Insight Daily 16 Dec 2025 Penulis: KabarBursa.com

Aliran Modal Global Masuk PTRO, Struktur Harga Masih Solid

Dari sisi orderbook, antrean beli terlihat cukup tebal di beberapa lapisan harga. Bid menumpuk di area Rp10.425, Rp10.400, Rp10.350, hingga Rp10.300, dengan total antrean mencapai ribuan lot di tiap level.

KABARBURSA.COM - Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) diwarnai akumulasi investor asing dari beberapa broker pada perdagangan Senin, 15 Desember 2025. Terdapat tiga broker yang terpantau mengakumulasi saham ini dengan porsi jumbo.Dari sisi orderbook, antrean beli terlihat cukup tebal di beberapa lapisan harga. Bid menumpuk di area Rp10.425, Rp10.400, Rp10.350, hingg...

Armada milik PT Petrosea Tbk. Foto: Dok Perusahaan.
Armada milik PT Petrosea Tbk. Foto: Dok Perusahaan.

Insight Navigator

  1. 01 Pergerakan Saham
  2. 02 Dirikan Perusahaan Baru

KABARBURSA.COM -Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) diwarnai akumulasi investor asing dari beberapa broker  pada perdagangan Senin, 15 Desember 2025. Terdapat tiga broker yang terpantau mengakumulasi saham ini dengan porsi jumbo.

Broker CGS International Sekuritas Indonesia (YU) terpantau aktif memborong saham PTRO sebesar Rp30,6 miliar atau 28,6 ribu lot di harga rata-rata Rp10.709.

Di posisi kedua terdapat OCBC Sekuritas Indonesia (TP) yang menyerok saham emiten milik Prajogo Pangestu ini sebesar Rp29,9 miliar, sebanyak 28,3 ribu lot di rentang harga Rp10.571.

Sementara, JP Morgan Sekuritas Indonesia (BK) menjadi broker yang turut mengakumulasi saham PTRO sebesar Rp2,2 miliar atau sebanyak 2 ribu lot di harga rata-rata Rp10.676.

Selain tiga sekuritas tersebut, masih ada beberapa broker yang terpantau mengakumulasi PTRO meski dengan jumlah yang tidak begitu besar.

Seperti KGI Sekuritas (HD), MNC Sekuritas (EP),UOB Kay Hian Sekuritas (AI), Samuel Sekuritas Indonesia (IF), dan Kiwoom Sekuritas Indonesia (AG).

Namun, di sisi lain, tekanan jual dari asing juga masih terlihat. Broker Verdhana Sekuritas Indonesia (BB) tercatat menjadi penjual terbesar dengan nilai Rp20,8 miliar atau 19,6 ribu lot.

Disusul Mandiri Sekuritas (CC) yang melepas saham PTRO senilai Rp17,9 miliar, serta UBS Sekuritas Indonesia (AK) dengan penjualan mencapai Rp14,3 miliar. Adapun Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) mencatatkan aksi jual sebesar Rp2,3 miliar.

Pergerakan Saham

Pada sesi I perdagangan Selasa, 16 Desember 2025, PTRO menguat sebesar 0,71 persen atau naik 75 poin ke level Rp10.575. Penguatan ini berlangsung dengan volume transaksi yang relatif terbatas.

Secara historis, penguatan PTRO dari kisaran Rp7.000 menuju area Rp10.500 sebelumnya ditopang oleh volume perdagangan yang besar. Namun memasuki area harga atas, aktivitas transaksi mulai menyusut.

Adapun, aktivitas perdagangan saham PTRO hingga sesi I,  menunjukkan dominasi volume jual meski harga masih bertahan di area atas. Hingga menjelang tengah hari, tekanan jual tercatat lebih besar dibandingkan volume beli.

Berdasarkan data trade book Stockbit, hingga pukul 11.59 WIB, volume jual kumulatif saham PTRO mendekati 57 ribu lot, sementara volume beli kumulatif berada di kisaran 34 ribu lot.

Lonjakan volume jual terlihat terjadi sejak pembukaan pasar, terutama pada rentang waktu 09.00–09.30 WIB. Setelah itu, peningkatan volume jual berlangsung lebih landai dan tidak menunjukkan akselerasi lanjutan.

Dari sisi orderbook, antrean beli terlihat cukup tebal di beberapa lapisan harga. Bid menumpuk di area Rp10.425, Rp10.400, Rp10.350, hingga Rp10.300, dengan total antrean mencapai ribuan lot di tiap level.

Sementara itu, antrean jual atau ask tersebar bertahap di rentang Rp10.575 hingga Rp10.975 tanpa adanya penumpukan signifikan di satu level tertentu.

Saham PTRO terpantau masih berada di atas Moving Average 50 (MA50) yang berada di level Rp8.555. Saham ini juga masih bertengger tipis di atas MA20 di harga Rp10.106.


Dalam sepekan terakhir, harga saham PTRO naik 1,68 persen, sedangkan dalam periode satu bulan mencatatkan kenaikan 17,17 persen.

Kinerja yang lebih menonjol terlihat pada periode menengah. Dalam tiga bulan, harga saham ini melonjak 157,30 persen, disusul penguatan 242,23 persen dalam enam bulan terakhir.

Secara kumulatif, performa harga PTRO juga mencatatkan kenaikan signifikan. Sejak awal tahun (year to date), saham ini menguat 282,81 persen, sementara dalam satu tahun terakhir naik 314,71 persen.

Untuk periode yang lebih panjang, PTRO membukukan kenaikan 2.550 persen dalam tiga tahun, 4.936 persen dalam lima tahun, hingga 37.533 persen dalam sepuluh tahun.

Dirikan Perusahaan Baru

Di sisi lain, Petrosea,  bersama anak usahanya, PT Rekakarsa Karya Nusantara telah mendirikan perusahaan baru yang diberi nama PT Kinarya Medika Selaras (KIMS).

Sekretaris Perusahaan Petrosea, Anto Broto mengatakan pendirian KIMS bertujuan untuk menjalankan kegiatan usaha di bidang layanan aktivitas kesehatan manusia dan sosial.

"Serta bidang aktivitas profesional, ilmiah, teknis dan perdagangan eceran, sebagaimana tercantum dalam akta pendirian," ujar dia dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa, 16 Desember 2025.

Sebagaimana diketahui, pendirian KIMS dinyatakan dalam Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 24 tanggal 15 Desember 2025 dan telah mendapatkan pengesahan pendirian dari Menteri Hukum Republik Indonesia melalui surat keputusannya No. AHU0107634.AH.01.01.Tahun 2025 tanggal 15 Desember 2025.

Pendirian anak perusahaan baru ini dinilai akan memberikan dampak positif terhadap penguatan dukungan operasional Perseroan. Selain itu, aksi ini juga bukan katalis jangka pendek, namun berpotensi menjadi fondasi efisiensi dan stabilitas bisnis.


"Perseroan secara konsisten terus mengupayakan penciptaan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya," pungkasnya.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya