Insight Daily 12 Mar 2026 Penulis: KabarBursa.com

Asing Konsisten Koleksi Saham Indosat (ISAT) Seiring Kinerja Positif 2025

Sejak pengumuman kinerja keuangan tersebut, investor asing terpantau rutin membeli saham ISAT melalui beberapa broker besar.

KABARBURSA.COM - PT Indosat Tbk (ISAT) sukses membukukan kinerja positif sepanjang 2025. Catatan gemilang ini turut menarik perhatian investor asing sejak perusahaan mengumumkan kinerja pada 9 Februari 2026.Mengutip laporan dari situs resmi Indosat, laba yang dapat diatribusikan kepada entitas pemilik induk tumbuh sebesar 53,5 persen quarter-on-quarter dan 1...

Dok ISAT
Dok ISAT

Insight Navigator

  1. 01 Fundamental Keuangan Indosat
  2. 02 Pergerakan Harga dan Rekomendasi Saham ISAT

KABARBURSA.COM - PT Indosat Tbk (ISAT) sukses membukukan kinerja positif sepanjang 2025. Catatan gemilang ini turut menarik perhatian investor asing sejak perusahaan mengumumkan kinerja pada 9 Februari 2026.

Mengutip laporan dari situs resmi Indosat, laba yang dapat diatribusikan kepada entitas pemilik induk tumbuh sebesar 53,5 persen quarter-on-quarter dan 12,2 persen year-on-year menjadi Rp5,5 triliun.

EBITDA Indosat turut meningkat 12 persen menjadi Rp26,6 triliun. Emiten telekomunikasi inibmembukukan pendapatan sebesar Rp56,52 triliun pada 2025, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp55,89 triliun.

Dari sisi neraca, total aset Indosat pada akhir 2025 mencapai Rp118,63 triliun, meningkat dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar Rp114,39 triliun. Sementara itu, total liabilitas tercatat Rp79,12 triliun, dan total ekuitas mencapai Rp39,51 triliun.

Kas dan setara kas perusahaan juga meningkat menjadi sekitar Rp5,07 triliun pada akhir 2025 dari Rp4,45 triliun pada tahun sebelumnya.

Selain itu, Indosat mencatat pertumbuhan ARPU yang progresif hingga mencapai Rp44 ribu, didorong oleh penerapan personalisasi berbasis AI secara konsisten, peningkatan jaringan, serta inovasi yang berfokus pada pelanggan, termasuk fitur AI-powered 360 Scam and Spam Protection.

"Kami menutup tahun 2025 dengan momentum yang kuat, mencapai panduan kinerja yang telah ditetapkan, serta mengakhiri tahun dengan fondasi yang solid untuk melaju ke 2026," ujar Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison dalam keterangannya.

Sejak pengumuman kinerja keuangan tersebut, investor asing terpantau rutin membeli saham ISAT melalui beberapa broker besar.

Merujuk data Stockbit, data transaksi memperlihatkan AK sebagai pihak dengan nilai pembelian terbesar selama periode tersebut. Broker ini tercatat mengoleksi saham ISAT dengan nilai sekitar Rp149 miliar, setara dengan sekitar 667,1 ribu lot saham dengan harga rata-rata pembelian di kisaran Rp2.220 per saham.

Di posisi berikutnya terdapat broker ZP yang juga melakukan pembelian dalam jumlah signifikan. Broker ini tercatat mengakumulasi saham ISAT dengan nilai transaksi sekitar Rp144,5 miliar. Volume pembelian yang dilakukan mencapai sekitar 641,7 ribu lot, dengan harga rata-rata transaksi di level Rp2.233 per saham.

Selain AK dan ZP, broker BK juga masuk dalam jajaran pembeli terbesar saham ISAT pada periode ini. Broker BK tercatat membukukan nilai pembelian sekitar Rp110,5 miliar, dengan volume transaksi mencapai 489,9 ribu lot. Harga rata-rata pembelian broker tersebut berada di sekitar Rp2.239 per saham, sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata transaksi beberapa broker lainnya.

Tidak hanya tiga broker tersebut, aktivitas akumulasi juga terlihat dari sejumlah broker lain meskipun dengan nilai transaksi yang lebih kecil. Broker TP misalnya tercatat melakukan pembelian dengan nilai sekitar Rp19,7 miliar atau sekitar 85,3 ribu lot saham pada harga rata-rata Rp2.283 per saham.

Broker KZ juga terlihat aktif mengoleksi saham ISAT dengan nilai pembelian sekitar Rp17 miliar dan volume transaksi sekitar 86,8 ribu lot, dengan harga rata-rata di kisaran Rp2.247 per saham.

Selanjutnya terdapat broker SH yang mencatatkan nilai pembelian sekitar Rp16,3 miliar atau sekitar 72 ribu lot saham dengan harga rata-rata Rp2.266 per saham.

Sementara itu broker BB, RX, dan AG juga tercatat melakukan pembelian dengan nilai transaksi masing-masing sekitar Rp14,7 miliar, Rp13,1 miliar, dan Rp10,3 miliar.

Di sisi lain, data broker summary juga menunjukkan adanya aksi distribusi dari beberapa broker. Broker YU tercatat sebagai penjual terbesar saham ISAT dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp200 miliar.

Volume penjualan yang dilakukan oleh broker ini mencapai sekitar 899,5 ribu lot, menjadikannya sebagai pihak yang paling dominan dalam aksi jual selama periode tersebut.

Selain YU, broker BQ juga tercatat melakukan penjualan saham ISAT dengan nilai sekitar Rp16,3 miliar atau sekitar 72 ribu lot. Di bawahnya terdapat broker NI yang melepas saham ISAT senilai sekitar Rp5,5 miliar, diikuti broker PD dengan nilai sekitar Rp4,8 miliar.

Broker lain seperti IF dan SQ juga terlihat melakukan distribusi saham dengan nilai masing-masing sekitar Rp3,6 miliar dan Rp1,1 miliar, meskipun nilainya relatif lebih kecil dibanding broker utama di sisi penjualan.

Jika melihat komposisi transaksi tersebut, aktivitas perdagangan saham ISAT menunjukkan adanya tarik-menarik antara aksi akumulasi dan distribusi

Ke depan, pergerakan saham ISAT berpotensi dipengaruhi oleh kelanjutan aksi akumulasi dari broker-broker besar maupun potensi distribusi lanjutan dari pihak yang telah melakukan penjualan dalam jumlah besar. Dinamika ini akan menjadi faktor penting yang diperhatikan oleh pelaku pasar dalam membaca arah pergerakan saham ISAT pada periode perdagangan berikutnya.

Fundamental Keuangan Indosat 
 

Masih mengutip data dari Stockbit, kinerja fundamental Indosat menunjukkan sejumlah indikator keuangan dengan profitabilitas yang cukup solid.

Dari sisi solvabilitas, Indosat mencatat current ratio sebesar 0,62 dan quick ratio sebesar 0,62 pada periode kuartalan. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancarnya. Current ratio di bawah angka 1 umumnya mengindikasikan bahwa total aset lancar perusahaan masih lebih kecil dibandingkan kewajiban jangka pendek yang harus dipenuhi.

Di sisi profitabilitas, kinerja Indosat terlihat cukup positif. Data menunjukkan bahwa perusahaan mencatat Return on Assets (ROA) sebesar 4,64 persen secara trailing twelve months (TTM). Rasio ini menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari total aset yang dimilikinya.

Selain itu, Return on Equity (ROE) Indosat tercatat sebesar 15,17 persen, catatan ini Indosat dinai mampu menghasilkan pengembalian yang cukup menarik bagi pemegang saham. ROE di atas 15 persen umumnya dianggap sebagai indikator bahwa perusahaan mampu memanfaatkan modal pemegang saham secara cukup efisien untuk menghasilkan laba.

Margin operasional Indosat juga menunjukkan tingkat efisiensi yang relatif baik. Operating profit margin perusahaan tercatat sebesar 22,36 persen, artinya, lebih dari seperlima pendapatan perusahaan mampu dikonversi menjadi laba operasional setelah dikurangi biaya operasional utama.

Sementara itu, net profit margin perusahaan berada di level 12,52 persen, hal ini berarti perusahaan bisa mempertahankan profitabilitas setelah memperhitungkan seluruh beban termasuk bunga dan pajak.

Dari sisi kebijakan kepada pemegang saham, Indosat juga tercatat tetap memberikan dividen. Data menunjukkan dividend per share (TTM) sebesar 83,80 dengan payout ratio mencapai 49,05 persen. Artinya, hampir setengah dari laba perusahaan dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen.

Selain itu, dividend yield saham ISAT tercatat sekitar 4,13 persen. Dividend yield di atas 4 persen sering kali dianggap kompetitif, terutama bagi investor yang mencari kombinasi antara pertumbuhan saham dan pendapatan dividen. Terakhir, data juga menunjukkan bahwa tanggal ex-dividend terbaru terjadi pada 12 Juni 2025.

Secara keseluruhan, kombinasi rasio keuangan tersebut menggambarkan bahwa Indosat berada dalam posisi yang cukup menarik dari sisi profitabilitas dan kebijakan dividen. Meski rasio likuiditas masih relatif terbatas, kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba serta memberikan pengembalian kepada pemegang saham tetap menjadi faktor penting yang diperhatikan oleh pelaku pasar.

Kinerja keuangan Indosat kemungkinan akan terus dipengaruhi oleh pertumbuhan kebutuhan layanan data, ekspansi jaringan 5G, serta perkembangan ekosistem digital yang semakin pesat di Indonesia. Kondisi ini berpotensi membuka peluang pertumbuhan lebih lanjut bagi perusahaan, sekaligus menjadi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kesehatan struktur keuangan perusahaan.

Pergerakan Harga dan Rekomendasi Saham ISAT

Pergerakan saham ISAT dalam beberapa periode terakhir menunjukkan dinamika yang cukup fluktuatif. Saham ini mengalami tekanan dalam jangka pendek, meskipun secara jangka panjang masih mencatatkan kinerja yang relatif positif.

Pada perdagangan terakhir, Rabu, 11 Maret 2026 saham ISAT ditutup koreksi usai melemah 0,98 persen atau turun 20 poin ke level Rp2.030.
 

Dalam periode satu minggu, saham ISAT juga tercatat terkoreksi sekitar 6,88 persen. Kondisi serupa juga terlihat dalam periode satu bulan dengan catatan koreksi sekitar 7,73 persen.

Tekanan yang lebih besar terlihat pada kinerja tiga bulan, saham ISAT masih membukukan terkoreksi sekitar 15,42 persen.  Sementara itu, jika dihitung sejak awal tahun atau year to date (YTD), saham ISAT masih mengalami penurunan sekitar 12,50 persen.

Meski demikian, gambaran yang berbeda terlihat ketika melihat kinerja saham dalam jangka waktu yang lebih panjang. Dalam periode enam bulan, saham ini mencatatkan kenaikan sekitar 6,84 persen.

Performa saham ISAT terlihat jauh lebih positif jika dilihat dalam horizon waktu yang lebih panjang. Dalam periode satu tahun, saham ini masih mampu mencatatkan kenaikan sekitar 31,82 persen.

Dalam periode yang lebih panjang lagi, yakni tiga tahun,  ISAT mencatatkan kenaikan sekitar 16 persen. Sementara dalam lima tahun, saham ini bahkan mencatatkan kenaikan sekitar 48,99 persen. Adapun dalam rentang 10 tahun , saham ISAT tercatat naik sekitar 44,36 persen.

Di tengah dinamika pergerakan harga tersebut, pandangan analis terhadap saham ISAT secara umum masih cukup positif. Berdasarkan data yang dari Stockbit, terdapat 31 analis yang memberikan penilaian terhadap saham ini, dengan mayoritas memberikan rekomendasi beli.

Secara rinci, sebanyak 29 analis merekomendasikan beli terhadap saham ISAT. Sementara itu, hanya satu analis yang memberikan rekomendasikan jual.

Selain itu, konsensus analis juga menunjukkan bahwa target harga rata-rata saham ISAT berada di level sekitar Rp2.820 per saham. Target tersebut jauh di atas harga perdagangan saat ini yang berada di sekitar Rp2.030 per saham.

Dalam proyeksi tersebut, analis memperkirakan bahwa potensi harga tertinggi saham ISAT dapat mencapai sekitar Rp3.650, sementara estimasi terendah berada di sekitar Rp2.000 per saham.  (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya