Insight Daily 25 Jan 2026 Penulis: KabarBursa.com

Asing Sempat Kumpulkan PTRO di Harga Segini, Lalu Jual di Sini

Data perdagangan PTRO periode 19–23 Januari 2026 memperlihatkan pembelian dan penjualan asing pada rentang harga berbeda di pasar reguler BEI.

KABARBURSA.COM – Perdagangan saham PT Petrosea Tbk (PTRO) sepanjang 19 hingga 23 Januari 2026 memperlihatkan perubahan arus dana investor asing di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI). Data perdagangan di platform Stockbit menunjukkan fase pembelian bersih asing pada awal pekan yang kemudian beralih menjadi penjualan bersih menjelang akhir pekan. Perubah...

Perdagangan saham PT Petrosea Tbk (PTRO) sepanjang 19 hingga 23 Januari 2026 memperlihatkan perubahan arus dana investor asing di pasar reguler Bursa Efek Indon
Perdagangan saham PT Petrosea Tbk (PTRO) sepanjang 19 hingga 23 Januari 2026 memperlihatkan perubahan arus dana investor asing di pasar reguler Bursa Efek Indon

Insight Navigator

  1. 01 Menyelisik Para Broker yang Aktif Beli-Jual PTRO
  2. 02 Apa Maknanya Pergerakan Harga?

KABARBURSA.COM – Perdagangan saham PT Petrosea Tbk (PTRO) sepanjang 19 hingga 23 Januari 2026 memperlihatkan perubahan arus dana investor asing di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Data perdagangan di platform Stockbit menunjukkan fase pembelian bersih asing pada awal pekan yang kemudian beralih menjadi penjualan bersih menjelang akhir pekan. Perubahan tersebut berlangsung seiring pergeseran harga penutupan harian.

Selama periode tersebut, PTRO diperdagangkan dengan peningkatan nilai transaksi dan volume yang signifikan dari hari ke hari. Lonjakan aktivitas terlihat terutama pada dua hari terakhir perdagangan, ketika harga saham bergerak turun dan mencapai batas bawah. 

Dinamika ini terekam jelas dalam perubahan nilai transaksi, frekuensi, serta komposisi pelaku pasar.

Pada Senin, 19 Januari 2026, saham PTRO ditutup di level 12.775 dengan nilai transaksi Rp405,53 miliar dan volume 315,70 ribu lot. Investor asing mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp88,62 miliar. 

Frekuensi transaksi pada hari tersebut tercatat puluhan ribu kali, mencerminkan aktivitas perdagangan yang relatif aktif dibandingkan hari-hari sebelumnya. Harga penutupan berada sedikit di bawah rata-rata harga beli asing yang tercatat melalui broker-broker utama.

Menyelisik Para Broker yang Aktif Beli-Jual PTRO

Dari sisi broker asing, UBS Sekuritas Indonesia (AK) mencatat nilai beli Rp65,3 miliar dengan volume 50,8 ribu lot di harga rata-rata 12.839. JP Morgan Sekuritas Indonesia (BK) membukukan pembelian Rp38,3 miliar dengan volume 29,9 ribu lot di harga rata-rata 12.844, sementara CGS International Sekuritas Indonesia (YU) mencatat pembelian Rp9,5 miliar dengan volume 7,4 ribu lot di harga rata-rata 12.851. 

Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas beli asing pada 19 Januari terkonsentrasi di kisaran harga yang sempit, dengan selisih harga rata-rata antarboker relatif kecil. Harga beli asing berada di atas harga penutupan harian, mencerminkan posisi transaksi yang terjadi sepanjang sesi perdagangan.

Di sisi jual, Mandiri Sekuritas (CC) mencatat penjualan Rp24,0 miliar dan Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) sebesar Rp2,9 miliar.

Pembelian bersih asing berlanjut pada Selasa, 20 Januari 2026. Saham PTRO ditutup di level 12.725 dengan nilai transaksi Rp790,52 miliar dan volume 628,62 ribu lot. Net foreign buy tercatat sebesar Rp211,25 miliar. 

Nilai transaksi pada hari Selasa hampir dua kali lipat dibandingkan perdagangan sebelumnya. Volume perdagangan juga meningkat signifikan, menandakan partisipasi pelaku pasar yang lebih luas. Harga penutupan masih berada di kisaran yang relatif dekat dengan harga transaksi beli asing.

Pada hari tersebut, YU mencatat pembelian Rp125,1 miliar dengan volume 99 ribu lot di harga rata-rata 12.632. AK membukukan pembelian Rp116,7 miliar dengan volume 93 ribu lot di harga rata-rata 12.562, sedangkan CLSA Sekuritas Indonesia (KZ) mencatat pembelian Rp19,8 miliar. 

Tekanan jual asing tercatat melalui CC dengan nilai Rp56,4 miliar dan Panin Sekuritas (PD) sebesar Rp10,1 miliar.

Perdagangan Rabu, 21 Januari 2026, masih mencatat pembelian bersih oleh investor asing meski dengan nilai yang lebih kecil. Saham PTRO ditutup di level 12.375 dengan nilai transaksi Rp637,72 miliar dan volume 516,54 ribu lot. Net foreign buy tercatat sebesar Rp38,92 miliar. 

Broker asing yang dominan mencatat pembelian adalah ZP senilai Rp69,4 miliar dengan volume 56 ribu lot di harga rata-rata 12.394. OCBC Sekuritas Indonesia (TP) mencatat pembelian Rp42,5 miliar, sementara DBS Vickers Sekuritas Indonesia (DP) membukukan pembelian Rp36,9 miliar. 

Di sisi jual, tekanan tercatat melalui Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) dan AK dengan nilai penjualan masing-masing di atas Rp19 miliar.

Perubahan arus dana mulai terlihat pada Kamis, 22 Januari 2026. Saham PTRO ditutup melemah ke level 10.775 dengan nilai transaksi Rp1,52 triliun dan volume 1,33 juta lot. 

Investor asing mencatat penjualan bersih sebesar Rp54,96 miliar. AK mencatat pembelian Rp51,0 miliar dengan volume 45,5 ribu lot di harga rata-rata 11.434, sementara BK dan TP juga tercatat di sisi beli. 

Namun, tekanan jual asing lebih besar datang dari YU dengan nilai Rp114,1 miliar dan volume 98,8 ribu lot di harga rata-rata 11.518, serta ZP sebesar Rp20,2 miliar.

Dengan struktur tersebut, Kamis menjadi hari pertama dalam periode ini ketika arus dana asing berbalik menjadi net sell. Harga penutupan berada di bawah rentang harga jual asing yang tercatat.

Tekanan jual berlanjut pada perdagangan Jumat, 23 Januari 2026. Saham PTRO ditutup di level 9.175 setelah turun 14,85 persen dan menyentuh auto rejection bawah (ARB). Nilai transaksi mencapai Rp2,54 triliun dengan volume 2,71 juta lot dan frekuensi 95.321 kali. Investor asing membukukan pembelian Rp398,35 miliar dan penjualan Rp457,03 miliar, sehingga tercatat net foreign sell sebesar Rp58,69 miliar.

Dengan struktur tersebut, Kamis menjadi hari pertama dalam periode ini ketika arus dana asing berbalik menjadi net sell. Harga penutupan berada di bawah rentang harga jual asing yang tercatat.

Pada hari tersebut, TP mencatat pembelian Rp20,1 miliar dengan volume 21,9 ribu lot di harga rata-rata 9.188. BK membukukan pembelian Rp6,1 miliar, sementara ZP dan YP mencatat pembelian dalam jumlah lebih kecil. 

Di sisi jual, KZ mencatat penjualan Rp45,9 miliar dengan volume 50 ribu lot di harga rata-rata 9.175. AK membukukan penjualan Rp30,7 miliar dan YU sebesar Rp11,1 miliar.

Komposisi transaksi pada perdagangan Jumat menunjukkan dominasi pelaku domestik dengan porsi 83,18 persen dari total nilai perdagangan. Porsi transaksi investor asing berada di level 16,82 persen. 

Struktur antrean memperlihatkan penawaran jual terkonsentrasi di harga penutupan, dengan saham PTRO terkunci di ARB sejak menyentuh level 9.175 hingga akhir sesi.

Apa Maknanya Pergerakan Harga?

Berdasarkan data broker summary pasar reguler, pembelian bersih investor asing pada saham PTRO selama periode 19 hingga 21 Januari 2026 terjadi pada rentang harga rata-rata yang relatif berdekatan. 

Pada 19 Januari 2026, harga rata-rata beli asing berada di kisaran 12.839 hingga 12.851, sejalan dengan harga penutupan 12.775 pada hari tersebut.

Pada perdagangan 20 Januari 2026, pembelian bersih asing tercatat pada harga rata-rata yang lebih rendah. Data menunjukkan transaksi beli asing berlangsung pada kisaran harga 12.562 hingga 12.697, dengan harga penutupan saham PTRO berada di level 12.725. Rentang harga tersebut menjadi titik pembelian terbesar selama periode lima hari.

Pembelian bersih asing masih tercatat pada 21 Januari 2026, meski dengan nilai yang lebih kecil. Pada hari tersebut, harga rata-rata beli asing berada di kisaran 12.294 hingga 12.394, sementara harga penutupan PTRO tercatat di level 12.375. 

Dengan demikian, pembelian bersih asing selama tiga hari berturut-turut berlangsung pada rentang harga sekitar 12.294 hingga 12.851.

Perubahan pola terjadi pada 22 Januari 2026. Pada hari tersebut, tekanan jual asing mulai mendominasi meski masih terdapat pembelian pada sebagian broker. Data menunjukkan harga rata-rata jual asing berada di kisaran 11.518 hingga 11.860, dengan harga penutupan PTRO melemah ke level 10.775.

Tekanan jual berlanjut pada 23 Januari 2026. Saham PTRO ditutup di level 9.175 dan terkunci ARB. Pada perdagangan tersebut, harga rata-rata jual asing tercatat di kisaran 9.175 hingga 9.596, sementara harga rata-rata beli asing berada di rentang 9.188 hingga 9.462. 

Jika dirangkum berdasarkan data harga rata-rata broker asing, pembelian bersih investor asing pada PTRO tercatat terjadi pada rentang harga sekitar 12.294 hingga 12.851 selama 19–21 Januari 2026. 

Penjualan bersih asing tercatat pada rentang harga sekitar 11.518 hingga 9.175 selama 22–23 Januari 2026. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya