Insight Daily 26 Nov 2025 Penulis: KabarBursa.com

Asing Belum Pergi dari KRAS, Aktivitas Akumulasi Masih Terlihat

Data broker summary Stockbit, investor asing terpantau masih mengakumulasi saham KRAS melalui sejumlah broker ternama.

KABARBURSA.COM - Aksi beli investor asing tampak intensif mewarnai pergerakan saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) dalam dua hari perdagangan terakhir, 24–25 November 2025.Data broker summary Stockbit, investor asing terpantau masih mengakumulasi saham KRAS melalui sejumlah broker ternama.Tak hanya dua hari pada pekan ini, saham KRAS sebenarnya sudah mulai dib...

(Foto: Dok. Krakatau Steel)
(Foto: Dok. Krakatau Steel)

Insight Navigator

  1. 01 Kinerja Keuangan
  2. 02 Empat Bank Beri Keringanan 80 Persen buat Utang KRAS

KABARBURSA.COM - Aksi beli investor asing tampak intensif mewarnai pergerakan saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) dalam dua hari perdagangan terakhir, 24–25 November 2025.

Data broker summary Stockbit, investor asing terpantau masih mengakumulasi saham KRAS melalui sejumlah broker ternama.

Pada sisi pembelian, broker UBS Sekuritas Indonesia (AK) tampil sebagai akumulator terbesar dengan nilai transaksi mencapai Rp11,4 miliar dan total pembelian 283.800 lot pada harga rata-rata Rp400.

Akumulasi signifikan juga datang dari broker Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) , yang memborong Rp3,4 miliar atau 85.900 lot di harga rata-rata Rp396.

Tak ketinggalan, Mandiri Sekuritas (CC) terlihat juga menyerok saham KRAS sebesar Rp1,5 miliar di rentang harga 400. Sementara Kiwoom Sekuritas Indonesia (AG) turut mengakumulasi saham ini dengan harga Rp145,4 juta.

Tak hanya dua hari pada pekan ini, saham KRAS sebenarnya sudah mulai dibeli investor asing selama sebulan periode 25 Oktober - 25 November 2025.

Dalam periode satu bulan tersebut, broker ZP, AK, dan J.P. Morgan Sekuritas Indonesia (BK) tercatat menjadi pe ngoleksi terbesar.

Pada perdagangan sesi I hari ini, Rabu, 26 November 2024, KRAS berada di zona hijau usai menguat 1,00 persen atau naik 4 persen ke level Rp406.

Aksi jual beli terlihat cukup intens terhadap saham KRAS dalam sesi I hari ini. Data orderbook Stockbit menunjukkan, adanya konsolidasi kuat di sekitar rentang harga psikologis Rp400–Rp410.

Di sisi permintaan, antrian beli (bid) terpantau solid pada beberapa tingkat harga utama. Level Rp402 mencatatkan antrian terbesar dengan 43.726 lot.

Sementara itu, harga Rp400 yang kerap menjadi patokan psikologis KRAS mengunci antrian beli sebesar 21.783 lot.  Support lanjutan terlihat pada kisaran Rp398–Rp396, yang menjadi area pertahanan berikutnya apabila tekanan jual meningkat.

Di sisi lain, resistensi terlihat cukup tebal dengan antrian jual (ask) yang menumpuk pada beberapa level. Harga Rp408 tercatat memiliki antrian jual sebanyak 23.148 lot, diikuti Rp410 yang mencatat 25.709 lot.

Selain itu, terdapat tembok jual besar di level Rp420, dengan antrian mencapai 59.741 lot, yang berpotensi menjadi hambatan besar apabila KRAS mencoba menembus area atas dalam jangka menengah.

Dengan formasi orderbook seperti ini, pembeli terlihat masih mempertahankan bid kuat di 400–402, sementara penjual menahan laju kenaikan di 408–412.

Saham KRAS memang tengah mencatat performa positif. Dalam sepekan terakhir, KRAS menguat 10,33 persen, bergerak dari level Rp368 menuju area Rp412.

Kenaikan semakin mencolok pada time frame bulanan. Dalam satu bulan terakhir, harga KRAS melesat 24,54 persen, dari Rp312 menuju Rp436.

Pada periode tiga bulan, KRAS membukukan kenaikan 40,97 persen, sementara dalam enam bulan terakhir penguatan melompat drastis hingga 198,53 persen, dari Rp126 ke Rp436.

Kinerja paling spektakuler terlihat pada periode year-to-date (YTD). Sejak awal tahun 2025, KRAS mencatat kenaikan mencengangkan sebesar 301,98 persen, melonjak dari Rp94 menjadi Rp436.

Adapun secara tahunan , KRAS menguat 224,80 persen, dan dalam horizon tiga tahun saham tetap mencatat kinerja positif sebesar 14,04 persen.

Kinerja Keuangan 

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠
Berdasarkan laporan keuangan pada kuartal III 2025, emiten perusahaan baja ini meraup pendapatan perusahaan sebesar USD 706,08 juta, sedikit meningkat dibandingkan USD 657,52 juta pada periode 2024.

Laba bersih KRAS pada sembilan bulan pertama 2025 sebebesar USD22,17 juta, meroket 111,96 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang senilai USD185,22 juta.

Namun, laba bruto turun menjadi USD53,12 juta, dari sebelumnya USD64,29 juta, akibat kenaikan beban pokok pendapatan yang senilai USD652,96 juta.

Empat Bank Beri Keringanan 80 Persen buat Utang KRAS

Diberitakan sebelumnya, KRAS resmi memperoleh keringanan utang dari empat bank swasta melalui skema penyelesaian kewajiban dipercepat dengan potongan pokok hingga 80 persen.

Langkah ini menjadi bagian dari restrukturisasi lanjutan yang ditempuh perseroan untuk menekan beban keuangan dan memperbaiki arus kas operasional yang masih ketat.

Dalam keterbukaan informasi, manajemen Krakatau Steel menjelaskan bahwa total kewajiban yang diselesaikan dalam transaksi ini mencapai Rp248,24 miliar dan USD159,06 juta.

Dari nilai tersebut, perseroan hanya membayar Rp49,64 miliar dan USD31,81 juta kepada empat bank swasta, sementara sisanya dihapus sebagai keringanan pokok dan penghapusan bunga serta denda sebesar Rp112,92 miliar dan USD18,75 juta.

Dengan penyelesaian ini, total utang restrukturisasi Krakatau Steel berkurang sekitar USD174,29 juta dari total USD1,39 miliar atau turun 12,5 persen.

“Dengan penurunan outstanding utang restrukturisasi, beban bunga perseroan akan turun dan tekanan terhadap arus kas di masa depan dapat berkurang,” tulis Corporate Secretary KRAS, Fedaus, dalam keterangannya.

Krakatau Steel, sambung Fedaus, menyebut langkah ini sebagai bagian dari transformasi menyeluruh untuk memperkuat struktur keuangan dan mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan berbunga tinggi.

Selain itu, kesepakatan ini dinilai sebagai bentuk kepercayaan perbankan terhadap restrukturisasi jangka panjang perusahaan baja pelat merah tersebut.(*) 

 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya