KABARBURSA.COM – Pergerakan saham Antam atau PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada perdagangan Kamis, 7 Januari 2026, berlangsung dengan penurunan harga intraday di tengah aktivitas transaksi yang tercatat tinggi. Hingga pukul 13.40 WIB, saham ANTM diperdagangkan di level 3.580, turun 270 poin atau 7,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Berdasarkan data perdagangan di platform Stockbit, saham ANTM dibuka pada harga 3.810 dan sempat menyentuh level tertinggi harian di 3.820 sebelum bergerak turun secara bertahap. Pada sesi berjalan, harga terendah intraday tercatat di level 3.550. Dengan demikian, pergerakan harga ANTM pada sesi tersebut berada dalam rentang 3.550–3.820.
Dari sisi aktivitas transaksi, volume perdagangan ANTM hingga pukul 13.40 WIB tercatat mencapai 212,16 juta saham. Angka tersebut berada di atas rata-rata volume harian yang tercatat di kisaran 137 juta saham. Sepanjang sesi berjalan, nilai transaksi saham ANTM mencapai Rp778,7 miliar dengan total frekuensi transaksi sebanyak 3.078 kali.
Harga rata-rata transaksi pada sesi tersebut tercatat di level 3.671. Nilai rata-rata ini berada di atas harga perdagangan terakhir pada saat pengamatan dilakukan. Data tersebut menunjukkan distribusi transaksi terjadi pada beberapa level harga selama sesi berjalan, dengan sebagian transaksi tercatat pada level harga di atas harga terakhir.
Dalam konteks pergerakan intraday, setelah pembukaan pada area atas, harga saham ANTM bergerak turun secara bertahap hingga menyentuh area terendah harian di level 3.550. Tidak terdapat lonjakan harga ekstrem ke satu arah dalam satu waktu singkat, melainkan pergerakan yang berlangsung sepanjang sesi berjalan.
Jika ditempatkan dalam konteks indikator teknikal, posisi harga ANTM pada sesi tersebut masih berada di atas tiga indikator rata-rata pergerakan utama, yakni MA5, MA10, dan MA20, berdasarkan data yang tersedia pada platform perdagangan. Ketiga indikator tersebut berada di bawah harga perdagangan terakhir hingga pukul 13.40 WIB.
Koreksi Harga di Tengah Aliran Dana Besar
Struktur perdagangan saham ANTM pada sesi berjalan dapat ditelusuri melalui data orderbook hingga pukul 13.40 WIB. Pada periode tersebut, total antrean beli (bid) tercatat sebanyak 155.215 lot, tersebar pada rentang harga 3.580 hingga 3.500. Rentang bid tersebut mencakup delapan lapis harga di bawah harga perdagangan terakhir pada saat pengamatan dilakukan.
Antrean bid terbesar tercatat berada di level harga 3.550 dengan jumlah sekitar 41.300 lot, setara dengan 26,6 persen dari total antrean bid. Pada level berikutnya, antrean beli tercatat di harga 3.540 sebanyak sekitar 18.200 lot atau 11,7 persen, serta di harga 3.530 sekitar 16.700 lot atau 10,8 persen. Dengan demikian, tiga level harga tersebut menampung sekitar 76.200 lot, atau hampir 49 persen dari total antrean beli yang tercatat pada sesi tersebut.
Selain tiga level utama tersebut, antrean beli juga tercatat pada level harga lain dalam rentang 3.580–3.500 dengan jumlah yang lebih kecil dan bervariasi. Distribusi antrean beli pada beberapa level harga menunjukkan penyebaran lot yang tidak terkonsentrasi hanya pada satu harga tertentu.
Data transaksi pada sesi berjalan mencatat bahwa pada rentang harga 3.550–3.560, terjadi eksekusi transaksi secara berulang. Hingga pukul 13.40 WIB, frekuensi transaksi pada rentang harga tersebut tercatat lebih dari 400 kali, dengan transaksi terjadi pada beberapa level harga yang sama secara berulang seiring dengan pergerakan harga intraday dari area atas menuju area bawah.
Di sisi lain, total antrean jual (offer) saham ANTM hingga waktu yang sama tercatat sekitar 658.807 lot, atau sekitar 4,2 kali lebih besar dibandingkan total antrean beli. Antrean jual tersebut tersebar pada rentang harga 3.590 hingga 3.680, mencakup sembilan lapis harga di atas harga perdagangan terakhir.
Pada rentang harga tersebut, antrean jual tercatat tersebar dengan jumlah bervariasi di setiap level. Tidak terdapat satu level harga dengan antrean jual yang menampung porsi dominan terhadap total antrean offer. Penyebaran lot di sisi jual tercatat relatif merata pada beberapa level harga di atas 3.590.
Selama sesi berjalan, antrean beli dan antrean jual tercatat tersedia secara bersamaan pada beberapa lapis harga dalam rentang perdagangan harian 3.550–3.820. Eksekusi transaksi tercatat berlangsung di sisi beli dan jual pada berbagai level harga tersebut, seiring dengan pergerakan harga intraday yang terjadi sepanjang sesi.
Rotasi Broker Saat Tren Mulai Diuji
Lapisan berikutnya dapat ditelusuri melalui data broker summary yang mencatat distribusi transaksi saham ANTM pada perdagangan Kamis, 7 Januari 2026. Hingga sesi I, sisi beli didominasi oleh UBS Sekuritas Indonesia (AK) dengan catatan net buy sebesar 776,2 ribu lot atau setara 776.200 lot. Transaksi tersebut tercatat pada harga rata-rata 3.733 dengan nilai mencapai Rp285,9 miliar.
Di bawah AK, J.P. Morgan Sekuritas Indonesia (BK) mencatat net buy sebesar 304,3 ribu lot pada harga rata-rata 3.792 dengan nilai Rp115,6 miliar. Mandiri Sekuritas (CC) mencatat net buy 197,1 ribu lot pada harga rata-rata 3.779 dengan nilai Rp75,4 miliar. Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (LG) mencatat net buy 196,1 ribu lot pada harga rata-rata 3.791 dengan nilai Rp74,4 miliar. Sementara itu, Indo Premier Sekuritas (PD) melengkapi lima besar broker pembeli dengan net buy 146,5 ribu lot pada harga rata-rata 3.824 senilai Rp57,9 miliar.
Secara kumulatif, lima broker pembeli terbesar pada perdagangan 7 Januari 2026 mencatat net buy sebesar 1,62 juta lot dengan total nilai transaksi mencapai Rp609,2 miliar.
Di sisi jual pada hari yang sama, tekanan terbesar tercatat melalui Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) dengan net sell sebesar 337,7 ribu lot pada harga rata-rata 3.757 dengan nilai Rp125,7 miliar. Stockbit Sekuritas Digital (XL) mencatat net sell 240,4 ribu lot pada harga rata-rata 3.760 dengan nilai Rp89,4 miliar. Selanjutnya, RHB Sekuritas Indonesia (DR) mencatat net sell 135,7 ribu lot senilai Rp51,6 miliar, Sucor Sekuritas (AZ) sebesar 129,6 ribu lot senilai Rp49,3 miliar, serta CGS International Sekuritas Indonesia (YU) sebesar 119 ribu lot senilai Rp45,1 miliar.
Total net sell lima broker penjual terbesar pada 7 Januari 2026 tercatat mencapai 962,4 ribu lot dengan nilai Rp361,1 miliar. Perbandingan antara lima broker pembeli dan lima broker penjual terbesar pada hari tersebut menunjukkan selisih net buy sekitar 657,8 ribu lot atau setara Rp248,1 miliar.
Seluruh transaksi yang tercatat pada hari tersebut berlangsung pada rentang harga 3.730–3.800, sesuai dengan kisaran pergerakan intraday saham ANTM pada sesi berjalan.
Data broker summary sehari sebelumnya, Rabu, 6 Januari 2026, juga mencatat distribusi transaksi yang terukur. Verdhana Sekuritas Indonesia (BB) membukukan net buy sebesar 219,8 ribu lot pada harga rata-rata 3.437 dengan nilai Rp75,5 miliar. J.P. Morgan Sekuritas Indonesia (BK) mencatat net buy 155,8 ribu lot pada harga rata-rata 3.429 senilai Rp53,4 miliar, sementara UBS Sekuritas Indonesia (AK) mencatat net buy 43,8 ribu lot pada harga rata-rata 3.426 dengan nilai Rp15,3 miliar.
Total net buy lima broker pembeli terbesar pada 6 Januari 2026 tercatat sebesar 474,3 ribu lot dengan nilai Rp163 miliar. Pada hari yang sama, sisi jual terbesar berasal dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) dengan net sell 107,2 ribu lot senilai Rp36,9 miliar, diikuti Stockbit Sekuritas Digital (XL) sebesar 93,6 ribu lot senilai Rp32,2 miliar, serta Mandiri Sekuritas (CC) sebesar 40,5 ribu lot senilai Rp14,2 miliar. Total net sell lima broker terbesar pada hari tersebut tercatat sebesar 304,9 ribu lot dengan nilai Rp105,1 miliar.
Secara agregat dua hari perdagangan, yakni 6–7 Januari 2026, data broker summary mencatat akumulasi net buy lebih dari 2,09 juta lot pada kelompok broker pembeli terbesar.
Pada periode yang sama, kelompok broker penjual terbesar mencatat net sell sekitar 1,27 juta lot. Seluruh transaksi tersebut berlangsung pada rentang harga 3.420–3.820. (*)