Insight Daily 04 May 2026 Penulis: KabarBursa.com

AUTO Tawarkan Valuasi Rendah dengan Prospek Solid

Merujuk data dari Stockbit, saham AUTO saat ini diperdagangkan dengan price to earnings ratio (PER) tahunan sebesar 5,54 kali

KABARBURSA.COM - Saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) tampaknya masih layak masuk radar seiring valuasi yang masih relatif murah, fundamental sehat, serta imbal hasil dividen yang kompetitif.Merujuk data dari Stockbit, saham AUTO saat ini diperdagangkan dengan price to earnings ratio (PER) tahunan sebesar 5,54 kali, sedangkan PER trailing twelve months (TTM) b...

(Foto: dok AUTO)
(Foto: dok AUTO)

Insight Navigator

  1. 01 Catatkan Kinerja Positif di Kuartal I 2026
  2. 02 Saham AUTO Masih Punya Upside Menarik
  3. 03 AUTO Banyak Dijual Asing,

KABARBURSA.COM - Saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) tampaknya masih layak masuk radar seiring valuasi yang masih relatif murah, fundamental sehat, serta imbal hasil dividen yang kompetitif.

Merujuk data dari Stockbit, saham AUTO saat ini diperdagangkan dengan price to earnings ratio (PER) tahunan sebesar 5,54 kali, sedangkan PER trailing twelve months (TTM) berada di level 5,48 kali. Sementara forward PER tercatat lebih rendah di kisaran 5,28 kali.

Level valuasi tersebut bisa diartikan jika pasar masih memberikan penilaian konservatif terhadap prospek Perseroan, meski kinerja keuangan dan posisi neraca tergolong solid.

Adapun Price to book value (PBV) AUTO juga hanya sebesar 0,76 kali, yang berarti harga saham masih diperdagangkan di bawah nilai bukunya.

Selain itu, price to sales (P/S) tercatat 0,61 kali dan EV to EBITDA sebesar 5,18 kali. Rasio tersebut menandakan valuasi AUTO masih tergolong murah dibanding banyak emiten manufaktur maupun otomotif lain di Bursa Efek Indonesia.

Dari sisi profitabilitas, AUTO mencatat return on equity (ROE) sebesar 13,94 persen dan return on assets (ROA) 9,58 persen. Ini menunjukkan perusahaan masih mampu menghasilkan pengembalian yang sehat dari modal dan aset yang dimiliki.

Margin keuntungan juga cukup terjaga. Gross profit margin kuartalan tercatat 16,01 persen, operating profit margin 5,91 persen, serta net profit margin 10,63 persen. Angka ini menandakan jika efisiensi operasional yang tetap solid di tengah tantangan industri otomotif dan pelemahan daya beli.

Sementara itu, kondisi keuangan perseroan juga sangat sehat. Debt to equity ratio (DER) hanya 0,04 kali, itu berarti beban utang sangat rendah. Current ratio berada di level 2,22 kali dan quick ratio 1,69 kali, yang menunjukkan likuiditas perusahaan berada dalam posisi aman.

Dari sisi dividen, AUTO juga cukup menarik bagi investor income seeker. Dividend yield tercatat 8,91 persen dengan payout ratio 49,37 persen. Dividen trailing twelve months mencapai Rp229 per saham, dengan tanggal cum dividend terakhir pada 28 April 2026.

Jika melihat earnings per share (EPS) TTM sebesar Rp468,57 dan book value per share Rp3.362,55, AUTO menunjukkan fondasi bisnis yang kuat dengan valuasi pasar yang belum mencerminkan nilai intrinsiknya secara penuh.

Dengan kombinasi valuasi murah, utang rendah, profitabilitas sehat, serta dividen tinggi, saham AUTO berpotensi menjadi pilihan menarik bagi investor jangka menengah hingga panjang, khususnya bagi yang mencari saham value dengan pendapatan dividen stabil.

Catatkan Kinerja Positif di Kuartal I 2026

AUTO sukses membukukan kinerja gemilang di awal tahun 2026. Emiten komponen otomotif ini mampu mencetak pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada kuartal I tahun ini dengan dukungan peningkatan penjualan.

Merujuk laporan keuangan interim per 31 Maret 2026, AUTO mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp5,26 triliun. Angka ini naik 7,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp4,89 triliun.

Seiring dengan pertumbuhan pendapatan itu, beban pokok penjualan AUTO di tiga bulan pertama 2026 meningkat menjadi Rp4,41 triliun dibanding periode serupa tahun lalu yang sebesar dari Rp4,10 triliun.

Kendati demikian, AUTO masih bisa mencetak laba bruto sebesar Rp841,87 miliar di kuartal I 2926, naik dari Rp796,08 miliar dari periode sebelumnya.

Dari sisi operasional, beban penjualan AUTO tercatat Rp265,29 miliar, naik dari Rp247,84 miliar. Adapun beban umum dan administrasi juga naik dari Rp243,92 miliar menjadi Rp265,85 miliar.

Walaupun beban usaha naik, AUTO tetap sukses mencatat laba sebelum pajak sebanyak Rp669,18 miliar di awal 2026, tumbuh dari Rp605,56 miliar pada kuartal I 2025.

Sementara itu, laba bersih AUTO pada kuartal I 2026 tercatat sebesar Rp558,94 miliar atau naik sekitar 10,55 persen dibanding Rp505,57 miliar pada periode sama tahun lalu. 

Kontributor penting terhadap kinerja AUTO juga datang dari entitas asosiasi dan ventura bersama. Bagian laba dari entitas asosiasi tercatat Rp76,27 miliar, naik dari Rp63,79 miliar. Sedangkan kontribusi laba dari ventura bersama mencapai Rp214,93 miliar, meningkat dari Rp191,77 miliar pada kuartal I 2025.

Pindah ke sisi neraca, posisi keuangan AUTO terpantau cukup sehat. Per 31 Maret 2026, emiten ini memiliki gotal aset hingga Rp23,56 triliun. Angka ini meningkat dari Rp22,62 triliun pada akhir 2025.

Sementara itu, total ekuitas AUTO pada kuartal I 2026 menjadi Rp17,49 triliun dari Rp16,96 triliun, sedangkan total liabilitas berada di level Rp6,07 triliun. 
 

Likuiditas AUTO juga kuat dengan kas dan setara kas sebesar Rp4,81 triliun, naik dari Rp4,53 triliun pada akhir Desember 2025. Persediaan tercatat Rp2,56 triliun dan piutang usaha mencapai Rp2,75 triliun, menunjukkan aktivitas usaha berjalan normal dan solid.

Saham AUTO Masih Punya Upside Menarik

Saham AUTO kembali menarik perhatian pasar setelah seluruh analis yang memantau emiten ini kompak memberikan rekomendasi beli. Konsensus tersebut muncul di tengah valuasi yang masih relatif murah, fundamental solid, dan potensi kenaikan harga yang masih terbuka.

Berdasarkan data, sebanyak 10 analis Stockbit memberikan rating buy untuk saham AUTO, tanpa ada rekomendasi hold maupun sell. Ini menunjukkan optimisme yang kuat terhadap prospek bisnis perseroan dalam jangka menengah hingga panjang.

Adapun target harga rata-rata analis untuk AUTO berada di level Rp3.175 per saham. Sementara estimasi target tertinggi mencapai Rp3.500, dan target terendah berada di Rp2.800.

Jika dibandingkan dengan harga saham saat ini di kisaran Rp2.570, maka saham AUTO masih memiliki potensi kenaikan sekitar 23,5 persen menuju target rata-rata analis. Sedangkan menuju target tertinggi, upside mencapai lebih dari 36 persen.

Prospek tersebut sejalan dengan pergerakan harga saham AUTO yang dalam jangka panjang masih menunjukkan tren positif. Dalam satu tahun terakhir, saham AUTO telah naik 16,29 persen. Dalam tiga tahun, kenaikannya mencapai 40,05 persen, sementara dalam lima tahun melonjak 119,66 persen.

Meski demikian, dalam jangka pendek saham AUTO masih mengalami tekanan. Secara year to date (YTD), saham ini terkoreksi 4,46 persen. Dalam sepekan terakhir turun 7,55 persen, dan pada perdagangan terakhir, 30 April 2026  melemah 2,28 persen.

Koreksi jangka pendek tersebut justru dinilai membuka ruang akumulasi, terutama ketika mayoritas analis masih mempertahankan rekomendasi beli. Apalagi secara fundamental, AUTO baru saja membukukan kinerja kuartal I 2026 yang positif dengan pertumbuhan laba bersih serta posisi kas yang kuat.

Dengan konsensus 10 analis yang seluruhnya merekomendasikan beli, valuasi yang masih rendah, serta potensi upside dua digit, saham AUTO berpeluang tetap menjadi salah satu pilihan menarik di sektor otomotif dan komponen pada tahun ini.

AUTO Banyak Dijual Asing,

Saham AUTO  justru mencatat tekanan jual dari investor asing sepanjang tahun atau periode 2 Januari hingga 30 April. Sejumlah broker besar terlihat melakukan distribusi.

Merujuk data Stockbit yang dihimpun, broker CC tercatat sebagai penjual terbesar dengan nilai transaksi mencapai Rp30,2 miliar. Nilai ini menjadi yang paling besar dibanding broker lain dalam periode pengamatan, menunjukkan adanya distribusi signifikan dari satu pelaku pasar utama.

Di posisi berikutnya, broker AK melepas saham AUTO senilai Rp12 miliar, disusul broker OD sebesar Rp5,3 miliar dan broker RX senilai Rp3,5 miliar. Selanjutnya broker AG juga tercatat melakukan penjualan sekitar Rp2,5 miliar.

Jika dijumlahkan, lima broker penjual terbesar tersebut telah membukukan nilai distribusi lebih dari Rp53 miliar. Angka ini menunjukkan tekanan jual yang cukup nyata terhadap saham AUTO selama empat bulan pertama tahun ini.

Di sisi lain, masih terdapat broker yang melakukan akumulasi. Broker ZP menjadi pembeli terbesar dengan nilai Rp15,1 miliar, diikuti YU sebesar Rp9,4 miliar, NI Rp7,1 miliar, serta BK Rp6,9 miliar. (*)


 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya