Insight Daily 01 Jan 2026 Penulis: KabarBursa.com

Asing Terpantau Borong Saham, NCKL Layak Dilirik?

UBS Sekuritas Indonesia (AK) tercatat menjadi broker dengan pembelian terbesar mencapai Rp4,5 miliar atau setara 39,3 ribu lot

KABARBURSA.COM - PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) terpantau tengah diakumulasi investor asing pada perdagangan Selasa, 30 Desember 2025.Pada perdagangan akhir tahun 2025 atau Selasa, 30 Desember, saham NCKL ditutup stagnan atau tidak bergerak di level Rp.1.125.Berdasarkan grafik harian, NCKL masih bertahan di atas Moving Average (MA) 20 yang berada di k...

Tim KabarBursa.com tengah menyimak penjelasan dari Harita Nickel mengenai dry stack tailing facility di Pulau Obi, 11 Juli 2025. (Foto: Dok. KabarBursa)
Tim KabarBursa.com tengah menyimak penjelasan dari Harita Nickel mengenai dry stack tailing facility di Pulau Obi, 11 Juli 2025. (Foto: Dok. KabarBursa)

KABARBURSA.COM - PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) terpantau tengah diakumulasi investor asing pada perdagangan Selasa, 30 Desember 2025.

Berdasarkan data dari Stockbit, UBS Sekuritas Indonesia (AK) tercatat menjadi broker dengan pembelian terbesar mencapai Rp4,5 miliar atau setara 39,3 ribu lot di harga rata-rata Rp1.141.

Di posisi kedua ada Mandiri Sekuritas (CC) yang memborong saham NCKL senilai Rp1,8 miliar atau 16,3 ribu lot di harga rata-rata Rp1.139.

Aksi beli juga dilakukan JP Morgan Sekuritas (BK) dengan nilai Rp1,5 miliar atau 12,9 ribu lot di kisaran harga Rp1.140. Di bawahnya, terdapat Samuel Sekuritas Indonesia (IF) yang mencatat pembelian relatif kecil senilai Rp22,8 juta atau 200 lot di harga rata-rata Rp1.140.

Di sisi penjualan, tekanan terbesar datang dari Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) yang mencatatkan nilai jual sebesar Rp2,6 miliar atau 22,9 ribu lot. Selain itu, Ajaib Sekuritas Asia (XC) juga melepas saham NCKL senilai Rp807,5 juta atau 7 ribu lot.

Tekanan jual lainnya tercatat dari UOB Kay Hian Sekuritas (AI) sebesar Rp205,5 juta, OCBC Sekuritas Indonesia (TP) senilai Rp45,3 juta, Mirae Asset Sekuritas Indonesia  (YP) sebesar Rp27 juta, serta KGI Sekuritas Indonesia (HD) senilai Rp6,4 juta.

Pada perdagangan akhir tahun 2025 atau Selasa, 30 Desember, saham NCKL ditutup stagnan atau tidak bergerak di level Rp.1.125.

Berdasarkan grafik harian, NCKL masih bertahan di atas Moving Average (MA) 20 yang berada di kisaran Rp1.034. Sementara itu, pada 23 Desember 2025, saham emiten nikel ini baru saja melampaui MA50 yang berada di di level Rp1.090.

Dari sisi pergerakan harga, saham NCKL menunjukkan kinerja yang masih relatif terbatas, dengan kenaikan 1,35 persen dalam sepekan dan penguatan 7,66 persen dalam satu bulan terakhir.

Namun, secara menengah, saham ini masih mencatatkan koreksi 5,46 persen dalam tiga bulan terakhir. Meski demikian, dalam rentang yang lebih panjang, performa NCKL tetap mencolok dengan kenaikan 70,45 persen dalam enam bulan dan penguatan 49,01 persen secara tahunan.

Di sisi lain, saham NCKL mendapatkan rekomendasi positif dari mayoritas analis. Berdasarkan data analis Stockbit, sebanyak 23 dari total 24 analis memberikan rekomendasi beli, sementara 1 analis merekomendasikan tahan, dan tidak ada yang menyarankan jual.

Adapun target harga rata-rata analis dipatok di Rp1.456. Sedangkan, estimasi target harga tertinggi saham NCKL berada di level Rp1.600, sementara target harga terendah berada di Rp1.100. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya