Insight Daily 08 Sep 2025 Penulis: KabarBursa.com

Alpha Picks September, Soroti Saham Perbankan dan Tambang

Alpha Picks UOB Kay Hian September pilih BBCA, BRMS, NCKL. Trader bidik UNTR dan JPFA dengan sinyal teknikal buy.

KABARBURSA.COM – Awal September 2025, UOB Kay Hian melakukan perombakan besar pada daftar Alpha Picks, menggantikan saham AKRA, KLBF, dan MYOR dengan delapan saham baru yang dinilai memiliki katalis jangka pendek sekaligus prospek jangka panjang. Perubahan ini dilakukan setelah portofolio Alpha Picks sepanjang Agustus mencatatkan kinerja yang tertinggal diba...

Suasana di main hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Foto: KabarBursa/Hutama Prayoga)
Suasana di main hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Foto: KabarBursa/Hutama Prayoga)

Insight Navigator

  1. 01 Sorotan Emiten Perbankan dan Tambang
  2. 02 Sinyal Teknikal untuk Trader
  3. 03 Apa Makna Perombakan Portofolio ini?

KABARBURSA.COM – Awal September 2025, UOB Kay Hian melakukan perombakan besar pada daftar Alpha Picks, menggantikan saham AKRA, KLBF, dan MYOR dengan delapan saham baru yang dinilai memiliki katalis jangka pendek sekaligus prospek jangka panjang. 

Saham tersebut adalah PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), PT Harum Energy Tbk (HRUM), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).

Langkah ini diambil setelah portofolio Alpha Picks sepanjang Agustus tertinggal dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). 

Secara bulanan, portofolio turun 4,97 persen, sementara IHSG justru menguat 4,4 persen. Tekanan terbesar datang dari lonjakan saham konglomerasi yang masuk MSCI, seperti DSSA dan CUAN, sehingga porsi emiten pilihan UOB Kay Hian kalah cepat

“Dengan latar kondisi makro yang penuh ketidakpastian akibat demonstrasi domestik dan keputusan The Fed di September, kami memilih pendekatan bottom-up. Fokusnya adalah katalis fundamental masing-masing emiten,” tulis tim riset Indonesia UOB Kay Hian, Senin, 8 September 2025.

Selain faktor makro, kenaikan harga emas global menjadi sorotan utama. Bank menaikkan proyeksi harga emas secara bertahap dari USD3.400 per ons di kuartal III 2025 hingga USD3.700 per ons pada kuartal II 2026. 

Lonjakan harga ini mendukung optimisme terhadap saham berbasis tambang emas dan logam.

Sorotan Emiten Perbankan dan Tambang

Sebelum masuk ke emiten baru, perlu dicatat bahwa kinerja saham lama menjadi alasan penting dalam perombakan portofolio.

AKRA dilepas setelah muncul laporan keterbatasan pasokan BBM di SPBU swasta, yang memicu sentimen negatif dan risiko tekanan jangka pendek.

KLBF berpotensi terdepak dari indeks MSCI karena kapitalisasi free float turun di bawah ambang minimum.

MYOR menghadapi tekanan dari lonjakan harga kopi global dan proyeksi ekspor melemah, yang berisiko menekan margin.

Secara performa bulanan Agustus 2025, KLBF terkoreksi 15,3 persen, AKRA 7,4 persen, dan MYOR 6,1 persen. 

Sebaliknya, saham baru yang kini masuk justru menunjukkan momentum positif: BBNI naik 9 persen, ASSA 3,3 persen, ARCI 3,2 persen, dan MTEL 0,6 persen

Oleh karena itu, dari sektor perbankan, BBCA menjadi pilihan utama. Menurut analis Posmarito Pakpahan, laba bersih BBCA per Juli 2025 naik 10,5 persen (year on year/yoy) menjadi Rp34,7 triliun, ketika bank besar lain justru mencatat penurunan. 

“Dengan likuiditas ample, CET-1 ratio kuat, serta kualitas aset yang sehat, kami percaya BBCA siap menghadapi ketidakpastian global maupun domestik,” ujar Posmarito. 

Target harga saham, lanjutnya, ditetapkan Rp10.500 per lembar.

Sementara BBNI meski sempat mengalami penurunan laba bersih 5,2 persen yoy di periode yang sama, masih direkomendasikan buy

Dengan proyeksi pemulihan margin pada kuartal IV 2025 dan dividend yield mencapai 7–8 persen, bank ini dipandang menarik bagi investor yang mengejar return stabil. UOB Kay Hian menetapkan target harga Rp5.100.

Di sektor pertambangan emas, BRMS mendapat perhatian khusus. Analis Benyamin Mikael menilai BRMS berpotensi masuk ke dalam indeks MSCI Indonesia berkat kapitalisasi pasar yang mendekati syarat minimum. 

“Dengan harga emas yang diproyeksikan terus naik, ditambah pemulihan kualitas bijih di kuartal IV 2025, kami melihat BRMS berada di jalur pertumbuhan kuat,” tulis Benyamin. 

Ia menambahkan, target harga BRMS ditetapkan adalah Rp610.

Saham nikel juga menjadi sorotan. HRUM diuntungkan oleh proyek Blue Sparking Energy (BSE) yang siap memproduksi mixed hydroxide precipitate (MHP) dan kobalt pada kuartal I 2026. 

UOB Kay Hian memproyeksi kontribusi nikel terhadap laba HRUM melonjak dari 16,9 persen pada 2024 menjadi lebih dari 90 persen pada 2027. 

“Target harga dipatok Rp1.260,” tulis riset tersebut.

Sedangkan NCKL tengah menggenjot ekspansi pabrik KPS Phase 2 dan 3 yang akan menambah kapasitas hingga 305.000 ton ferronikel per tahun. 

Analis juga menyoroti upaya NCKL memperkuat praktik ESG melalui sertifikasi IRMA. “Kami perkirakan laba NCKL naik 36,2 persen pada 2025 dan 27 persen pada 2026, seiring dengan produksi yang lebih kuat,” jelas Benyamin. 

Adapun target harga saham dipatok Rp1.200.

Sinyal Teknikal untuk Trader

Selain rekomendasi fundamental, laporan harian ini juga menampilkan Traders’ Corner dengan sinyal teknikal. 

PT United Tractors Tbk (UNTR) direkomendasikan buy dengan potensi kenaikan 5 persen. Level beli disarankan di Rp25.875 dengan target profit Rp28.000, sementara stop-loss di Rp24.450. 

“Indikator RSI mengarah ke atas dan stochastic baru saja memberikan sinyal bullish,” tulis Maskun Ramli, analis teknikal UOB Kay Hian.

Untuk PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), sinyal teknikal juga menunjukkan peluang kenaikan 5,5 persen. 

Level entry direkomendasikan di Rp1.710 dengan target profit Rp1.850, sementara stop-loss di Rp1.600. Indikator MACD menunjukkan tren bullish crossover yang masih berlanjut.

Bagi investor, kombinasi rekomendasi fundamental dan teknikal ini memberi dua perspektif sekaligus. 

Saham Alpha Picks diposisikan sebagai portofolio jangka menengah, sementara UNTR dan JPFA memberikan opsi trading jangka pendek.

Apa Makna Perombakan Portofolio ini?

Perombakan Alpha Picks September 2025 mencerminkan strategi UOB Kay Hian untuk memperkuat eksposur pada sektor perbankan dan tambang yang sedang berada pada momentum positif. 

BBCA dan BBNI menawarkan stabilitas earnings, BRMS dan ARCI didukung prospek emas yang menguat, sementara HRUM dan NCKL menggarap ekspansi nikel yang semakin relevan dengan transisi energi global.

Di sisi lain, sinyal teknikal UNTR dan JPFA memberi ruang bagi trader yang mencari peluang jangka pendek. 

Kombinasi ini menunjukkan bahwa pasar Indonesia di awal September bergerak dalam dua jalur: fundamental jangka panjang dan momentum trading jangka pendek. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya