BK), Mirae Asset Sekuritas Indonesia (AK), dan Trimegah Sekuritas Indonesia (LG) tercatat sebagai pembeli terbesar dengan total akumulasi mendekati Rp5 miliar berdasarlam real data BK sebesar Rp3,3 miliar, AK sebesar Rp1,5 miliar, dan LG sebanyak Rp64 juta.
Jika dirinci, pembelian terbesar tercatat di BK dengan nilai Rp3,3 miliar dan volume 68,7 ribu lot pada harga rata-rata 481. Mirae Asset menyusul dengan nilai Rp1,5 miliar dan volume 30,7 ribu lot pada harga rata-rata 486. Trimegah membeli 64 ribu lot pada harga rata-rata 484.
Data harian pada 20 November mempertegas pola tersebut. AK membeli Rp544 juta dan BK membeli Rp294 juta. Pada hari yang sama, hanya ZP yang tercatat sebagai penjual aktif dengan nilai Rp67 juta pada rata-rata 496.
Kondisi ini menunjukkan akumulasi dominan dari broker besar, yang menjadi indikator kuat adanya langkah pembentukan harga oleh pelaku utama.
Arus Asing Kembali Masuk
Data foreign flow memperlihatkan tren pemulihan aliran dana asing dalam tiga hari terakhir.
Pada 20 November, asing mencatat net buy Rp1,98 miliar. Sehari sebelumnya, arus masuk mencapai Rp5,33 miliar. Pada 17 November, pembelian asing bahkan mencapai Rp6,05 miliar.
Arus masuk tersebut datang setelah aksi jual besar pada 13 dan 14 November ketika net foreign mencatat masing-masing Rp–9,09 miliar dan Rp–6,90 miliar. Pergeseran dari tekanan jual besar ke arus beli bertahap menjadi penanda bahwa asing kembali masuk ke siklus akumulasi.
Volume transaksi juga memperlihatkan peningkatan aktivitas sejalan dengan masuknya dana asing. Pada 19 November, nilai transaksi mencapai Rp47,62 miliar dengan volume 977,19 ribu lot.
Sementara pada 17 November nilai transaksi menembus Rp73,45 miliar ketika harga mulai berbalik dari area bawah.
Pergerakan Harga SMIL Sepekan
Harga saham SMIL mencatat kenaikan bertahap sepanjang enam hari perdagangan terakhir.
Gerakannya dimulai dari level 475 pada 14 November sebelum naik ke 478, kemudian 486 dalam dua sesi berikutnya, dan akhirnya mencapai 492 pada 19 November.
Kenaikan terbesar terjadi pada 19 November ketika harga naik satu koma dua tiga persen dari 486 ke 492. Harga kemudian bertahan di 492 pada 20 dan 21 November, menunjukkan konsolidasi sehat setelah kenaikan empat hari berturut-turut.
Dalam periode tersebut, kenaikan bersih SMIL mencapai tiga koma lima persen dari titik awal 475 hingga posisi intraday 492.
Pola higher lows dan higher highs terbentuk konsisten selama empat sesi pertama sebelum memasuki fase penahanan pada dua sesi terakhir. (*)