Insight Daily 04 Jan 2026 Penulis: KabarBursa.com

Aliran Dana Global Warnai IMPC di Awal 2026, Mulai Menarik?

Berdasarkan data yang dihimpun, JP Morgan Sekuritas (BK) menjadi broker yang paling banyak menampung dana asing untuk menyerok saham IMPC

KABARBURSA.COM - Saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) mencatatkan aktivitas akumulasi jumbo dari investor asing melalui beberapa broker pada perdagangan Jumat, 2 Januari 2026.Berdasarkan data yang dihimpun, JP Morgan Sekuritas (BK) menjadi broker yang paling banyak menampung dana asing untuk menyerok saham IMPC. Secara teknikal, pergerakan harga IMPC ...

PT Impack Pratama Industri Tbk. (Dok. IMPC)
PT Impack Pratama Industri Tbk. (Dok. IMPC)

Insight Navigator

  1. 01 Pergerakan Harga Saham

KABARBURSA.COM - Saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) mencatatkan aktivitas akumulasi jumbo dari investor asing melalui beberapa broker pada perdagangan Jumat, 2 Januari 2026.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Stockbit, JP Morgan Sekuritas (BK) menjadi broker yang paling banyak menampung dana asing  untuk menyerok saham IMPC dengan transaksi Rp22,4 miliar atau setara 56,6 ribu lot, dengan harga beli rata-rata di kisaran Rp3.949..

Di posisi kedua terdapat CGS International Sekuritas Indonesia (YU) yang mencatatkan pembelian senilai Rp1,9 miliar atau sekitar 4,9 ribu lot di harga rata-rata Rp3.947.

KGI Sekuritas Indonesia (HD) juga terpantau mengakumulasi IMPC sebesar Rp9,8 juta atau 26 lot di kisaran harga Rp3.944. Tak ketinggalan, Indo Premier Sekuritas (PD) turut membeli meski hanya 1 lot di harga rata-rata Rp3.930.

Sementara itu, tekanan jual asing terbesar tercatat melalui Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) dengan nilai jual mencapai Rp10,7 miliar atau setara 27,1 ribu lot.

Penjualan juga datang dari Macquarie Sekuritas Indonesia (RX) senilai Rp3,9 miliar serta  broker UBS Sekuritas Indonesia (AK) sebesar Rp2,2 miliar.

Secara keseluruhan, komposisi transaksi asing pada perdagangan pertama di tahun 2026 tersebut menunjukkan kecenderungan net buy, mengindikasikan minat beli investor asing yang masih bertahan.

Adapun pada perdagangan 2 Januari 2026, saham IMPC ditutup stagnan atau tidak bergerak di level Rp3.930 meskipun saham sempat menyentuh harga Rp3.990.

Secara teknikal, pergerakan harga IMPC masih berada dalam tren naik. Hal ini tercermin dari posisi harga yang tetap bertahan di atas rata-rata pergerakan (MA) 20 dan MA 50, dengan MA20 berada di kisaran Rp3.699 dan MA50 di area Rp3.100.

Sementara itu, volume pada perdagangan terakhir terpantau cenderung menurun dibandingkan fase kenaikan sebelumnya. Perdagangan pada 2 Januari 2026 menunjukkan, volume IMPC berada di kisaran 39,33 juta saham, di bawah volume 20 di harga 52,78 juta saham.

Pergerakan Harga Saham 


Di sisi lain, IMPC menunjukkan kinerja harga yang solid dalam berbagai horizon waktu. Dalam sepekan terakhir, IMPC mencatatkan kenaikan 2,34 persen, bergerak dari kisaran Rp3.800 menuju area Rp4.090.

Sementara dalam satu bulan, saham ini melesat 23,58 persen. Penguatan semakin terlihat pada periode tiga bulan, IMPC mencatat kenaikan 61,07 persen, sejalan dengan reli harga dari area Rp2.140 hingga mendekati Rp4.000.

Tren tersebut berlanjut dalam enam bulan terakhir, dengan lonjakan signifikan mencapai 1.210 persen. 

Secara jangka panjang, performa IMPC juga terbilang impresif. Dalam satu tahun, saham ini naik 1.023 persen, sementara dalam tiga tahun menguat 1.128 persen. Bahkan dalam horizon lima hingga sepuluh tahun, IMPC mencatatkan apresiasi harga masing-masing sebesar 3.163 persen dan 4.574 persen.(*) 


 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya