Insight Daily 13 Nov 2025 Penulis: KabarBursa.com

Akumulasi Asing Serbu PGAS, Pertanda Pergerakan Baru akan Dimulai?

Masuknya akumulasi besar tersebut menempatkan PGAS pada zona big accumulation dalam indikator Broker Action Stockbit

KABARBURSA.COM - Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mencatat aliran masuk dana asing dalam jumlah besar sepanjang periode 12 Oktober hingga 12 November 2025. Data broker di platform Stockbit menunjukkan dominasi pembelian dari sejumlah broker asing dengan nilai transaksi mencapai ratusan miliar rupiah.Secara mingguan, saham PGAS mencatat kenaikan 3,19...

PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN (PGAS). Foto: Dokumentasi Perusahaan.
PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN (PGAS). Foto: Dokumentasi Perusahaan.

Insight Navigator

  1. 01 Pergerakan Harga Saham PGAS
  2. 02 Kinerja Kuartal III 2025

KABARBURSA.COM - Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mencatat aliran masuk dana asing dalam jumlah besar sepanjang periode 12 Oktober hingga 12 November 2025. Data broker di platform Stockbit menunjukkan dominasi pembelian dari sejumlah broker asing dengan nilai transaksi mencapai ratusan miliar rupiah.

Broker AK menjadi pembeli terbesar dengan nilai akumulasi Rp124,9 miliar, setara 727.300 lot pada harga rata-rata Rp1.714.

Pembelian signifikan juga datang dari broker RX yang memborong Rp36,2 miliar atau 212.300 lot dengan rata-rata Rp1.707. Broker KZ, DP, AG, dan AI turut mencatat pembelian masing-masing antara Rp4 miliar hingga Rp7,4 miliar.

Masuknya akumulasi besar tersebut menempatkan PGAS pada zona big accumulation dalam indikator broker action Stockbit. Area rata-rata harga pembelian asing berada pada kisaran Rp1.689–Rp1.741, yang kini menjadi rentang akumulasi utama.

Di sisi lain, aksi jual juga tercatat dari beberapa broker, namun volumenya lebih kecil dibandingkan akumulasi. Broker ZP menjadi penjual terbesar dengan nilai distribusi Rp66,1 miliar atau 401.700 lot pada harga rata-rata Rp1.693.

Distribusi tambahan datang dari broker YU sebesar Rp25,1 miliar dan TP sebesar Rp11 miliar.

Meski terdapat distribusi dari beberapa broker, posisi keseluruhan PGAS tetap menunjukkan net buy asing yang dominan. Aliran dana masuk tersebut mengindikasikan pembentukan posisi oleh pelaku pasar institusional.

Sementara itu, pantauan orderbook pada penutupan sesi I Kamis, 13 November 2025, memperlihatkan tebalnya minat beli di rentang Rp1.770–Rp1.745, dengan antrean mencapai belasan ribu hingga puluhan ribu lot di setiap level harga.

Pada Rp1.765, tercatat antrean beli 19.345 lot, sementara Rp1.760 dan Rp1.755 masing-masing mencatat 18.735 lot dan 17.237 lot. Area ini menjadi support kuat bagi PGAS.

Tekanan jual terlihat menumpuk di rentang Rp1.785–Rp1.820, termasuk antrean besar di harga Rp1.800 sebanyak 46.772 lot, yang menjadi resistance psikologis kuat dalam perdagangan jangka pendek.

Pergerakan Harga Saham PGAS

 

Adapun pada penutupan sesi I hari ini, PGAS terpantau menguat sebesar 0,56 persen atau naik 10 poin ke level Rp1.780

Secara mingguan, saham PGAS mencatat kenaikan 3,19 persen, sementara dalam satu bulan terakhir saham pelat merah ini menguat 4,40 persen. Kinerja positif juga terlihat pada periode tiga bulan dan enam bulan, yang masing-masing tumbuh 5,95 persen dan 10,90 persen.

Pada horizon year to date (ytd), PGAS telah mencatat kenaikan 11,95 persen. Dalam periode satu tahun, saham PGAS juga naik 16,72 persen dari posisi tahun sebelumnya.

Namun, dalam jangka panjang, performa tiga tahun saham emiten  yang bergerak di bidang hilir gas bumi ini masih turun 2,20 persen, meski periode lima tahun mencatat kenaikan signifikan 51,49 persen.

Dari sisi riset pasar, konsensus analis Stockbit menunjukkan kecenderungan positif terhadap prospek saham PGAS. Dari total 25 analis, sebanyak 10 analis memberikan rekomendasi beli, sementara 14 analis merekomendasikan tahan dan satu analis memberi rekomendasi jual.

Target harga rata-rata yang dihimpun analis berada pada level Rp1.803. Estimasi tertinggi untuk saham PGAS mencapai Rp2.200, sedangkan proyeksi terendah berada pada Rp1.518.

Kinerja Kuartal III 2025

Mengutip rilis kinerja perusahaan, hingga 30 September 2025, PGAS mencatat pendapatan sebesar USD 2,9 miliar, meningkat sekitar 3,8 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Kendati pendapatan meningkat, laba PGAS pada periode ini menurun 9,68 persen menjadi USD237,89 juta dari USD263,38 juta pada periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sementara itu, EBITDA perusahaan pada periode ini sebesar USD383,1 juta.

Realisasi belanja modal (capex) PGAS telah mencapai USD 173,9 juta, dialokasikan secara terukur untuk proyek strategis yang mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Sepanjang kuartal III tahun ini, kinerja operasional PGN menunjukkan pertumbuhan positif pada hampir seluruh segmen bisnis. Volume penjualan niaga gas bumi tercatat 833,0 BBTUD, sementara volume transmisi gas bumi mencapai 1.622,3 MMSCFD dan transportasi minyak
sebesar 173.801,2 BOEPD.

Dari anak perusahaan dan afiliasi, PGAS mencatat lifting minyak dan gas sebesar 16.892,4 BOEPD, regasifikasi LNG 254,4 BBTUD, dan pemrosesan LPG sebesar 119,2 metrik ton per hari.

Selain itu dari segmen LNG Trading Internasional, hingga September 2025, PGAS berhasil mengirim lima kargo LNG atau setara 56,3 BBTUD ke pasar regional.

Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menjelaskan bahwa PGAS menjaga kesinambungan pasokan energi melalui optimalisasi portofolio gas bumi dan LNG serta koordinasi intensif dengan Pemerintah dan pemangku kepentingan strategis lainnya.

“Menjaga keandalan pasokan gas bumi bagi pelanggan merupakan prioritas utama PGN. Kami menerapkan pengelolaan volume secara adaptif serta memperkuat kolaborasi lintas sektor guna memastikan ketersediaan pasokan tambahan dan keberlanjutan layanan energi
bagi seluruh pelanggan,” ujar dia dalam keterangannya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya