Insight Daily 10 Dec 2025 Penulis: KabarBursa.com

Asing Mulai Serap DEWA, Volume Meledak Capai Dua Miliar

DEWA mencatat volume dua miliar saham dengan dominasi transaksi asing dan perubahan struktur orderbook di sesi I perdagangan.

KABARBURSA.COM – Saham PT Darma Henwa (DEWA) sudah naik dalam volume besar saat sektor batu bara melemah. Harga dibuka pada level 510 dan bergerak pada kisaran 520-545 hingga perdagangan sesi I, Rabu, 10 Desember 2025.Berdasarkan data perdagangan di platform Stockbit, kenaikan harga saham DEWA lebih didorong oleh foreign flow-driven. Buktinya, volume perdaga...

Saham PT Darma Henwa (DEWA) sudah naik dalam volume besar saat sektor batu bara melemah. (Foto: Dok. Darma Henwa)
Saham PT Darma Henwa (DEWA) sudah naik dalam volume besar saat sektor batu bara melemah. (Foto: Dok. Darma Henwa)

Insight Navigator

  1. 01 Orderbook dan Pola Kendali Pelaku Besar
  2. 02 Akumulasi Asing Dorong DEWA Jadi Pemimpin Sektor

KABARBURSA.COM – Saham PT Darma Henwa (DEWA) sudah naik dalam volume besar saat sektor batu bara melemah. Harga dibuka pada level 510 dan bergerak pada kisaran 520-545 hingga perdagangan sesi I, Rabu, 10 Desember 2025.

Berdasarkan data perdagangan di platform Stockbit, kenaikan harga saham DEWA lebih didorong oleh foreign flow-driven. Buktinya, volume perdagangan hari ini mencapai 2,06 miliar, lebih tinggi dari rata-rata volume 20 hari (MA20) 1,1 miliar saham. Selain itu, nilai transaksinya berada pada kisaran Rp600-700 miliar. 

Lonjakan ini muncul ketika banyak saham batu bara justru bergerak melemah, menandakan adanya dorongan permintaan dari pelaku besar yang tidak terkait dengan sentimen komoditas.

Orderbook dan Pola Kendali Pelaku Besar

Dalam dua pekan terakhir, DEWA mencatat pola breakout berlapis. Base pertama terbentuk di area 405–430 pada akhir November. Setelah itu harga bergerak perlahan ke 450–480 pada awal Desember sebelum akhirnya menembus 500 dan bertahan di atasnya.

Pola kenaikan ini berlangsung dalam volume yang konsisten meningkat. Karakter seperti ini biasanya muncul ketika kendali perdagangan mulai berpindah dari ritel ke institusi.

Orderbook memperlihatkan struktur akumulasi yang sangat jelas. Bid tebal muncul di 520, 515, dan 510 dengan total ratusan ribu lot. Tekanan beli ini membuat harga relatif stabil meski ritel masih aktif menjual.

Sebaliknya, sisi offer terlihat tipis pada 525, lalu mengental di 540–545. Pola ini menunjukkan pelaku besar memilih menjaga laju harga agar akumulasi tetap efisien. Dengan cara ini, harga tidak melonjak terlalu cepat, tetapi posisi buyer besar semakin kuat.

Broker summary harian memperkuat dugaan tersebut. UBS Sekuritas (AK) menjadi pembeli terbesar dengan nilai sekitar Rp191,7 miliar. Maybank Sekuritas (ZP) membeli Rp35,7 miliar. JP Morgan (BK) menambah Rp32,5 miliar. Mandiri Sekuritas (CC) membeli Rp29,1 miliar, dan RHB Sekuritas (DR) menambah sekitar Rp9,8 miliar.

Di sisi lain, broker ritel justru mendominasi aksi jual. Stockbit Sekuritas Digital (XL) melepas sekitar Rp69,7 miliar. Trimegah (LG) menjual Rp31,8 miliar. Mirae Asset (YP) mencatat penjualan Rp28,3 miliar. Indo Premier (PD) menjual Rp18,9 miliar dan KB Valbury (CP) melepas Rp16,4 miliar.

Dalam 12 hari perdagangan terakhir, pergerakan ini semakin jelas. UBS telah mengakumulasi sekitar Rp195,1 miliar. JP Morgan menambah posisi Rp105,6 miliar. CGS-CIMB, Sucor, dan Semesta Indovest turut mencatatkan pembelian besar.

Sebaliknya, ritel melalui Indo Premier, Trimegah, BNI Sekuritas, Danareksa, dan Mirae menjadi penjual terbesar. Data ini menegaskan bahwa sejak akhir November, perpindahan barang dari ritel menuju pelaku besar berlangsung sangat aktif.

Akumulasi Asing Dorong DEWA Jadi Pemimpin Sektor

Kenaikan DEWA justru terjadi ketika harga batubara Newcastle bergerak di kisaran 110–120 dolar AS per ton. Dalam periode yang sama, saham-saham produsen batu bara seperti PTBA, ADRO, dan HRUM cenderung stagnan hingga melemah.

DEWA mencatat kenaikan lebih dari 100 persen dalam tiga bulan terakhir. Outperformance ini juga terlihat pada saham energi lain seperti ENRG dan NSSS yang mencatat foreign inflow besar. Ini menunjukkan bahwa dana asing sedang melakukan rotasi ke kontraktor tambang dan penyedia jasa energi.

Dengan struktur seperti ini, DEWA berada dalam fase markup awal. Pelaku besar telah mengumpulkan barang di area 400–450. Setelah itu harga dijaga di atas 500 sambil menyerap penjualan ritel tanpa mendorong kenaikan terlalu cepat.

Level 515 menjadi pivot penting. Selama level ini bertahan, momentum kenaikan masih berada dalam kendali pelaku besar. Terlebih, belum ada tanda UBS maupun JP Morgan beralih ke posisi jual. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya