Insight Daily 23 Jun 2025 Penulis: KabarBursa.com

Apa yang Menarik dari IPO Diastika Biotekindo (CHEK)? ini Analisisnya

Diastika Biotekindo (CHEK) menawarkan 815 juta saham baru dengan target Rp114 miliar dan menyasar tender strategis Kemenkes seperti SIHREN dan InPLUS.

KABARBURSA.COM – IPO PT Diastika Biotekindo Tbk (CHEK) bukan sekadar penawaran saham baru. Di balik target penggalangan dana Rp114,1 miliar, tersimpan strategi ekspansi distribusi alat kesehatan yang menyasar proyek besar Kemenkes. Inilah yang membuat IPO ini menarik untuk dicermati.Emiten yang akan menggunakan kode saham CHEK ini melepas 815 juta saham baru...

IPO PT Diastika Biotekindo Tbk (CHEK) bukan sekadar penawaran saham baru. (Foto: Dok. Diastika Biotekindo)
IPO PT Diastika Biotekindo Tbk (CHEK) bukan sekadar penawaran saham baru. (Foto: Dok. Diastika Biotekindo)

Insight Navigator

  1. 01 Bagaimana Fundamental CHEK Saat ini?
  2. 02 Data Bilang Valuasi Saham CHEK Tergolong Premium
  3. 03 Lotus Andalan Sekuritas sebagai Underwriter

KABARBURSA.COM – IPO PT Diastika Biotekindo Tbk (CHEK) bukan sekadar penawaran saham baru. Di balik target penggalangan dana Rp114,1 miliar, tersimpan strategi ekspansi distribusi alat kesehatan yang menyasar proyek besar Kemenkes. Inilah yang membuat IPO ini menarik untuk dicermati.

Emiten yang akan menggunakan kode saham CHEK ini melepas 815 juta saham baru dengan kisaran harga Rp120 hingga Rp140 per saham.

Langkah ini menandai transformasi besar bagi perusahaan yang telah beroperasi sejak 1989. Diastika dikenal sebagai distributor eksklusif produk diagnostik dan life science dari prinsipal global seperti Bio-Rad Laboratories, Siemens Healthineers, hingga Thermo Fisher Scientific.

Penawaran umum perdana dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 8 Juli 2025, dengan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia pada 10 Juli. Berdasarkan nilai nominal saham sebesar Rp20 per lembar, IPO ini merepresentasikan 20,04 persen dari total modal setelah emisi.

“Dana hasil IPO akan dialokasikan untuk pembelian barang dagangan (reagen dan alat), biaya distribusi, serta sewa gudang dan kendaraan operasional,” jelas manajemen dalam prospektus awal yang terbit pada Jumat, 20 Juni 2025.

CHEK juga telah menyampaikan partisipasi mereka dalam proyek-proyek strategis Kementerian Kesehatan, seperti SIHREN (Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network), SOPHI (Strengthening of Primary Healthcare in Indonesia), dan InPLUS (Indonesia – Public Laboratory System Strengthening). 

Nilai pengadaan gabungan dari proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp100 miliar.

Namun, sampai pertengahan Juni, proses tender masih dalam tahap evaluasi administratif. “Kami sudah menyerahkan semua dokumen yang diperlukan dan saat ini dinyatakan eligible oleh panitia, meski belum masuk tahap negosiasi harga,” ujar manajemen CHEK.

Bagaimana Fundamental CHEK Saat ini?

Kinerja keuangan emiten ini cukup solid. Pada 2024, pendapatan CHEK mencapai Rp154,79 miliar, naik 19,9 persen dibanding tahun sebelumnya (year on year/yoy). Laba bersih meningkat 11,6 persen menjadi Rp15,17 miliar. Margin laba bersih sedikit terkoreksi ke 9,8 persen dari sebelumnya 10,5 persen pada 2023.

Kontribusi pendapatan terbesar berasal dari bisnis diagnostik klinis, yang menyumbang Rp116 miliar. Segmen life science menghasilkan pendapatan tambahan sebesar Rp37,8 miliar. Sementara beban pokok penjualan 2024 mencapai Rp94 miliar, menghasilkan laba bruto Rp60,7 miliar.

CHEK mencatat total aset Rp118,8 miliar dengan ekuitas Rp93,2 miliar pada akhir 2024. Struktur permodalannya konservatif, tanpa utang bank, dengan liabilitas hanya Rp25,5 miliar. Liabilitas tersebut mayoritas berasal dari utang usaha kepada pihak luar negeri, khususnya dalam mata uang dolar Singapura (SGD) dan Amerika Serikat (USD).

Dari sisi struktur pemegang saham sebelum IPO, PT Optel Investama Mulia menggenggam 76,54 persen, diikuti Dra. TH M. Nelly Susanti sebesar 20 persen, Healthy Alliance Ltd 2,88 persen, dan Active Rich Investment Ltd 0,58 persen. Pasca IPO, masyarakat akan memiliki 20,04 persen saham perusahaan.

Saham CHEK nantinya akan dicatatkan secara elektronik tanpa surat kolektif fisik melalui sistem Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Meski kinerja keuangan dan posisi aset tergolong solid, investor perlu mencermati sejumlah risiko yang dapat memengaruhi prospek jangka menengah CHEK.

Risiko lain berasal dari eksposur mata uang asing. Pada akhir 2024, utang usaha dalam SGD tercatat senilai Rp16,8 miliar dan dalam USD sekitar Rp3,8 miliar. Sementara seluruh pendapatan perusahaan diterima dalam rupiah, sehingga fluktuasi nilai tukar bisa berdampak pada margin laba.

Kinerja rasio keuangan CHEK cukup mengesankan. Return on Asset (ROA) sebesar 12,77 persen dan Return on Equity (ROE) mencapai 16,27 persen, mencerminkan efisiensi operasional dan pengembalian atas modal yang tinggi.

Data Bilang Valuasi Saham CHEK Tergolong Premium

Namun, daya tarik kinerja tersebut tetap perlu dikaji bersama aspek valuasi saham yang ditawarkan ke publik. Valuasi saham saat IPO tergolong premium. 

Dengan laba per saham 2024 sebesar Rp3,02 dan harga penawaran maksimal Rp140, rasio price-to-earnings (PER) pro forma berada di kisaran 46 kali, jauh di atas rerata sektor alat kesehatan yang biasanya berada di bawah 25 kali.

Sebagai perbandingan, PER PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA), emiten alat kesehatan, berada di kisaran 20–25x dalam dua tahun terakhir. Ini menempatkan valuasi CHEK hampir dua kali lebih tinggi dari rata-rata sektor distribusi medis.

Dari sisi arus kas, perusahaan mencatat kas bersih dari aktivitas operasional sebesar Rp13,04 miliar, lebih rendah dibanding 2023 yang mencapai Rp19,3 miliar. Penurunan ini dipicu peningkatan pembelian persediaan menjelang proyek tender pemerintah. Arus kas investasi tercatat negatif Rp15,2 miliar, terutama karena pembelian alat laboratorium dan kendaraan distribusi.

Diastika belum memiliki kebijakan pembagian dividen untuk tahun berjalan. Meski demikian, mulai 2027, perusahaan berencana mendistribusikan dividen maksimal 20 persen dari laba bersih tahun buku 2026.

“Dividen di masa depan tetap akan mempertimbangkan kebutuhan ekspansi dan persetujuan pemegang saham,” tulis manajemen dalam prospektus.

CHEK juga menekankan pentingnya meningkatkan kandungan lokal atau TKDN pada produk yang didistribusikan. Strategi ini dinilai krusial agar bisa bersaing dalam tender pemerintah yang mensyaratkan produk dalam negeri.

Data dari Statista menyebutkan bahwa pasar alat diagnostik in-vitro Indonesia diproyeksi tumbuh dengan CAGR 4,59 persen hingga 2029, dan bernilai sekitar USD470 juta. Sementara anggaran Kementerian Kesehatan 2025 mencapai Rp217,3 triliun, dengan alokasi langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebesar Rp105,6 triliun dan sisanya ke pemerintah daerah.

Kebijakan ini didorong langsung oleh pemerintah. Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes RI, Lucia Rizka Andalucia, menyatakan, ‘Pemerintah menargetkan 70 persen alat kesehatan yang digunakan di fasilitas kesehatan pada 2027 harus produk dalam negeri.

Melihat peta industri dan posisi Diastika di sektor alat diagnostik dan laboratorium, IPO ini menjadi peluang strategis, tidak hanya bagi perusahaan tetapi juga investor yang memburu eksposur sektor kesehatan yang sedang bertumbuh.

Lotus Andalan Sekuritas sebagai Underwriter

PT Lotus Andalan Sekuritas ditunjuk sebagai satu-satunya penjamin pelaksana emisi efek dalam IPO CHEK. Penunjukan dilakukan berdasarkan skema full commitment, sebagaimana tertuang dalam prospektus awal. 

Artinya, jika ada saham yang tidak terserap oleh investor publik selama masa penawaran umum, maka Lotus Andalan Sekuritas berkewajiban untuk membeli sisa saham tersebut. 

Skema ini memberikan jaminan bahwa dana maksimal Rp114,1 miliar yang ditargetkan dari penawaran perdana akan tetap masuk ke kas perusahaan, tanpa terpengaruh tingkat partisipasi investor ritel maupun institusi.

Sebagai penjamin pelaksana emisi efek, Lotus Andalan Sekuritas juga memikul tanggung jawab administratif dan teknis. Mereka akan menyelenggarakan proses penjatahan saham secara elektronik melalui sistem KSEI, mengatur penyampaian hasil penawaran kepada OJK dan BEI, serta memastikan saham CHEK tercatat pada 10 Juli 2025 sesuai jadwal. Tugas ini penting untuk menjaga kepercayaan pasar terhadap integritas proses IPO.

Keberadaan underwriter juga memberi sinyal profesionalisme dalam pelaksanaan emisi saham perdana. Dalam dokumen prospektus, perusahaan menyebut bahwa seluruh saham akan dicatatkan secara scripless di KSEI, tanpa penerbitan sertifikat fisik. 

Lotus bertugas memastikan proses ini berlangsung tanpa kendala, termasuk mengelola komunikasi dengan investor selama masa bookbuilding dan penawaran umum.

Kehadiran underwriter dengan komitmen penuh memberikan manfaat langsung bagi calon investor. Salah satunya adalah jaminan likuiditas awal, karena seluruh saham akan tetap terdistribusi, bahkan jika permintaan pasar tidak sepenuhnya terpenuhi. Ini berarti tidak akan ada kelebihan suplai saham sisa yang tidak jelas statusnya, dan stabilitas harga di awal perdagangan cenderung lebih terjaga.

Namun, penting dipahami bahwa peran underwriter berlaku terbatas pada masa penawaran. Setelah saham CHEK tercatat di pasar sekunder, harga saham akan sepenuhnya ditentukan oleh mekanisme pasar. 

Artinya, underwriter tidak bertanggung jawab atas pergerakan harga pasca pencatatan, kecuali ada perjanjian terpisah untuk pelaksanaan price stabilization, yang dalam kasus Diastika tidak disebutkan secara eksplisit dalam prospektus.

Dengan demikian, keberadaan Lotus Andalan Sekuritas memberikan fondasi kepercayaan selama masa penawaran, namun investor tetap perlu mencermati faktor-faktor lain seperti kinerja keuangan kuartalan, realisasi proyek pemerintah yang sedang dibidik, serta dinamika makro sektor alat kesehatan dalam menentukan prospek saham CHEK di pasar. 

IPO CHEK menghadirkan keseimbangan antara prospek pasar yang menjanjikan dan valuasi yang cukup tinggi. Bagi investor yang mencari eksposur ke sektor kesehatan dengan struktur keuangan konservatif dan potensi proyek pemerintah, saham ini layak masuk daftar pantauan, meski tetap perlu dicermati dinamika kurs dan eksekusi tender. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya