Insight Daily 20 Feb 2026 Penulis: KabarBursa.com

Asing Terpantau Serok Saham AMMN, Mulai Menarik?

Masuknya aliran dana asing tersebut terjadi di tengah harga saham AMMN yang masih diperdagangkan di kisaran Rp7.675, atau berada di bawah target harga rata-rata analis Stockbit sebesar Rp7.925.

KABARBURSA.COM - Aliran dana asing terpantau masuk ke saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dalam dua hari perdagangan berturut-turut atau tepatnya pada 18-19 Februari 2026.Berdasarkan data broker summary Stockbit, sejumlah broker terlihat menampung pembelian investor asing dengan nilai transaksi yang cukup signifikan.Broker KZ memimpin sisi beli d...

(Foto: Dok. Amman Mineral)
(Foto: Dok. Amman Mineral)

KABARBURSA.COM - Aliran dana asing terpantau masuk ke saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dalam dua hari perdagangan berturut-turut atau tepatnya pada 18-19 Februari 2026.

Berdasarkan data broker summary Stockbit, sejumlah broker terlihat menampung pembelian investor asing dengan nilai transaksi yang cukup signifikan.

Broker KZ memimpin sisi beli dengan nilai mencapai Rp9,1 miliar atau setara 11,9 ribu lot di harga rata-rata Rp7.619. Selanjutnya, broker AK membukukan nilai beli sebesar Rp7,5 miliar dengan volume 10,1 ribu lot di harga rata-rata Rp7.531.

Broker CC turut mencatatkan pembelian sebesar Rp4,9 miliar dengan volume 6,5 ribu lot pada harga rata-rata Rp7.546, disusul oleh ZP sebesar Rp4,1 miliar atau 5,5 ribu lot di harga rata-rata Rp7.526.

Aksi akumulasi juga terlihat pada broker YU yang mencatatkan pembelian senilai Rp3,8 miliar dengan volume 5,1 ribu lot di harga rata-rata Rp7.548. Sementara itu, broker EP turut membukukan nilai beli sebesar Rp29,4 juta dengan volume 40 lot di harga rata-rata Rp7.350.

Terakhir,  roker QA juga tercatat melakukan pembelian sebesar Rp9,9 juta atau setara 13 lot di harga rata-rata Rp7.625.

Di sisi lain, tekanan jual dalam periode yang sama relatif lebih terbatas. Broker BK tercatat sebagai penjual terbesar dengan nilai transaksi mencapai Rp3,1 miliar atau setara 4,2 ribu lot.

Selanjutnya, broker NI membukukan nilai jual sebesar Rp2,2 miliar dengan volume 2,9 ribu lot, sementara broker YP mencatatkan penjualan senilai Rp376,3 juta atau 500 lot.

Beberapa broker lainnya seperti HP, TP, XL, dan HD juga turut mencatatkan aksi distribusi, masing-masing dengan nilai jual sebesar Rp10,6 juta (14 lot), Rp6,9 juta (9 lot), Rp5,1 juta (7 lot), dan Rp5,1 juta (4 lot).

Masuknya aliran dana asing tersebut terjadi di tengah harga saham AMMN yang masih diperdagangkan di kisaran Rp7.675, atau berada di bawah target harga rata-rata analis Stockbit sebesar Rp7.925.

Bahkan, estimasi target harga tertinggi yang mencapai Rp11.000 mengindikasikan masih terbukanya ruang apresiasi harga apabila kinerja perusahaan mampu terefleksi secara optimal di pasar.

Dari total tujuh analis Stockbit, empat di antaranya memberikan rekomendasi beli, sementara tiga lainnya menyarankan tahan, tanpa adanya rekomendasi jual.

Kondisi ini menunjukkan bahwa valuasi AMMN saat ini masih dinilai atraktif oleh pelaku pasar institusi, khususnya investor asing yang mulai mengambil posisi di tengah ekspektasi terhadap prospek jangka panjang sektor tambang.

Dengan kombinasi antara akumulasi asing yang terjadi dalam dua hari terakhir serta konsensus analis yang cenderung positif, saham AMMN dinilai masih memiliki potensi untuk mengalami re-rating.

Pergerakan harga saham AMMN.menunjukkan dinamika yang variatif dalam sejumlah rentang  waktu perdagangan. Pada perdagangan terakhir, Kamis, 19 Februari 2026, saham emiten tambang tembaga dan emas ini ditutup menguat 1,99 persen ke level Rp7.675.

Sejak awal tahun berjalan atau year to date (YTD), saham AMMN masih mampu membukukan penguatan sebesar 19,46 persen dengan rentang harga Rp6.200 hingga Rp8.450.

Namun demikian, jika ditarik ke periode mingguan, saham AMMN justru mencatatkan koreksi sebesar 1,29 persen dengan rentang pergerakan di antara Rp7.300 hingga Rp7.675. Koreksi ini menandakan bahwa tekanan jual masih sempat terjadi dalam jangka pendek, meskipun tidak cukup kuat untuk mengubah arah tren secara signifikan.

Tekanan yang lebih dalam terlihat dalam horizon satu bulan, AMMN mengalami penurunan sebesar 4,36 persen dengan rentang harga Rp6.200 hingga Rp8.100.

Meski demikian, dalam jangka menengah, kinerja saham AMMN masih menunjukkan tren yang relatif positif. Dalam periode tiga bulan, saham ini berhasil mencatatkan apresiasi sebesar 21,83 persen dengan pergerakan harga di kisaran Rp6.075 hingga Rp8.450.

Berbanding terbalik dengan periode tiga bulanan, dalam rentang enam bulan , saham AMMN tercatat mengalami pelemahan sebesar 10,23 persen dengan rentang harga Rp6.075 hingga Rp8.775.

Dalam periode satu tahun terakhir, saham ini sukses  mencatatkan kenaikan sebesar 4,42 persen dengan pergerakan di antara Rp4.500 hingga Rp9.225.

Secara keseluruhan, struktur price performance tersebut menunjukkan bahwa meskipun pergerakan jangka pendek saham AMMN masih diwarnai koreksi, tren dalam jangka menengah hingga sejak awal tahun tetap mengarah positif.

Kondisi ini mencerminkan adanya fase konsolidasi harga di tengah ekspektasi pasar terhadap potensi pertumbuhan kinerja perusahaan ke depan, sekaligus membuka peluang bagi pelaku pasar untuk mencermati momentum lanjutan apabila sentimen sektoral kembali menguat.

Fundamental AMMN

Kinerja fundamental PT Amman Mineral Internasional Tbk menunjukkan dinamika yang beragam jika ditinjau dari aspek solvabilitas maupun profitabilitas dalam periode terbaru.

Mengutip data Stockbit, dari sisi kemampuan likuiditas, AMMN mencatatkan current ratio (kuartalan) sebesar 2,18 dan quick ratio sebesar 1,58. Capaian ini mengindikasikan bahwa perusahaan masih memiliki kapasitas yang relatif memadai dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan aset lancar yang dimiliki.

Sementara itu, debt to equity ratio (DER) tercatat berada di level 1,29. Namun demikian, tekanan terlihat pada indikator profitabilitas perusahaan dalam periode trailing twelve months (TTM).

Return on Assets (ROA) AMMN tercatat sebesar -1,97 persen, sementara Return on Equity (ROE) berada di level -5,13 persen. Angka tersebut mengindikasikan bahwa tingkat pengembalian atas aset maupun ekuitas perusahaan masih berada dalam tekanan.

Dari sisi margin, gross profit margin kuartalan tercatat sebesar -13,22 persen, menandakan bahwa efisiensi pada tingkat laba kotor masih menghadapi tantangan.

Meski demikian, operating profit margin (OPM) AMMN masih mampu bertahan di level positif, yakni sebesar 15,41 persen. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan masih memiliki kemampuan untuk menghasilkan laba operasional dari aktivitas inti bisnisnya, meskipun tekanan pada komponen biaya maupun harga jual komoditas dapat berdampak terhadap margin secara keseluruhan.

Sementara itu, net profit margin kuartalan tercatat berada di level -8,22 persen, yang mencerminkan bahwa laba bersih perusahaan masih berada dalam fase negatif dalam periode pelaporan terakhir.

Secara keseluruhan, meskipun indikator likuiditas AMMN masih menunjukkan posisi yang relatif solid, tekanan pada sisi profitabilitas mengindikasikan bahwa perusahaan masih berada dalam fase transisi operasional maupun investasi.

Dalam konteks sektor pertambangan yang bersifat siklikal dan membutuhkan belanja modal yang signifikan, dinamika tersebut menjadi bagian dari proses menuju optimalisasi kinerja jangka panjang, khususnya apabila didukung oleh perbaikan sentimen terhadap harga komoditas global di masa mendatang.

Adapun, AMMN membukukan kinerja keuangan yang mengalami tekanan sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025. Berdasarkan laporan keuangan interim yang berakhir pada 30 September 2025, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar USD545,33 juta, turun signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai USD2,49 miliar.

EBITDA tercatat USD279 juta, turun 81 persen dari USD1,47 miliar. Perusahaan menanggung rugi bersih sebesar USD175 juta, berbalik dari laba USD720 juta tahun sebelumnya. 

Penurunan pendapatan tersebut turut berdampak terhadap laba bruto yang menyusut menjadi USD134,63 juta dari sebelumnya USD1,29 miliar pada periode 30 September 2024.

Setelah memperhitungkan manfaat pajak sebesar USD55,78 juta, perseroan membukukan rugi bersih sebesar USD175,05 juta hingga kuartal III 2025. Kondisi ini menunjukkan pergeseran kinerja dari posisi laba sebesar USD719,67 juta pada periode sembilan bulan pertama tahun 2024 menjadi rugi pada periode berjalan.

Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat meningkat menjadi USD12,81 miliar per 30 September 2025 dibandingkan USD11,12 miliar pada akhir tahun 2024. Kenaikan aset ini terutama ditopang oleh pertumbuhan aset tidak lancar yang mencapai USD10,21 miliar, termasuk peningkatan signifikan pada aset tetap menjadi USD5,38 miliar serta biaya pengupasan tanah yang ditangguhkan (deferred stripping costs) sebesar USD3,38 miliar.

Namun demikian, total liabilitas perseroan juga mengalami peningkatan menjadi USD7,81 miliar dari sebelumnya USD5,87 miliar pada akhir tahun sebelumnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Direktur AMMN Arief Sidarto menyampaikan bahwa perusahaan kini fokus memastikan operasi smelter berjalan stabil.

“Kami masih berada dalam fase ramp-up. Prioritas kami adalah menstabilkan seluruh lini produksi sebelum mencapai kapasitas penuh. Setelah fase ini selesai, kami berharap fasilitas dapat memberikan kontribusi optimal terhadap pendapatan,” ujar Arief Sidarto.

Arief menambahkan, aktivitas tambang Batu Hijau tetap sesuai rencana produksi tahunan. Volume material yang ditambang selama sembilan bulan pertama mencapai 225 juta ton, sedikit lebih rendah dibanding 241 juta ton tahun lalu. Volume bijih yang diolah turun 21 persen menjadi 23 juta ton.

Penurunan ini terjadi karena kegiatan penambangan difokuskan pada pengupasan lapisan batuan penutup di area Fase 8 yang mengandung bijih kadar menengah.

Produksi konsentrat tembaga mencapai 310 ribu metrik ton kering, turun 51 persen dari 637 ribu ton tahun lalu. Produksi tembaga dalam konsentrat merosot 57 persen menjadi 145 juta pon, sedangkan produksi emas dalam konsentrat turun 89 persen menjadi 75.621 ons.

Penurunan volume ini disebabkan oleh transisi produksi menuju pemrosesan domestik melalui smelter dan PMR. Produksi katoda tembaga dimulai pada akhir Maret 2025 dengan total 41.052 ton hingga September.

Sementara itu, produksi emas murni mencapai 44.792 ons. Harga jual bersih rata-rata untuk katoda tembaga tercatat USD9.789 per ton, sedangkan emas murni sebesar USD3.607 per ons. Produksi dari PMR masih meningkat bertahap seiring proses stabilisasi.

Arief menjelaskan, proyek smelter dan PMR memiliki kapasitas input tahunan sekitar 900 ribu metrik ton konsentrat dari tambang Batu Hijau dan Elang. Fasilitas ini dirancang menghasilkan 220 ribu ton katoda tembaga per tahun serta 830 ribu ton asam sulfat sebagai produk samping. PMR dapat mengolah 970 ton lumpur anoda per tahun yang menghasilkan 579 kilogram emas murni, 1,8 juta ons perak murni, dan 77 ton selenium.

Selain smelter, AMMN juga sedang menyelesaikan pembangkit listrik tenaga gas (PLTGU) berkapasitas 450 MW di Gresik. Dua turbin gas berkapasitas 50 MW telah beroperasi sejak September 2025, dan dua turbin tambahan akan dikomisioning bertahap. Fasilitas ini memastikan pasokan listrik mandiri untuk smelter sekaligus menekan emisi karbon.

Perusahaan juga memperluas pabrik konsentrator di Batu Hijau dengan peningkatan kapasitas input menjadi 85 juta ton bijih per tahun, dua kali lipat dari kapasitas saat ini. Proyek ini akan memperbesar volume pengolahan bijih dari fase 8 Batu Hijau dan tambang Elang.

Untuk tahun depan, perusahaan memperkirakan produksi tambang akan meningkat signifikan. Dalam panduan 2026, AMMN menargetkan 900 ribu ton konsentrat yang mengandung 485 juta pon tembaga dan 579 ribu ons emas. Sekitar 500 ribu ton akan berasal dari pabrik konsentrator eksisting, sementara 400 ribu ton sisanya dari unit baru.

“Kami memperkirakan proses perbaikan smelter selesai pada paruh pertama 2026, dan seluruh fasilitas dapat mencapai tingkat operasi stabil sepanjang tahun. Setelah itu, kami akan fokus pada peningkatan efisiensi untuk memperkuat margin dan arus kas,” kata Arief Sidarto.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya