KABARBURSA.COM - Saham PT Aneka Tambang atau Antam (ANTM) terpantau ramai dikoleksi investor asing sepanjang pekan lalu periode 22-26 Juni 2026.
Berdasarkan data yang dikutip dari Stockbit, broker CC menempati posisi puncak sebagai penampung dana asing terbesar dengan total nilai akumulasi Rp234,5 miliar dengan volume sebanyak 828 ribu lot pada harga rata-rata Rp2,835 per saham.
Posisi berikutnya diikuti broker BB yang memborong saham emiten pelat merah ini sebesar Rp188,6 miliar di harga rata-rata Rp2.827.
Aliran dana masuk dalam jumlah besar juga dicatatkan broker DX dengan nilai pembelian Rp103,7 miliar pada harga rata-rata Rp2.842. Berikutnya, giliran btoker YU yang mengoleksi saham ANTM dengan nilai Rp48,4 miliar, disusul oleh RX sebesar Rp4,6 miliar, serta YP yang turut melakukan pembelian sebesar Rp187,3 juta.
Di sisi lain, pergerakan distribusi atau aksi jual sepanjang pekan lalu tercatat dikomandoi oleh barisan penjual utama. Broler BK menjadi pemegang nilai penjualan bersih terbesar untuk saham ANTM yaitu mencapai Rp109,4 miliar.
Broker KZ berada di peringkat kedua dengan nilai distribusi sebesar Rp103 miliar. Tekanan jual mingguan juga dilakukan oleh broker ZP senilai Rp90 miliar.
Tak hanya itu, broker AK turut membuatmu saham ANTM senilai Rp46,7 miliar, diikuti DP sebesar Rp2,7 miliar dan broker KK senilai Rp1,8 miliar.
Meskipun terdapat tekanan jual berkisar ratusan miliar dari pihak-pihak penjual tersebut, kekuatan akumulasi dari broker CC, BB, dan DX terbukti jauh lebih dominan secara agregat.
Harga Masih Jauh di Bawah Target Konsensus
Berdasarkan data konsensus terbaru di Stockbit, dari 29 analis, saham emiten pertambangan logam ini secara keseluruhan mendapatkan rekomendasi akhir beli.
Optimisme pasar ini terlihat sangat dominan jika dibedah secara rinci. Dari total 29 analis yang memberikan penilaian, sebanyak 26 analis secara kompak memberikan rekomendasi beli.
Sementara itu, pandangan netral atau rekomendasi tahan hanya diberikan oleh dua analis, dan tercatat hanya ada satu analis yang menyematkan rekomendasi jual.
Sejalan dengan rekomendasi tersebut, para analis juga mematok target harga jangka menengah yang cukup berani untuk saham ANTM.
Target harga rata-rata yang disepakati oleh konsensus berada di level Rp5.090 per lembar saham. Jika dibandingkan dengan harga saat ini yang berada di Rp2.710, target rata-rata tersebut mencerminkan potensi kenaikan yang masih sangat lebar.
Lebih lanjut, lembar data riset tersebut juga memetakan rentang proyeksi harga yang cukup bervariasi dari para analis. Analis di kubu paling optimis memasang estimasi target harga tertinggi mencapai Rp6.100 per lembar saham.
Di sisi lain, bahkan untuk estimasi target harga terendah yang diberikan oleh analis paling konservatif sekalipun, angkanya berada di level Rp3.500.
Fakta bahwa harga saham ANTM saat ini (Rp2.710) bahkan masih berada di bawah estimasi terendah analis (Rp3.500) menjadi sinyal kuat bagi para investor.
Pergerakan Saham Beberapa Periode
Pergerakan saham ANTM menunjukkan tren yang bervariasi, di mana tekanan jual membayangi performa jangka pendek, namun kinerja jangka panjangnya terpantau masih kokoh di zona hijau.
Dalam rentang investasi jangka pendek hingga menengah, saham ANTM secara konsisten bergerak di zona merah. Sepanjang satu pekan terakhir, harga saham ini merosot cukup dalam sebesar 12,01 persen dengan rentang pergerakan di harga Rp2.610 hingga Rp3.020.
Tekanan ini berlanjut pada performa satu bulan terakhir yang mencatatkan penurunan sebesar 8,45 persen di rentang harga Rp2.450 hingga Rp3.270.
Sementara itu, koreksi terdalam terjadi pada periode tiga bulan di mana saham ANTM anjlok hingga 22,57 persen, bergerak di antara level terendah Rp2.450 dan level tertinggi Rp4.290.
Untuk performa enam bulan, saham ANTM juga terkoreksi sebesar 15,84 persen. Sementara jika dihitung sejak awal tahun atau Year-to-Date (YTD), emiten ini membukukan penurunan sebesar 13,97 persen.
Akumulasi penurunan dalam satu tahun terakhir tercatat sebesar 7,82 persen, dengan titik jenuh bawah di level Rp2.450 dan harga tertinggi menyentuh Rp4,970.
Sebaliknya, pemandangan yang berbeda terlihat jelas ketika meninjau kinerja investasi jangka panjang dari emiten berskala besar ini. Investor yang mengoleksi saham ANTM dalam periode tiga tahun masih menikmati keuntungan atau return positif sebesar 38,97 persen, bergerak di rentang Rp1.175 hingga Rp4.970.
Sementara untuk jangka waktu lima tahun, performa ANTM tercatat naik sebesar 17,83 persen. Pertumbuhan paling masif ditunjukkan pada kinerja 10 tahun, di mana saham ini melesat tajam dengan keuntungan mencapai 268,71 persen.
Pada periode satu dekade tersebut, ANTM merangkak dari harga terendahnya di level Rp338 hingga berhasil menyentuh harga tertinggi di level Rp4.970 per lembar saham.
Data historis ini menegaskan bahwa meskipun ANTM tengah mengalami fase koreksi dalam beberapa bulan terakhir, saham ini secara kumulatif tetap memberikan imbal hasil yang signifikan bagi para investor jangka panjang.
Valuasi ANTM
ANTM menyajikan rincian indikator valuasi, kinerja per saham, profitabilitas, serta tingkat solvabilitas yang solid.
Masih merujuk Stockbit, rasio harga terhadap laba atau P/E ratio (TTM) saham ANTM bertengger di level 7,68 kali. Sementara itu, P/E ratio (annualised) tercatat sebesar 4,78 kali dan forward P/E Ratio berada di posisi 6,46 kali.
Rasio harga terhadap nilai buku atau Price to Book Value (PBV) berada di angka 1,68 kali, disusul oleh rasio Price to Sales (TTM) sebesar 0,74 kali.
Adapun rasio Price to Cashflow (TTM) tercatat -170,05 kali, Price to Free Cashflow (TTM) -74,49 kali, serta rasio EV terhadap EBITDA (TTM) berada di level 5,66 kali.
Dari sisi kinerja per saham (Per Share), ANTM mencatatkan laba bersih per saham atau current EPS (TTM) sebesar Rp353,07 dan nilai EPS annualised mencapai Rp567,07.
Kemampuan perusahaan dalam meraup omzet tecermin dari revenue per share (TTM) sebesar Rp3.654,24. Posisi keuangan lainnya menunjukkan kas per saham atau cash per share (Quarter) sebesar Rp376,12, nilai buku per saham (current book value per share) di level Rp1.616,55, serta free cashflow per share (TTM) yang berada di posisi angka -36,38.
Memasuki indikator solvabilitas dan profitabilitas,, tingkat likuiditas jangka pendek ANTM terhitung aman dengan current ratio (Quarter) sebesar 1,98 kali dan quick ratio (Quarter) sebesar 0,97 kali.
Manajemen utang emiten juga tergolong sangat konservatif dan sehat, tecermin dari rasio Utang terhadap Ekuitas atau debt to equity ratio (Quarter) yang hanya sebesar 0,14 kali.
Dari aspek profitabilitas, ANTM mencatatkan kemampuan pengembalian aset atau Return on Assets (ROA TTM) yang kuat di level 13,40 persen, serta tingkat pengembalian ekuitas atau Return on Equity (ROE TTM) yang tinggi mencapai 21,84 persen.
Margin keuntungan operasional ANTM juga terjaga baik dengan raihan gross profit margin (Quarter) sebesar 19,15 persen, operating profit margin (Quarter) sebesar 15,36 persen, serta net profit margin (Quarter) di level 11,62 persen.
Sebagai penutup, kebijakan dividen perusahaan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemegang saham. ANTM mencatatkan nilai pembayaran Dividen (TTM) sebesar Rp209,99 per lembar saham dengan rasio pembayaran atau payout ratio sebesar 37,03 persen.
Pembagian keuntungan ini menghasilkan tingkat imbal hasil dividen atau dividend yield yang sangat atraktif bagi investor, yaitu sebesar 7,75 persen. (*)
Disclaimer
Data dan analisis yang disampaikan dalam pemberitaan ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan harga saham, masuknya supply dan demand pasar, aksi pelaku besar, serta perubahan sentimen dan perilaku investor di pasar modal.
Analisis disusun untuk memberikan konteks mengenai struktur pasar, pola akumulasi dan distribusi, kondisi fundamental, serta perilaku pelaku pasar terhadap saham FILM, dan bukan merupakan ajakan membeli maupun menjual saham tertentu.
Investor diimbau untuk tetap melakukan analisis secara mandiri, memperhatikan keterbukaan informasi resmi Perseroan, serta mempertimbangkan profil risiko dan strategi investasi masing-masing sebelum mengambil keputusan investasi.