KABARBURSA.COM - Saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan akumulasi kuat oleh investor asing pada perdagangan Senin, 5 Januari 2026.
Berdasarkan data broker summary Stockbit, Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) menjadi pembeli terbesar dengan nilai beli mencapai Rp1,3 miliar atau setara 5,4 ribu lot di harga rata-rata Rp2.341.
Di posisi kedua, JP Morgan Sekuritas (BK) membukukan pembelian senilai Rp804 juta dengan banyak 3,4 ribu lot di kisaran harga Rp2.341.
Aksi akumulasi juga dilakukan Mandiri Sekuritas (CC) sebesar Rp367 juta atau 1,6 ribu lot di harga rata-rata Rp2.336. Disusul UBS Sekuritas (AK) yang mencatatkan pembelian Rp325,2 juta dengan volume 1,4 ribu lot di level harga yang sama.
Sejumlah broker lain seperti NH Korindo Sekuritas Indonesia (XA) dan Phillip Sekuritas Indonesia (KK) turut mencatatkan pembelian, meski dengan nilai yang lebih terbatas 419 dan 86 lot di harga rata-rata Rp2.328 dan Rp2.320.
Di sisi lain, tekanan jual asing relatif minim. Data menunjukkan hanya dua broker yang mencatatkan penjualan signifikan, yakni BNI Sekuritas (NI), dengan nilai jual sekitar Rp155,8 juta atau 664 lot. Sementara broker KGI Sekuritas Indonesia (HD) tercatat hanya melepas 6 lot dengan nominal Rp1,4 juta.
Adapun pada perdagangan 5 Januari 2026, PTBA ditutup menguat sebesar 0,86 persen atau naik 20 poin ke level Rp.2340.
Berdasarkan grafik harian, penguatan PTBA ditopang oleh keberhasilan harga bertahan di atas garis moving average (MA) 20 yang berada di kisaran Rp2.289. Selain itu pada perdagangan yang sama, saham emiten batu bara ini baru saja melewati MA50 di area Rp2.325.
Dari sisi volume, aktivitas transaksi tercatat cukup sehat, dengan volume di perdagangan terakhir mencapai sekitar 8,9 juta saham, berada di atas rata-rata volume 20 yang sebesar 7,8 juta.
Secara jangka pendek, kinerja harga saham PTBA menunjukkan penguatan yang relatif stabil. Dalam periode sepekan, saham ini naik 0,86 persen, sementara secara bulanan mencatatkan kenaikan 1,74 persen.
Namun, jika ditarik ke horizon yang lebih panjang, tekanan masih terlihat. Dalam enam bulan terakhir, PTBA tercatat melemah 3,70 persen, sedangkan secara tahunan turun 13,33 persen.
Penurunan lebih dalam juga tercermin pada kinerja tiga tahun dan lima tahun yang masing-masing turun 35,36 persen dan 16,13 persen. Meski demikian, secara jangka sangat panjang atau 10 tahun terakhir, saham ini masih mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 169,90 persen.
Dari sisi pandangan analis, konsensus terhadap PTBA saat ini berada pada rekomendasi tahan. Dari total 26 analis di Stockbit, sebanyak 6 analis merekomendasikan beli, 10 analis menyarankan tahan, dan 10 analis memberikan rekomendasi jual.
Adapun target harga rata-rata analis berada di level Rp2.191, lebih rendah dibandingkan harga di penutupan perdagangan 5 Januari 2026. Sementara itu, estimasi target tertinggi dipatok di Rp3.100, dan target terendah di Rp1.500. (*)